Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Drama pernikahan


__ADS_3

Suasana megah sebuah pernikahan keluarga konglomerat begitu terasa.Hotel bintang lima milik keluarga Maverich penuh sesak oleh para tamu dan undangan yang ingin menyaksikan secara langsung pernikahan dua keluarga kaya itu.Dekorasi ruangan yang mewah,meja-meja yang penuh hidangan untuk jamuan dan pernik-pernik pesta tampak menyemarakkan suasana.


Dikamar pengantin,sesosok perempuan berdarah eropa yang sudah didandani dengan begitu cantik duduk didepan meja rias,menatap wajahnya yang dipoles sempurna.Senyum puas tergambar di raut wajahnya.Sesaat lalu dia menerima telephon dari orang suruhannya yang ditugaskan untuk mengawasi setiap gerakan Shinta di Indonesia.Wanita itu tidak mau gadis pembantu itu merusak suasana hati dan pernikahannya.Baginya menikah dengan Michael adalah harapan besar semenjak cintanya pada sang kakak ipar kandas.


"sekarang Mic hanya milikku ha..haaa...haa..."


Tawa keras itu mengubah wajahnya hingga memerah.Pintu terbuka,dan masuklah Tuan Reeves dan istrinya untuk menjemputnya turun.


"Alice sudah saatnyaa kau turun.Mic sudah menunggumu dari tadi di altar" ujar ibunya.Hati Alicia bersorak kencang.Dia mengandeng lengan ayahnya diikuti sang ibu yang membantunya merapikan gaun.


Michael berdiri gagah dengan balutan tuxedo hitam,sisiran rambut rapi dan dandanan sempurna.Alicia dapat melihatnya dari tempatnya berjalan sekarang.Matanya tidak lepas dari sosok Michael.Semua undangan menoleh pada Alicia yang berjalan penuh percaya diri dalam gandengan sang ayah.Gaun panjang karya perancang terkenal dari paris terpasang pas ditubuh ramping sang pengantin.Tiba di depan altar,seorang pastor setengah baya sudah menunggu dan berdiri diantara keduanya.


Michael menatap dingin pada Alicia.Tidak ada kekaguman atau rasa terkejut melihat pengantinnya.Wajahnya tetap datar.Alice sudah kebal dengan kelakuan Michael sejak masih remaja.Sama-sama tidak menampakkan raut penasaran saat prosesi akan dimulai.


Layar besar di belakang dan kanan kiri ruangan yang dipakai untuk menayangkan prosesi itu langsung menyala,menampilkan perjalanan dan biodata calon pengantin dengan deretan gelar dan keberhasilan keduanya di dunia bisnis.Alicia tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya.


"teruslah tersenyum semampumu alicia Reeves,karena sebentar lagi senyumanmu akan jadi tangisan" bisik Michael sarkas.


"a..apa maksutmu?"


Tidak menjawab,Michael malah memberi kode pada Sekretaris Nico yang bergerak cepat memutar beberapa tombol.Layar itu berubah jadi remang-remang.Menampilkan kejadian dalam kamar dikediaman Maverich yang melibatkan dirinya dan Laura maverich.Jebakan yang berujung skandal yang menghancurkan pernikahan Michael.Belum hilang rasa terkejut para undangan,sesi kedua dimainkan.Ada scene saat Alicia dan Jonathan smith masuk kesebuah hotel lalu menghabiskan malam bersama.


Laura berteriak agar layar dimatikan,tapi Nico menghalau para asisten Laura dengan garang.Bagaimanapun mereka bukan tandingan Nico.Saat empat orang mencoba merangsak maju untuk membantu,pria berjas biru tua seperti dirinya ikut bergerak maju.Senyum lebar dan kerlingan jenaka memenuhi wajahnya.


"hey ....kalian mau apa?jangan ganggu moment saat aku jadi aktor hari ini.Setidaknya biarkan semua tamu melihat tubuh athletisku" katanya percaya diri lalu bergerak lincah menghalau mereka.


"Willy" teriak mereka bersamaan.Yang diteriaki malah pasang wajah innocence,menyingsingkan lengan jasnya seolah menantang mereka maju.Yang ada enam orang itu malah mundur.Mereka tau,menghadapi duo tampan itu hanya pekerjaan sia-sia yang akan menghilangkan nyawa,minimal patah tulang.Lebih baik menerima amukan sang nyonya besar lalu menghilang,menyelamatkan diri.


"kau lihat,hari ini kau bintangnya Man" ujar niko sambil tersenyum miring pada Willy.Yang diajak bicara malah acuh saja saat semua mata memandangnya.Berusaha meyakinkan diri bahwa pria itu sama dengan yang ada dilayar.

