
Ponsel Nico berdering berulang kali hingga membuat pemiliknya terbangun.Pria tampan itu mengucek matanya berlahan,menyadari ada makhluk manis yang ada dalam pelukannya.Wanita mungil yang cantik.Bibirnya tertarik membentuk senyum samar saat mengecup kening wanitanya.
Sekilas melihat notifikasi ponsel.Michael yang tadi meneleponnya.Sepagi ini?untuk apa?bukankah dia yang memberikan libur sepekan?bukankah seharusnya empat hari lagi Nico baru mulai beraktifitas dikantor kembali?Tak ingin menganggu tidur Erika,Nico beranjak turun dari ranjang dengan hati-hati sekali setelah sebelumnya menggantikan tubuhnya dengan guling besar agar Erika tetap nyaman dalam tidurnya.
"Hallo,Selamat pagi tuan" Suara serak khas bangun tidur mewarnai telepon pagi itu.Diseberang sana,Michael terlihat sibuk bercanda dengan baby El.Nico dapat mendengarnya dari sambungan telepon saat tuan kecilnya tertawa geli.
"iya Nic.Hari ini kau tetap masuk biasa.Maafkan aku yang sudah mengacaukan cutimu." Hening.Nico masih diam menunggu perkataan lanjutan sang tuan muda.Tapi Mic terlihat tidak berminat meneruskan percakapan itu.
"Baik tuan."
"Apa kau tidak ingin bertanya kenapa aku mencabut jadwal cutimu?" Dalam hati Nico menggerutu juga.Sudah berapa kali tuan mudanya itu menggantikan jadwal meeting,acara dan cuti semaunya.Rasanya tidak akan lengkap adanya Michael tanpa menabrak aturan.Tuan mudanya itu benar-benar troubel maker andal.
"Saya tidak dalam kapasitas bertanya tuan.Tugas saya adalah mematuhi perintah anda." Masih berusaha bersikap profesional padahal hati kebakaran.
"Kita harus kerja paket Nic.Seminggu lagi kita akan ke Indonesia untuk menghadiri acara pernikahan Alicia.Kita akan berangkat bersama,ajak istrimu juga.Anggap saja ini bulan madu kalian."
"Baik tuan."
"ya sudah.Kau taukan harus datang jam berapa?"
"iya tuan." Sambungan telepon ditutup.Sepasang manusia kutub itu memang aneh.Irit sekali bicara tapi kolaborasi terbaik saat bekerja.Seakan Nico adalah nyawa kedua Michael.Dua orang yang saling melengkapi.Tapi anehnya,Nico juga tidak sempurna tanpa tuan muda baru yang amat sangat tengil,Willy.Mereka satu paket lengkap tak bisa dipisahkan satu sama lainnya.
Nico melirik jam dinding.Masih ada waktu dua jam baginya untuk mulai bekerja.Dia kembali rebahan diranjang,memeluk kembali istrinya.Hawa dingin yang menusuk tulang membuat Erika memeluknya karena merasa hangat.Tangannya bahkan secara tidak sadar sudah membelai dada telanjang.Nico memegang tangan itu hingga pemiliknya terbangun.
"Kau menggodaku lagi Erika." bisiknya samar.Erika yang baru bangun tidur masih tidak menyadari apa-apa.Sedikit berpikir namun kalah cepat dengan Nico yang sudah memagut bibir mungilnya.
"ehmm mas...aku ada jadwal masuk pagi hari ini." bisiknya pula saat Nico sedikit melepas ciumannya.
__ADS_1
"Sama,tuan muda juga menyuruh aku bekerja hari ini." desahnya terdengar sangat kecewa.Padahal seumur hidup Nico tidak pernah mengeluhkan jadwal kerjanya dan terkesan menikmatinya walau harus pergi pagi pulang pagi bahkam sampai tidak pulang sama sekali.Tapi hari ini kok jadinya ada yang lain?
"Lebih baik kita segera mandi mas." Erika berusaha melepas pelukan Nico pada tubuhnya,namun hasilnya sia-sia.Tangan kokoh itu tetap melingkar mesra diperutnya,bahkan bertambah kuat membelitnya.Nico bahkan sudah mengecupi lehernya beberapa kali.
"Kau tidak usah masuk hari ini."
"kenapa?"
