Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Bekerja


__ADS_3

Mengawali pagi dengan muntah dan kepala pusing seolah jadi rutinitas Shinta beberapa hari ini.Sudah minum obat,tidur teratur juga makan bergizi seperti saran Stephanie,tapi tetap saja mual itu melanda.Dari kemarin Steve sudah berulang kali menyuruhnya kedokter,tapi Shinta enggan pergi dengan berbagai alasan.Toh setelah jam delapan pagi semua sudah normal seperti sedia kala.


Tadi pagi dia mendapatkan telepon dari rumah sakit tempatnya kemarin melamar kerja.Walau hanya sebagai cleaning servis dia bersyukur diterima.Lagian,dijaman sulit seperti sekarang siapa yang mau menerima lulusan SMA sepertinya untuk mendapat pekerjaan layak?Sedangkan dia tau,diluar sana banyak lulusan sarjana yang jadi pengangguran karena kurangnya lapangan kerja.Yang terpenting sekarang dia sudah mendapatkan pekerjaan.


"Kau yakin akan tetap berangkat dengan kondisimu sekarang Ta?apa tidak lebih baik kalau kau membantuku merintis toko online ditempat yang kusewa kemarin?"


"Fan,akan lebih baik kalau kita berdua bekerja.Jadi tetap ada pemasukan untuk kita.Kau bisa merintis usahamu dengan tenang,setidaknya kita tidak akan kelaparan kan?"


"tapi kau..."


Shinta tau Stephanie masih mengkawatirkan keadaanya,tapi dia sudah cukup merepotkan mantan majikannya itu.


"aku udah baikan kok Fan.nanti sepulang kerja,aku janji datang keruko,membantumu.Semangat ya!"


"baiklah....semangat!!" teriak riang Stephanie sambil mengepalkan tangan kanannya keudara.


"aku antar kamu dulu Ta.baru aku keruko.jalan kita searah kan?"


"oke.tapi hari ini saja ya.Besok aku bisa naik angkot yang lewat depan rumah"


"iya deh,anggap saja ini bentuk dukungan dariku"


Tertawa lagi dan lagi lalu berangkat menuju rumah sakit.


*******


Mbak Tika adalah kepala kebersihan rumah sakit Wijaya Bhakti tempatnya bekerja sekarang.Ia wanita berusia awal empat puluh tahunan yang disiplin namun ramah.


"dhek Sinta,mulai hari ini kerjaan kamu bersih-bersih lantai lima ya.soalnya kemarin petugas yang biasa disana diberhentikan oleh pak Adrian". Astaga,lantai lima bukannya paling atas diRS ini ya?kenapa tidak dibawah saja ya?Tapi apa dia punya pilihan?pegawai baru memang kadang bernasib sial.Batinnya miris.


"baik mbak" sahut Shinta patuh.


"Habis itu kamu kepantry kumpul sama yang lain.minta petunjuk mereka cara kerja disini.Bilang mbak Tika yang suruh ya"


"iya mbak"


"tunggu,ada sesuatu yang harus kamu tau saat kerja disini"

__ADS_1


"iya mba.ada apa ya?"


Tika berdehem sebentar,memandang Shinta lekat berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau pilihannya sudah tepat.Adrian adalah tipe pria sensitif yang tidak suka perempuan yang bersikap over padanya.Berulang kali dia memecat pegawai kebersihan dilantai lima dengan alasan tidak jelas.Dia tidak ingin gadis lugu seperti Shinta mengalami nasib yang sama.


"hanya empat orang yang akan bekerja disana.Aku,kamu dan dua orang lagi asisten pak Adrian sendiri.Sebaiknya kamu menjaga sikap ya.Jangan pernah masuk untuk membersihkan ruang kerjanya,apalagi coba-coba menyapanya.Cukup tundukkan kepalamu sebagai tanda hormat" jelas Tika panjang lebar.


"baik,saya mengerti mbak"


"sekarang ayo kita kesana,jangan sampai dia datang tapi koridor masih kotor."


"mbak,pak Adrian itu kepala Rumah sakit ini ya?" Tika masuk ke lift dan menekan tombol naik.Hanya ada mereka berdua karena masih pagi.Gedung depan memang hanya dikhususkan untuk administrasi RS.


