
"Setengah jam lagi ada meeting penting dengan Link company tuan" Lapor sekretaris Nico sambil berdiri membawa beberapa berkas penting untuk ditanda tangani.Bukannya menjawab,si bos malah sibuk senyum-senyum sendiri sembari melihat laptopnya.Nico merasa merinding.Bertahun-tahun bekerja dengan Michael,ia hafal semu watak dan ekspresi tuannya.Majikannya itu cenderung dingin dan berwajah datar tanpa ekspresi,dengan kata lain tak berperasaan.Tapi kenapa sekarang orang ini tersenyum sendiri?tidak mungkin orang seusianya menonton shaun the sheep kan?atau melihat stand up comedy?ahh...itu malah tidak ada dikamus hidup Michael.Pria arogan itu tidak suka humor atau bercanda.Atau jangan-jangan dia benar-benar kerasukan setan kuburan??
"ehmm...tuan" Seketika Michael menoleh dan menatap tajam Nico.
"ketuk pintu dulu kalau masuk ruanganku Nic" katanya tajam.Nico menggelengkan kepalanya.Bingung.Bukankah tadi dia sudah mengetuk pintu,membacakan jadwal,hingga sudah akan beranjak pergi.Jadi sejak tadi kedatangannya tidak digubris?
"kalau saja suasana hatiku tidak sedang bahagia,sudah kupotong gaji bulananmu Nic"
Seketika Nico menelan ludah pahit.Selalu itu saja ancaman yang membuatnya merinding.Dan lagi,apa yang membuat tuan mudanya begitu bahagia?menang tender?kenaikan saham?atau apa?Setahunya walau mendapat banyak kemenangan dan keuntungan,Michael tidak pernah tersenyum.
"maaf tuan,setengah jam lagi ada meeting dengan...."
"link company.Aku tau jadwalku Nic" sahut Michael memotong kata-kata Nico.Pria ini memang sangat jenius.
"katakan pada mereka kalau meeting diundur satu jam lagi.dan ya...panggil Willy kemari"
"baik tuan"
'dasar bos tidak tau sopan santun.waktu tinggal mepet seenaknya dia main undur-undur waktu.Dia tinggal perintah,aku yang kena akibatnya' sungut Nico dalam hati.Dia lalu menekan no Willy dan menyuruhnya menghadap Michael,lalu menghubungi Link company dan menginformasikan pengunduran jadwal meeting karena ada sesuatu yang penting diperusahaan.Untunglah mereka mau mengerti,dan menyetujui jadwalnya.Kalau tidak,pasti dia lagi yang akan menanggung akibatnya.Baru saja menutup telepon,Willy datang dengan tergesa.
"Selamat siang tuan"
"ehmm...Wil,apa kau punya pacar?" Sesaat Willy menatap Nico yang masih anteng di samping meja tuannya.
"saat ini tidak tuan"
"tapi kau pernah punya pacar?"
"dulu iya tuan"
"sekarang?kenapa kau jadi tidak punya pacar?"
'aduuuhh tuuuaaann...bagaimana aku bisa punya pacar kalau waktuku habis untukmu?bahkan libura saja tidak pernah kau ijinkan?' batin Willy kesal.tapi dia tidak mungkin sewot didepan bosnya.Bisa habis dia,remuk tak bersisa.
"belum ada yang cocok tuan"
"apa yang disukai mantan-mantan pacarmu dulu?"
__ADS_1
"maksut tuan?" tanya Willy semakin tidak mengerti.
"mereka sangat suka diperhatikan,dimengerti,diromantisin dan diajak belanja tuan.kalau sudah saya belikan ini itu lalu dinner,setelah itu yah...bisa dipastikan kalau mereka...." Will menggantung ucapannya ragu-ragu.Nico yang awam soal urusan wanita dan pacaranpun ikut menyimak dan penasaran pake banget.
