Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
menjemputmu pulang


__ADS_3

Michael meraih tangan Shinta,tapi Stephanie segera menepisnya kasar.seringaian tidak suka menguar diwajahnya.Demikian juga Pramudya dan Rio yang memasang tampang galak.Hanya Shinta yang tanpa ekspresi.


"untuk apa anda datang kesini tuan Maverich" nada bertanya yang nyaris seperti ejekan keluar dari bibir mungilnya.


"tentu saja menjemputmu,anak kita"


"ha...haa...haa...kapan anda punya anak tuan muda?" sinis Stephanie.Michael melirik adiknya dengan tatapan membunuh.Yang dilirik malah menantang dengan mata tajamnya.


"tutup mulutmu dan jangan ikut campur urusanku steve!!" Kalau dulu mungkin Stephanie akan menuruti kakaknya,tapi kali ini tampang garang menghiasi wajahnya.


"tentu saja ini urusanku tuan muda.Sejak kau mengusir kami Shinta adalah saudaraku.Dan aku tidak ingin kakakku berhubungan dengan orang jahat sepertimu!!" Stephanie membentak kasar.Dalam hati gadis itu kaget,darimana dia mendapat kekuatan sebesar itu untuk membentuk kakaknya.Orang yang paling dia kagumi.


"diaammm!!!" hampir melonjak kaget.Apalagi Rio yang langsung bersembunyi di belakang tubuh Stephanie.Anak itu ketakutan melihat wajah Michael yang berubah mengerikan.


"kau yang harus diam!ini rumahku,bukan rumah Maverich.Disini aku yang berkuasa,bukan kau."


Michael mendekati Stephanie,saat akan menampar adiknya,sebuah tangan lain menahannya.Shinta berdiri diantara dia dan Stephanie,merentangkan tangannya dan memasang badan.


"Kau hanya tamu.Ini negaraku,kau harus berlaku hormat disini tuan.Harap jaga sikapmu!" Michael terkesiap,menarik tangannya yang masih menggantung di udara.Dengan lembut dia membelai pipi Shinta,tapi malah ditepis tak kalah kasar dari tepisan Stephanie tadi.


"Sayang,kita harus kembali,demi anak kita,masa depan kita" Dalam amarahpun Michael melembut.Sungguh dia sangat merindukan wanita itu.Entah berapa lama dia meruntuki kebodohannya karen sudah percaya pada penglihatannya saat itu.


"aku tidak mau" jawab Shinta.


"aku juga tidak mengijikan" sentak Pramudya


"Aku juga tidak suka" sela Stephanie


"Aku pusing!!" teriak Willy spontan.Nico yang ada didekatnya menginjak ujung sepatunya hingga meringis kesakitan.Dia juga heran,kenapa sikap latah Willy makin menjadi dalam kondisi seperti ini.


"kau jangan ikut-ikutan tuan kita bego"


"aku hanya terbawa suasana" senyum cengengesan masih bertenger di bibir asisten kocak itu tanpa merasa berdosa.


"hentikan halusinasimu Will.Kau pasti hampir gila" ejek Nico yang tak mengalihkan pandangannya dari tuan mudanya.Bagaimanapun mereka harus tetap siaga dalam segala kondisi.


"Beri aku satu kesempatan lagi sayang"

__ADS_1


"Tidaaakkkkkk!!!" Astaga.Semua orang dalam ruangan itu menyahut berbarengan kecuali Nico yang tetap pada ekspresi datarnya.Lagi-lagi kakinya menginjak sepatu Willy keras.


"Kau latah lagi bodoh!"


"sudah kubilang aku hanya baper"


"mulutmu seperti perempuan Will"


"kau terlalu kaku Man"


"diam dan lakukakan tugasmu" sarkas Nico.


"Sudah malam tuan,sebaiknya anda pulang.Ini Indonesia,tradisi kami sangat kuat" Shinta bicara sangat tegas.Michael mundur selangkah.Istrinya mengusirnya setelah perjalanan panjang dan perjuangannya dengan susah payah sampai disini?


"yang kudengar negara ini sangat ramah.Mereka akan bersikap baik pada tamu"


"kau tamu tak diundang tuan muda" geram Shinta tertahan.Pria tinggi itu beralih ke Pramudya.


