Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Yang sebenarnya


__ADS_3

Nico memasuki lantai teratas gedung raksasa Maverich grup yang hanya boleh dimasuki beberapa orang saja.Willy dan Aira sibuk membahas sesuatu di mejanya saat itu.


"Nic,kau sudah kembali?" sapa Willy sambil meletakkan beberapa berkas di meja.Aira juga berdiri menyusul Willy yang menghampiri Nico.Sekretaris tampan itu mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Bagaimana?"


"kita harus menyelidiki siapa Zao Zie lee." kata Willy datar.


"Profesor itu?"


"Dia punya dokumen asli yang membuktikan jika Erika adalah Sherlyana lee istrinya.Semua dokumen itu terantum foto Erika,dan semua legal.Tidak mungkin dia membohongiku karena dia pria pintar yang tau apa konsekwensinya." Aira berdiri,mengambil soft drink untuk mereka.Setelahnya,dia menuju mejanya,memasukkan password dan menatap serius pada benda di depannya.


"Shelyana Lee sudah meninggal setahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan di LA.Dia perempuan Cina asli kak,bukan orang Indonesia seperti kak Erika,dia juga lulusan management bisnis,bukan ahli gizi seperti yang tertera di dokumen Sherlyana palsu yang dipakai kak Erika." lapornya.Seketika tubuh Willy dan Nico menegang.


"Apa ada informasi lain?" tanya Willy.Aira menggidikkan bahunya.


"Tidak ada.”


"Cina?bagaimana bisa Erika berdarah Cina?dia asli orang Indonesia.Tapi dokumen itu juga tertulis jika Sherly orang Indonesia,bukan Cina seperti info itu." gumam Nic sambil mengelus dagunya.Tampak jika sekretaris itu berpikir keras.


"Profesor sialan itu ingin mengelabuhi aku Will."


"Tapi temuan kita ini tidak bisa dijadikan bukti karena menyalahi undang-undang Nic.Kita bukan inteligen legal."


"Aku tau." pungkas Nico kemudian.


"Biarkan aku yang bertindak Nic."


"Apa maksudmu tuan muda?" Kening Nico berkerut lagi.


"Stop memanggilku begitu Nic,aku tidak suka.Kita berteman,bersudara,panggilan itu hanya berlaku pada kak Mic saja karena dia tuan kita.Stephanie juga berulang kali protes saat mendengar kau memangilku begitu." kata Willy panjang.Di a memang tidak suka panggilan itu.Dia rindu kebersamaan dengan Nico saat masih menjadi asisten dulu.Menikahi nona muda Maverich tidak megubah dia jadi jumawa.Dia bukan kacang yang lupa kulitnya.


"Nyonya Stev?apa kau sudah baikan dengannya?" ujar Nico balik bertanya.Willy menggeleng dengan wajah sendu.


"Belum.Dia bilang tidak akan mau baikan denganku sebelum Erika ditemukan dan dia terbukti tidak bersalah." keduanya terduduk lemas.Pria-pria penuh kerinduan.Nico menepuk punggung Willy.

__ADS_1


"Kau tidak sendiri man!kita harus semangat!"kata Nico berapi-api.Willy menangguk sambil menenggak habis soft drinknya.


"Kita senasib man.Pusing dengan makhluk yang bernama wanita.Mereka itu susah dimengerti dan mau menang sendiri." keluh Willy capek


"ehhmm...eehhmm." deheman Aira membuat mereka sadar jika sekarang ruangan itu juga dihuni wanita,tidak seperti dulu saat tuan muda mereka mengobarkan slogan anti wanita.


"kenapa kau berdehem?aku bahkan ragu kalau kau ini wanita Aira!" ketus Willy kemudian.


"Anda tidak usah meragukan gender saya tuan Willy,saya yang seharusnya ragu apa anda ini pria atau bukan." jawab Aira tak kalah segit.


"Apa yang kau ragukan?" Willy akhirnya terpancing juga untuk meladeni adik Nico itu.


"Mana ada laki-laki yang lebih memilih sahabatnya ketimbang istrinya.Tuan juga tidak berusaha bersikap seperti laki-laki pada nyonya Steve.Anda terlalu lebay tidak tegas seperti para lelaki pada umumnya." Mata Willy mendelik,sesaat kemudian tawanya pecah menggema didalam ruangan itu.


"Kalau begitu kaulah yang pantas disebut sebagai lelaki Aira.Kau ini tidak ada feminin-femininnya sama sekali.Lihat dandananmu,cara jalan dan bicaramu.Kami yang para lelaki saja kalah denganmu ha...haa..."


"Tau apa kau tentang laki-laki Aira?" tanya Nico dengan gusar.Pendapat adiknya tenang Willy tentu saja mengusiknya juga.Aira hanya diam melihat kakaknya yang terlihat mulai panas.


"Maafkan aku kak."


