Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Ketahuan


__ADS_3

Pagi yang cerah saat Shinta mengetuk kamar Stephanie.Tak ada sahutan seperti biasanya.Ia masuk dan melihat Stephanie mengigil kedinginan disudut ruangan.Keringat dingin membanjiri tubuhnya.Terlihat ia begitu kesakitan.Shinta mendekatinya,tapi tangannya ditepis kasar.Ia menghela nafas saat berkali-kali bertanya tapi tidak dijawab.Agak panik,Shinta turun kebawah untuk mencari bantuan.


Tak ada siapun dirumah.Semua pelayan sibuk dengan tugasnya masing-masing.Tidak ada cara lain,ia harus memberi tau Michael.Bukankah Stephanie adalah adiknya?jadi dia harus tau kondisinya.Ragu-ragu Shinta kembali keatas.Mendekati pintu kamar Michael,mengetuknya.


Michael membuka pintu kamarnya.Masih menggunakan bathrope putih yang sedikit terbuka bagian atasnya.Tak sengaja,Shinta menatap lekat dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu halus didepannya.


"kau berubah pikiran?sayangnya aku harus buru-buru kekantor.Ternyata wanita kelas rendah selain pandai bersandiwara juga plin-plan" ejek Michael.Shinta tidak menananggapinya.Ia masih kesusahan menelan ludahnya karena pesona sang dada pria kaya.


"ohh..ternyata kau juga sangat berpengalaman ya?Hati-hati...kau bisa ngiler kalau terus menatap dadaku"


'ahh siaalll' batin Shinta.Seketika dia tersadar tujuan utamanya datang kemari.


"Sepertinya nona Stephanie sakit tuan.Anda harus memeriksanya"


"Dia sakaw.Biarkan saja,beberapa jam lagi juga sudah normal.Dan ingat,jangan biarkan siapapun masuk kekamar selain kau.Jika sampai Stephanie mendapat obat jahanam itu...maka kau pelakunya" Ancaman Michael membuatnya surut kebelakang beberapa langkah.Ia lupa stephanie adalah pecandu.Berarti mulai sekarang dia harus ekstra menjaga nona mudanya.


Tanpa menjawab Shinta pergi menuju kamar Stephanie lagi.Stephanie masih ditempat semula.Gelisah,ketakutana dan kesakitan.Shinta jadi tidak tega melihat kondisi Stev.Siapa yang membuatnya jadi seperti ini?Selama Shita disini,gadis itu juga hanya sekali keluar rumah.Lalu darimana dia mendapatkan obat itu?Berarti ada orang dalam yang bermain,dan mungkin itulah yang dimaksud Michael tadi.


lewat setengah hari,kondisi Stephani tidak berubah.Shinta membantunya naik ketempat tidur dan menyelimutinya.Tiba-tiba tangannya dicengkeram erat


"berikan aku barangnya.tubuhku sakit semua"


"apa maksut anda nona?"


"berikan aku"


"saya tidak punya barang yang anda maksutkan"


'Kalau ini memang benar-benar permainan,maka aku harus menangkap pelakunya.Tapi bagaimana bisa?sedangkan aku tidak tau,siapa yang menyelundupkan narkoba dirumah ini.Kau aku tetap disini,kemungkinan pelakunya tidak akan datang karena takut ketahuan' batin Shinta.


Bergegas Shinta meninggalkan kamar.Dia harus memancing pelakunya untuk mesuk kamar untuk bertemu Stephanie.Orang itu pasti tau kapan waktunya Stephanie sakaw dan membutuhkan obat darinya.Dan bisa dipastikan dia akan muncul,baik itu kemauan sendiri,atau atas permintaan Stephanie.Tapi bagaimana dia bisa membelinya jika Michael sudah memutus semua akses keuangan Stephanie?

__ADS_1


Enggan bertanya dalam hati tentang hal yang tidak ia ketahui jawabannya,Shinta turun menuju dapur.Ia ingin mengisi teko minuman yang kosong.Berada terus dikamar membuat dia kepanasan juga hingga mau tak mau diembat juga minum sang nona.


Dia urung menuju dapur saat terlihat sekelebat bayangan dari lorong kanan rumah. tangga.Shinta menempelkan tubuh di dinding,lalu menyelinap dibawah tangga.Sedikit menjulurkan kepala,dia melihat orang itu mengendap-endap masuk kekamar Stephanie.


Soraya.Iya,itu Soraya.Stephani hafal postur tubunya.Apa mungkin Soraya pelakunya?Lalu dari mana dia dapat uang untuk membeli barang haram itu?


Shinta mengendap seperti Soraya.Sayup-sayup dia mendengar soraya bercakap-cakap.Setengah tidak terdengar karena Terhalang pintu tebal.Katika langkah kaku terdengar menuju pintu,Shinta buru-buru berlari dan bersembunyi keujung lorong.Soraya menoleh kanan kiri untuk memastikan kondisi aman sebelum dia meninggalkan tempat itu.


Shinta masih menunggu Soraya menghilang untuk kembali masuk kekamar.Didalam sana,dia melihat nona besarnya menghisap sabu dengan cueknya.Baru beberapa saat,tubuhnyasudah bugar lagi.Benar-benar luar biasa efek narkoba ini.Pantas saja banyak orang bodoh diluar sana rela membuang uang mereka untuk kesenangan sesaat yang akan membahayakan nyawanya suatu saat nanti.


