
Jonathan berdiri gagah dalam balutan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu yang rapi.Wajahnya terlihat semringah menyapa semua tamu dalam konsep pesta kebun itu.Rambut hitam legamnya yang disisir menyamping membuat penampilannya sempurna hari itu.
Tuan dan nyonya Smith juga sangat antusias menyambut para tamu.Mereka berdiri memanjang dengan Abraham dan Masha yang ada diujung barisan.Besan yang kompak.
Willy tersenyum samar melihat semua itu.Hatinya bagai dihantam benda berat hingga susah bernafas.Kaca mata hitam yang bertengger di wajahnya bahkan tidak mampu menyembunyikan kegundahan hatinya.Nico menghampiri sahabatnya.
"Masih ada waktu kalau kau ingin memperjuangkan cintamu Will.Ini saat terakhirmu.Berjuang,atau mati dalam penyesalan."
"Bagaimana aku bisa Nic?" desis Willy putus asa.
"pergi dan memohonlah pada tuan besar.Dia bukan hanya majikan kita Will,tapi juga ayah bagi kita"
"itu tidak mungkin Nic"
"kenapa?kau belum mencobanya man!"
Willy masih dalam kebimbangan saat Stephanie keluar dengan digandeng Shinta yang berulang kali mengelus perutnya.Asisten itu terpana dan menatapnya tanpa berkedip untuk kedua kalinya.Wajah cantik yang terlihat murung itu seperti melambai kearahnya,minta pertolongan.Willy tertegun saat Stephanie menatapnya dengan berlinang air mata.Hatinya jauh lebih terluka saat melihat mata itu berkabut.Tangannya mengepal kuat.Dia harus berjuang.
"Sekarang Will..lakukan!!" teriak Nico sambil mendorong tubuh sahabatnya maju kebarisan terdepan.Seperti punya kekuatan tambahan,asisten gagah itu berjalan dengan langkah panjang menghampiri tuan Abraham,membuat semua orang menatap kearahnya.
Dia membungkukkan sedikit badannya lalu mendongakkan wajahnya.
"Tuan besar,tolong jangan lanjutkan pernikahan ini.Saya dan Stephanie saling mencintai.Mohon Jangan pisahkan kami" Abraham menyipitkan matanya.
"Kau bilang kau mencintai putriku?kau bahkan tidak bisa hidup tanpa gaji yang kuberikan.Lalu dengan apa kau akan menghidupi putriku hem?" Willy seperti terpojok oleh kata-kata abraham yang terkesan meremehkannya.
"beri saya waktu satu tahun tuan,saya akan berusaha mencari pekerjaan dan memberikan Stephanie tempat tinggal yang layak tuan."
__ADS_1
"berusaha katamu?satu tahun?anak muda..kau sudah bekerja pada Mic bertahun-tahun tapi kau tetap tidak punya apa-apa karena terlalu banyak bersenang-senang diluar sana.Apa yang bisa kau lakukan dalam kurun satu tahun? Willy terdiam
" Hentikan dad!kak Willy sudah memberikan gajinya untuk menolong Kak Yesa dan keluarganya.Kak Willy tidak seperti yang dad kira" Stephanie histeris.Abraham tetap berdiri tenang diapit oleh Misca dan Michael.
"Steve,apa kau siap menikah dengan pria tidak punya masa depan ini?yang bahkan hanya hidup dari belas kasih keluarga kita.Buka matamu lebar-lebar.Disana Jonathan Smith lebih sepadan dengan kita"
"tidak dad!aku mencintai kak Willy apapun keadaanya." isak Stephanie.Semua mata menatap iba padanya.
"Saya memang tidak punya apa-apa tuan besar,tapi saya punya harga diri.Dan saya tidak akan mengemis untuk itu.Terimakasih karena tuan besar sudah membesarkan saya selama ini.Saya permisi."
"kak...bawa aku bersamamu!!" Stephanie menarik lengan Willy kuat.Pria itu berbalik,mengelus pipi Stephanie dan menghapus air matanya.
"Steve,aku bukan pencuri yang akan membawamu pergi tanpa ijin.Aku mencintaimu dengan segenap hatiku.Kalau keluargamu tidak merestui kita,itu berarti kita tidak berjodoh.Mengertilah Steve,cobalah dewasa dan menerima semua ini." Stephanie terus menangis.Shinta menitikkan air mata,hingga Michael mendecih tidak suka.Dia tidak mau melihat Shinta menangis.
