Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Menyingkap Tabir


__ADS_3

Shinta masih menciumi baby El yang terlelap saat Mic masuk ke kamar mereka.Pria itu hanya menatapnya sekilas lalu membaringkan dirinya lagi di sofa.


"Mas,apa kau masih marah padaku?" tanya Shinta sesaat setelah meletakkan baby El di ranjang besar mereka.Dia menghampiri suaminya dan berjongkok di dekat kepalanya.


"Hmmm..Jangan berpikir macam-macam.Tidurlah.Sudah ada El disana,bukankah kau merindukan dia?" ujar Mic sambil menarik selimutnya dan membelakangi Shinta.


"Tapi aku juga merindukanmu." bisik Shinta lirih sambil menghela nafas.Tubuh Mic menegang.Sontak dia meraih tangan Shinta yang akan beranjak hingga wanitanya kehilangan keseimbangan dan terjatuh diatas tubuhnya.


"apa kau bilang?" tanyanya dengan suara serak.


"a..aku..aku.." tiba-tiba gugup menyerang Shinta.


"katakan!" dengus Mic tak sabar.


"a ...aku merindukanmu mas." jawab Shinta salah tingkah.Wajahnya menjadi bersemu merah.Mic menyembunyikan senyumnya dan memasang wajah dingin.


"ma ...maafkan aku." ujar Shinta lagi dengan kepala menunduk.Wanita itu begitu gugup hingga memilin tangannya bergantian seolah dia baru pertama kali melihat Michael.


"Aku akan memaafkanmu jika kau mengatakan dimana Erika berada." tegas Mic.Shinta membelalakkan matanya.Tapi Michael balas menatapnya tajam.Dia berusaha mengalihkan pandangannya,tapi Mic sudah lebih dulu menguncinya.


"ta..tapi aku tidak tau dimana Erika." kilah Shinta beralasan.


"Kau sudah pandai berbohong rupanya?" ejek Mic dengan tetap menatap tajam manik mata Shinta hingga istri cantiknya itu lagi-lagi salah tingkah.


"tapi aku..." suaranya makin terbata karena kegugupan dan kaget karena pertanyaan Mic yang terdengar menekannya.


" Tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku nyonya Maverich." desisnya dan bergerak cepat membalikkan tubuh mungil itu hingga terkungkung di bawahnya.Michael juga menguasa kedua tangan sang istri dengan menguncinya diatas kepala.Berlahan wajahnya mendekat dan ******* bibir Shinta lembut.Shinta menutup matanya,meresapi tiap kelembutan yang dihadirkan Mic padanya.Betapa dia amat merindukan belaian sang suami saat ini,diawal-awal kehamilannya.


"Apa kau juga akan mengelak jika kutunjukkan bukti bahwa kaulah yang memesankan tiket penerbangan online bagi Erika untuk kembali kesini dan bekerja sama mengajak dokter Adrian menukar hasil test kehamilan Alicia dengan Erika agar dia bisa keluar dari daerah konflik itu?" Shinta tidak bisa mengelak lagi Bisikan Mic di telinganya dengan nada sensual namun penuh ancaman sudah membuat perasaanya campur aduk.Apalagi suaminya itu juga sempat menggodanya dengan mengulum daun telinga dan mengecupi lehernya penuh hasrat.


"Da ..darimana kau tau mas?" Shinta tersengal,sekuat tenaga menahan nafas dari serangan membabi buta suaminya.


"kau tidak perlu tau.Katakan saja dimana Erika berada.Maka aku akan memaafkanmu." pungkas Mic dengan seringaian samar.

__ADS_1


"Aku tidak butuh maafmu mas." sentak Shinta kasar dan mendorong tubuh Michael keras.Tapi apalah daya,sekuat apapun Shinta mendorong,tubuh kekar itu tetap menguasai tubuhnya.Dia lupa jika Mic adalah pemilik sabuk hitam karate dan mengikuti sejumlah pelatihan bela diri lainnya.Tubuhnya tidak hanya terbentuk sempurna,tapi juga kuat dan berotot.


"sure?"


"mas aku...hmmmmmppp." belum sempat menyelesaikan kalimatnya,ciuman panas Michael sudah meluluh lantakkan pertahannanya.Mic juga membuatnya mendesah tidak karuan,hingga melingkarkan tangannya dileher kokoh sang suami,membiarkan Mic berbuat semaunya pada tubuh indahnya.


"katakan!"


