Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Pembuat Onar


__ADS_3

Shinta menggeliat manja saat merasakan setetes air jatuh dipermukaan wajahnya.Matanya memincing melihat Michael yang sudah bau wangi habis mandi dengan bathrope putih.Tetesan air dari kepalanya yang baru keramas tidak dapat ditahan oleh handuk kecil dalam gengamannya.


"Kenapa mas tidak membangunkan aku?"


Michael mencium kening Shinta lalu mengelus perutnya yang makin membuncit.


"Aku hanya ingin anakku beristirahat didalam sana.Iya kan baby?"


"Dia sudah kelelahan menghadapimu mas" cibir Shinta.Sejak kembali kerumah,Michael meminta haknya setiap malam hingga Shinta kewalahan.Bahkan Michael tidak bisa tidur tenang sebelum bercinta lebih dulu.Mungkin memang benar,itu bawaan bayi.


"ya mau gimana lagi,dadynya yang tampan ini ingin selalu menengoknya"


"ahh sudah..aku mandi dulu ya mas"


"hmmmm baiklah."


Saat Shinta keluar dari kamar mandi,Michael sudah berpakaian lengkap.Shinta mendekat untuk memasangkan dasi suaminya.


"Sayang,hari ini aku sarapan diluar saja ya.Aku harus buru-buru kebeberapa tempat untuk meninjau lokasi"


"iya mas,tapi jangan lupa sarapan ya"


"tentu saja sayangku"


Selepas kepergian Michael,Shinta menuju ruang breafing para pembantu.Dia yakin dijam sekarang,semua akan berkumpul untuk saling bercerita atau minum teh bersama.Aahhh ....dia jadi rindu suasana itu.


"Selamat pagi nyonya" sapa semua orang disana dan langsung berdiri dan membungkuk hormat padanya."


"sudah jangan sungkan begitu,duduklah.Aku ingin minum teh bersama kalian" Serentak mereka tersenyum girang lalu memberikan duduk pada Shinta.


"Bagaimana kabarmu hari ini nyonya?"


"aku baik bi.Lalu kalian?apa kalian baik-baik saja saat aku pergi?"

__ADS_1


"Terlalu banyak yang terjadi nyonya.Tapi kami tidak ingin mengenangnya.Cukup melihat nyonya kembali,kami sudah sangat bahagia" jawab Mia sepenuh hati.Mereka bercanda riang membicarakan banyak hal saat sebuah langkah dari sepatu hak tinggi memecah kedamaian mereka.


"owhh...disini rupanya nyonya pembantu ini". Semua berdiri,Shinta memutar duduknya hingga menatap sosok perempuan berumur yang terlihat cantik diusianya.Bukan menolak tua,tapi lebih pada beberapa kali oprasi plastik untuk mengencangkan kulit dan mempertahankan kecantikannya.Dua orang pengawal berkaca mata hitam mengiringi langkahnya.


" Selamat siang mom"


"Diam kau pembantu sialan!" Laura Maverich menyilangkan tangannya kedada dan berjalan angkuh mengitari Shinta.


"Sekali sampah tetap akan jadi sampah.Apa ini cukup untukmu dan bayi haram dalam perutmu?" Ucap sang nyonya besar sambil melemparkan puluhan lembar uang kearah Shinta.Kertas itu melayang keudara dan mengenai wajahnya cantiknya.


"Kau pikir dengan bayi hasil hubungan liarmu itu,kau bisa mendapatkan Michael kembali jalang murahan?kau jangan terlalu bermimpi" Laura tertawa keras nyaris menyerupai lolongan Srigala saat melihat Shinta hanya diam.Naluri iblisnya bekerja.Dia kembali menekan dan menyudutkan Shinta untuk menjatuhkan mentalnya.


"Segeralah pergi dan bawa bayi haram itu dari rumahku,atau aku akan menendangmu keluar dari sini!"


"cobalah kalau anda bisa nyonya!" sahut Shinta tegas.Laura yang merasa tertantang semakin beringas.


"Berapa banyak lelaki yang sudah menidurimu hah?Kalau mereka kurang memuaskanmu,maka dua orang anak buahku ini akan dengan senang hati memuaskanmu"


"Sayangnya bayi saya adalah anak sah nyonya,dan putra anda sudah cukup memuaskan saya.Nyonya bisa lihat buktinya" ujar Shinta sambil menyibak rambutnya dan membuka kancing baju atasnya.Kiss mark bertebaran dimana-mana hingga meninggalkan bekas kebiruan.Bisa dipastikan putranya sangat beringas diranjang.


"diam!!!" bentak Laura Maverich murka.Wajahnya merah padam dengan tangan terkepal kuat.


