
Di dalam mobil yang mereka kendarai,Nico yang masih merasa pusing menyandarkan kepalanya di jok mobil belakang.Erika yang duduk disebelahnya berulang kali menengok kearahnya.Sebenarnya Nico belum diijinkan pulang hari itu,namun karena suami dinginnya itu bersikeras pulang,Erika meminta ijin pihak rumah sakit agar Nico bisa segera pulang.
Lama-lama Erika tidak tega juga melihat kepala Nico yang terus berguncang karena mobil mereka berulang kali mengerem terjebak kemacetan.Tangan dokter cantik itu terulur meraih kepala Nico yang spontan membuka matanya kaget.Ia lebih kaget saat Erika menepuk pahanya pelan, mengarahkannya untuk tidur dipangkuannya.Antara percaya dan tidak,dengan gerakan ragu-ragu Nico memposisikan dirinya sesuai instruksi Erika.Ada perasaan hangat yang menelusup di dadanya saat sang istri membelai kepalanya lembut.Nico mendongak menatap Erika yang juga menatapnya.Keduanya sama-sama terdiam.
"Apa kau benar-benar mencintaiku Erika?" tanyannya lirih.Erika tidak menjawab.Dia hanya membelai pipi suami kakuya itu dan tersenyum sangat manis.Nico tidak lagi bertanya.Kepalanya terasa sangat nyaman sekarang dan dia terlalu egois untuk menghilangkan momen kemesaraan itu.
Erika menguncangkan bahu Nico lembut saat mereka sudah sampai dirumah.Nico berlahan membuka mata dan mengumpulkan kesadarannya.Sesaat kemudian bergegas turun,namun tiba-tiba badannya terhuyung hampir terjatuh.Erika dengan sigap mencekal lengannya lalu membimbingnya masuk kedalam rumah hingga tiba di kamar dan menidurkan suaminya itu.
"Erika tunggu!" Nio gantian mencekal jemari tangan Erika saat dokter cantik itu akan beranjak dari tepi tempat tidur.
"Ada apa mas?" sekali lagi perasaan Nico kembali menghangat.Betapa dia sangat merindukan panggilan itu.
"kau belum menjawab pertanyaanku." sahutnya kalem.
"Pertanyaan apa mas?" tanya Erika ingin tau.Dalam hati Nico meruntuk kesal karena istrinya itu malah pura-pura lupa.
"kau ....benarkah kau mencintaiku?"
"apa itu penting bagimu?" kali ini Erika balik bertanya.Nico terkesiap.
"Aku hanya ingin kau tidak menyesal hidup berdua denganku." terdengar sekali nada sedih dalam kalimat Nico.
"Aku tidak akan menyesal karena sudah menikah dan hidup denganmu mas.Jika kau bertanya apa aku mencintaimu?maka jawabanku adalah aku terlalu mencintaimu hingga aku tidak yakin apa aku bisa meneruskan hidup tanpamu." tukas Erika kemudian.Dokter cantik itu menundukkan kepalanya.Merasa malu.
__ADS_1
"Terserah mas Nico mau menganggapku apa.Aku juga tidak akan memaksamu untuk membalas cintaku.Bisa melihatmu setiap hari saja sudah cukup membuatku bahagia." kata Erika kemudian.Nico yang duduk bersandar dikepala ranjang menarik jemari itu hingga pemiliknya duduk didepannya.Nico menggapai anak rambut Erika dan menyelipkannya dibelakang telinga sang istri.
"kemarilah." ujar Nico sambil menggeser duduknya.Dia memberi isyarat agar Erika duduk didekatnya.Erika menurut,pun saat Nico meraihnya masuk ke dalam pelukannya,wanita itu tidak bisa menolak.Ia merebahkan kepalanya di dada bidang itu,membaui aroma maskulin yang menjadi candu baginya itu dengan penuh perasaan.
"Ada yang harus kau tau Erika....Aku tidak sama seperti pria-pria diluar sana.Sejak kecil aku dibuang orang tua dan hidup dari belas kasih keluarga Maverich.Aku tidak mengenal apa itu perasaan,juga kata cinta.Hidup yang kulalui sangat pahit.Tapi kau datang tiba-tiba dalam kehidupanku.Memporak-porandakan tatanan hati yang sudah kubangun sekian lama.Membawa hal asing yang kau beri nama cinta.Rasa ini begitu menyiksaku hingga aku merasa kehilagan separuh jiwaku jika kau tidak ada disisiku.Erika...aku bukan pria romantis yang suka mengumbar kata-kata.Tapi sungguh,aku menempatkanmu diatas segalanya.Maakan aku yang pernah khilaf.Sekarang,aku hanya takut kehilangan dirimu.Aku takut suatu saat kau akan meninggalkan aku sendiri seperti orang tuaku....." Erika menghentikan kalimat panjang Nico dengan menempelkan jarinya pada bibir sekretaris tampan itu.Air matanya hampir jatuh.
