Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Drama ibu mertua


__ADS_3

Pagi harinya Michael memanggil Nico keruang kerjanya.


"singkirkan Willy dan wanita jalang itu dari rumah ini Nic.Sejauh mungkin.Aku akan membunuh mereka kalau aku melihat wajahnya sekali lagi" perintah Michael kasar.Dia memang tidak suka dihianati.Baginya kesetiaan adalah harga mati.Semua orang disekelilingnya yang berani berkhianat akan berakhir tragis.


"tuan,apa anda tidak menanyai nyonya dulu?"


"itu tidak perlu"


"Tapi kita belum tau kejadian sebenarnya tuan"


"diam dan lakukan tugasmu Nic"


"baik tuan" angguk Nico patuh lalu keluar.


Shinta masih menangis meratapi nasibnya.Ia sama sekali tidak tau kenapa semua ini bisa terjadi.Ia juga tidak ingat apa-apa.Terakhir kali dia hanya makan malam berdua dengan Stephanie lalu mereka mengatuk berat dan memutuskan tidur.Setelah itu hanya teriakan Michael yang bisa dia ingat.


Ketukan pintu terdengar.Setelahnya Nico masuk dan menghampirinya yang masih terduduk dilantai disudut kamar.Kondisinya sudah sangat memprihatinkan.Wajahnya lebam karena tamparan,rambut yang awut-awutan dan baju tidak karuan.


"nyonya,bersiaplah.Tuan menyuruh anda pergi jauh dari sini"


Shinta tergagap lalu bangkit.


"Apa Michael mengusirku?"


"iya nyonya.bahkan tuan akan membunuh anda kalau dia menemukan anda lagi" Seketika Shinta tersedu lagi.


"cepatlah berkemas sebelum tuan menyeret anda nona"


"baiklah sekretaris Nico" jawabnya sebelum Nico keluar kamar dan menutup pintu.Shinta tau tidak ada gunanya melawan Michael.Dia adalah rajanya,semua perintahnya adalah titah yang tidak bisa dibantah.Membela diripun percuma.Dia datang kerumah ini karena paksaan Michael,dia juga meninggalkan rumah ini dengan paksa.Luka ditubuhnya bahkan tidak bisa mengalahkan luka dihatinya yang sudah tercabik-cabik.


Ia berjalan lunglai menuju kamar mandi,membersihkan dirinya lalu memakai pakaian yang pertama dibawanya kerumah ini.Menjinjing tas yang sama dan meninggalkan kalung berlian dengan liontin bintang di meja rias,Ia ingin keluar rumah ini dengan cara terhormat.Bukankah ini yang diinginkannya dari dulu?keluar dari rumah ini dan kembali kenegaranya.Tapi saat kesempatan itu tiba,kenapa sakitnya begitu terasa hingga menembus dadanya?


Stephanie berlari keruang kerja Michael saat mendengar perkataan Nico.Tanpa mengetuk pintu dia menerobos masuk,membuat Michael yang sedang melamun menatap jendela mengeram kesal.

__ADS_1


"kakak,kenapa kau mengusir Shinta untuk hal yang belum tentu kebenarannya kak?Dia tidak mungkin berselingkuh dengan Willy.selidiki ini dulu kak"


"diam dan jangan ikut campur urusanku Steve" hardik Michael marah.Matanya berkilat marah.


"tapi dia istrimu kak.jangan terlalu kejam padanya" bentak Stephanie


"Aku benci penghianat Steve,apalagi dihianati.Kalau kau membelanya,berarti kau menghianati aku!" Michael membentak tak kalah kerasnya.Suara baritonnya menggelegar memenuhi seisi ruangan.


"kau tau hukuman untuk penghianat kan Steve?" desis Michael menahan marah.


"aku tau kak.Tapi kau akan menyesali keputusanmu hari ini" sahut Stephanie kesal lalu membanting pintu keras.Michael mengusap kepalanya yang berdenyut.Kepalanya terlalu berat untuk menerima semua kejadian mendadak ini.


Stephanie menunggunya Shinta diujung tangga.Koper hitam sudah berada disisinya.


"Ta....Ayo" Ajaknya dengan nada sayu.Shinta yang masih bersedih terbelalak kaget.


"kau mau kemana?"


"ikut denganmu"


"iya...ayo" sahut Stephanie lalu menarik tangan Shinta kuat menuju pintu.Beberapa langkah berjalan,sebuah tepuk tangan kuat dibelakang mereka membuat keduanya menoleh.Disana,Laura abraham masih menepukkan tangannya seolah baru melihat pertunjukan spektakuler.Dengan senyum sinisnya dia berjalan mengelilingi Shinta dan Stephanie.


