
Shinta maverich berjalan mantap dengan sepatu hak tingginya diikuti Aira menuju restoran ditepi pantai yang menurut informannya menjadi tempat pertemuan sekretaris Nico dan Ayya sore itu.Matanya menelusuri meja-meja yang tertata rapi disana.Hari kerja seperti ini memang membuat suasana tidak begitu ramai.Hanya ada beberapa pasangan muda mudi atau lansia yang menikmati senja disana.
Kesal karena tidak menemukan Nico,Shinta bergerak kearah ruangan VIP.Beberapa security sudah melarangnya masuk karena memang ruangan itu sudah dibekali privacy khusus untuk pengunjungnya.Aira bergerak cepat memberikan kartu pengenal Luxio tapi ditolak oleh para security dengan alasan mereka diperintah untuk menjaga wilayah ini dari siapapun yang tidak berkepentingan.Terpaksa,adu lengan dimulai.Shinta ataupun Aira sudah bergerak gesit menghajar dan melumpuhkan para penjaga itu dalam waktu singkat.
"Apa mereka memang security yang ditugaskan dad untuk mengawas tempat ini?"
Aira memeriksa dua orang yang terkapar dilantai.Dia menarik dompet dan memeriksa identitas mereka.
"Mereka anak buah Yamamoto nyonya."
"Berarti Kotaro tau kalau istrinya bertemu Nico disini."
"mungkin nyonya."
"ayo!"
Mereka berjalan masuk,melongok ruangan demi ruangan dan menemukan Nico yang sedang menggenggam tangan Ayya diruang VVIP yang sangat mahal.Shinta membuka pintu selebar mungkin lalu masuk dengan langkah panjang,menyibakkan rambut lurusnya yang digerai lurus kebelakang.
"Shinta...angin apa yang membawamu kemari??duduklah!" sambut Ayya ramah.
"Aku ingin bicara denganmu Ay." ujarnya tanpa basa basi pada Ayya yang cepat-cepat menarik tangannya dari genggaman Nico.
"Anda tidak berhak masuk kesini nyonya." Ujar Nico berusaha menghalau Shinta.Dia sangat tau kalau nyonya mudanya itu tipe nekat dan keras.
"Aku berhak karena separuh saham tempat ini adalah milik dad.Aku menantu dad,aku punya hak untuk menggeledah dan mengusir tamu disini.Kau paham sekretaris Nico?" tukas Shinta galak.Tatapan wanita itu kembali mengarah pada Ayya saat Aira maju mendekati mereka.
__ADS_1
"Aku juga punya hak bicara karena aku juga adikmu tuan sekretaris.Itupun kalau anda masih ingat siapa saya." kata asisten cantik itu tegas dengan mata membola.Terlihat jelas sekali jika gadis itu kecewa dengan sang kakak yang berselingkuh di depannya.
Shinta mengambil tempat duduk di depan Ayya,menyilangkan kakinya bak nyonya keluarga kaya saat bertemu dengan rival bisnisnya.Michael banyak mengajarkan perubahan pada Shinta untuk bertindak secara elegan.
"Apa sebenarnya maumu Ay?" tanya Shinta dengan sorot mata tajam.Ayya menegakkan tubuhny lalu menatap Shinta dengan tenang.Shinta terkesima,banyak perubahan dalam diri sahabatnya itu.Ayya yang dulu lebih banyak menarik diri,diam dan ketakutan tiap menghadapi masalah.Ayya sahabatnya tidak pernah tersenyum culas seakan memancing masalah dengannya.Ayya sudah berubah.
"Aku cuma mau memperjuangkan cintaku dengan Nico."
"Dengan menyakiti hati perempuan lain yang sudah dinikahinya?"
"Aku tidak memaksa Nico menceraikan dia,Ta." ujar wanita itu datar.Shinta makin yakin jika Ayya banyak berubah.Dia makin suka beradu argumen.
''Lalu kau mau Nico menikahimu?"
"ya.kami saling mencintai." jawab Ayya sambil mengerlingkan matanya manja ke arah Nico.Shinta yang menyadari pergerakan Aira menatap gadis itu tajam.Isyarat agar Aira tidak bertindak sendiri tanpa perintahnya.Gadis itu kembali berdiri tenang disisinya.