"Ssssstttt...aku tidak akan pernah melakukannya mas.Jika kau ijinkan,maka aku akan terus menemanimu hingga ujung usia kita nanti." Nico mengenggam jari telunjuk Erika yang menempel dibibirnya lalu mengecupnya penuh perasaan.
"Aku akan selalu memberimu ijin itu sayang.karena aku....aku..." Erika menatapnya serius,demikian juga Nico yang terlihat lebih kaku dari biasanya.
"aku mencintaimu." bisiknya ditelinga kanan Erika.Sungguh saat itu terasa bunga-bunga berjatuhan dari langit menerpa mereka juga ribuan sayap kupu-kupu mengelilingi keduanya,dunia mereka berhenti berputar.Hingga Nico berlahan menempelkan bibirnya pada bibir basah Erika yang masih terpaku tidak percaya.Tuhan menjawab doanya.Tuhan mengirimkan pria terbaik seperti yang dikatakan papanya,dan Tuhan juga yang telah membuat kesabarannya berbuah manis.Dibalasnya ciuman sang suami dengan segenap perasaan.
"ehhhmm...mass..." desah Erika tertahan karena ciuman Nico sudah berpindah keleher jenjangnya.Pria itu juga semakin agresif memainkan bukit kembarnya.Erika terus mendesah hingga menyadari sesuatu.
"hmmmm.." namun Nico seperti tidak menghiraukan peringatan istrinya.Erika yang kesal berontak melepaskan diri hingga Nico menghentikan aksinya.
"Aku yang menjaminmu bisa pulang mas.Aku doktermu sekarang dan kau harus mematuhiku.Kau tidak boleh terlalu banyak bergerak." kata Erika tajam.Nico mengeram kesal.
"Kau pernah melihat dan mengobati aku saat tertembakkan dokter?Apa aku terlihat lebih lemah dari saat itu?Luka seperti ini tidak akan membunuhku." sahut Nico geram.Wajahnya masih memerah menahan gairah.Dalam hati Erika membenarkan perkataan suaminya.Nico memang pria dengan fisik kuat yang tidak akan tumbang hanya karena luka tertabrak kendaraan.Keisengan rekan dokternya yang menyuntikkan obat penenang saja yang membuatnya pusing tidak karuan.Andai orang itu bukan Nico...mungkin dia sudah terkapar pingsan dari tadi.
"Tapi mas..."
"Aku akan mematuhimu dokter,tapi sayangnya aku akan lebih patuh pada Tuhanku." sahut Nico yang sudah mulai beraksi kembali.Erika yang berusaha menahan dadanya dengan tangan tergagap.
__ADS_1
"m..ma..maksudmu?"
"Kita baru saja rujuk sayang.Wajib bagi kita untuk menyempurnakannya." Setelah menjawabnya,Nico sudah kembali membuat Erika melayang hingga langit ke tujuh.Hanya ******* demi ******* yang terdengar siang itu.Nico seakan lupa pada luka-luka ditubuhnya.Suara erangan Erika selalu saja memacu semangatnya untuk terus membawanya kepuncak kepuasan hingga mereka terkapar lemas setelah mencapainya.
Nico mengatur nafasnya.Mengelap keringat yang membasahi tubuhnya.Dia beringsut mendekati perut Erika.
"Cepatlah tumbuh didalam sana.Buatlah aku menjadi orang tua yang kalian panggil papa." bisiknya.Erika sangat terharu dan meneteskan air matanya.Dielusnya kepala suaminya lembut.Baru dia sadari,Nico sangat mengharapkan malaikat kecil untuk hadir diantara mereka.Entah berapa ribu kata syukur yang terucap dalam hati dan bibirnya.Usaha tidak akan menghianati hasil.Tuhan tau kapan saatnya kita bahagia.
********
π
π
π
Hai readers...kali ini author sangat butuh masukan dari kalian semua.Berikan komentar untuk karya ini ya...
kalian ingin novel ini dilanjutkan atau dibuatkan season 2 nya?
Masukan kalian adalah penyemangat bagi author untuk terus berkarya.Jangan lupa berikan like dan vote agar karya ini tetap berkembang.
Terimakasih dan I love U all readersππππππππ
__ADS_1