Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Tak jadi Berpisah


__ADS_3

Stephanie mengerjapkan matanya saat sinar matahari menyilaukan matanya dari tirai kamar yang terbuka.Suami tampannya langsung mengecup bibirnya sekilas saat melihat dia membuka mata.Gadis itu meraba bibirnya yang terasa penuh karena ulah ganas Willy semalam.Suaminya itu tidak kenal kata lelah dan membuatnya terbang berkali-kali.


"ayo bersihkan dirimu,kita sudah kesiangan" Steve mengangguk lalu berjalan pelan kekamar mandi dengan langkah tertatih.Tubuhnya serasa remuk pagi itu.Willy segera menyusulnya dan menyiapkan air hangat.Pria itu juga dengan telaten memandikannya.Ahh...Stephanie seolah menjadi ratu hari itu.


Saat melewati kaca didekat wastafel wanita cantik itu berteriak.


"ada apa Steve?"


"kak...lihat,a..aku digigit serangga seperti Shinta dulu" ujarnya terbata.Willy tertawa lepas melihat kepolosan istrinya.


"Steve,itu kissmark.aku yang melakukannya semalam."


"ja..jadi kakak juga yang melakukannya pada Shinta?"


"ohhh ya Tuhan..aku bahkan masih sayang nyawaku untuk melakukannya pada nyonya muda"


"Kak Mic pasti akan membunuhmu jika tau kau pelakunya kak"


"Steve...aku tidak melakukannya.Tuan muda sendiri yang melakukannya pada nyonya waktu itu" sanggah Willy


"Berarti kak Mic yang melakukan ini juga padaku.Aku akan memarahinya sekarang!" Willy langsung memeluk tubuh Stephanie yang akan meninggalkan kamar.


"sayang dengar..aku yang melakukannya.Kebanyakan pasangan dewasa melakukanya karena sangat menginginkan pasangannya.Kau paham?"


"a..aku..."


"cepatlah ganti pakaian,kita akan turun untuk sarapan."


"kak,lihat..kau membuat tanda banyak sekali.Bagaimana aku menyembunyikannya" keluh Stephanie.


"kenapa kau mesti menyembunyikannya?kita sudah menikah.itu hal wajar Steve"


"aku malu kak" Willy bergerak menggerai rambut istrinya agar sedikit menutupi bercak kebiruan itu.Steve sedikit tersenyum lega lalu melangkah keluar kamar.


Diruang makan,semua sudah berkumpul untuk sarapan bersama.Sekretaris Nico yang biasanya bersikap dingin tersenyum simpul melihat kedatangan Willy yang langsung duduk disebelahnya.


"hey kau sekretaris kaku,aku akan membuat perhitungan denganmu" bisik Willy sambil menarik kursi.


"Kau seharusnya berterimakasih padaku asisten bodoh.Tanpa aku kau tidak akan bisa mencetak kiss mark sebanyak itu.Bahkan mengalahkan tuan muda yang hanya membuatnya dua buah" ujar Nic sambil memajukan dagunya kearah Shinta.


"kau harus segera menikah agar tau rasanya manusia es!" gerutu Willy.Seketika Nico menarik nafas enggan.

__ADS_1


"aku belum menemukan orang yang tepat Will"


"aahh kau tenang saja Man!some one,some where is made for you!semangatlah" Nico tertawa lebar lalu menepuk bahu sahabatnya.


"ehm...dad,besok kami harus kembali ke Singapura.LUXIO perlu penanganan khusus setelah proses marger ini" Michael membuka percakapan.Abraham menganggukan kepalanya.


"Bunda kira kalian akan disini sampai Shinta melahirkan Mic"


"Tidak bunda,Shinta akan lebih nyaman jika melahirkan anak-anak kami disana"


"Mic.."


"ya dad"


"usia dad sudah tidak muda lagi,sebenarnya dad tidak ingin jauh dari kalian semua.Biarkan dad menimang cucu dad nanti.Jangan jauhkan dad dari mereka."


"tapi bagaimana dengan nasib Luxio"


"Apanya yang bagaimana Mic?Seluruh saham Luxio sudah digabung dengan Maverich yang artinya sekarang hanya ada satu perusahaan.Jadikan saja Luxio disana sebagai anak cabang.Kau tinggal memantaunya dari sini"


"Michael menoleh pada Stephanie meminta pertimbangan.Tapi adiknya itu malah senyum-senyum tidak jelas sambil curi-curi pandang pada Willy.Derita orang lagi kasmaran pemirsaaaa...


