
"da..darimana anda tau masalah saya tuan?"
Shinta bertanya dengan nada terbata.masih tersirat rasa penasaran dari wajahnya.Michael terkekeh pelan.Tangannya melambai pada Nico yang baru sampai diambang pintu.Dengan langkah panjang,Nico mendekati tuannya dan berdiri disampingnya.Tangan kanannya masih mengamit map tebal entah apa isinya.
"katakan pada dia,apa yang kau tau tentangnya"
Michael kembali memperhatikan ponselnya dengan posisi santai.
"Dia Shinta pramudya wulansari,putri pramudya mantan pengusaha mebel yang ditipu hingga bangkrut lalu pindah kedesa sekitar pesisir pantai selatan.Ibunya Arumi pramudya sudah meninggal karena gagal ginjal.Dia punya adik bernama Mario pramudya,masih duduk dibangku kelas enam SD.Rumahmu hampir disita bank karena tergadai 125 jutq plus bunga.Belum lagi hutang ayahmu pada renternir nona.Data lengkapmu ada disini".
" jadi kalian memata-matai aku?" desis Shinta
"well,aku berhak tau siapa orang yang bekerja padaku nona.Tidak ada yang tidak aku tau.jadi jangan coba-coba menipuku dengan janji palsumu.diam dan nikmati saja kehidupan barumu.Ayo kita berangkat Nic."
Michael berdiri dari kursinya bersiap berangkat ke kantornya diikuti Nic yang tetap setia mengekor dibelakang pria tampan itu.Atasan dan bawahan yang sama-sama tampan.Bedanya Michael memiliki postur yang lebih tinggi dan lebih maskulin.Sedikit melewati Shinta..
"kerja yang bagus Nona." bisiknya lagi-lagi didekat telinga Shinta.bulu kuduknya meremang diterpa nafas Michael.Bau harum aroma after shave dan wangi parfum maskulin tertangkap indera penciumannya.Gadis itu bergidik,ada sesuatu dalam dirinya yang tak bisa dikendalikan.Dadanya bergemuruh.
'Tuhan,ada apa denganku' batinya sendu.
********
jam dua belas siang,seisi rumah sudah bersiap makan siang dimeja makan panjang untuk pekerja disana.
"hey..namamu Shinta kan? tanya Anya.Dia adalah tukang kebun sekaligus juru bersih kolam renang bersama suaminya Alex.
" iya kak"
"kau yang menampar nona muda kan?wahh...kau sangat hebat sayang.Nona muda brengsek itu pantas mendapatkannya" tawa Anya sambil mengacungkan dua jempolnya.
"ehh...ehm...itu...saya hanya membela diri kak"
"ngomong-ngomong,apa nona majikanmu itu sudah kau beri makanan?"
"oh...itu,aku lupa kak.maaf semuanya,saya tinggal dulu ya kak" Shinta bergegas ke kamar Stephanie dengan segelas susu dan sup ayam dari dapur.Ia baru ingat kalau sejak pagi Stephani belum makan.'ahh....kenapa ia bisa lupa.Semoga gadis itu baik-baik saja' batinnya sambil melangkah lebih cepat.Di ujung tangga ia melihat Soraya baru menutup pintu kamar Stephanie.Ia heran,kenapa Soraya bisa keluar masuk kamar itu dengan bebas.Padahal jelas-jelas hanya dia dan bibi Chun yang diijinkan masuk untuk mengurus nona muda arogan itu.
"apa yang kau lakukan soraya" tanya Shinta
__ADS_1
"a..aku hanya memberikan minuman pada nona muda"
Shinta semakin heran melihat Soraya gugup.Kalau tidak terjadi apa-apa,harusnya Soraya tak perlu segugup itu.Tapi Shinta buru-buru menepis kecurigaanya.Ia orang baru dirumah ini,Ia juga belum sebegitu tau kebiasaan para penghuni rumah.Mungkin saja Stephani memang menyuruh Soraya karena merasa nyaman.
"ehm..baiklah,sekarang aku yang akan kesana mengantar makanan untuk nona muda"
Dengan langkah lebar gadis berlesung pipit itu mendekati kamar Stephani.Setelah mengetuk pintu ia masuk kedalam kamar.Diletakkannya nampan makanan diatas meja di samping tempat tidur.Sedangkan Stephanie?gadis itu duduk disofa dengan santainya seakan tidak terjadi apa-apa.Tapi apa itu?mata Shinta menyipit,memastikan penglihatannya.alat hisap?serbuk putih?ah,dia jadi ingat saat ada penyuluhan narkoba di sekolahnya dulu.ada foto benda mirip yang dipegang Stephanie.
