Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Panggil namaku


__ADS_3

Shinta kebingungan saat Willy memberikan paper bag padanya.


"apa ini asisten Willy?tumben anda baik sekali" kata Shinta riang.Sejak kejadian tempo hari dia memang agak menghindari Willy dan Nico.


"itu dari tuan Mic,bukan aku.Kau jangan keGRan ya" Shinta yang geram langsung melengos


"aku cuma bertanya tuan asisten.Dan lagi anda bukan selera saya"


"hey...aku juga tidak berselera denganmu singa liar" ejek Willy tak kalah pedas.


"jadi apa isinya?"


"gaun untuk makan malammu"


"makan malam?dimana?ada pesta ya?"


"dengan tuan muda Michael" nafas Shinta terhenti.Dia bukannya tidak tau perlakuan Michael padanya.Tapi dia hanya gadis miskin yang datang kesini untuk mencari uang agar keluarganya tidak kelaparan,juga agar rumahnya tidak disita bank.Ia tidak berani terlalu bermimpi untuk jadi nyonya muda seperti perkataan Mia dan bibi Sarla.Ia takut terluka dan hancur sendirian.


"kau bisakan pakai gaun dan berias sendiri?atau kau butuh bantuan seseorang?kalau iya,sekretaris Nico yang akan memanggilkan orang untuk membatumu"


"aku ini pembantu tuan asisten jadi aku tidak butuh bantuan lagi" sergah Shinta


"Tapi kau jangan tampil memalukan Shinta.Minimal kau harus menghargai tuan Mic"


"iya.aku mengerti.nanti biar nona Fani saja yang membantuku.bukankah dia ikut juga?"


"aduuhh Shinta....kau ini polos atau bego sih?tuan ingin berdua saja denganmu"


"kau jangan bercanda tuan asisten"


"terserah kau saja.capek" kata Willy sambil berlalu.Berada didekat Shinta terlalu lama bisa membuatnya emosi tiba-tiba.


********

__ADS_1


Stephanie berdecak kagum melihat penampilan Shinta dengan gaun selutut warna maroon dengan potongan leher lebar yang melekat pas ditubuhnya.Rambutnya digerai lurus dengan aksesoris jepit samping aksen bintang.Wajah Shinta dihiasi Make up natural hasil polesannya yang menambah aura kecantikan eksotis Shinta.


"Wah...kau cantik sekali Shinta.Aku ikut bahagia saat mendengar kakak mengajakmu makan malam.Kau tau...sejak dulu dia tidak pernah dekat dengan wanita.kukira dia homo" kikik Stephanie.Shinta masih menarik-narik roknya kebawah karena risih.Ia berpikir rok itu terlalu mini hingga mengekapose kakinya yang jenjang.


"jangan ditarik Ta.rok itu sudah pas,nanti yang ada malah robek.Kau tau,rok itu karya desainer ternama.Harganya sangat mahal"


"benarkah?


" iya.bahkan harganya bisa setahun gajimu"


"aapaa???" pekik Shinta tak percaya.


"sudahlah,pede aja.kamu beneran cantik malam ini.Semoga kak Mic nembak kamu ya" canda Fani


"kenapa kalian orang kaya selalu menghambur-hamburkan uang untuk hal tidak penting?"


"tidak penting apa maksutmu Ta?kalau kak Mic membelikanmu gaun mahal,itu berarti kau berarti untuk kak Mic.Nggak peka amat"


"Tapi Fan,aku ini cuma gadis desa yang miskin.mau dipakein baju model apa juga,aku tetap nggak pantes" keluh Shinta mencoba protes.


"berarti kau juga terpesona begitu?" tanya Shinta sedikit menggoda Stephanie.


"tentu saja.Aku belum pernah melihat pria manapun yang seperti kak Mic.kalau dia bukan kakakku,aku pasti sudah mengejar dia.Tapi untunglah dia memilihmu Ta.aku tenang jadinya"


"tenang bagaimana?"


"Setidaknya kakak memilih wanita baik-baik."


"tapi aku....."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya,Stephanie langsung menarik tangannya menuju lantai bawah saat mendengar klakson mobil berbunyi.


