
Alicia menangis terisak ditaman rumahnya.Hatinya begitu pedih saat melihat foto-foto yang dikirimkan Laura padanya.Tangannya bergetar hingga ponsel ditangannya nyaris jatuh ketanah.Diraihnya gelas wine dimejanya lalu meminumnya hingga tandas.Dia tidak tau mesti bagaimana lagi.
Sebuah lengan kekar melingkar dipundaknya.Alicia buru-buru mengusap air matanya dan menyeka bibirnya yang belepotan dengan wine tadi.
"kak Adrian,kapan kau datang?" Adrian tidak menjawab,langsung duduk didepan Alicia dan merebut ponselnya.Alice berusaha merebutnya tapi Adrian sudah menguasainya.
"Duduk dan diamlah Alice" sentak Adrian,tapi Alicia semakin bergerak maju membuat Adrian langsung meraih tangannya dan memelintirnya kebelakang tubuh gadis itu hingga dia tidak bisa berkutik lagi.
"Tolong kembalikan ponselku kak.Kumohon" ujar gadis itu menghiba.
"Untuk apa kau sembunyikan dariku Alice?aku sudah tau semuanya" sentak Adrian keras hingga kembali Alicia menangis keras.Adrian membuka pesan yang dikirimkan Laura dari aplikasi warna hijau itu.Alicia menutup matanya saat Adrian membuka foto-foto mesum dirinya bersama Jonathan disebuah hotel beberapa tahun lalu.
"Nenek Lampir itu mengancammu akan menyebarkan foto-foto tak berguna ini jika kau tidak menurutinyakan?" Alicia mengangguk sedih.Adrian melepaskan pelintirannya lalu memutar tubuh Alicia agar menghadap padanya.Dia memegang kuat bahu Alicia yang masih tertunduk sedih dengan tangisannya.
"Dengar Alice,kau bukan boneka nenek lampir itu.Cukup sudah kau hancurkan hubungan Stephanie dan Jonathan smith,jangan lagi mengikuti ancamannya untuk merusak Shinta dan Michael."
"tapi foto itu..."
"Kau malu pada siapa Alice?Kau tidak pernah terjun kedunia bisnis atau hiburan,siapa yang akan meributkan keberadaanmu?Kau takut tidak bisa menikah nantinya?"
Alicia hanya diam dan meresapi perkataan Adrian.Dia memang bodoh.Selama ini Laura telah memanfaatkannya untuk kepentingan dan ambisi setan dalam dadanya.Bagaimana wanita itu memisahkan Abraham dari istrinya,Stephanie dari Jonathan dan akan memisahkan Shinta dari Michael melalui dirinya.
"Kalau kau takut tidak bisa menikah karena tidak ada pria yang mau menerimamu,buang jauh-jauh pikiran itu Alice.Karena aku yang akan menikahimu" tegas Adrian sambil memaksa Alicia menatap matanya.Pria itu begitu penasaran karena Alicia menolak pinangannya kemarin hingga dia nekat bekerjasama dengan Michael untuk mencari tau dibelakang Alice dan Shinta.Dan ternyata,Laura adalah dalang dari segala kejadian ini.
"Kak,aku bukan Shania yang..."
"Kau memang bukan Shania Alice,tapi kau gadis yang lebih menarik dari Shania." ujar Adrian tulus membesarkan hati rapuh wanita dihadapannya.Alicia kembali menangis haru saat Adrian mengusap air matanya dan membenamkan kepalanya dalam pelukan dada bidangnya.Alicia begitu terlena hingga membalas pelukan Adrian.
"Aku sudah kotor kak"
"Alice,kesucian itu hanya milik Tuhan.Kita jalani saja semuanya.Lamaranku akan tetap berlaku padamu.Will You marry me Alicia reeves..dengan hati yang sudah tidak utuh lagi,dengan segala cinta yang tersisa dan sudah kubagi dengan seseorang dimasa laluku?" Mata Alicia berkaca-kaca lagi.Dalam keremangan malam dia menganggukkan kepalanya kuat lalu membenkannya dalam pelukan Adrian lagi.
"Aku mau kak" ujarnya malu-malu.Adrian makin mengeratkan pelukannya.Keduanya larut dalam kebahagiaan.
"Aku akan menikahimu secepatnya Alice"
__ADS_1
"Tapi aku belum bicara pada orang tuaku kak"
"Aku sudah meminta restu pada mereka juga ijin bagimu untuk kubawa ke Indonesia nantinya" Adrian melepaskan pelukannya lalu membawa Alicia duduk dibangku taman.Alicia menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh Adrian.Hatinya berbunga-bunga,Tuhan sudah menjawab semua doanya dan mengabulkannya.
"kenapa kakak mau menikahiku?" tanya Alicia lirih.Adrian tidak menjawab.
"karena aku mirip dengan Shania?"
