
Nico memperhatikan satu persatu foto-foto yang diambil Willy beberapa menit lalu.Yah,sahabatnya itu turun langsung untuk membantunya.Sebagai mantan asisiten jebolan agen mata-mata ternama,keahlian Willy dibidang ini memang tidak ada duanya.Nico juga heran,bagaimana Willy bisa selincah dan segesit itu dilapangan.Dia juga yang paling ahli memainkan senjata diantara mereka.Tak heran jika Abraham memilihnya untuk mendampingi putranya.
Lagi-lagi darah dalam tubuh Nico tersirap.Erika tampak begitu mesra dengan profesor Zao saat keluar dari kampusnya.Mereka memasuki mobil sang profesor menuju rumah keluarga Lee.Foto-foto itu juga membidik seorang bocah usia sekolah dasar yang bergelayut manja dileher Erika.Tampak Erika begitu menyayangi bocah cilik itu.Beberapa bagian juga memperlihatkan keceriaan mereka.
Yah,sejak menyamar menjadi Sherly lee,Erika memang tinggal dirumah keluarga Lee.Nico bisa mendadak emosi jika mengingatnya.Erika masih istrinya,tidak sepantasnya dia serumah dengan lelaki lain yang berstatus duda seperti itu.Siapa yang sebenarnya kurang ajar?dia atau Erika?
Langkah tegas terdengar keluar dari lift.Willy masuk keruangan itu menghampiri Nico yang masih duduk dibalik mejanya.Sore itu sang sekretaris memang bisa sedikit santai karena Mic masih sibuk dengan Aira di dalam ruangannya.Sejak Nico terkena masalah,Michael memang mengurangi beban kerjanya.Dia akan menunjuk Aira jika urusannya cukup didalam kantor saja.Namun jika harus diluar,maka mau tak mau Nico yang harus ikut serta.
"Apa ada perkembangan Will?" tanya Nico dengan wajah tidak sabaran.Willy menyandarkan tubuhnya di sofa panjang.
"Sepertinya kau harus bersabar man.Zao benar-benar mengurus perceraianmu dengan Erika.Dia punya bukti-bukti perselingkuhanmu dengan Ayya."
"bukti?" beo Nico kemudian.Willy mengangguk.Raut serius terancar diwajah tampannya yang biasanya banyak tersenyum saat bersama Nico.
"Berkasmu sudah di daftarkan hari ini." lanjutnya kemudian.Wajah Nico memerah seketika.
"Ahhh siiiaall!!ini hanya kesalah pahaman!!"
"Orang yang tidak mengerti duduk perkaranya pasti menuduhmu berselingkuh Nic.Itu pasti.Karena foto-foto intimmu dengan Ayya sudah dia dapatkan."
"Anehh.....bagaimana Zao bisa mendapatkannya secepat itu?Pasti ada yang tidak beres." gumam Nico.
"Aku juga merasa begitu man.Ada yang Zao sembunyikan dari kita." Willy ikut berasumsi.Keduanya sibuk berpikir dalam diam hingga ponsel Willy berdeting.
"Ini lebih aneh Nic...Zao berkali-kali mendatangi tempat praktik dokter ahli penyakit dalam."
__ADS_1
"untuk apa?" tanya Nico ingin tahu.
"Entahlah.Ini yang masih kuselidiki.Orang yang kusuruh kesana juga belum memberi kabar." Lagi-lagi ponsel Willy berdeting.Pria itu membaca laporan anak buahnya dan mengirimnya ke ponsel Nico.
"Lihat Nic.."
"ohh Ya Tuhan...Win lee terkena penyakit Thalasemia.Bocah itu memerlukan donor sumsum tulang belakang secepatnya karena hatinya bermasalah." Nico terkesiap.Thalasemia adalah penyakit keturunan yang membutuhkan perawatan seumur hidup.Jika Win lee sampai membutuhkan donor,berarti dia sudah sampai ke taraf tidak wajar.
"Erika...dia sasaran donor itu." bisik Nico.Willy menoleh padanya dengan wajah tidak percaya.
"Apa maksudmu Nic?"
"Dia dipisahkan dariku agar Zao bisa mendapatkan pendonor tanpa minta ijin dariku.Zao tau,aku tidak akan mengijinkan Erika melakukannya."
