
Paginya saat Shinta membuka mata,Michael sudah tepat didepan wajahnya.Matanya masih menatap Shinta lekat.Hembusan nafasnya menyentuh pipi Shinta hingga membuat gadis itu merona dan membuang pandangan.Ia ingin bangkit,tapi tangan besar Michael masih melingkar dipinggangnya.Kaki kanannya juga masih menindih tubuhnya.Lagi-lagi dia putus asa.Tidak ada gunanya bergerak,Michael sudah mengunci gerakannya.semakin dia bergerak maka pria itu akan makin mempererat pelukannya.
"kenapa pipimu merah sekali hem?"
"bisakah kau melepaskan tubuh saya tuan?saya tidak bisa bernafas"
"kau biasa saja pada Stephanie,tapi sangat canggung padaku"
"anda majikan saya tuan"
"kalau aku minta kau bersikap padaku seperti pada Steve apa kau mau?"
"tid..tidak tuan.sa..sa..."
Belum sempat selesai dengan mulut gagapnya,Michael sudah mencium bibirnya.
"morning kiss" bisiknya sambil mengelus bibur bawah gadis itu.Bibirnya jadi sedikit bengkak karena ulahnya semalam.Tapi malah kelihatan penuh dan seksi.Shinta terdiam.
"saya permisi tuan,Sudah saatnya saya kekamar fani ehh...nona muda" sahut Shinta.Michael mengangkat kakinya juga merenganggkan pelukannya.
"Aku menunggumu dimeja makan"
"satu lagi....jangan pernah mengurai rambutmu didepan siapapun selain aku.kau mengerti?
Shinta mengangguk dan buru-buru keluar kamar.Didepan pintu,ada Mia yang membersihkan lantai.Matanya terbelalak melihat Shinta keluar memakai piyama kebesaran dari kamar tuan mudanya.
'apa Shinta tidur disana ya?' gumamnya penasaran.Selama hampir sepuluh tahun bekerja disana,Mia memang tidak pernah melihat Michael dekat dengan wanita,bahkan memandang saja tidak pernah.Bukankah aneh kalau Shinta tidur dikamarnya?Majikannya bukan orang yang ramah pada wanita,apalagi pembantu.Secantik apapun orangnya,kalau labelnya pembantu,dia yakin Michael tidak akan mau.Mia menggelengkan kepalanya,menepis pikira negatif dikepalanya.Setahunya,Shinta juga gadis baik-baik.Jadi tidak mungkin Shinta berbuat begituan.Dan kalaupun benar berbuat begitu,Mia tidak keberatan kalau Shinta jadi nyonya mudanya.Gadis itu penurut,rajin dan baik hati.
**********
Shinta berdiri diruang makan.Menarikkan kursi untuk Stephanie lalu berjalan menuju pantry.Mengambil dua gelas kopi untuk Fani dan Michael.Hati-hati dia mengulurkan cangkir itu lalu kembali menuju dapur.Jantungnya sudah berdetak kencang saat bertemu pandang dengan Michael.Tatapan pria itu kembali dingin dan acuh,tidak seperti dikamar pagi tadi.
'mungkin aku yang terlalu bermimpi.aku dan dia bagai bumi dengan langit.Dia bisa mendapatkan wanita manapun,bukan pembantu sepertiku' batin Shinta nyaris putus asa.
__ADS_1
"Ta.sini....ayo makan sama kami"
teriak Stephanie,Shinta menoleh lalu menjawab pelan.
"aku akan sarapan dibelakang dengan yang lain Fan"
"ehh...sini.jangan pedulikan kakak.anggap saja dia tidak ada." stephanie bersikeras.Sedikit memaksanya duduk.Michael melirik dengan ujung matanya.Pura-pura acuh.
******
Sekertaris Nico dan Willy sudah ada diruang tamu saat Michael selesai sarapan.Dia masuk keruang kerjanya mengambil berkas yang tertinggal.Shinta mendekati duo tampan itu.
"maaf sekretaris Nic,bisakah aku minta ijin bertemu dengan Ayya hari minggu ini?" tanyannya ragu.Nic yang semula membaca jadwal tuan Michael mengangkat kepalanya.
