Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Kau pembantu,bukan bodyguard


__ADS_3

Sore harinya Shinta masuk kekamar Stephanie.Gemricik air masih terdengar saat dia memasuki ruangan itu.Dengan cekatan dia mengumpulkan pecahan kaca,menyapu lantai,mengganti selimut dan badcover lalu menyemprotkan pewangi ruangan.Sebentar kemudian Shinta berjalan kearah jendela.Disingkapnya korden tebal disana.Begitu jendela terbuka,semilir angin menerpa wajah cantiknya.Pesona kecantikan Asia memang tergurat jelas diwajahnya.Tak dapat dipungkiri,dia gadis yang cantik.Jangan lupakan bibir mungil dan lesung pipit yang mebuatnya makin menawan.Body yang proporsional namun terkesan seksi.


Pintu kamar mandi dibuka.Stephanie keluar menggunakan bathrope,bersikap cuek pada Shinta.


"nona,anda ingin makan apa?seharian ini anda tidak makan apapun"


"bukan urusanmu.Dan lagi...jangan pernah membuka jendela q.kau paham?"


"iya nona.akan segera saya tutup". Usai menutup korden Shinta keluar kamar membawa sisa-sisa keributan yang ditimbulkan Stevanie saat tanpa sengaja kepalanya menubruk dada seseorang.


" aauuww"


Saat mendongak,dia baru menyadari Michael berdiri diambang pintu,hendak masuk bertepatan saat Shinta akan keluar kamar.


"maafkan saya tuan,permisi.."


''hmmmm"


Michael masuk kamar ketika Shinta sampai di tangga.Ia menatap Stephani dalam.Yang ditatap cuma duduk diam dan memainkan ponselnya.


"stev,kau berulah lagi?"


Tak ada sahutan.Michael mengangkat bahu lalu berjalan kembali kepintu.


"kau harus memecat jalang itu kak"


Michael berbalik lalu berkata


"tidak akan stev,dan jangan sebut dia jalang lagi.karena aku tidak akan segan-segan menamparmu seperti yang dia lakukan pagi tadi padamu" Stevani mendelik.


"kenapa kau membelanya kak?bisa-bisa kau jatuh cinta pada jalang itu"


"kau terlalu berimajinasi"


Michael tidak menggubris lagi perkataan adiknya.Dia pergi menuruni tangga menuju ruang tengah.Merengangkan dasinya lalu duduk sambil menyalakan televisi.Sesaat kemudian,sekretaris Nico datang membawa sesuatu.


"tuan,pesanan anda"


"panggilkan anak baru itu"


"namanya Shinta tuan"


"Terserah kau.aku tidak butuh namanya.panggil dia kemari"


"baik tuan"


Sekretaris Nic melambaikan tangannya pada seorang pekerja agar memanggilkan Shinta.Sejurus kemudian,Shinta datang.Ia berdiri canggung didepan dua manusia es tapi berparas tampan didepannya.Berdiri kaku agak grogi karena merasa jadi pusat perhatian.


"kau...ini ponsel untukmu.Hubungi keluargamu,Ayahmu sedang sakit sekarang.aku sudah mengirimkan gaji pertamamu untuk biaya berobat dan membayar angsuranmu dibank"


michael berkata dengan wajah datar.Shinta menggeleng tak percaya.Dia baru beberapa hari disini,bagaimana mungkin dia dapat gaji secepat itu?


"tapi saya baru beberapa hari disini tuan

__ADS_1


bagaimana...."


"telepon ayahmu sekarang"


"tapi ponsel ini terlalu mahal tuan.saya tidak akan sanggup membayarnya.dan bagaimana mungkin saya bisa menelepon rumah jika mereka disana tidak punya Hp?"


"nomer ayahmu ada disitu".


Shinta terbelalak kaget.bagaimana bisa.....


" telepon dia sekarang atau aku akan berubah pikiran" kata Michael tegas.Shinta buru-buru memegang ponselnya lalu diam.


"kenapa?kau tidak mau?


" bu..bukan tuan.tapi ba...bagaimana cara menggunakannya?"


"haha...haha." Seketika Michael tertawa keras.Sekretaris Nic melongo menatap tuannya.hampir enam tahun bersama Michael,belum pernah dia melihat tuannya tertawa.Jangankan tertawa,tersenyumpun susah.Seakan tuannya itu orang paling menderita sedunia.Michael masih tertawa sampai wajahnya memerah.


"Nic,ajari gadis jaman purba ini menggunakan ponselnya"


Sekretaris Nick yang masih bengong seketika tersentak.Buru-buru diraihnya ponsel dari tangan Shinta,mengajarinya sekilas tentang panduan dasar lalu menyerahkan kembali ketangan siempunya hp.


