
Sekretaris Nico baru saja masuk ke ruangan Michael.Majikannya itu terlihat kusut pagi itu.Ini hari pertamanya masuk kantor setelah hampir sebulan liburan versi putus asa.Bulu-bulu halus mulai memenuhi bibir dan dagunya.Rambutnya yang dulu rapi sekarang entah pergi kemana.Diam-diam Nico berdoa agar dia tidak pernah jatuh cinta.Ngeri melihat tampilan tuan mudanya.
"Tuan,jadwal anda pagi ini adalah...."
"Apa ada berita mengenai istri dan anakku Nic?" Sela Michael.Nico terdiam,menimbang-nimbang laporannya.
"Nic...."
"Silahkan anda periksa ini tuan" kata Nico sambil menyerahkan hasil rekaman cctv pada Mic yang dengan cekatan diraihnya.
"Kami masih menyelidiki dokter Erika." Mata Mic berbinar.Masih ada harapan untuknya menemukan Shinta.Seketika dia memperbaiki cara duduknya dan berdehem.
"Segera cari informasi itu Nic.Kau dan Willy harus mengurusnya.Aku yang akan menyelesaikan urusan kantor bersama Aira dan Stephanie." ujarnya bersemangat.Nico hanya menaggukkan kepala lalu bergegas keluar untuk menyerahkan tugasnya pada Aira.Sedangkan dia langsung kelantai sembilan untuk menemui Willy.
Nico tersenyum geli saat melihat ruangan Nico yang terkesan girly.Nuansa Masha and the bear dan wallpaper hello kitty mendominasi ruangan yang lebih layak disebut kamar cewek dari pada ruang jajaran direksi.Ulah siapa lagi jika bukan sang istri,Stephanie yang telah merenovasi ruangan itu jadi menggelikan.Tapi anehnya Willy sama sekali tidak terganggu.Dia menyukai apapun yang Stephani suka.Sweet husband ya bun....ππππ
"Will,kita harus segera bergerak sekarang" Bersuara agak keras untuk menghentikan kegiatan panas pengatin baru yang tidak tau tempat dan waktu.
"hey sekretaris bodoh,apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu?kau menyebalkan sekali!" sentak Willy yang langsung melepaskan ciumannya pada Stephanie karena kaget dengan kehadiran Nico yang tiba-tiba.Nico hanya melirik sekilas lalu duduk dengan cueknya disofa,memasang wajah tak berdosa dan muka tembok andalannya.
"Apa sudah ada perkembangan tentang Shinta kak Nico?" tanya Stephanie begitu turun dari pangkuan Willy yang terus mendengus sebal.Wanita itu mencoba menetralisir rasa malunya dengan pertanyaan yang sedikit membuat Nico berpikir sebelum menjawabnya.
"Belum ada nyonya.Maka itu tuan muda menyuruh kami segera menemui dokter Erika." sahut Nico tenang.
"jadi benar Erika terlibat?"
"kami baru akan menyelidikinya nyonya"
__ADS_1
"Apa kak Mic sudah masuk kantor hari ini?" tanya Stephanie lagi.Nyonya Willy itu malah terlihat lebih risau lagi memikirkan kondisi kakak tampannya yang dilanda frustasi.Dulu dia bisa lega karena bisa mendampingi Shinta saat kepergiannya,sekarang Shinta malah pergi tanpa memberitahunya dengan membawa baby El.Jika Abraham saja bisa drop,bagaimana dengan Michael yang berstatus ayah kandungnya.Dia tau Michel sangat terpuruk saat ini.
"sudah nyonya"
"hmmm..baiklah,aku akan menemuinya dulu sayang." ucapnya sambil mencium bibir Willy sekilas lalu melenggang pergi.Willy yang masih kesal tetap cemberut.
"hey bodoh,mau sampai kapan kau cemberut disitu?apa waktu bermesraanmu masih kurang hingga kau melakukannya dikantor?" bukannya menjawab Willy malah mendengus kesal kembali lalu menghampiri Nico yang menyandarkan dirinya disofa.Sedikit membantung tubuhnya hingga Nico berjingkat kaget.
"Kau saja yang tidak mengerti sensasi bercinta.Kau hanya tau bertugas ini itu.Aku bahkan tidak yakin kau ini laki-laki normal Nic."