"ehh..ayo..itu pasti Willy yang disuruh menjemputmu.Dari tadi dia menghubungiku terus"

__ADS_1


Sesampai dibawah Willy sudah menunggu.Dia memberikan salam pada Stephanie.Sesaat dia terpana melihat Shinta yang seolah bukan Shinta.Tapi sekejap kemudian pandangannya tertuju kearah Stephanie.Gadis itu kelihatan sudah sepenuhnya sehat.Ada yang bergemuruh dihati Willy,dia sangat senang melihat Stephani tersenyum seperti sekarang.Sorot kekaguman masih tergurat dimatanya.Semua yang ada pada diri Stephanie sangat menarik baginya.


Sejak pertama kali datang kerumah ini dan melihat Stephanie,Willy remaja sangat tertarik padanya.Tapi dia cukup tau diri karena tidak mungkin baginya yang hanya anak yang dipungut dari panti asuhan seperti Nico akan memperoleh cinta seorang nona muda Maverich.Sedangkan dia banyak berhutang budi pada Tuan besar Abraham.Dia hanya dibesarkan untuk jadi pengawal,bukan calon menantu.Yang bisa dia lakukan hanya mengamati Stephanie dari jauh,melihatnya tumbuh makin dewasa hingga seperti sekarang.Hatinya menangis saat Stephanie menangis,tapi dia tetap tidak bisa berbuat apa-apa.


"ehmmm...Will,Shinta sudah siap" kata Stephanie menghentikan lamunannya.Willy tersentak,lalu buru-buru menyuruh Shinta masuk kemobil.


"saya permisi nona"


"hati-hati dijalan Will" kata stephanie sambil melambaikan tangannya.Willy melirik Stephanie dari kaca spion hingga gadis itu tak terlihat oleh matanya.


"kita mau kemana asisten Willy"


"bisakah kau berhenti bertanya?"


"baiklah" kata Shinta malas.Moodnya akan langsung berubah jika ada didekat Willy dan Nico yang menyebalkan.


Mereka berhenti didepan Axel Mall yang menjulang tinggi.Tapi anehnya hanya ada security yang ada disana.Shinta sedikit heran melihat kondisi Mall yang sepi.Padahal terakhir kesini bersama Stephanie beberapa waktu lalu,Mall ini ramai sekali.Dibelakang mereka,mobil mewah warna hitam baru tiba.Willy buru-buru turun dan membukakan pintu untuk Shinta.


Michael yang masih berada didalam mobil hitam yang baru sampai,menatap takjub pada Shinta.Dadanya berdesir,ia turun dengan gerakan slowmotion hingga berdiri depan Shinta.Dipandanginya gadis itu dari atas hingga bawah.Sekian detik tidak berkedip.Shinta yang sederhana begitu sempurna.Tanpa make up yang tebal seperti kebanyakan wanita dikantornya,tapi gadis ini tetap fresh dan cantik.Yang ditatap langsung salah tingkah kebingungan.


"tu..tuan" sapanya sambil sedikit menundukkan badan.Michael yang tersadar dari lamunannya langsung mendekat.Tangannya merangkul pinggang Shinta posesif.


"bukankah sudah kubilang jangan urai rambutmu selain didepanku?kau malah melakukannya" bisik Michael sedikit menunduk didekat telinganya.Shinta langsung merinding lalu menunduk.


"maaf tuan"


"panggil namaku".


" ti..tidak bi..bisa tuan.ini sangat tidak sopan"


jawab Shinta terbata.Ia sangat risih karena wajah Michael yang sangat dekat dengan wajahnya.


"panggil namaku atau aku akan menciummu disini" desis Michael.

__ADS_1


"ba..baiklah..tu..ehh..mi..mic" Seketika Michael tertawa senang lalu membawa Shinta masuk kedalam Mall.Nico dan Willy yang ada dibelakannya berpandangan bingung.Apa tidak salah waktu mereka melihat Michael tertawa?Rasanya mereka harus mengabadikan momen saat Micahael tertawa seperti tadi.Pasti akan jadi trending topik dimanapun karena semua orang tau kalau tuan muda Maverich terkenal kaku dan dingin.


__ADS_2