"aku tidak yakin kau bisa berjalan dengan benar." Dalam hati Erika sedikit setuju.Kakinya masih terasa linu,belum lagi nyeri dipangkal pahanya karena ulah Nico juga tidak memungkinkan dia pergi kerumah sakit dan menangani pasien dalam kondisi tidak baik-baik saja seperti sekarang.Wanita itu mengangguk lemah.
"Katanya mau kerja mas,ayo!bukannya aku harus menyiapkan makan pagimu?"
"untuk apa?ada maid."
"Tapi aku istrimu mas." masih berusaha protes agar bisa menjauh dari Nico yang terus agresif padanya.
"k..kau mau apa mas?"
"morning ***." pipi Erika memerah seketika.Nico orang yang sangat terbuka,to the poin.
"kenapa?" Wajah Erika yang kebingungan membuat Nico penasaran.
"enngg...semalam kan sudah."
"aku bilang morning,bukan night dokter."
"apa itu harus?"
__ADS_1
"ya.Every day."
"Apa???"
"Aku mau setiap pagi Erika sayang..apa kau tidak mendengar?" Lagi dan lagi pipi dokter muda itu memerah.Sekali ini dalam hidupnya ada orang yang memanggilnya dengan sebutan sayang.Belum selesai dengan acara tersipu malu-malunya,Nico kembali menyerangnya.pria itu bahkan tidak memberi kesempatan Erika untuk protes atau melawan.Yang terdengar hanya ******* demi ******* yang membangkitkan gairah.
Selesai dengan penuntasan hasratnya,Nico menggendong Erika kedalam bathtub lalu mengajak mandi bersama.Ini pertama kalinya sekretaris ice man itu bersikap lembut pada orang lain.Erika selalu berhasil membuatnya bersikap seperti manusia,bukan robot bermuka datar yang seolah trademark yang melekat pada dirinya.
"Sebaiknya hari ini kau tidak kerumah sakit dulu." ungkap Nico mengulangi perintahnya tadi,sambil membelai ujung rambut basah Erika yang terendam dalam air.
"aku baik-baik saja mas."
"aku tidak yakin kau bisa berjalan dengan benar setelah seranganku pagi ini Erika." bisikan lirih ditelinganya membuat wanita itu merinding.Sadar Nico hanya menggodanya,dokter cantik itu membuang pandangannya kearah lain lalu beranjak dengan langkah tertatih meninggalkan Nico yang masih membilas tubuhnya di shower.Dia harus segera menyiapkan keperluan sang suami pagi itu.
Tepat jam tujuh pagi Nico sampai dipintu utama kediaman Michael.Dia terlalu banyak menghabiskan sesi bercinta hingga harus mengorbankan waktu sarapan paginya.Untungnya Erika istri yang sangat perhatian,dia sudah mengantisipasi semuanya dengan memaksa Nico membawa kotak bekal kecil yang dimasukkan dalam tas kerjanya.
Michael baru selesai sarapan dan menemui Nico yang sudah berdiri kaku di ambang pintu dengan buku ditangannya.Dia mengangguk hormat pada Mic yang keluar ditemani Shinta yang tampak anggun dengan dress rumahan tanpa lengan yang menampilkan kulit putih mulusnya.Tangannya bergelayut manja pada lengan Mic yang menggendong baby El yang memeluk erat leher kokoh dadynya.
"Selamat pagi tuan,jadwal anda pagi ini adalah meeting dengan Qios pruduction pada jam 9,rapat direksi jam 1 siang dan kunjungan proyek baru ke Manhatan setelahnya,anda juga dijadwalkan makan malam dengan Perwakilan Qios jam 7 malam nanti tuan."
"batalkan acara makan malamnya Nic.Mulai saat ini,hapus semua jadwal diatas jam 5 sore.Malam adalah waktu kita berkumpul dengan keluarga."
"Baik tuan."
"Satu lagi Nic,Telepon anak cabang Luxio di Surabaya untuk menyiapkan akomodasi kita selama disana."
"baik tuan."
__ADS_1
"kita berangkat." Nico menunduk sekali lagi,membuka pintu mobil dan menunggu tuan mudanya menyerahkan El pada momynya.Mata sekretaris itu membola saat Mic mengecup pucuk kepala dan bibir Shinta sekilas.Shinta juga dengan lembut meraih tangan suaminya dan mencium punggungnya.Ahh...kenapa Nico lupa tidak melakukan apa-apa pada Erika tadi?bodoh ...bodoh...bodoh!! batinnya dalam hati.