Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
kejujuran Shinta


__ADS_3

Pagi itu suara gelak tawa masih terdengar diruangan besar disamping rumah.Semua berkumpul disana sambil melepas rindu.Wajah keriput Pramudya,ayah Shinta terlihat bersemangat.Dia duduk dipembaringan dibantu Rio yang setia menemani ayahnya.Stephanie juga terlihat bersemangat mengajari Rio bicara dalam bahasa Inggris yang ditirukan anak itu dengan dialek medok khas jawa timuran membuat yang mendengar tertawa.


"Ta,habis ini kita jalan-jalan disekitar sini yuk.Sambil belanja kebutuhan kita.Kata Rio disekitar sini ada pasar tradisional"


"hemmm baiklah.ehh..Rio,besok kamu sudah bisa sekolah lagi.Kakak sudah mendaftarkanmu disekolah tak jauh dari rumah ini"


"horeeee....terimakasih kak"


"eiittss...itu juga karena aku Rio.aku juga kakakmu sekarang" sergah Stephanie sambil cemberut.


"iya.terimakasih kak Fani"


"nah..begitu dong.sama-sama Rio.kau mau ikut kami jalan-jalan?" Rio menggelengkan kepalanya.


"kita gantian saja kak,agar ada yang menjaga ayah.Aku nanti saja setelah kakak pulang"


"hey..kau mau jalan sendirian?"


"Aku sudah punya teman baru kak Fani.anak tetangga sebelah" ucap Rio antusias.


"cewek?"


"cowok.namanya Adam.semoga kami satu sekolah"


"ya..ya...semoga saja" sahut Shinta sambil bangkit dari duduknya.


"Fan,aku mandi dulu ya."


"jangan lama-lama"


Dikamar mandi perut Shinta terasa sangat tidak enak.Mual menyiksanya.Buru-buru dia kekloset dan memuntahkan makanannya.Lagi,lagi dan lagi hingga semua terkuras dari perutnya.Bahkan air yang dia minumpun sudah habis dimuntahkan.Badannya sangat lemas saat Stephanie menggedor kamar mandinya.


"hey...kau kenapa Ta?" Shinta keluar dengan wajah pucat dan tak bertenaga.Buru-buru Stephanie memapahnya ketempat tidur,menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang.


"entahlah Fan,tubuhku lemas sekali.Perutku juga mual parah.Sepertinya aku masuk angin"


"ya sudah.mungkin kamu kecapekan Ta.Aku jalan dengan Rio saja ya.Nanti aku belikan obat diapotik"


"memangnya ada disekitar sini?"


"jauhpun akan kucari,kan aku udah beli motor untuk kita jalan"


"hahh??kapan??"


"tuh,barusan diantar didepan rumah"

__ADS_1


"Fan,kamu tidak pernah keluar rumah,tapi kenapa bisa belanja ini itu dan beli rumah ini?dari mana kamu tau lokasi ini?" Shinta yang penasaran mencecar Stephanie dengan berbagai pertanyaan.


"Orang suruhan sekretaris Nico yang membantu.Dia akan berada diaekitar kita hingga beberapa hari kedepan.kau tau..Dad juga punya cabang perusahaan di jakarta dan Surabaya.Maka itu aku mengajakmu pergi jauh agar kemungkinan bertemu kak Michael tidak ada"


"Tapi sekretaris Nico pasti akan memberitau tuan Michael"


"Dia sudah berjanji untuk tutup mulut Ta.Sejauh ini dia tidak pernah ingkar janji"


"Tapi dia orang yang paling loyal pada tuan Michael"


"Dia masih punya hati nurani Ta.Sekarang aku pergi dulu ya" pamit Stephanie menyentuh lengan Shinta.


"Fan...itu...anu..."


"apa?kau ingin sesuatu?"


"Tolong belikan aku sari kacang hijau ya.itu kalau aku tidak merepotkanmu"


"Maksutmu minuman kotak seperti di iklan TV itu ya?"


"ehh iya"


"oke kakak iparku yang cantik"


Berteriak memanggil Rio lalu menghilang pergi.Shinta menyelonjorkan kakinya sambil membuka aplikasi dihpnya.Dia harus mencari pekerjaan secepat mungkin.Ia tidak mungkin terus-terusan merepotkan Stephanie dengan memberikan beban ayah,adik dan dirinya.


"Shin" teriaknya dari dalam kamarnya.


