Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Semua untukmu


__ADS_3

Nico masih terpaku ditempatnya,bingung harus bagaimana.Dia hanya diajarkan untuk bernegoisasi dan memaksa seseorang,tapi ilmu itu tampaknya tidak bisa diterapkan pada Shinta karena dia adalah nyonya muda Maverich.Bukan kuasanya menyuruh sang nyonya pulang.Sekali ini otak briliannya jalan ditempat tanpa perkembangan berarti.


Willy maju kesamping sekretaris Nico,tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.Shinta diam tidak membalas,baginya mereka semua setali tiga uang,sama-sama menyebalkan.


"Sebaiknya kakak ipar bertemu kak Mic dulu untuk membicarakan masalah ini.Aku rasa ini cuma salah paham kak." ujar Willy serius.


"Apa kau suamiku hingga tau kalau ini salah paham Will?jangan membuat asumsi sendiri." tegas Shinta.


"tidak ada masalah yang tak ada solusinya kak,ayo pulang dan kita bicarakan ini baik-baik.El juga perlu dadynya kak." bujuk Willy lagi dengan nada yang lebih lembut lagi.Tapi sayangnya,ilmu rayuan kadal ini juga tidak mempan diterapkan pada singa betina yang sedang terluka.


"El tidak perlu siapapun selain ibunya.Jangan meragukan kemampuanku Will.Dan lagi...kalian tidak perlu repot-repot menjemput istri orang lain,sedangkan suaminya saja tidak peduli dan datang menjemputnya.Kalian tidak ada hak untuk itu." sahut Shinta makin galak dengan wajah yang terlihat menahan amarah.Willy terdiam meruntuki kebodohan Abraham yang tidak mengajarkan pada mereka bagaimana membujuk perempuan yang sedang cemburu,marah ataupun terluka.Abraham payah dalam hal urusan dengan wanita.


"Aku datang menjemput kalian sayang." suara bariton membelah suasana panas diantara mereka.Sesosok pria tinggi besar,bertubuh athletis mencul dibelakang dua asistennya.Dia bergerak memeluk Shinta,namun segera ditepis kasar oleh wanita itu.


"Sayang maafkan aku,ini semua cuma salah paham."ujar Michael dengan nada memelas.Shinta masih diam tanpa ekspresi.


"pulanglah,aku akan menjelaskannya nanti."


"Aku tidak mau pulang tuan." Michael mundur,dia begitu terkejut dengan sikap Shinta.Baby El yang sejak tadi diam jadi menangis karena teriakan Shinta.Michael segera menjulurkan tangannya untuk mengapai putranya,tapi Shinta mundur dan mempererat dekapan ya pada El.


"jangan pisahkan aku dari putraku sayang.Kumohon jangan menyakitiku seperti ini." ujar Mic dengan wajah sedih.


"sesakit apa tuan?apa sebanding dengan rasa sakit yang saya alami?"


"sayang aku minta maaf,saat itu Alice hanya berlibur kesini dan meminta tolong padaku untuk mempersiapkan pernikaha nya dengan dokter Adrian.Kau salah paham sayang." Mic mencoba menjelaskan semuanya dengan susah payah.

__ADS_1


"Apa dia tidak punya keluarga?kenapa malah minta tolong padamu?kau pria beristri,setidaknya kau bisa bicara baik-baik!" kali ini Shinta sedikit emosi.Kalau saja baby El tidak rewel,mungkin bentakannya akan semakin kencang.


"oohh ya...satu lagi,Sahabat kau bilang?kurasa kalian lebih layak disebut pasangan.Seorang sahabat tidak akan mencium suami orang lain.Dan lagi,apa dia lebih berarti bagimu hingga kau tega mengabaikan anak istrimu demi orang yang kau sebut...S A H A B A T?" Shinta begitu menekan kata sahabat agar Mic tau seberapa terlukanya dia.


"mengertilah..Alice itu temanku dari kecil sayang kami...."


"sudah cukup penjelasannya tuan.Saya tidak ingin mendengarnya lagi." Michael terdiam.Tidak ada gunanya lagi berdebat,memang dia yang salah.Nasi sudah menjadi bubur.Dia sudah mengabaikan Shinta yang selalu mengalah padanya.


"Tolong bawa El pulang.Dad dirawat dirumah sakit lagi.Dia sangat takut El menghilang.Kalau kau tidak mau melakukannya untukku,tolong lakukan untuk dad dan bunda." Mic sudah kehabisan kata-kata.Dia tau Shinta sudah sangat terluka karena perbuatannya.


