
Kemacetan jalur darat membuat Michael mengumpat beberapa kali.Dia selalu minta lewat jalur alternatif,tapi tetap saja sama macetnya.Driver perusahaan dan mobil yang disediakan pemilik bandara darurat tetap saja bergerak pelan menembus padatnya lalu lintas.Alicia yang masih menggunakan gaun pengantinya berulang kali protes untuk berganti baju.Tapi Mic menulikan telinganya.Gadis itu cemberut sepanjang jalan.
"pokoknya aku mau kau belikan baju untukku Mic,aku tidak mau datang kesana dengan dandanan menyedihkan seperti ini"
"tutup mulutmu dan duduklah dengan tenang Alice.Nanti kalau aku sudah bertemu Shinta,kubeli seluruh toko baju di daerah ini.puas?" sentak Michael kasar.
Alicia melengos geram.posisinya yang diapit dua pria membuatnya sesak nafas.Gaun menjuntai berekor panjangnya juga sangat membuat masalah.Nekat diambilnya ekor gaun mahal itu lalu merobeknya dengan kasar.
"aaaahhh...dengan begini aku bisa bernafas lega" Nico yang ada disampung kanannya hanya geleng-geleng kepala.Harga gaun itu bahkan setara gajinya selama satu tahun.Tapi nona muda putri konglomerat yang angkuh itu malah merobeknya seenak perutnya.Orang kaya memang aneh.
"Berapa lama lagi kita akan sampai Nic?hari sudah gelap"
"lima belas menit lagi tuan.Kita akan sampai disana"
"shiitt!!tidak bisakah kau berjalan lebih cepat?"
"I'm sorry mister,I sudah berusaha very fast" jawab sang sopir dengan bahasa campuran yang nyleneh.Willy yang ada disebelahnya tertawa ngakak.
"tuan,kau pakai bahasa melayu saja.Kami masih mengerti perkataanmu"
Sang sopir sudah hilang fokus tidak mau menjawab.Dia sedikit bernafas lega saat dikejauhan bisa melihat rumah yang lebih terang dan ramai dari sekitarnya.Belasan mobil berjajar di kanan kiri jalan.Menandakan yang empunya rumah sedang punya hajat.
"Kau yakin ini rumahnya?"
"yes mister.Not wrong lagi.this is rumah housenya your wife"
"haha..haaa...haaa...kau ini benar-benar membuatku sakit perut" masih terbahak sambil membukakan pintu untuk tuannya.
*********
Akad nikah akan dimulai.Tuan dan nyonya Wijaya duduk di belakang putra tunggal mereka yang terlihat tenang dihadapan penghulu.Shinta dengan kebaya pengantin warna putih tulang yang sederhana dan elegant didampingi pramudya yang akan jadi wali nikahnya.Dibelakangnya ada Stephanie yang juga berdandan manis dengan kebaya warna orange yang terlihat segar membalut tubuhnya.
__ADS_1
"saudara Adrian wijaya,saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Shinta Pramudya Wulansari binti pramudya dengan mas kawin seperangkat alat Sholat dan satu set perhiasan emas dibayar tunai".
Adrian yang menjabat erat tangan pramudya menegakkan badanya.
" Saya terima nikah dan kawinnya Shinta pramudya Wulansari binti pramudya dengan mas kawin seperti tersebut diatas dibayar tunai" sangat lancar dan tegas
"bagaimana saksi...sah???"
"tiddaaaaaakkkk!!!!" Micahel datang dengan langkah lebar dan rahang yang mengeras.
"dia istri saya" katanya tegas.Adrian tersenyum miring lalu membalikkan tubuhnya,berdiri pelan menantang Michael.
"kau sudah menalaknya.Dia sudah bukan istrimu tuan Michael yang terhormat".
Michael terkesiap
"Kak Adrian...." Alicia yang sejak tadi diam karena baru melihat sosok pengantin prianya begitu terkejut.
"Kalian saling kenal?konspirasi lagi rupanya" nada sinis Michael mendominasi.Dia merangsak maju menuju arah Shinta tapi dihalangi oleh Adrian.
"minggir.kau akan tau akibatnya jika menghalangiku tuan Wijaya"
"dia calon istriku" Tawa hambar yang menyeramkan memenuhi ruangan.