"Karena kau berbeda dari Shania Alice,kalian hanya mirip secara fisik.Shania wanita yang sangat mandiri hingga aku merasa tidak dibutuhkan disampingnya,sedangkan kau...gadis rapuh,cengeng dan sederhana yang seolah melambaikan tangan padaku untuk selalu melindungimu.Aku tidak tau sejak kapan aku tertarik padamu,Tapi aku berjanji akan belajar mencintaimu Alicia Reeves"
"Apa kakak mau menerima masa laluku?"
"Alice,semua orang punya masa lalu.Saat aku melamarmu,itu artinya aku menerimamu dengan sepenuh hatiku."
"Terimakasih sudah menerimaku kak"
"Terimakasih juga sudah mencintaiku bertahun-tahun hingga saat ini Alicia" gumam Adrian sambil mencium kening Alicia.
"maksut kak Adrian apa?" Alicia sedit menjauhkan wajahnya agar dapat menatap wajah Adrian.Pria itu malah mencubit pipinya.
"Minggu depan aku akan menikahimu.Setelahnya kita kembali ke Indonesia,karena aku harus mengabdikan diriku untuk masyarakat disana Alice.Apa kau siap jika suamimu nanti lebih mementingkan nyawa orang lain dari pada kepentingannya sendiri?" Alicia mengangguk lagi.
"Apa kak Adrian lupa kalau aku juga seorang perawat?"
"ohh ya Tuhan Alice,aku lupa kau pernah masuk akademi perawat"
"itu juga karena aku terobsesi padamu kak". Mereka tertawa bersama saling berpelukan dibawah sinar rembulan.
" Jangan pernah menuruti setiap ancaman nenek lampir itu Alice.Segera hubungi aku saat dia menemuimu."
"tidak lagi kak".
" Bagus,sekarang kau hanya perlu merawat dirimu hingga hari itu tiba" ujar Adrian sambil menyentil hidung mancung Stephanie.
*******
__ADS_1
Siang yang terik saat wanita paruh baya masuk kekantor Maverich corp dengan langkah elegan yang terkesan dibuat-buat.Dari bahasa tubuhnya terlihat jika wanita itu begitu sombong.Dia langsung masuk ruangan Presedir.Sekretaris Abraham yang tau kedatangannya hanya mengangguk hormat lalu membukakan pintu.
Stephanie yang ada dalam ruangan Abraham berjingkat dan menegakkan badannya.Wanita itu menatap Stephanie tajam.
"Aku ingin pemecatan Michael dari Maverich crop cabang Asia secepatnya Abraham" ujar wanita itu tanpa basa-basi.
"Apa salah Mic padamu Laura?"
"Salahnya adalah menikahi wanita jalang yang pura-pura berwajah polos sebagai pembantu.Dia juga sudah berani melawanku Abraham"
"Shinta maksutmu?" tanya tuan Abraham hati-hati.
"Ya siapa lagi?"
"Tampaknya kau salah orang Laura"
"Terserah padamu Abraham,tapi aku juga tidak suka pada gadis ini!" Jari tengah Laura menuding langsung pada Stephanie.Gadis itu gelagapan lalu berdiri dari duduknya.
"Apa salahku padamu mom?"
"jangan panggil aku mom.Aku bukan ibumu.Cukup sudah aku bersabar membesarkan kalian anak tidak berguna!" teriak Laura kesetanan.
"Diam kau laura!" Bentak Abraham kesal.
"memang benarkan?mereka bukan darah dagingku."
"Jangan pernah menyakiti anak-anakku atau kau akan tau akibatnya Laura" Suara Abraham bergetar menahan amarah.
"Sekarang kau pilih kau atau anak-anak sialanmu itu" teriak Laura.Stephanie menutup telinganya karena tidak kuat mendengar perkataan Laura yang kejam.
"Hari ini juga aku menceraikanmu Laura" tegas Abraham dengan tegas.Tangannya mengepal menahan emosi.
"Tapi kau harus ingat Abraham,aku adalah pemegang empat puluh persen saham Maverich.Bisa dipastikan,aku yang akan jadi CEO baru sekarang ha...ha...ha...dasar tua bangka.Kau pikir aku menyesal kau ceraikan?Aku malah bahagia Abraham ha...ha...haa....".
" Pergi kau dari sini!" Teriak Abraham kencang.Willy yang baru membuka pintu lift bertindak cepat.Instingnya bekerja maksimal.Dia tau,tuannya dalam bahaya.Segera dia berlari kepintu utama,membukanya dan dilihatnya tuan Abraham memegangi dada kirinya dengan nafas makin pendek.Sedangkan didepannya,Laura berkacak pinggang sambil tertawa bengis.
__ADS_1
Willy menyeret wanita itu keluar dengan kasar,memasukkannya ke lift yang membawa mereka kelantai dasar lalu melemparkan wanita itu ke lobi dengan keras.