"Jaga kata-kata dan sikapmu pada tuan Willy.Bagaimanapun dia adalah putra tuan besar sekarang.oohh ya...jadilah wanita yang baik.Jaga mulutmu jika kau bekerja dilingkungan para pria." ketus Nico lagi.Aira menganggukkan kepalanya.


Nico menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik perempuannya.Pintu terbuka,tampak Michael keluar dari ruangannya.Serempak keduanya berdiri dan memberi hormat.


"Bagaimana Nic?sudah ada perkembangan?" tanya Michael datar.Mic memang sudah meneleponnya saat dia di jalan tadi.Nico menceritakan semuanya secara detail pada sang tuan muda.Mic duduk di singel sofa diikuti keduanya.Mirip diskusi keluarga.


"Cari tau tentang asal usul Sherly sebelum menikah Nic." perintahnya.Nico mengambil laptopnya dan mengetikkan beberapa kata.Sekretaris pintar itu bukan hanya jago diplomasi,tapi juga mahir meretas data dari sistem seperti yang dilakukan Aira.


Foto Sherly keluar.Benar...dia mirip Erika.Hanya wanita itu berambut kecoklatan,sedang Erika hitam pekat.Nico berdecak sebal.


"Nama aslinya Sherlyana hernandez yusuf.Dia....."


"tunggu Nic.Yusuf??bukankah nama Erika juga berakhiran yusuf?Jangan bilang mereka saudara kembar seperti Alicia dan Shania." ungkap Mic.Mereka terhenyak.


"Sepertinya tidak tuan muda.Sherlyana lahir 5 tahun sebelum Erika." jawab Nico kemudian setelah mengutaka atik laptopnya.

__ADS_1


"Telepon tuan Yusuf sekarang Nic.Ceritakan yang sebenarnya tentang Erika dan semua kejadian disini."


"Baik tuan muda." Nico mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi mertuanya di Indonesia.


"Selamat malam papa." sapa Nico begitu telepon tersambung.Perbedaan waktu yang panjang membuat siang malam berbanding terbalik didua negara tersebut.


"selamat malam Nic,bagaimana kabar kalian?" tanya dokter Yusuf sambil mengubah mode panggilan menjadi video.Dia mengira sang putri bersama suaminya.Erika adalah putrinya satu-satunya.Kerinduannya pada Erika kadang menyesakkan dada pasangan itu.Nico tersenyum pada papa mertuanya.


"Papa maafkan saya,Erika tidak berada bersama saya."


"oohh..aku lupa disana masih siang.Kau pasti masih berada di kantor."


"iya pa.Tapi masalahnya,Erika menghilang karena kesalahan saya,pa."


"menghilang?apa maksudmu Nic?" Nico menghela nafas dalam lalu menceritakan semuanya tanpa tertinggal sedikitpun.


"Maafkan saya yang lalai menjaga Erika papa." katanya tulus kemudian.Dokter Yusuf terdiam.Wajahnya terlihat gamang.


"Nic."


"ya pa."


"Apa kau mencintai Erika?" tanya Yusuf dalam.Sekarang Nico yang terdiam.Dia tidak tau harus menjawab apa karena dia tidak tau pasti alasannya menikahi Erika hingga saat ini.Tidak ada cinta dalam hatinya.Dia hanya punya kesetiaan untuk mengabdi pada Maverich.Selebihnya dia tidak tau apa yang disebut cinta.


Willy sudah menendang kakinya agar dia mengiyakan pertanyaan mertuanya.Mungkin dengan begitu masalah akan segera selesai.Tapi Nico bukan pria yang bisa berbohong.Sejak kecil dia sudah dididik jujur.


"Saya tidak tau papa.Maafkan saya." jawabnya kemudian.Diseberang sana Yusuf tersenyum.


"Tidak apa-apa Nicholas.Papa suka kejujuranmu.Baiklah,papa akan jujur tentang mereka.Sherlyana adalah putri dari pernikahan pertamaku dengan Ming lin.Saat kami memutuskan berpisah,dia menghilang bersama putri kami.Terakhir papa dengar,mereka sudah sukses di Cina.Usaha garmennya diekspor kemana-mana hingga sekarang.Sampai sekarang papa juga belum sempat melihat wajah Sherly karena Lin yang selalu menghalangi.Dia begitu takut aku akan membawa Sherly pergi dari hidupnya.Tapi Tuhan malah mengambilnya." Nada sedih terasa dalam tiap kalimat dokter Yusuf.


"lalu kenapa papa menanyakan perasaanku pada Erika?"


"Papa bersyukur kalau kau tidak mencintai Erika.Tidak usah mencari atau membawanya kembali karena dia sudah berada ditempat yang tepat."


"Apa maksud papa?" tanya Nico tidak mengerti.

__ADS_1


"Biarkan dia menjadi ibu sambung Ziao Win lee."


"Apa????" serempak mereka bertiga berteriak hingga terlonjak dari tempat duduknya.


__ADS_2