"Aku harus apa kak?dari awal aku tidak mempermasalahkan harta.Kurasa kak Willy juga.kakak bisa tetap mengelola Luxio.Aku tidak akan ikut campur."


"Kau dengar Mic?kau anak laki-laki kami satu-satunya.Kau yang harus meneruskan perusahaan dan memberikan bagian Stephanie setiap bulannya"


"bukan itu dad,tapi sekarang Steve sudah bersuami.Dia berhak juga mengelola Maverich."


"Saya tidak berambisi untuk itu tuan muda" tukas Willy.Mic menatap tajam padanya.


"Jangan panggil aku tuan muda lagi.kau suami adikku"


"ba..baik kak"


"hmmm bagus."


"kakak,ini makan pagi,bukan pembagian warisan.Aku juga tidak suka ribut."


"Aku takut sudah berbuat tidak adil padamu Steve"


"Aku tidak pernah merasa begitu.Aku sangat mencintai kalian semua.Toh kakak selama ini sudah menjagaku dengan baik"

__ADS_1


"Tapi kami tidak mungkin tinggal disini dad."


"hmmm baiklah,kau tinggal menempati rumah dad dulu.Biar dad disini menjaga peninggalan grand ma.Asal kalian tidak pergi jauh ke singapura." Michael menyerah.


"Sayang apa kau ada masalah?apa kau kerasan tinggal disini?" tanyannya pada Shinta yang dari tadi diam disampingnya.Shinta mengelus lengannya dan mengangguk.


"Mas,aku ikut kemanapun kau pergi.Tempatku disampingmu.selalu" ujarnya diplomatis.Michael mengusap pipi istrinya lembut.Entah bagaimana dia bisa bersyukur mendapatkan istri sangat penurut dan mengerti dirinya seperti Shinta.Anugerah yang didapatnya dengan berliku cerita dan tetesan air mata.Cinta yang mengubahnya menjadi pria penyayang dan hangat seperti sekarang,Cinta yang membuat dia takut kehilangan dan cinta yang mempersatukan seluruh keluarganya.Tuhan tau kapan saat kita harus bersedih dan bahagia.


"hmmm baiklah,Nic kau urus renovasi rumah dad.Kami akan pindah secepatnya kesana sebelum baby Mic lahir"


"baik tuan"


"dan kau Will,mulai sekarang kau hanya bertugas penuh dikantor.Jam kerjamu mengikuti jam kantor juga agar adikku tidak kau telantarkan"


"baik kak"


"hmmmm bisakah kita mulai makan sekarang?" tanya nyonya Misca saat meletakkan piring hidangan terakhir dimeja.Mereka mengangguk serempak.


Willy menginjak sepatu Nico yang selessi dengan sarapannya.Pria itu membalasnya dengan pelototan tajam.


"hey sekretaris kaku,aku lega tidak jadi berpisah jauh darimu" ujar Willy dengan senyum mengejek.Dia memang tidak bisa jauh dari Nico.Serasa ada yang kurang dalam hidupnya jika Nico tidak ada.Dulu Nico yang selalu menyemangatinya untuk terus mengejar Stephanie,sekarang dia yang harus terus mendorong sahabat super tampannya itu untuk menemukan belahan jiwanya.Itupun kalau belahan jiwanya nggak kesangkut dirumah tetangga.


"Kau seperti pacaran denganku saja tuan muda baru" sindir Nico pedas.


"Aku pasti akan mencarikanmu calon istri agar mulut pedasmu itu sedikit bisa dikondisikan."


"Kau kira ini jaman Siti Nurbaya tuan muda bodoh?aku tidak suka yang begituan" jawab Nico dengan bisikan sinis


"Kau ini memang manusia es.Semoga ada yang akan membuatmu meleleh" tukas Willy tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipi yang membuat wajah tampannya makin manis.Nico hanya mengangkat bahu lalu mengikuti langkah Michael keluar rumah.


"hey,sekarang kau tuan mudanya.duduklah ditempatmu,biar aku yang membawanya" teriak Nico yang melihat Willy akan mengemudi.


"Jantungku bisa copot kalau kau yang mengemudi.Aku ini pengantin baru Nic,belum bulan madu juga belum ingin mati karenamu"


"justru karena kau pengatin baru maka masuk dan nikmatilah harimu" jawab Nico ketus.


"Nico benar Will.Kau cuti sampai hari senin." Michela berkata dengan nada memerintah.


"baik kak"


"berikan kuncinya padaku tuan muda baru" ucap Nico dengan nada meledek.Willy yang kesal langsung melemparnya dan untung ditangkap dengan sigap oleh Nico.

__ADS_1


__ADS_2