Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
kakak rasa sahabat


__ADS_3

Suasana canggung masih terasa saat sarapan pagi.Stephanie yang biasanya berada disamping Michael pindah posisi dikursi lain.Gadis itu dengan cueknya menyeruput segelas susu coklatnya tanpa memperhatikan kakak dan iparnya yang sangat kaku.


Michael jadi sangat manja sejak semalam.Makan minta disuapi,minum minta dilayani,duduk juga maunya terus didekati.Shinta jadi berdecak kesal karena ulah suaminya.Sepertinya Michael sangat menikmati perannya sebagai suami baru.


Michael menatap jengah pada sekretaris Nico yang barusan datang.


"tuan jadwal anda...."


"cancel semua Nic,aku ingin dirumah seharian ini"


"maaf tuan,anda tidak bisa membatalkan meeting denga ABS link.Mereka sudah terlanjur sampai tuan.Dan anda diminta jadi wakil tuan Abraham sebagai CEO maverick group."


"kau atau Willy bisa menggantikanku"


"maaf tuan...hanya anda dan nona Stephanie yang bisa,lain halnya kalau saya atau Willy mewakili anda sebagai dirut Luxio tuan." Michael mengeram kesal.Dia lupa kalau meeting itu untuk perusahaan ayahnya.


Selama ini dia memang menjalankan dua perusahaan berbeda.Selain sebagai CEO maverick group yang merajai pusat perbelanjaan,hotel dan industri ayahnya,dia juga menjalankan perusahaan propertinya sendiri.Pria ini memang terlahir jenius dan pekerja keras.


Untuk mewakilkan tugasnya pada Stephanie jelas pilihan yang tidak mungkin.Meeting ini bernilai jutaan dolar dan Stephanie sama sekali tidak kompeten.Ia tidak ingin main-main.


"baiklah,tunggu aku sebentar lagi" Nico undur diri.


"siapkan bajuku,aku harus kekantor" Shinta tidak perlu diberitahu ulang.Ia menuju kamar diikuti Michael dibelakangnya.Saat pintu terkunci,Michael memeluk tubuhnya dari belakang dan mulai mencumbuinya lagi.


"bukankah kamu harus buru-buru pergi?"


"meetingnya satu jam lagi,kita masih punya sedikit waktu untuk bercinta sayang"


"tapi...."


"aku perlu morning sex tiap hari" bisik Michael sensual.


"dasar mesum" Shinta memukul tangan Michael yang melingkar diperut ratanya.Tanpa persetujuan Michael membawa Shinta kesofa.Yang terjadi selanjutnya hanya terdengar erangan dan desahan tak ada hentinya dari bibir kedua insan itu.Hingga keduanya terkulai lemas dengan nafas memburu.Michael segera bangun dan menuju kamar mandi,sedangkan Shinta menyiapkan pakaian dan sepatu suami tampannya.


*********


Setengah jam kemudian Michael dan Shinta kembali turun.Stephanie yang masih diruang makan tampak masih asyik dengan hpnya.

__ADS_1


"Ta,nanti temani aku belanja ya.Aku harus keacara ulang tahun temanku lusa"


"Steve" Stephanie tertawa sumbang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Ia lupa kalau sekarang Shinta adalah kakak iparnya,pantas saja michael memperingatkannya.


"he...he...iya.Kak Shinta" ujarnya cengengesan menatap shinta yang juga tersenyum jenaka.


"Boleh ya kak?aku hanya galau kalau belanja dlsendirian"


"Sayang,kau tidak keberatan mengantar Steve belanjakan? tanya Michael sambil membelai rambut sebahu Shinta.


" kenapa bertanya?bukanya aku tiap hari mengantar Fani kemana-mana?"


"sekarang kau kakaknya,bukan pembantunya lagi" serga Michael.


"aku tetap sahabatnya" Stephanie langsung berlari dan merentangkan tangannya pada dua kakaknya.Memeluk mereka sambil tertawa senang.


"Ternyata begini ya...punya kakak rasa teman.its so sweet"


Mereka tertawa bersamaan.Shinta mengantar Michael sampai kedepan pintu dan memberikan tas kerjanya.Dia mengulurkan tangannya,memberi kode pada suaminya untuk mengulurkan tangannya juga.Michael masih berdiri bingung,memajukan dagunya mencari tau.Shinta yang sudah gemas langsung meraih tangan kanannya lalu mencium punggung tangannya.Michael terkesiap.