"anda tinggal menelepon nona"


Diseberang sana,ponsel berbunyi nyaring.Tangan pramudia menjangkau nakas disamping tempat tidurnya.


"Halo..." Air mata Shinta seketika luruh.Ia sangat rindu ayahnya.


"halo,asaalamualaikum ayah"


"aku baik ayah,a...apa ayah sedang sakit?


" ayah sudah baikan nduk,ayah sangat berterimakasih pada bosmu.Dia menelepon ayah dengan bahasa aneh lalu mengirimkan banyak uang untuk kita"


"hah?apa maksutmu ayah?"


"Bosmu sudah membayar tunggakan kita selama setahun dibank nak,juga uang yang cukup untuk ayah dan Rio"


"ayah...aku...."


"Baik-baik disana ya nduk.Ayah selalu berdoa untukmu."


"iya ayah,assalamualaikum"


"waalaikumsalam" lalu ponsel ditutup.Shinta menatap nanar sang majikan.


"apa maksud anda sebenarnya tuan?"


"sebagai pengikat bahwa kau sudah berhutang banyak padaku.Dan kau tetap harus bekerja padaku hingga Stevanie berubah''


" Dan satu lagi...kau wajib melaporkan kondisi Steve tiap tengah hari.aku tidak ingin kecolongan seperti kemarin"


"baik tuan" Setelah itu,duo keren itu pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


******


Stefanie bergegas keluar rumah dengan pakaian minim dan dandanan menor.Menenteng tas kecil lalu berjalan berlenggak lenggok dan bersiul kencang.Agaknya nona muda ini sedang sangat bahagia.Shinta yang baru dari dapur buru-buru mengejarnya.


"anda hendak kemana nona?"


mendengus sebal,gadis manja itu berbalik..


"bukan urusanmu"


"tapi tuan....."


''apa Michael juga menyuruhmu memata-mataiku?


"bukan nona....tapi...."


"kau cuma pembantu,bukan bodyguard.jadi tutup mulutmu dan pergilah".


Stepahanie masuk kedalam mobilnya lalu menghilang setelah melewati pagar.Perasaan Shinta tidak enak.Tiba-tiba Willy datang dari arah berlawanan.Spontan Shinta berdiri menghalangi jalan.Ia bergegas membuka pintu mobil dan masuk.


" tuan Willy,tolong ikuti nona stev.perasaan saya tidak enak"


"paling dia dugem di pub" balas Willy datar.Shinta mulai emosi.


"kalau tidak mau ya sudah.tidak usah bicara ngelantur"


"baiklah"


akhirnya Willy menyerah.Sedikit ngebut dia mengikuti Stephani yang sudah agak jauh.


"apa maumu sebenarnya.Stefanie biasa begini tiap hari.ia Pasti pulang dalam kondisi mabuk berat.kenapa kau capek-capek mengikutinya?"


"diam.ikuti saja dia." bentak Shinta.


Willy cuma geleng-geleng kepala.Kenapa pembantu baru ini mulai galak seperti tuannya?Padahal dia juga orang kepercayaan Michael.Beraninya gadis kecil ini menyuruh-nyuruhnya.Dan anehnya dia juga menurut saja.


"kau akan masuk pub dengan baju pelayan macam ini?"


'deg....'


Shinta baru sadar kondisinya.Ia begitu buru-buru tadi hingga tidak memperhatikan diri sendiri.Willy masih menatap lucu kearahnya.Apa boleh buat?terlanjur basah.


"iya.bukankah pakaian ini lebih sopan dari pada pakaian nona Stevani yang kurang bahan?"


Willy tertawa keras.Gadis polos ini benar-benar menggemaskan.


"bukan kurang bahan nona,tapi memang modelnya begitu,kau saja yang tidak tau trend.Didalam sana banyak gadis memakainya"


Shinta memalingkan mukanya.Benarkah wanita disini berpakaian aneh seperti itu?padahal mereka orang kaya yang tak kesulitan membeli baju bermeter-meter panjangnya.Apa mereka tidak takut masuk angin?


"dan lagi,kau itu pembantu Shinta bukan bodyguard nona muda yang harus menguntitnya kemana-mana''


lagi-lagi Shinta melengos.kenapa perkataan Willy mirip nona mudanya?atau memang dia yang terlalu kepo? 'aaahhh sudahlah'.

__ADS_1


Mobil berhenti didepan sebuah club malam.Shita buru-buru turun lalu tanpa ba bi bu lagi masuk kedalam.


__ADS_2