Menyebut kondisi Abraham membuat Shinta terdiam.Bagaimanapun dia sudah menganggap Abraham sebagai ayahnya.Dia dan bunda Misca begitu memanjakan dirinya dan El.Tapi Shinta tidak ingin lemah.Michael harus diberi pelajaran.


"Baik kalau itu maumu.Aku ingin kau buat surat perjanjian untuk kita." Mic terperangah tidak percaya.Shinta sudah banyak berubah.Dia bukan istrinya yang lemah lembut dulu,sekarang yang ada dihadapannya adalah wanita galak dengan tatapan penuh kebencian padanya.


"Sayang,aku akan memberikan semua sahamku atas namamu,tapi jangan menyuruhku untuk tidak berkontak fisik darimu,itu tidak adil bagiku." Willy menahan tawanya saat dengan cepat Nico menendang kakinya.


"sssstt...Nic,kau dengar?bahkan sensasi bercinta itu mengalahkan harta.kau saja yang bodoh tidak mengetahuinya." bisik Willy dengan tatapan mencemooh.Kalau saja tidak dalam.kondisi tegang seperti ini,mungkin Nico sudah memaki Willy yang masih cengengesan disampingnya.


"Nic,Alihkan semua saham atas namaku pada Shinta sekarang juga!" perintah Michael tegas.Nico dan Willy sampai melongo tidak percaya.


"semua tuan muda?"


"iya.semua!apa kau tuli Nic?" sentak Michael dengan nada tinggi.


"Tapi itu artinya tuan tidak akan punya kekuasaan apapun diLuxio.Pemilik saham terbesar bahkan bisa menggantikan anda menjadi CEO tuan." ujar Nico memberi peringatan.Dia takut Shinta bermaksud jahat menguasai Luxio dan membodohi tuan mudanya yang sedang terkena sindrom cinta.

__ADS_1


"Sepertinya itu ide yang bagus Nic.Mulai besok aku akan ada dirumah mengurus putraku,berjalan-jalan,menunggui dad,menikmati hidup....ahh...itu sangat manis." ujar Michael sambil tersenyum sangat manis.Dan.....kedua asiaten itu langsung tepok jidat bersamaan.Kenapa cinta bisa membuat orang jenius menjadi manusia paling bodoh didunia??


"lakukan sekarang Nic.aku tidak sabar menuju kebebasanku dan jadi bapak rumah tangga yang soo sweet."


"Baik tuan."


"nah sayang..apa sekarang kau sudah puas?aku sama sekali tidak butuh harta dan kedudukan.Yang kubutuhkan hanya kalian.Ambil apa yang kau mau dariku,aku tidak akan protes apapun itu." ucapnya dengan sungguh-sungguh.


Nico mengambil laptopnya lalu mengerjakan perintah Mic.Tuannya itu benar-benar sudah hilang akal.Apa tadi katanya??bapak rumah tangga?sangat menggelikan baginya.Dia menyelesaikan tugasnya dan menyerahkan pada Mic.


"sudah sayang,aku sudah mengalihkan semuanya atas namamu.Ayo pulang." ujarnya lalu menarik tangan Shinta.


Bibi Aida yang dari tadi cuma diam tersenyum lebar.Wanita paruh baya itu begitu bahagia jika Shinta kembali pada suaminya dan baby El mendapat kasih sayang dadynya.Shinta menghampiri dan memeluknya.


"Bibi...terimakasih sudah menerimaku dan El disini.Maaf kalau aku merepotkam bibi." ujar Shinta.Bibi Aida membalas pelukan Shinta.


"Suamimu sangat tampan dan mencintaimu Ta.baik-baiklah dengannya,dan jangan lupa mengunjungiku lain waktu." ucapnya.


"baik bibi." Michael menyalami bibi Aida lalu memberikan sesuatu padanya.


"Ini untuk bibi.Terimakasih karena sudah menjaga istri saya.Kami akan berkunjung kemari lain waktu." ucap Mic lalu mengajak Shinta pergi.Nico yang ada didepan Mic langsung membungkukkan badannya.


"Tuan,saya ijin minta waktu untuk disini sebentar.Satu jam lagi saya akan kembali ke Luxio." ujar Nico.Michael menyetujui tanpa berpikir ulang.Dia membimbing Shinta masuk mobil.Willy yang masih nyengir kuda tidak berani berkomentar lagi,dia melemparkan kunci mobilnya pada Nico lalu masuk ke mobil Michael.


"Kau harus mempertanggung jawabkan semuanya dokter." bisik Nico yang langsung membuat Erika panas dingin.

__ADS_1


__ADS_2