"aku tidak butuh keyakinanmu tuan muda baru.Sekarang lekas bersiap lalu kita pergi menemui Erika." sahut Nico yang jadi ikut-ikutan bersungut kesal.Keduanya,dua sahabat yang tidak pernah akur tapi sama-sama takut kehilangan.Sebuah tim solid yang dirancang Abraham untuk membentengi keluarganya dan menjadi pengawal Maverich yang sesungguhnya.Sungguh....persahabatan bagai kepompongπ€£π€£π€£
Jalanan sedikit macet karena insiden kecelakaan.Willy memelankan laju mobilnya.
"hey Will,berhenti" pekik Nico nyaris berteriak hingga Willy yang kaget menginjak pedal gas tiba-tiba.Kepalanya nyaris terantuk kaca depan.
Bayangan dokter Erika yang masuk ke swalayan didekat rumah sakit mencuri perhatian Nico.Sekretaris berinsting tajam itu lalu mengikutinya.Hanya beberapa saat Erika menyudahi belanjaanya dan mendorong trolinya kekasir.
"ehmm...selamat pagi dokter Erika" sapa Nico ramah tapi tetap dengan wajah min ekspresi.Erika terkejut lalu mencoba tersenyum menutupi kegugupannya.Dia terlalu sibuk berchatting ria dengan Shinta hingga tidak memperhatikan kanan kirinya.Buru-buru dia menyimpan hpnya dalam saku celana lalu tersenyum pada Nico.
"Selamat pagi juga mas.ehmm..kok ada disini?"
"ada meeting disekitar sini" jawab Nico pe ndek.Diliriknya belanjaan Erika.Beberapa roti,mie instan,susu dan ya...susu formula bayi dalam kemasan besar.Ada juga pernik-pernik untuk bayi.Nico berpikir cepat.
"Susu bayi?apa kau punya anak bayi dokter?"
"ehh..itu untuk pasienku mas.Kebetulan stok susunya habis dan bayinya masih dalam perawatan." jawab Erika terlihat gugup.Nico dengan cerdas memanfaatkan kesempatan untuk menekan.
__ADS_1
"bukankah susu sudah disediakan pihak rumah sakit dokter?untuk apa anda bersusah payah membelinya dari luar?" nada biasa tapi cukup membuat Erika yang tidak biasa berbohong mengalami senam jantung.Jangan lupakan tatapan mengintimidasi Nico yang membuatnya makin terpojok.Tapi Erika bukan tipe wanita lemah.Dengan cepat dia menata detak jantungnya lalu mendongakkan kepalanya yang dari tadi melihat kemana-mana,takut bersitatap dengan Nico.
"kurasa aku tidak perlu minta ijin untuk membeli susu padamu mas.Kamu juga bukan suamiku." tegas Erika.Nico terkekeh.
"Apa kau sebegitu ingin aku menikahimu dokter?" ujar Nico lalu memajukan tubuhnya.Erika spontan mundur kebelakang.
"sepertinya itu tawaran yang menarik."
"kalau begitu ayo menikah!" Hah...jantung Erika seperti mau meloncat dari rongga dadanya.Sekretaris Nico menatapnya intens.Ingin rasanya dia mengelus dadanya untuk menghilangkan rasa kaget yang menyebabkan kedua kakinya berdiri gemetaran.Sesaat kemudian dia menguasai dirinya lagi.Tertawa riang.
"ehh..aku cuma bercanda mas Nico ha..ha.."
"boleh aku mampir kerumahmu dokter?" Erika tidak punya pilihan lain saat Nico sudah meraih kantong belanjaanya dan mengiringnya keluar dari swalayan.
"dimana mobilmu?" Nico bertanya sambil menengadahkan tangannya,meminta kunci mobil.Erika dengan ragu memberikannya.
Willy yang melihat Nico sudah berhasil dengan misinya hanya duduk melihat sahabatnya menjalankan mobil Erika.Mantan asisten itu mencoba mengatur jarak untuk mengikuti mobil Nico kerumah Erika.Dalam hati dia mengakui kepandaian dan tindakan tepat Nico memang tidak terkalahkan.
******
Readersku tersayang....
Author sangat berterimakasih atas dukungan kalian semua untuk memberikan like,koment,hadiah dan vote yang menyemangatiku berkarya.
Author juga minta kritik dan saran yang membangun untuk perkembangan karya kedepannya yaπ€π€
salam manis selalu....ππππ
__ADS_1