__ADS_1


Laura yang histeris ditarik masuk keruangan lain oleh Abraham.Pria itu begitu marah pada kelakuan istrinya.Wajah tuanya jadi beku dan menyeramkan diselimuti amarah.Laura hanya bisa menangis dan berulang kali mengucapkan maaf.Tapi Abraham seperti tuli dan tetap menyeretnya keluar.


Alicia juga tidak kalah terkejut dari Laura.Dia berpikir keras dari mana Michael memperoleh video itu?padahal semua pelayan rumah sudah diliburkan dari awal,penjaga juga sudah disingkirkan dengan tipu daya Laura dan orang-orangnya,demikian juga cctv,sudah dimatikan sehingga kejadian itu minim jejak dan saksi.


"nona Alicia Reeves...apa sekarang kau masih punya muka untuk memintaku menikahimu?" Nada dingin sedingin aura Michael membuatnya merinding.Ayah Alicia yang melihat putrinya tersudut segera bangkit dan mencoba melindungi Alicia,tapi Michael lebih dulu memberinya isyarat agar berhenti ditempatnya.


"Apa kau juga masih punya muka untuk membela putrimu yang memalukan ini tuan Reeves?"


"putriku berbuat itu juga karena bujukan ibumu.kau tidak bisa menyalahkan dia saja.ibumu lebih memalukan dari putriku"


Michael tetap tenang dan menatap tajam tuan Reeves.Kedua pria beda generasi itu berdiri berhadapan dengan ego masing-masing.


"Hentiikkkaannn dad!!" teriak Alicia lalu berlari kearah ayahnya.


"aku tidak mau kau menikah dengan pria angkuh seperti ini Alice.Masih banyak pria baik diluar sana yang bisa membuatmu bahagia".


" lakukan saja tuan Reeves,dan aku ingin tau,apa masih ada keluarga terhormat yang mau menerima putrimu untuk jadi menantunya?" kekeh Michael dengan mulut menyeringai.


"cukup dad,aku tidak ingin menikahi dia atau siapapun!!aku sudah hancur dad." tangis alicia mengeras seiring para tamu undangan yang undur diri satu persatu.Drama ini begitu melelahkan bagi mereka.Hanya beberapa orang yang masih bertahan dengan kamera ditangannya.yang ini pasti deretan emak-emak kepo ya guys....


Alicia maju mendekati Michael.


"aku akan menukar rasa bersalahku padamu dengan info yang sangat penting bagimu"


"katakan"


"nanti malam Shinta akan menikah dengan seorang dokter di Indonesia"


Mata Michael terbelalak.Dia menelisik wajah Alicia.

__ADS_1


"kau harus percaya aku,karena aku juga sahabatmu Mic"


"apa kau masih pantas disebut sahabat Alice?"


"setidaknya aku tidak sejahat yang kau pikirkan Mic.Shinta mengandung anakmu"


dhuuuaarrrr....


Tubuh Michael terhuyung kebelakang.Nico dan Willy bertindak cepat dengan menahan lengan tuan mudanya.


"kau tau dimana Shinta berada Alice?"


"orang suruhanku......." belum sempat meneruskan kalimatnya,Michael sudah menarik tangan Alicia melewati tuan Reeves yang masih berdiri tegang,membawanya berlari keluar hotel dengan kaki terpincang karena sepatu hak tinggi yang menyulitkan langkahnya.


"Nic,siapkan penerbangan darurat sekarang!!"


"baik tuan muda" Segera mereka memasuki mobil menuju bandara.Willy mengendarai dengan kecepatan tinggi membuat Alicia ketakutan.Sekretaris Nico menelepon beberapa orang untuk persiapan dan Michael yang berulang kali meremas rambut dikepalanya karena frustasi berat menjadi pemandangan tersendiri dalam mobil itu.


"berapa jam kita sampai kesana?"


"kita sampai surabaya dalam waktu dua jam tuan muda.Dari sana kita akan menempuh jalur darat selama empat jam"


"apa tidak ada bandara terdekat disana?" Michael mulai gemas dan khawatir takut terlambat


"ada bandara pribadi milik perusahaan disana tuan,tapi kita harus nego dulu untuk akses masuk,namun setelah itu masih harus satu jam ke tempat nyonya muda dengan mobil"


"lakukan.aku ingin sampai secepatnya"


"baik tuan muda"

__ADS_1


negosiasi berlalu dengan akhiran sepakat.


__ADS_2