"bukan,pak Alex kepala RS ini.dia ada dilantai empat."


"lalu pak adrian?"


"Dia juga baru beberapa minggu disini dhek.Sebenarnya pak Alex bilang cuma mau refreshing sambil memantau disini,tapi kok jadi krasan ya?"


"memangnya dia orang mana mbak?"


"jakarta"


"putra tunggal pemillik Wijaya bhakti group yang cabangnya dimana-mana Dhek.Dia jarang bicara dan sangat formal."


"hmmmm"


Bangunan utama dilantai lima adalah tempat yang jarang dimasuki.Hanya jajaran direksi dan staf khusus yang berani kesana.Disana hanya ada satu ruanga besar tertutup pintu kayu jati yang kokoh.Selepasnya hanya ruangan khas rumah sakit yang luas dan didominasi warna putih.Dalam pikiran Shinta,ruangan ini malah lebih mirip galeri lukisan dari pada rumah sakit karena begitu banyak lukisan yang menempel didinding.


Mbak Tika mulai memberitahu dan mengajarinya tentang tugas barunya.Shinta menyelesaikannya dengan rapi dan bersih.Tugas selesai saat dua pria tinggi besar keluar dari lift dan melewati mereka tanpa menyapa.


"Mereka para asisten dokter adrian" bisik mbak Tika.


"owwh..kukira tadi debtcollectore mbak.aku sampai ketakutan"


"kau pernah berurusan dengan debtcollector ya?"


Shinta tertawa sumbang

__ADS_1


"dulu ayahku didatangi orang seperti itu hampir tiap hari mbak.ayo kita kebawah"


Mereka berjalan beriringan masuk lift yang membawa kelantai dasar.Mbak Tika menunjukkan jalan menuju pantry sebelum berlalu mengecek kerja karyawan lain.Sepertinya dia teman kerja yang baik dan cekatan.Pantas saja dia sudah menjadi kepala kebersihan sekarang.


*********


Sesuai janjinya,sepulang dari kerja di RS Shinta mampir keruko baru Stephanie.Rio terlihat sibuk membantu memasukkan baju-baju dan sepatu kedalam toko.Stephanie naik tangga untuk menata barang agar terlihat rapi.


"hai Ta,udah pulang?"


"udah.sini kubantu Fan"


"ehhh...sambil ceritakan pengalaman kerjamu dihari pertama tadi ya.apa bosnya galak seperti kakak?" Raut wajah Shinta berubah seketika.Sungguh dia ingin melupakan Michel.Ia benar-benar ingin lupa dan menganggap pertemuan mereka hanya mimpi buruk yang mengganggu tidurnya.


"maafkan aku Ta.aku tidak bermaksut....." Stephanie beringsut turun dari tangga.Memeluk bahu Shinta.


"Tidak apa-apa Fan.Bagaimanapun dia kakakmu.Aku tidak pernah dendam dengannya"


"maafkan kak Michael Ta"


"aku sudah memaafkan dia Fan.Walau dia gagal jadi suami yang baik,tapi berkat dia aku mendapatkan sahabat sebaik dirimu" ucap Shinta tulus.


"Tapi aku masih ingin kau tetap jadi kakakku Ta"


"itu tidak mungkin,Tuan Michael tidak suka menjilat ludahnya sendiri"


"eehh biaklah...sekarang ceritakan tentang tempat kerjamu" Nada riang Stephanie membuat mood Shinta membaik.Mereka kembali sibuk berceloteh sambil bekerja.


Menjelang senja Rio pamitan pulang untuk membantu ayah mandi dirumah,sedang mereka berdua masih sibuk memajang dagangan dimarketplace.


"Ta,apa kau punya keahlian bercocok tanam kan?


" iya.sedikit


"eehhh lihat,banyak orderan bibit tanaman lokal.barangkali kau mau mencoba?biar aku yang memasarkannya di internet"


"ide bagus Fan,besok aku akan mulai nyari bibitnya"

__ADS_1


Wajah Shinta berseri.Dia memang hobi berkebun.Kemarin saat melihat sisa tanah didepan dan belakang rumah,dia sudah berinisiatif untuk melakukan hobinya.Tapi selalu saja rasa tidak enak badan menderanya dipagi hari.Ada apa dengan tubuhnya?


__ADS_2