'ya Tuhan.....sabu?narkotika?'
Dengan cepat Shinta mendekati Stephani dan merampas benda yang dihirup nona mudanya.Sang nona berdiri dan membentaknya kasar.
"kembalikan!"
"tidak"
Adegan saling dorongpun terjadi.Stephanie terpelanting kesofa.Sedangkan Shinta segera menginjak benda itu dan melemparnya keluar.
'he...he....untunge aku anake wong tani sing biasa macul nek sawah,kalah we karo aku nduk' batin Shinta.
Stefanie yang marah langsung melemparkan semua barang didekatnya pada Shinta.Bunyi benda jatuh dan pecah mendominasi ruangan.Sekejap saja kamar itu berantakan seperti kapal pecah.
"saya akan tetap disini nona"
"aku akan minta dady memecatmu sialan."
"Silakan saja nona.Saya tidak bekerja pada dady anda.Saya bekerja untuk tuan Michael.Jadi hanya dia yang berhak memecat saya" kata Shinta pelan,penuh penekanan.
"Kenapa anda bersikap seperti ini nona?kenapa anda membuang masa muda anda dengan sia-sia?"
"kau..beraninya kau!"
sekali sentak nampan berisi makanan melayang kearah Shinta.Tapi dengan cepat gadis manis itu menghindar.Untunglah dulu,di kampung ia pernah belajar bela diri walau sedikit-sedikit.Kalau saja dia gadis biasa,mungkin sudah hancur babak belur wajahnya saat ini.
"keluaaarrr kau dari sini" sentak Stephani kasar dengan nada tinggi.
"baik nona.saya akan keluar.nanti sore saya akan kemari untuk membereskan kekacauan ini.Panggil saya jika nona butuh apa-apa".
__ADS_1
setelah itu Shinta membungkukkan badannya,menutup pintu dan berlalu dari kamar itu.
Di dalam kamar Stephani menangis meraung-raung dan kembali membuat kerusakan.Entah apa yang ada dipikiran gadis manja kaya raya itu hingga menjadi seperti sekarang.
Shinta berjalan kelantai satu saat berpapasan dengan Mia.
" hey Shinta,lenganmu kenapa?kau berdarah"
pekik Mia.Buru-buru diperiksanya tangan Shinta.Ada pecahan kaca kecil menancap disiku tangan kanannya.Darah mengucur denganu deras.Mia menuntun Shinta ke belakang tembok ruangan menuju kotak P3K.
Shinta meringis sakit saat pecahan kaca itu dicabut dari sikunya
"apa sakit sekali?" tanya Mia cemas.Shinta menggeleng pelan.
"aku sudah biasa mendapatkan luka begini Mi"
"apa nona muda mengamuk?"
"iya begitulah.sebenarnya apa yang terjadi padanya mi?"
selesai menempelkan kasa dan perekat luka,Mia menarik napas dalam.
"sebenarnya aku tidak boleh mengatakan ini pada siapapun Shin"
"tapi aku ditugaskan mengurus Stephanie Mi,aku wajib tau apa yang menyebabkannya begitu" cetus Shinta antusias.Walau tidak tau semua,ia ingin tau garis besarnya saja tentang kondisi Stefanie.
"sebulan ini dia sudah empat kali ganti pembantu Shin.Mereka semua tidak ada yang tahan dengan kelakuan nona walau dibayar dengan gaji besar.bahkan lebih besar dari gajimu sekarang.Kau satu-satunya pekerja migran disini".
" lalu...."
"Bertahanlah sebisa mungkin.kami semua terlanjur menyukai kehadiranmu"
"tapi katakan padaku....."
"Nona muda frustasi karena merindukan orang tuanya.Dia tumbuh besar sendirian,jadi....."
"apa yang kalian bicarakan" Seketika dua orang itu menoleh kaget.Bibi Chun berdiri tegak dibelakang keduanya.Entah karena asyik bercerita atau langkah kakinya yang pelan hingga membuat kehadirannya tidak terdengar.
__ADS_1
"kembali bekerja.kalian tidak digaji untuk bergosip"
Seketika keduanya berdiri lalu pergi menjauh.