"Ayah,setidaknya biarkan aku menginap disini.Aku ayah calon cucumu ayah" ucap Michael memelas sambil menangkupkan kedua telapak tangannya,memohon.Willy hampir tertawa melihat tuannya berlaku demikian.Seumur hidup Michael adalah pria yang angkuh dan hidup dalam kemanjaan seorang tuan muda.Jangankan memohon,minta maaf saja tidak pernah.Tapu hari ini,tuan arogan itu memohon pada laki-laki kalangan biasa seperti ayah Shinta.Benar-benar sejarah baru.


"kalau kau tertawa akan kubuat bibirmu pindah tempat Will" ancam Nico.Willy terkesiap.Dia tau sahabatnya itu tidak akan main-main dalam kondisi sekarang.Asisten ganteng itu berdehem pelan,menegakkan tubuhnya dan bersikap seperti biasa dengan ekspresi datar.


"Steve,setidaknya ingatlah kalau aku kakakmu"


"masa itu sudah lewat tuan" tukas Stephanie tanpa melihat kakanya.Ketegangan tetap berlangsung hingga Shinta capek dan pusing.Beban ini begitu menghantam mentalnya.


"maaf semua,saya permisi mau istirahat" Shinta berbalik cepat menuju kamar dan menguncinya dari dalam.Michael hanya melongo kaget.Lalu satu persatu meninggalkan ruangan menuju kamar masing-masing tanpa mempedulikan kehadiran Michael.Sangat mengenaskan.Pria itu berjalan lunglai diikuti Nico dan Willy kehalaman.


"Nic,cari hotel didekat sini.segera!"


"Ini pedesaan tuan muda.Hotel paling dekat disini masih setengah jam perjalanan" sahut Nico.


"oohh Shitt!!!kita terpaksa kesana"


"maaf tuan,apa tidak sebaiknya kita kembali?besok ada meeting penting dengan Sean company."


"tunda dan cari hari lain"

__ADS_1


"tapi kita sudah berusaha berbulan-bulan untuk kerjasama dengan mereka tuan"


"kalau mereka rewel batalkan Nic.Aku juga tidak akan jatuh miskin kalau kerja sama ini batal" Dalam hati sekretaris tampan itu menggerutu.Dia sudah bekerja keras.Tapi berakhir dengan cancel.Menyebalkan!!


"baik tuan" Mereka meninggalkan rumah yang mulai lengang.Rio mengendap-endap mendekati pintu dan menguncinya segera.


Stephanie membuka pintu kamarnya,disusul Shinta lalu Pramudya yang juga keluar dari samping rumah,berkumpul di depan televisi,tempat biasa mereka berkumpul dan bercengkrama seperti keluarga.


Pramudya menyentuh lengan anaknya,berusaha memberikan kekuatan.Pria itu tau Shinta masih bersikap pura-pura tegar.


"Kalau kau ingin menangis,menangislah nak.Itu akan membuatmu lebih baik". Seketika Shinta memeluk ayahnya dan menangis sejadi-jadinya.Pramudya mengelus kepala putrinya.


" Ayah,kenapa nasibku seperti ini?"


"sing sabar nduk,mungkin nak Adrian bukan jodohmu.Mungkin saja calon anakmu tetap ingin dia mendapatkan ayah kandungnya"


"Tapi kak Mic itu brengsek" sentak Stephanie.Hatinya semakin pedih melihat sahabatnya menangis


"Dia tetap kakakmu nak Fani"


"Lalu maksut kakak apa?Dia datang merusak acara lalu pergi begitu saja"


"kan kita yang mengusirnya nak?"


"iya paman,tapi setidaknya dia harus berjuang.Ini malah pergi begitu saja.Dasar pria angkuh" gerutu Stephanie.


"menurut paman,kakakmu sudah berusaha nak.Buktinya dia sampai kemari"


"Membawa perempuan sialan itu"


Pramudya mengelus dada.Berdebat dengan seorang nona besar memang merepotkan.Apalagi dalam kondisi marah,yang ada malah gadis itu mengamuk sepanjang malam.


"Kalau kau masih mencintainya,berikan dia kesempatan Nak.Semua orang pernah bersalah" Sekelebat bayangan pemukulan Michael padanya melintas di ingatannya.Shinta tidak suka pada pria yang memukul wanita,apapun alasannya.Apalagi tadi dia juga akan memukul Stephanie,adik kandungnya sendiri.


"Aku tidak akan kembali padanya ayah.Anak ini akan aku besarkan bersama kalian" tegas Shinta.Semua terdiam.


"Kau harus ingat Ta,kak Mic punya seribu cara dan kekuasaan.Mulai sekarang kau harus hati-hati"

__ADS_1


"iya Fan,terimakasih atas dukunganmu."


__ADS_2