"Jaga dirimu baik-baik Steve." Lalu Willy melepaskan tangannya dan melangkah pergi.Nico menatapnya dengan mata berkaca.Bisa terharu juga sekretaris kaku ini yaa....
" Berhenti kataku Will" teriak Michael kasar.Pria gagah itu berjalan dengan langkah panjang menyusul Willy yang bersitegang karena Jonathan terus menghalangi langkahnya.Michael mencengkeram krah kemejanya dan menghentakkan asistennya itu ketanah.Willy menyeka air matanya.Dengan cepat Mic mengeluarkan beberapa lembar foto yang langsung dilemparkannya pada Willy.Asisten itu meringis melihat foto dirinya dan Stephanie dalam apartemen siang itu.
"Kau pikir masih ada orang yang mau menikahi adikku setelah semua yang kau lakukan?" ucap Michael dingin.Willy bangkit dan memunguti foto-foto itu satu persatu.Dia menunduk.Melawan Michael sama dengan mengundang kematian pada dirinya sendiri.
"Kami tidak melakukakan apapun tuan muda" sahut Willy hormat.
"Kau boleh tidak melakukan apapun dengan dia,tapi apa kau yakin foto-foto itu tidak bocor ke media?" Willy menunduk diam.
"Kau tunggu apalagi?pergi kesana dan nikahi adikku!" bentak Michael keras hingga Willy tersentak.Disana Abraham sudah duduk didepan penghulu dengan senyum lebar.Ia tidak salah memilih menantu.
Willy memandang sekelilingnya.Semua orang menatap penuh harap padanya.Jonathan tersenyum sambil mengandeng wanita dengann gaun pengantin berwarna biru laut yang terus mengumbar senyum mesra padanya.
__ADS_1
"Nikahi kekasihmu man!kau berhak bahagia" teriak Nicholas riang.Shinta dan nyonya Misca sudah menarik tangan Stephanie ke tempat ijab kabul dan mendudukkannya.Seorang juru rias memperbaiki riasannya yang sempat hilang karena air mata tak berkesudahan tadi.
"Will,segera kesana atau kupatahkan kakimu!" bentak Michael lagi.Willy yang baru tersadar dari rasa terkejutnya langsung membungkukkan badannya.
"iya tuan" Nico mengamit lengannya dan mengantarkan sahabatnya ketempat prosesi.Sekretaris tampan itu begitu bersemangat.
"kau pejuang sejati Man.Aku bangga padamu!!" teriaknya sambil mengacungkan jempol keudara.
"Ini cincin kawinmu dan ini mas kawinmu" bisik Nico sambil menyerahkan dua kotak perhiasan.
"kalian semua mengerjaiku?" Nico tertawa lagi.Wajahnya sampai memerah.Dia baru berhenti saat Willy menyodok perutnya hingga sekretaris kaku itu meringis kesakitan.
"itu ide tuan besar.Aku hanya menjalankan tugas man!"
"kau keterlaluan Nic.nanti aku akan membuat perhitungan denganmu"
"sudahlah...nikahi saja Stephaniemu itu!" dan sekali lagi Nico mendorong Willy hingga nyaris menubruk Stephanie yang sudah duduk anggun disana.Gadis cantik itu menundukkan wajahnya malu-malu.
Ijab kabul berjalan lancar dalam sekali ucap.Semua terharu.Willy mengecup kening Steve dan memasangkan cincin pernikahan mereka.Stephaniepun meraih tangan Willy lalu menciumnya.Mereka lalu bergantian mencium tangan Misca dan Abraham.
"kau tau Steve?harta tidak selamanya berkuasa.Rumah tangga memerlukan cinta.Baik-baiklah menjaga rumah tangga kalian.Dad akan menunggu kabar baik dari kalian" ucap tuan Abraham penuh wibawa.
"baik tuan besar"
"Will,sekarang kau menantuku.panggil aku dad seperti Steve"
"baik dad"
__ADS_1
Semua mata beralih pada sudut kiri,disana Jonathan dan calon istrinya melakukan prosesi pemberkatan nikah dengan khidmad.Dua pernikahan beda keyakinan yang dilakukan bersamaan.Perbedaan memang indah saat dua hati yang berbeda dipersatukan.