"ehh iya ayah.sebentar aku datang" wanita muda itu berlari tergopoh-gopoh masuk kamar ayahnya.


"ada apa yah?kau sakit?"


"kau yang berteriak duluan nak.Tadinya kupikir kau kenapa-napa"


"tidak yah.aku baru saja menemukan lowongan kerja didekat sini.aku terlalu gembira tadi."


"kau akan bekerja secepat itu nak?apa suamimu mengijinkanmu bekerja"


Shinta terdiam.sudut matanya berair.Air mukanya berubah sedih.Sekarang dia mau menjawab apa?Berkata jujur dan menyakiti hati ayahnya,atau membohonginya dengan mengatakan kalau semuanya baik-baik saja?Itu tidak mungkin.Pramudya pria yang berpendidikan dan sarat pengalaman hidup.Bagaimana dia bisa percaya semuanya baik-baik saja kalau istri konglomerat sepertinya akan bekerja saat pulang kampung?Dalam bimbang shinta termangu.


"bicaralah dengan jujur.Ayah akan mendengarkan semuanya Shin."


"ayah...aku..."


"Biarkan ayah menjadi teman kalian,menggantikan ibu kalian yang sudah tenang disana"

__ADS_1


Shinta memeluk ayahnya.sedikit terisak menahan tangisnya.Pria itu mengelus kepala Shinta lembut.


"kami sudah berpisah ayah" Pramudya menarik nafasnya lalu memeluk erat Shinta yang masih menangis dalam pelukannya.Hatinya teriris,kesedihan putrinya adalah derita baginya.Ia selalu ingin anak-anaknya bahagia.Hatinya sudah hancur berkeping-keping saat Shinta nekat jadi TKW setahun lalu,meninggalkan bangku kuliah dan mengorbankan dirinya untuk keluarganya.Sebenarnya dia tidak rela,tapi Shinta tetap memaksa,dan akhirya ketakutannya terbukti sudah.


"Itu berarti dia bukan jodohmu nak.Masih banyak pria baik diluar sana,wanita yang baik pasti akan memperoleh jodoh yang baik pula.Mungkin tuan Michael bukan yang terbaik untukmu.bersabarlah"


Shinta menatap ayahnya.mengusap air mata yang jatuh dipipinya.Dia tau ayahnya sangat bersedih dan dia tidak ingin lagi menambah bebannya.


"itu pasti ayah.aku pasti akan lebih semangat lagi.Ayah jangan kawatir ya"


"ayah selalu berdoa untuk kebaikan kalian nak"


Dan Pramudya memeluk lagi putrinya dengan beribu doa agar anak-anaknya bahagia.


*******


Stephanie memarkirkan motornya didepan swalayan yang berukuran kecil menurutnya.Rio turun dari boncengannya dengan cepat.Celingak celinguk kenanan kirinya.


"kak,kita mau cari apa?"


"let's shopping boy"


Mereka tertawa berderai.Orang yang baru melihat pasti mengira mereka pasangan kakak beradik yang kompak.Stephanie memang sangat ramah dan pintar bergaul.Sehari saja Rio sudah sangat akrab dengannya.


"eehhh Rio...tunggu"


"ada apa kak?"


"ada ruko kosong diseberang jalan.kelihatanya dikontrakkan.sebentar aku catat nomer hpnya dulu" Stephanie berlari menyeberangi jalan lalu mencatat nomer yang tertera disana.


"kakak mau mengontrak disini?"


"iya.kelihatannya tempat ini sangat ramai.aku ingin membuka usaha disini juga"


"usaha apa kak?"


"kita pikirkan nanti.sekarang ayo masuk.Shinta butuh sesuatu juga"


Berbelanja sambil melihat-lihat barang memang hobi Stephnie.Kadang dia belanja hingga lupa waktu.Kebiasaan seorang nona muda kaya raya belum menghilang dari dirinya.Rio yang mengikutinya sudah kecapekan dan menunggu di dekat kasir.Saat Stephanie selesai belanja dia baru berdiri untuk mengangkat belanjaan kakak barunya itu.


"banyak amat kak.Kita seperti mau pindah rumah"


"iya kita memang baru pindah kan?"


"ehh iya juga ya..." ujar Rio sambil tertawa lucu.

__ADS_1


Varian terbaru kakak adik dadakan yang sangat kompak dan menggemaskan.,


__ADS_2