"Kenapa harus Erika?dia bisa mencari donor yang lain?lalu kenapa kau tidak mengijinkan Erika melakukannya?donor sumsum tulang tidak membunuh Erika.Dia masih bisa hidup sehat seperti sedia kala.come on man,don't be stupid."
"Karena Erika adalah saudara perempuan ibunya.Ada kemungkinan sel tulang belakang mereka sama.Kau tidak tau Will,dia tidak sesempurna yang kau lihat.Erika juga penderita Thalasemia minor.Walau tidak parah seperti Win lee..tapi menjadikan dia donor juga akan berakibat fatal padanya." lanjut Nico kemudian dengan wajah sendu.Sejak dokter Yusuf mertuanya mengatakan kekurangan putrinya sehari sebelum mereka menikah,Nico sudah berjanji menjaga Erika sebisa mungkin.Yusuf juga menawarkan pembatalan pernikahan bila Nico keberatan dengan penyakit bawaan Erika.Tapi entah kenapa saat itu Nico malah bersikeras menikahi Erika yang walau tampak baik-baik saja,namun sering merasa cepat lelah dalam situasi tertentu.
"Kau tidak bisa berpikir buruk tanpa sebab Nic.Zao seorang dokter,dia tidak mungkin membahayakan nyawa seseorang atau menjadi pembunuh." ujar Willy mencoba menasihati sahabatnya.Nico juga membenarkan dalam hati.Dia tetap mencoba berpikir positif.
"Lalu apa yang memuat Zao menginginkan perceraianku dengan Erika?" belum sempat Willy membalas pertanyaan Nico,pintu lift terbuka.Dua wanita cantik berbeda ras keluar dari sana.Willy dan Nico spontan berdiri.Nico mengangukkan kepalanya.
"Selamat siang nyonya muda." sapanya ramah.Sinta membalasnya dengan tersenyum,sedang Willy hanya terpaku ditempatnya melihat kakak ipar dan istrinya yang acuh padanya.Stephanie bahkan terang-terangan membuang muka melihat dia dan Nico dengan dalih melihat beberapa tanaman baru di ruangan itu.
"Apa mas Mic ada di dalam sekretaris Nico?" tanya Shinta kemudian.
__ADS_1
"Ada nyonya.Saya akan memberitahukan tuan muda jika anda berkunjung kemari."
"Tidak perlu.Aku akan masuk sendiri kesana." tukas Shinta.
"Tapi nyonya...."
"Apa?Kenapa aku tidak boleh langsung masuk?apa Mas Mic menyembunyikan wanita di dalam sana?" pungkas Shinta galak.Stephanie yang mendengarnya bergegas mendekat.Matanya berkilat tajam.
"Tuan sedang sibuk nyonya."
"Sibuk?kakak sibuk tapi kau malah enak-enakan disini dan bergosip dengan pasangan homomu?" ejek Stephanie terdengar geregetan.Willy yang mendenga kata homo langsung beraksi keras.
"Aku normal,tidak homo!" bantahnya keras.
"Aku tidak tanya padamu!" hardik Steve marah,namun tidak mau melihat ke arah Willy.Dia sudah mengambil tindakan pergi ke arah pintu ruangan Michael saat melihat Willy akan mendekat padanya.Shinta mengikutinya dengan langkah lebar.Steve mengetuk pintu lalu menerobos masuk sebelum Mic menjawab.Tinggalah Nico dan Willy yang menggelengkan kepalanya.
"Wanita hamil memang mengerikan Nic." desah Willy sambil mengacak rambutnya.
"Dia hamil anakmu Wil.Aku tidak bisa membayangkan wajah anakmu nantinya.Ibunya begitu membencimu,pasti anaknya mirip dirimu." balas Nico dengan seringaian nakal.Willy tetap diam tanpa ekspresi.
"Ayo masuk."
"untuk apa Nic?perang akan segera dimulai."
"perang apa?"
__ADS_1
"tentu saja adikmu Aira yang akan jadi bulan-bulanan mereka karena satu ruangan dengan kak Mic tanpa pengawasan.Kau juga...kenapa mencegah kak Shinta masuk?Dia pasti akan curiga." gerutu Willy tidak suka.Nico menepuk dahinya frustasi.Kehilangan Erika membuatnya tidak bisa berpikir jernih.Yang ada dikepalanya hanya Erika...Erika..dan Erika.