"kenapa saya harus diam?kenyataan itu pahit nyonya.Dan akan lebih pahit saat anda mendengarnya dari mulut saya"


"Dasar pelacur murahan!!" Laura bergerak maju dan memukul Shinta sekuat tenaga,tapi dengan sigap Shinta menghindar hingga sang nyonya hampir terhuyung jatuh.Semua pelayan hanya jadi penonton saat dua nyonya rumah bertengkar.Bahkan ada yang terang-terangan tersenyum senang.


"hey,kenapa kalian diam saja?cepat hajar wanita sialan ini" teriak Laura marah.Wajahnya merah padam menahan letupan kemarahan dalam dirinya.Dua orang pengawal itu maju.Semua pelayan bergerak maju pula membentengi Shinta.


"kalian menyingkirlah" bentak pria berkepala plontos sambil mencengkeram lengan tukang kebun yang berdiri didepannya.


"Kau harus melewati kami dulu sebelum sampai pada nyonya kami" gertak tukang kebun itu gagah.Para wanita sudah mengambil peralatan seadanya untuk menjaga diri.


"Brengsek kalian!" Lalu si plontos mendorong pak kebun itu hingga terjungkal.Saat tangannya akan menjangkau Shinta sebuah tongkat menghajar tangannya hingga dia berteriak kesakitan.Bibi Chun tampil dan melambaikan tangannya bak para jagoan kungfu di film.Belum hilang rasa kaget,gelas,piring dan sendok garpu sudah melayang kearah si plontos dan pria tambun temannya.Suasana ruangan berubah jadi kapal pecah.Laura berteriak histeris saat pecahan kaca mengenai kepalanya dan berdarah.

__ADS_1


"Hentikan!!"Suara bariton memenuhi ruangan.Michael masuk dengan langkah gagahnya.Laura yang tanggap langsung berlari kearahnya dan menangis sesengukan.


" Mic,istrimu ini benar-benar keterlaluan.Dia tidak suka momy datang dan mengusir mom dengan tidak sopan"


"benarkah?"


"Lihat Mic,dia menyuruh pelayan kalian melempari mom dengan gelas.Dia sungguh wanita laknat Mic.Pasti anak haram dalam rahimnya akan berbuat seperti ibunya saat dewasa nanti" isakan Laura memenuhi ruangan.Rahang Michael mengeras.Dia menatap tajam pada Shinta yang tetap diam ditempatnya,tanpa ekspresi.


"Apa kau bisa menjelaskan semua ini?" Shinta menatap Michael dengan berani.


"Aku tidak memaksamu percaya padaku" tukasnya datar.Tangan Mic terkepal kuat hingga buku jarinya memutih.


"Kalau begitu biarkan Nico yang menjelaskannya.Nic,tunjukkan kebenaran pada mereka" teriak Michael keras.Seisi ruangan hening.Hanya langkah Nico yang terdengar mendekat,menyerahkan hpnya pada Michael.Pria itu menyeringai dan memutar Videonya.Laura mundur beberapa langkah.Michael makin menyudutkannya hingga membentur tembok ruangan.


"Jangan pernah mengatakan anakku sebagai anak haram mom,atau aku akan melupakan hubungan kita".


" Kau dibutakan cinta semusimmu Mic.Buka matamu lebar-lebar,rubah betina itu begitu licik"


"Dia istriku mom,harap mom menjaga sikap"


" Aku tidak mau rumah ini dihuni sampah,pergi kalian!" teriak Laura histeris.


"Apa mom lupa kalau rumah ini sudah diberikan dad padaku saat aku menikahi Shinta?Mom tidak berhak menyuruh siapapun pergi dari rumahku".


" Tapi aku berhak memecatmu dari Maverich crop" sentak wanita itu cepat.Seolah mengancam Michael.Tapi Michael malah tersenyum lebar.


"Silahkan pecat mom.Aku dan Shinta bukan manusia gila harta.Luxio sudah lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga kecil kami.Nikmati saja seluruh kekayaan Maverich.Karena baik aku ataupun Stephanie bisa hidup mandiri tanpa bayang-bayang nama besar Maverich" jelas Michael panjang lebar.Dia melangkah menghampiri Shinta,merangkul pundak istrinya dengan segenap hati,menjanjikan perlindungan pada wanita yang mengandung anaknya itu.


"Aku akan tetap memisahkan kalian,jalang ini tidak pantas buatmu Mic"


"Hanya Tuhan yang akan memisahkan kami mom" tegas Michael.Laura bersungut kesal lalu pergi tanpa berpamitan diikuti dua pengawalnya.


"sayang kau tidak apa-apa?" Mic menangkap kedua pipi Shinta dengan tangan besarnya.Mata wanita itu berkaca.

__ADS_1


"Lain kali kau harus mengatakan yang sebenarnya padaku sayang." desah Mic sambil membawa istrinya dalam pelukannya.


__ADS_2