"baru calon....tapi aku suami sah nya"
"kau hanya menikah siri dan sudah menceraikannya"
"siapa yang bilang aku menikah siri?Nic,tunjukkan pada dokter ini dokumen pernikahan kami". Sekretaris Nico maju lalu mengulurka dokumen nikah pada Adrian,dan anehnya semua dokumen itu asli dibuat beberapa bulan lalu.Memang tidak ada yang tidak mungkin bagi Maverich.
" kau....beraninya kau mau menghianati aku" desisnnya tepat ditelinga Shinta yang hanya menunduk diam.Semua diam.Penghulu yang lebih dulu mendapatkan kesadarannya berdehem keras.
__ADS_1
"apa pernikahan ini mau dilanjutkan?"
"Tidak!!!" aneh,empat orang menjawab serempak.Michael,Adrian,Alicia dan Stephanie brrpandangan.
"anda tidak bisa menikahkan wanita hamil tuan.Istri saya sedang mengandung anak saya" sahut Michael geram.Penghulu manggut-manggut lalu berpamitan pulang.Michael memberi isyarat pada Willy agar memberikan sebuah amplop padanya sebagai tanda terimakasih.
Semua masih diposisinya,kecuali ibu Adrian.Wanita itu mendekati Alicia dan menangkup pipinya dengan kedua belah tangannya.
"Kau....Shania,kemana saja kau selama ini nak?" Wanita itu memeluk Alicia yang juga meneteskan air mata.
"saya Alicia nyonya,adik kembar Shania". pelukan itu menegang.Sang nyonya menatap gadis didepannya lekat.Memang sangat mirip.Pantas saja tadi Adrian menyebutnya dengan pangilan Alice.
" ehh maaf,kukira kau menantu tante.maaf ya" masih mengelus pipi Alicia lemah.Sudut hati wanita itu kembali terluka.Putranya Adrian sudah sangat terpuruk dengan kepergian mendiang Shania.Saat dia ingin bangkit dan menikahi Shinta,Michael malah muncul dan merusak semuanya.Dan sekarang,gadis yang dia kira menantunya malah hanya saudara kembarnya.Nasib apa yang menimpa Adrian sebenarnya?
Dilain Sisi Willy dengan tatapan nanar menatap Stephanie yang sangat anggun hari ini.Betapa dia sangat merindukan gadis itu.Bahkan sudaj kehilangan harapan saat mereka berdua gagal mencari jejaknya dan Shinta yang hilang bagai ditelan bumi.Kulinya berubah jadi kecoklatan,tapi tampak makin membuatnya menarik,sangat dewasa.
"Aku tidak akan merestui putriku denganmu tuan muda" suara serak Pramudya mengagetkan semua orang.Michael hampir berteriak frustasi.Dia memandang sekelilingnya.Kalau dalam pernikahannya semua undangan bubar saat terjadi kericuhan,kenapa disini seolah malah jadi tontonan ya?Melihat Shinta yang meneteskan air mata dia menjentikkan jarinya ke arah Nico yang seolah paham maksut tuan mudanya.Semua undangan dibubarkan dengan sopan karena pernikahannya batal.
"Adrian,ayo kita pulang" tegas tuan Wijaya.
"Alicia akan ikut kita" sang ibu tidak kalah tegas.
"Stephanie akan ikut saya" ujar Willy lalu segera menutup mulutnya yang kelepasan bicara.Rupanya asisten itu mulai halu lagi karena menghayati peran.Nico menatapnya tajam.kode keras agar dia hati-hati bicara karena ada Michael diantara mereka.
"Tuan Wijaya,saya sangat minta maaf atas kejadian ini" ujar Pramudya sambil menundukkan wajahnya dengan sedih.Tuan Wijaya menepuk pundaknya pelan.
"mungkin anak-anak kita belum berjodoh pak Pram,saya juga minta maaf atas insiden ini.sekarang kami permisi dulu"
"silahkan pak,maafkan kami"
Sebelum berlalu Adrian mendekati Mic yang masih terpaku ditempatnya.
__ADS_1
"kuserahkan Shinta padamu,tapi kalau sekali lagi kau buat dia menangis,aku tidak akan segan untuk mengambilnya darimu tuan Maverich". Secepatnya pria itu melangkah gagah meninggalkan rumah itu mengikuti ayah ibunya yang lebih dulu pergi menggandeng Alicia.Tanpa dia sadari,langkah itu begitu bersemangat.Dia menemukan belahan jiwa Shania,Alicia yang menghilang sejak pernikahannya.