"oohh...pembantu ini sudah diusir rupanya.Sudah kubilang,Michael hanya tertarik padamu.Dia akan membuangmu saat dia sudah bosan.Orang miskin sepertimu memang menyedihkan" ejeknya.Shinta menunduk,tidak berkata apapun.Perasaanya sedang kacau.


"jangan menghinanya mom" sentak Stephanie.


"kau mau membelanya juga?pantas saja...kalian sama-sama terlahir sebagai jalang.Ikutlah dengan pembantu bodoh ini,mungkin nanti kau akan diajari menjadi jalang seperti ibumu" ucap sang nyonya sadis.Stephanie terperangah.ibunya??bukankah dia ibunya?tapi tidak mungkin dia memaki dirinya sendiri.Dia tau pasti Laura wanita yang ambisius dan punya tingkat keegoisan yang tinggi.


"apa maksud mom?" tanya Stephanie lirih.


"jangan panggil aku mom.aku bukan ibumu!!kau cuma anak pembantu jalang yang menggoda suamiku!"


"jadi....."

__ADS_1


"iya.aku menerimamu karena Abraham bersikeras mempertahankanmu.Kau tau?melihat wajahmu saja membuatku ingin muntah sialan!!"


Stephanie mundur kebelakang.Tangisnya tidak bisa dibendung lagi.Sekarang dia tau kenapa Laura tidak pernah bersikap baik padanya,menganggapnya tidak pernah ada dan selalu kasar padanya.Ternyata dia cuma anak haram Abraham dan seorang pembantu.


"kenapa?kau kaget?itulah dirimu.kau cuma anak wanita jalang"


"hentikan nyonya" kata Shinta tegas.Laura memandang bengis padanya lalu meraih dagunya kasar.


"kau...apa ibumu juga jalang seperti ibu gadis ini?" Seketika amarah Shinta meluap.Sudah tidak ada lagi kesopanan dalam dirinya.Tangannya bergerak cepat meraih tangan sang nyonya dan dengan sekali gerak memelintirnya kebelakang.


"jangan menghina ibu saya nyonya" desis Shinta buas.Laura berteriak kencang hingga seluruh penghuni rumah berdatangan.Michael berdiri disamping sekretaris Nico.


"Mic,istrimu marah karena kau usir dan akan menganiaya aku" rengek laura sambil meneteskan air mata buayanya.Michael menggeram kesal dan menyentakkan tangan Shinta dengan kasar.


"Dia sudah bukan istriku mom" katanya datar.Shinta melirik semua pelayan yang menatapnya sedih.Bahkan Mia dan sarla sampai meneteskan air mata.Melihat semua itu dia menjadi kuat.Jiwa pejuangnya bergelora.Dia merasa tidak sendiri.Disamping Michael,laura tersenyum licik penuh kemanangan.


Shinta berjalan mendekati Michael,melepas cincin pernikahan mereka dan menyerahkannya.Michael memalingkan wajahnya,merasa jijik melihat Shinta.


"Terimakasih sudah mewujudkan impian masa kecilku".Ada luka hati yang menganga di mata Shinta.Pertama kali dalam hidupnya dia jatuh cinta,dan pertama kali pula dia dicampakkan. lama menunggu,Michael tak juga menerima cincin itu.Pria itu malah menoleh kearah NiCo.


" Nic,katakan padanya aku tidak suka barang bekas".


"nona....."


"Aku tau sekretaris Nic,terimakasih sudah menjagaku" ungkapnya tulus.Diserahkannya cincin itu pada Nico yang memandangnya dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"terimalah tuan,setidaknya biarkan aku keluar dari rumah ini dengan terhormat" Lambat,Nico menerima cincin emas dua puluh empat karat bertahtakan berlian yang diserahkan Shinta.


"buang Nic" sentak Michael.pria itu benar-benar sudah menutup hatinya.


"baik tuan" Shinta mengikuti arah langkah Nico yang menuju tempat sampah dipojok ruangan dan meleparkan cincin itu kesana.Harga diri Shinta terkoyak,seperti itulah arti dirinya untuk Michael sekarang.hanya sampah.


"pergi" Desis Michael penuh kemarahan.Shinta menatap semua pelayan yang berbaris rapi.Dia menangkupkan telapak tangannya kedada dan mengucapkan terimakasih lalu berbalik dan menggandeng tangan Stephanie yang masih menangis sesenggukan.Ditariknya koper Stephanie dengan langkah panjang tanpa menoleh lagi.

__ADS_1


Air mata Michael jatuh.


__ADS_2