Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
sayang


__ADS_3

Shinta memasuki kamar Michael ketika berkali-kali ketukannya tidak mendapat jawaban.Dari ambang pintu dia bisa melihat pria itu duduk sambil menengadahkan kepalanya disofa.Raut lelah tergambar diwajah tampannya.Shinta mendekat dan berdiri disamping sofa,mendadak bingung harus bagaimana.Akhirnya dia mengalah,menepuk bahu Michael pelan agar pria itu terbangun.


"tuan..." panggilnya pelan.Seketika Michael membuka matanya.Memandangi Shinta yang berdiri didepannya dengan baby doll motif kupu-kupu didepannya.Rambut gadis itu basah karena habis keramas.Ditangannya ada segelas kopi yang masih mengepulkan asap terasa menggoda selera.


"ini kopi anda tuan" Shinta meletakkan kopi buatannya dimeja.


"apa tuan mau mandi sekarang?" tanya Shinta lagi,memecahkan suasana canggung pada dirinya.


"hmmmmm"


"saya akan siapkan airnya" ujar Shinta sambil beranjak kekamar mandi.Mengisi bathtub dengan air hangat,menyiapkan handuk lalu keluar.Alangkah terkejutnya Shinta saat melihat Michael sudah melepas kemeja dan celana panjangnya.Pria itu berjalan bertelanjang dada dan bercelana pendek akan masuk kekamar mandi.Shinta menelan ludahnya saat tubuh Michael semakin dekat dengannya.perut sickpack dan otot ditubuh Michael membuat matanya sulit dialihkan.Tiba-tiba bayangan saat Michael hampir memaksanya dikamar mandi beberapa waktu lalu membuatnya bergidik ngeri dan beranjak pergi.


Hampir setengah jam Michael berada dikamar mandi.Shinta menunggu sambil membereskan kamar Michael yang walau selalu bersih tapi banyak tumpukan buku yang berserakan kemana-mana.Ia merapikannya,lalu duduk disofa yang tadi ditempati Michael.


Aroma sabun mandi menguar didalam kamar saat Michael membuka pintu kamar mandinya.Spontan Shinta berdiri saat Michael mendatangi dirinya.Dia membungkuk hormat.


"apa tuan ingin makan sekarang?"


"kalau kau masih saja memanggilku tuan maka aku akan memakanmu sekarang" sahut Michael ketus.Wajahnya menahan marah.Shinta hanya menunduk bingung.


"lalu saya harus memanggil apa?" tanya Shinta kebingungan


"terserah kamu.Bukanya kamu pecandu drakor?kau tau bagaimana orang memanggil suaminya kan?" ucap Michael tak kalah ketus dari tadi.Shinta hanya menggeleng bingung.Darimana tuannya itu tau hobinya?padahal mereka tidak pernah ngobrol atau sering bertemu.


Michael terkekeh dan membuka laptopnya.Dia menunjukkan rekaman cctv tentang kegiatan Shinta diseluruh sudut rumah ini.Seketika gadis itu lemas.Jadi selama ini suami barunya sudah memantau dirinya.Tapi yang lebih membuatnya pusing adalah masalah panggila.Dia tidak mungkin memanggil Michael dengan nama saja seperti kemauannya dulu.Terdengar sangat tidak sopan bagi orang timur sepertinya.Saat ini usia Michael sudah kepala tiga,sedang dia masih gadis dua puluh tahunan.Kesenjangan usia yang cukup jauh.Tapi secara fisik,Michael terlihat lebih muda dari usianya.Pesona pewaris kerajaan bisnis keluarga Maverich itu begitu memukau siapa saja yang melihatnya.


"baik kak" suara Shinta bergetar segan.

__ADS_1


"kak?kau bukan Stepahanie adikku."


"lalu aku harus memanggilmu apa?" kata Shinta frustasi.Ia meremas rambutnya karena geram pada tingkah Michael.


"sayang"


"AAPPAA???!!!" mata Shinta terbelalak kaget.Panggilan itu terasa menggelikan ditelinganya.Pacaran saja tidak pernah,kenapa sekarang disuruh memanggil sayang?Michael acuh saja menikmati kopinya.


"tuan ini......" sekali sentak tubuh Shinta sudah jatuh dalam rengkuhan Michael.Dia terduduk dipangkuannya.


"sudah kuperingatkan,jangan memanggilku tuan.kau menantangku untuk memakanmu?"