"sampai kapan nona akan begini"


Stephanie melirik acuh.Dia tetap pada kegiatannya.Shinta menarik nafas dalam.Diambilnya ponsel yang dia selipkan diantar tumpukan buku dirak dekat pintu kamar mandi.Ia tidak butuh jawaban Stephanie,Ia butuh bukti ini untuk menangkap Soraya.Shinta memang sengaja meletakkan ponselnya disitu,untuk berjaga-jaga orang itu masuk saat dia pergi dari kamar.Dan ternyata instingmya benar.


**********


Shinta masih mengulang-ulang video dalam ponselnya.Soraya datang dan mengeluarkan narkoba dari balik bajunya.Hanya bungkusan kecil.


"cium kakiku dulu Stev!kau lupa kalau kalau kau pelayanku" perintah Soraya dengan nada angkuh.Aneh,tanpa protes Stephanie melakukan permintaan Soraya,seolah dia bukan nona besar yang punya kekuasaan atas pembantunya.


"Selamanya kau akan jadi anjingku Stev,seperti kalian memperlakukan ibuku" Tawa Soraya menggema.Dijambaknya rambut Stephanie hingga gadis itu mendongak keatas.


"Kalau kau bilang pada orang lain,maka selamanya kau akan tersiksa tanpa pertolongan.Kau mengerti Stev?" Stepahanie mengangguk.Video berakhir dengan Soraya yang pergi dari situ.


********


Siapa Soraya sebenarnya?Tak ada yang tau pasti.Tapi menurut bibi Chun tuan dan nyonya besar Abraham yang membawanya sendiri kemari dari desa terpencil di perbatasan.Selanjutna bibi Chun tidak tau lagi,karena sifat Soraya yang tertutup dan Tuan besar yang tidak pernah menyinggung tentang masa lalu Soraya.Tapi Shinta tak mau ambil pusing.Yang harus dia lakukan sekarang adalah membeberkan segala sesuatu tentang Soraya dan kalau bisa menjauhkan dia dari Stephanie.Wanita itu terlalu berbahaya untuknya.


Shinta mondar mandir didepan pintu utama.Berulang kali menengok jam dinding.Sudah jam 9 malam,tapi Michael belum juga pulang.Ia tidak sabar untuk bicara dengannya untuk membicarakan masalah Stephanie.Dada Shinta terasa sesak saat melihat Stephanie Fly setelah mengkonsumsi barang itu dengan dosis tinggi.Nona mudanya bisa cepat meninggal jika dibiarkan.


Deru mobil memecah kesunyian malam,tak lama terdengar bunyi sepatu mendekati pintu.Shinta segera berdiri dari duduknya.Michael memincingkan matanya melihat Shinta berdiri menyambutnya.

__ADS_1


"apa kau sudah benar-benar tidak sabar untuk melemparkan tubuhmu padaku hingga nekat menungguku hingga sekarang?" perkataan Michael terdengar mengejek.


"Ada yang ingin saya bicarakan tuan muda"


"Negosiasi harga?aku merasa hargamu tk semahal sebuah mobil paling buruk digaransi"


Shinta hendak membuka mulutnya tatkala melihat bayangan Soraya dibalik pintu.Wanita itu menguntitnya.Dia pasti curiga pada Shinta.


"Ehmm...bisakah kita negosiasi didalam kamar saja tuan? Shinta berkata tegas.Dahi Michael berkerut,kenapa gadis ini bisa tiba-tiba seagresif sekarang?


" Baiklah.ayo!" Michael melangkah gagah menuju kamarnya.Shinta menguntit dibelakangnya.Tidak ada cara lain selain begini,batinnya ngilu.Setelah memberitau Michael dia akan segera pergi dari sana.


Nuansa maskulin menebar diseluruh ruangan saat kamar itu dibuka.Michael menata kamarnya dengan rapi dan menakjubkan.Dia melarang semua pelayan masuk kesana walau hanya sekedar menyapu.Semua dikerjakan sendiri.Meski putra milyarder,tapi dia sudah terbiasa mandiri sejak kuliah di Amerika.


Michael menatap lurus Shinta yang berdiri didekat pintu.Pandangannya berubah mencemooh sekian detik kemudian.Ada yang ngilu disudut hati Shinta.Pasti pria ini sudah menganggapnya jalang penggoda.


"kemarilah"


"Berapa nominal yang kau minta?sebutkan saja!"


"saya buka pelacur tuan.saya kemari untuk ini" disodorkannya ponsel pada Michael.Sekali lagu dahi Micheal berkerut menyaksikan adegan itu.Tangannya mengepal,memukul meja hingga berdebum.Wajah dinginnya berubah lebih menakutkan.Tangannya bergerak mengambil ponsel,menekan sebuah no dan berbicara dengan gigi bergemletuk.Amarah benar-benar menguasainya.Shinta bergidik ngeri.


"Willy,kumpulkan semua orang diruang tengah"


***********


Semua pelayan menunduk dalam melihat wajah Michael yang merah padam menahan marah.Dengan langkah lebar ditariknya Soraya mendekat.Bersamaan dengan itu layar besar menampilkan video yang diambil Shinta.Semua orang terkejut.


"Tuan saya....saya minta maaf" kata Soraya terbata lalu langsung melorot bersimpuh dikaki Michael.


"patahkan tangan dan kakinya lalu buang dia kejalan"

__ADS_1


Sekejap kemudian teriakan Soraya menggema diseluruh ruangan.Kaki Shinta gemetaran.Soraya diseret keluar dua bodyguard tinggi besar yang biasa berjaga di pintu utama.Tangan kakinya patah.


__ADS_2