"sudah berapa kali kubilang,mintalah ijin pada tuan Michael"
"tapi nona Fani sudah mengijinkan aku"
"kau tetap harus minta ijin tuan untuk keluar dari rumah ini" ketus Nico.Lain halnya dengan Willy...ia malah fokus pada bercak merah dibelakang telinga Shinta.Asisten tampan yang gaul itu mendekat lalu memeriksa bercak itu.Shinta yang masih berdebat dengan Nico sama sekali tak perhatian.Senyum jahil menghiasi bibir Willy.
"siapa yang melakukannya?tukang kebun?dua penjaga itu atau...."
"aku yang melakukannya" Seketika tawa Willy terhenti saat suara bariton Michael menyahut dari belakang tubuh Shinta.Berjalan dengan langkah panjang lalu berhenti disamping Shinta yang menundukkan wajahnya dalam.
Willy dan Nico saling pandang.Bingung,mencoba mencerna perkataan tuannya.
"Peraturan baru bagi kalian...Jangan pernah menatap Shinta saat bicara,juga jangan kurang ajar padanya." kata Michael tegas.Keduanya mengangguk patuh.
"baik tuan"
"ini juga berlaku pada semua pelayan pria dirumah ini"
"baik tuan"
__ADS_1
"dan lagi..antarkan temannya datang kemari hari minggu Nic.Tidak ada negosiasi lagi"
lagi Nico mengangguk.Sepertinya tuan mudanya kesurupan setan kuburan.Bagaimana bisa semua berubah dalam semalam?Tapi dia cuma sekretaris,yang bisa dilakukannya cuma menuruti perintah.Dan lagi..jika Ayya pergi dari apartemennya,dia bisa bebas meski tak lama.Rasanya dia kangen suasana apartemen yang dulu.Sepi dan tenang.
"aku berangkat dulu"
"what???????????" hampir saja dua tampan memekik mendengar kata pamit Micha pada Shinta.Tapi kemudian duo tampan itu dibuat kembali terkejut hingga mulut mengangga lebar saat Michael memeluk pinggang Shinta dan mengecup dahinya,lalu berjalan kemobil.
"sssshhtt....sepertinya tuan Mic sedang tidak sehat" bisik Willy saat ia berjalan berdampingan dengan Nico.
"kurasa begitu.atau mungkin dia kesurupan" timpal nico pelan
"mungkin matanya bermasalah Nic.katarak misalnya"
"tapi aku malah mengira dia salah minum obat"
"diam dan jangan pernah membicarakan aku"
Michael berhenti dan membalikkan badannya dengan tiba-tiba,membuat Willy dan Nico yang sibuk berbisik hampir menabrak Michael.
'ohh astaga.untung remku cakram' desis Willy.
"aku akan dengan senang hati memberikan ijin jika kalian menulis surat pengunduran diri."
"tidak tuan.kami masih ingin bekerja" tukas Nico sopan.Ia harus cepat bereaksi sebelum sibodoh Willy makin memperkeruh suasana dengan kalimat tak jelas yang keluar dari mulutnya.Jika mood Michael berubah,bisa dipastikan itu akan berimbas pada kerjaan dikantor.Apalagi jadwal pagi ini ada meeting dengan perusahaan besar dari Australia yang akan bekerja sama dengan perusahaan mereka.
"kalian dibayar untuk bekerja bukan bergosip"
"maafkan kami tuan" sahut sekretaris Nic sambil membungkukkan badan.Sedangkan Willy masih nyengir kuda disampingnya.Tak ayal tendangan kaki sang sekretaris mendarat manis dikakinya.Meringis kesakitan,Willy langsung menundukkan badan dan mengucapkan maaf.
********
Meeting telah usai.Michael memasuki ruang kerjanya lalu duduk melepas penat.Ia hidupkan laptop lalu masuk kemenu Cctv.Entah kenapa pria itu jadi posesif begini.Ia sampai memerintahkan anak buahnya untuk memasang CCTV ditiap sudut rumahnya pada tengah malam agar paginya dia bisa mengamati kegiatan Shinta dirumah.Seperti sekarang,gadis manis itu baru keluar dari kamar Stephanie lalu masuk kedapur.Meminum air putih lalu duduk bersandar dikursi.
__ADS_1
'ahh...gadis ini benar-benar menarik'