"tidak!!" pekik Shinta ditengah desahannya.Mic melotot menatapnya.Menarik tangannya dari dalam baju yang Shinta kenakan lalu bangkit beranjak dari sana.


"Baik jika kau lebih mementingkan Erika dari pada rumah tangga kita.Harusnya aku tau jika aku mencintai wanita yang tidak mencintaiku.Kita pulang sekarang!" Mic masuk ke dalam walk in closet,mengeluarkan baju untuknya.Shinta memburunya.


"Mas...aku mencintaimu." Mic tersenyum miring,membiarkan Shinta memeluk tubuhnya dari belakang.Ada rasa hangat yang nyaman disana.Pria itu memejamkan matanya,merasakan sensasi penuh cinta yang memasuki dirinya.Shinta menyandarkan kepalanya dipunggungnya sambil terus mengucapkan kata cinta dan maaf bergantian.


"katakan dimana Erika." kata Mic tegas.


"Dia ...dia...."


"Shinta.."


"Kau mau mencoba membohongiku lagi nyonya muda?"


"ti..tidak mas." tukas Shinta yang masih dilanda kegugupan dan mempererat pelukannya pada perut Michael.


"Tidak ada nama dokter Erika disana."


"Dia tidak bekerja sebagai dokter.Tapi ahli gizi disana.Dia memakai identitas pegawai yang sudah pensiun bernama Sherly."


"Apa kau bisa dipercaya nyonya?"


"Mas...aku tidak ingin menjadi istri yang durhaka lagi padamu." keluh Shinta.Mic tersenyum samar,penuh kemenangan.Dalam hati dia memuji ketajaman insting Nico yang menyelidiki orang-orang terdekat Erika karena merekalah yang punya kans besar membantu pelarian istrinya.Dia juga mengatakan hanya orang yang punya kekuasaan saja yang bisa keluar masuk daerah konflik.Kecurigaan meruncing pada Shinta karena penjaga perbatasan menyebut nama keluarga Maverich ketika diinterogasi.


"kumohon jangan mengatakan apapun pada Nico mas.Biarkan dia menyadari kesalahannya."

__ADS_1


"Sayang dengar....ini bukan kesalahan,tapi kesalah pahaman yang harus diluruskan.Mereka harus bertemu agar masalahnya selesai.Nanti berakhir baik atau tidak,itu tergantung keputusan mereka.Berikan kesempatan pada Nico untuk berusaha." ungkap Mic yang sudah membalikkan tubuh menghadapnya.


"Nico sudah menyakiti Erika mas."


"Kau juga sudah menyakitiku sayang,bukankah aku juga memaafkanmu?Nico hanya belum beradaptasi dengan status barunya.Apa kau ingin mereka berdua hancur karena saling merindukan?" Shinta menggeleng kuat,kembali dipeluknya tubuh sang suami erat.


"Aku bahagia jika Erika bahagia mas."


"Aku juga bahagia kalau Nico bahagia.Dia sudah seperti adik bagiku."


"Aku ..."


"percayalah,Nico itu pria setia.Dia tidak berniat menyakiti Erika sedikitpun.Dad tidak akan mempercayakan posisi itu padanya jika Nico adalah pria plin plan." bujuk Michael sambil mengelus kepala Shinta penuh kasih sayang.


"Baiklah." jawab Shinta kemudian.Mic menuntunnya keluar dan membaringkan tubuh istrinya disisi ranjang dan menyelimutinya.


"mas."


"hmmmm"


"Tidurlah bersama disini."


"ya.Aku akan tidur disisi sana.Biar El disini malam ini,sepertimu..aku juga merindukan putraku."


"terimakasih mas." kata Shinta pelan.Mic mengelus perutnya yang masih rata dan mengecupnya.Hati Shinta menghangat.Suaminya benar-benar pria lembut yang membahagiakannya.


"Istirahatlah." ujarnya lagi lalu memutari ranjang dan merebahkan dirinya disisi yang lain.Shinta tersenyum lega,mengelus pipi El yang tembem.


******


Selamat malam readers...


Saya sangat terharu dan berterimakasih untuk dukungan dan komentar kalian.Jangan sungkan meninggalkan komentar apapun termasuk alur cerita yang kalian inginkan agar author punya referensi cerita ya....Siapa tau kita sepemikiran😊😊hitung-hitung kalian membantu saya bercerita dengan versi kalian semua.

__ADS_1


Terimakasih dan salam sayang selalu..😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2