"aku berangkat dulu sayang"


"hati-hati dijalan ya..." Shinta melambaikan tangan hingga mobil Michael dan sekretaris Nico hilang dipintu gerbang.Ia masuk lagi kerumah dan menemui Stephanie.


"Fan,mau belanja kapan?"


"sekarang aja gimana Ta,ehhh...kak..he..he..."


"baiklah,aku ganti baju dulu ya"


"oke"


Stephanie hampir terlonjak kaget saat membalikkan tubuhnya dan hampir menabrak Asisten Willy yang datang tanpa suara.Ia memekik kesal.


"Will,kau mengagetkanku"


"maaf nona muda.Saya hanya ingin memberitau kalau tuan muda menyuruh saya mengantar anda dan nyonya berbelanja"

__ADS_1


"kenapa mesti diantar sih?aku mau ngajak Shinta nonton" dengus Stephanie kesal.


"ini perintah tuan muda nona"


"kakak selalu mengacaukan rencanaku.Baiklah,aku mau ganti baju dulu"


Willy hanya mengangguk samar.Stephanie bahkan tidak menginginkan kehadirannya.Dia tidak tau bagaimana usahanya agar dapat mengawal dia belanja.Dia rela memohon pada dua bodyguard yang ditugaskan dengan iming-iming uang dan merengek pada Michael agar diijinkan jadi pengawal istri dan adiknya.sungguh memalukan.


Sekian menit menunggu,dua wanita cantik turun mendekatinya.Keduanya tampak klop dan sedang bahagia.Setatusnya kakak ipar,tapi manjanya melebihi kakak kandung.Stephanie bahkan menggandeng tangan Shinta seperti teman sepermainan.Rambut pirangnya diurai sebatas punggung,kontras dengan rambut hitam sebahu Shinta yang diikat ekor kuda.


Willy berdiri dan mendahului mereka untuk membukakan pintu.


"silahkan nyonya"


"asisten Willy,kau tidak usah memanggilku nyonya." ucap Shinta sambil masuk kemobil.


"anda istri majikan saya"


"kalau begitu kau jangan memanggilku nona muda asisten Willy.aku bukan majikanmu" timpal Stephanie.


"anda juga majikan saya nona"


"aaahh sudahlah...terserah kau saja." ketus Stephanie lalu menyusul Shinta masuk.Mobilpun melaju pelan membelah jalanan.Hati Willy berbunga mendengar celotehan riang Stephanie yang hanya sesekali dibalas oleh Shinta yang lebih sering tersenyum saja.


Sifat asli Stephanie memang periang dan mudah bergaul.Ia adalah gambaran kebalikan dari Michael yang cenderung kaku dan tidak bersahabat.Itulah yang membuat Willy tertarik padanya.Gadis manis berwajah ovale itu tidak pernah pilih-pilih teman bergaul.Sejak kecil dia berteman dengan anak-anak pelayan dan anak asuh tuan besar Abraham walau nyonya Abraham selalu melarang dan menghukumnya.Ia hanya gadis yang kekurangan kasih sayang orang tuanya,berubah frustasi dan lari ke alkohol hingga narkoba.


Tak terasa mereka sampai ke Mall milik keluarga Maverich.Semua pekerja yang mengenal Stephanie dan Willy serentak membungkukkan badan sedikit.Stephanie menoleh pada Willy yang terus mengekori langkah mereka berdua.


"apa kau akan terus mengikuti kami Will?"


"itu tugas saya nona"


"Baiklah kalau kau bersikeras.seperti kataku tadi,aku mau mengajak kak Shinta nonton dulu"


Willy terdiam.Dia sangat ingin ikut nonton disamping Stephanie,atau hanya sekedar duduk agak dekat saja agar dia tetap bisa melihat pujaan hatinya.Tapi sepertinya itu warning keras darinya agar dia menjauh.Tiba-tiba hatinya jadi sedih.Shinta hanya melihat wajahnya sekilas.


"Fan,biarkan asisten Willy ikut nonton.Dia akan menjaga kita nantinya" ujar Shinta bijak.Wajah Willy yang semula layu jadi segar lagi,semangat lagi.Stephanie hanya mengangguk lalu menuju loket.Willy menangkupkan kedua tangannya tanda terimakasih pada Shinta.

__ADS_1


__ADS_2