"Aku tidak mencintai Kotaro." jawaban singkat namun lagi-lagi memancing senyum aneh dibibir Shinta.Nyaris seperti seringaian.
"Kau ingin mengadu domba Maverich dan Yamamoto?"
"Tidak.Itu tidak akan terjadi nyonya Shinta,karena Kotaro sudah bersedia melepasku." Ayya bersikap formal dengan tetap mempertahankan posisinya.
"semudah itu?"
"Ya,kami akan segera menikah karena Kotaro sudah mengurus perceraian kami." jawab Ayya mantap,senyum mengejek terlihat diwajahnya.Shinta menarik nafas dalam.Ayya sudah banyak berubah,sangat berubah,sahabatnya sudah hilang.Yang ada kini hanyalah wanita sombong berbalut pakaian dan perhiasan mahal,wanita picik yang rela melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.Ular berkepala dua.
__ADS_1
"Tapi aku orang pertama yang akan menghalangi pernikahan kalian." ketus Shinta.
"Jangankan kau...Suamimu,tuan muda Maveri yang gagah dan tampan itu tidak akan bisa menghalangiku." kata Ayya tak kalah ketus.Wanita itu bahkan langsung berdir dari duduknya karena emosi.Dia sangat berharap Shinta datang untuk mendukungnya sebagai sahabat,bukan malah menghalanginya seperti sekarang.
"Itu karena suamiku terlahir sebagai tuan muda keluarga terpandang nyonya.Dia tidak level mengurusi pernikahan seorang pembantu atau sekretris biasa." sinis Shinta sambil ikut berdiri dihadapan Ayya.Mereka beradu pandang.
"Kau lupa jika dirimu juga mantan pembantu nyonya Maverich?"
"ha..haa..haaa...aku tidak pernah lupa nyonya Ayya yang terhormat.Karena posisi itulah aku datang kemari.Untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kita.Cara seorang pembantu!bukan wanita kelas atas yang menyebalkan.Kau tau bukan bagaimana wanita dari golongan kita menyelesaikan masalahnya nyonya?" Shinta makin terhibur saat melihat ekspresi wajah Ayya yang makin tersulut emosi.Mantan sahabatnya itu bahkan sampai menggebrak meja untuk melampiaskan kemarahannya.
"Jangan coba-coba ikut campur urusanku Shinta Maverich!" bentak Ayya lagi.Sinta berjalan melewati meja,mendekatinya,lalu mencengkeram lengan kanannya.Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja sekarang.
"Aku bahkan tidak akan segan untuk merontokkan gigi dan rambutmu bersamaan nyonya.Oohh...iya...aku lupa.Aku juga bisa dengan mudah membuat wajah indomu ini menjadi keriting seperti produk indomie Indonesia!kau paham nyonya??" sekali sentak tubuh Ayya terhuyung kebelakang.Nico menangkapnya dan menyembunyikannya dibalik tubuhnya.
"Jangan melewati batasan anda nyonya muda." hardik Nico kemudian dengan wajah garang.Shinta menyeringai.
"Hari ini aku datang sebagai saudara dari wanita yang kau hianati tuan Nicolas.Tapi sekarang aku sadar jika keputusan Erika benar.Lebih baik mati di medan perang dari pada mati karena melihat penghianatan!permisi tuan sekretaris." kata Shinta kemudian berlalu melewati keduanya.Nico mencekal lengannya hingga langkahnya terhenti.
"Dimana Erika nyonya?" Shinta menatapnya tajam menahan amarah yang makin membuncah.
"lepaskan tanganmu Nico!berani sekali kau!kupastikan Michael akan mematahkan tanganmu besok!" bentak Shinta kasar.Nico melepaskan cekalannya lalu menunduk.
"maafkan saya nyonya muda."
"Nic!kenapa kau takut padanya?Kau bukan lagi anak buahnya.Kau sudah merdeka.Tampar wanita kurang ajar ini!" teriak Ayya dibalik tubuh kekarnya.Shinta mengerutkan keningnya,kembali membalikkan tubuhnya dan menatap keduanya.Matanya memincing....
__ADS_1
"Apa kau sudah berhenti dari Luxio tuan Nico?"