"ti...tidak..tuan ehh..." Michael yang gemas langsung ******* bibir Shinta ganas.Gadis itu megap-megap menggapai udara.Ia menepuk-nepuk punggung Michael,minta dilepaskan.Michael melepaskan ciumannya dan menatap Shinta tajam.Ia masih mencengkeram erat tubuh Shinta yang ada dalam pangkuannya.


"panggil aku"


"aku mau minta hakku sekarang" bisik Michael.Shinta merinding,bulu kuduknya meremang saat Michael membalikkan tubuhnya dan mengecup leher belakangnya.


"i....ini...masih sore tu ehh..sayang"


"aku mau sekarang" Tangan Michael sudah berpindah kemana-mana menyelusuri lekuk tubuh Shinta.Ciumannya beralih kepundak dan belakang telinga Shinta secara bertubi-tubi.


Shinta hanya bisa pasrah saat Michael kembali mencium bibirnya,meremas dadanya hingga nafasnya memburu tak beraturan.Babydoll yang dikenakannya sudah terbuka bagian atasnya hingga memudahkan Michael mencumbui dadanya dan menimbulkan banyak kissmark disana.Kesadaran Shinta sudah menipis saat pria itu menggendong dan membaringkannya ketempat tidur dan dengan sekali gerakan sudah menindihnya.


"kau milikku" desis Michael sambil berusaha msmbuka kedua paha Shinta yang dirapatkan sejak tadi.Shinta menjerit pelan saat merasakan sesuatu yang keras memasuki tubuhnya.Ia meringis menahan sakit dan memeluk leher Michael erat.


"apa ini yang pertama bagimu sayang?"

__ADS_1


Shinta hanya menangguk menahan air mata yang hampir jatuh.


"tahanlah..aku akan berusaha sepelan mungkin" erangan demi erangan silih berganti memenuhi kamar itu.Permainan terus terjadi hingga keduanya sama-sama mencapai pelepasan sempurna hampir bersamaan.Keringat membanjiri tubuh keduanya.Michael menatap Shinta penuh cinta dan mengecup kening istrinya.


"terimakasih sayang" Bagaimanapun Michael merasa sangat bangga karena dia jadi yang pertama bagi Shinta.Dipeluknya tubuh Shinta yang lemas dan tetap mengalungkan tangan dilehernya.Keduanya tertidur sambil berpelukan mesra.


*********


Michael masih bergelung didalam selimutnya saat Shinta mencoba melangkah kekamar mandi.Rasa ngilu masih menderanya hingga tidak bisa berjalan sempurna.Semalam,Michael meghajarnya habis-habisan diranjang.Suaminya itu begitu perkasa tanpa kata lelah dan rasa puas.Shinta tersenyum sekilas mengingat malam itu.Tertatih dia berjalan kekamar mandi lalu membersihkan dirinya.


"astaga" jerit Shinta lirih karena melihat seluruh dada dan lehernya dipenuhi kissmark.Bahkan paha dan perutnya tak luput dari tanda merah itu.Pria ini benar-benar ganas,batin Shinta.Buru-buru ia memakai bathrope lalu keluar menuju walk in closet untuk ganti baju.


Ketika membuka pintu lemari,dia begitu kaget karena melihat deretan pakaian wanita yang semuanya seukuruan tubuhnya.Pilihannya jatuh pada dress coklat terang motif bunga-bunga yang berpotongan leher tinggi.Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menutupi tanda merah di leharnya.Ia tidak mungkin memakai syal disiang bolong seperti sekarang.Dibubuhkannya lipstik samar dan alas bedak agar wajahnya tidak terlihat kuyu karena kurang tidur.


Shinta menatap wajah tampan suaminya.wajah yang nyaris sempurna dimatanya.Alis tebalnya menaungi mata elang yang indah,hidung mancung,bibir tipis dan rahang yang kokoh.Tangannya tergerak menyetuh rahang itu.Ia seperti bermimpi menikahi tuan muda Maverich itu.


"Berhentilah mengagumi wajah tampanku honey,atau kau akan makin jatuh dalam pesonaku" gumam Michael yang masih tetap menutup matanya.Tangannya bergerak menangkap tangan Shinta yang membelai pipinya,lalu menciumnya.


Wajah Shinta merona.


"sudah siang,cepatlah mandi.Bukankah anda ehh..kamu harus kekantor?"


"kau lupa kemarin kita baru saja menikah?aku akan dirumah saja hari ini"


"baiklah,aku akan kebawah menyiapkan sarapan untukmu"


"Biar mereka saja.Sekarang kau istriku,bukan pelayan"

__ADS_1


__ADS_2