"apa?" potong Michael dan Nico hampir bersamaan.Willy nyengir kuda sambil cengengesan
"mereka akan berakhir ditempat tidur"
sahutnya penuh rasa percaya diri.
"semudah itu?"
"wanita sangat suka kemewahan,dipuja dan setelahnya ya itu tuan...mereka membayarnya dengan tubuhnya"
Michael diam dengan banyak pikiran dikepalanya.
"tapi......" kata Willy kembali ragu
"tapi apa?!!" lagi-lagi Michael dan Nico serempak.Mereka juga kompak memelototkan mata dan memasang wajah mengerikan pada Willy.
"tumben kalian kompak?memangnya kalian berdua jatuh cinta bersamaan?"
"tapi ada juga wanita yang menolak pemberian kita,yang tidak suka kemewahan atau diajak begituan.Kalaupun ada,saya bersumpah akan menikahinya tuan.Karena saya yakin dia belahan jiwa saya" kata Nico berapi-api.
Michael dan Nico menatap jengah.Mereka tau itu hanya halusinsi Willy saja.Jadi ini yang membuat tuannya menunda rapat penting?hanya karena wanita?
'aaahh yang benar saja' batin Nic kesal.
Tapi dengan siapa bosnya ini jatuh cinta?atau jangan-jangan........Shinta!
"Will,cari tau apa yang disukai Shinta"
'deg'
jantung Nico dan Willy kaget bersamaan.
"kenapa tidak anda sendiri yang cari tau tuan?" celutuk Willy karena masih setengah kaget dengan perintah tuan mudanya.
__ADS_1
"kau sudah bosan hidup Will" desis Michael geram
"i..iya..maaf tuan.segera saya cari tau" sahutnya terbata.
"Kita berangkat sekarang Nic" perintah Michael sambil beranjak dari kursi kebesarannya.Mereka berdua meninggalkan Willy yang masih bengong mirip sapi ompong di ruangan itu.
"ohhh shitt' teriaknya lalu ikut beralalu dari sana.Ia harus segera mencari tau dan melapor kalau tidak ingin mendengar ancaman pada Nico juga berlaku padanya.
********
Willy menghampiri Nico yang masih duduk manis dimejanya.Matanya masih sibuk mengamati laptop.Walaupun semua berkas yang sampai padanya sudah diurus sekretaris umum,tapi dia masih wajib memeriksa ulang sebelum berkas itu sampai ketangan Michael.
" Nic,kurasa tuan muda sudah bertingkah sangat aneh" kata Willy yang duduk didepannya tanpa disuruh.Menghabiskan waktu bekerja sama membuat mereka akrab bagai saudara.Nico tetap dengan sikap formal dan datarnya,sedangkan Willy asisten yang selalu berkebalikan dengan Nico.Pria itu cenderung humoris,periang dan supel.Nico yang jarang bergaul dan dididik bersikap formal oleh tuan besar Abraham memang sulit sekali bergaul.Apalagi kedudukannya sebagai tangan kanan Tuan muda keluarga Abraham membuatnya tidak tersentuh.Willy adalah satu-satunya asisten yang berani bersikap biasa saja padanya,bahkan cenderung berani.Awalnya Nic sangat tidak suka dengan kehadirannya,tapi Tuan Abraham selalu memasangkan keduanya diberbagai misi hingga terbentuk ikatan pada diri mereka.Dan jadilah mereka duo ganteng seperti sekarang.
"Nic..kau dengar aku?"
"ya" jawab Nico datar.Willy yang sudah terbiasa dengan sikap Nico acuh saja menanggapinya.Ia masih tetap nyerocos kesana kemari hingga pintu ruangan Michael terbuka.
"selamat sore tuan muda" sapanya.
"ehm...kau sudah dapat info?"
"iya tuan.menurut Rio adiknya Shinta sangat suka pantai dan anak-anak"
"lalu?"
"dia tidak suka daging dan suara bising"
"pacar?"
"dia belum pernah pacaran tuan muda"
Seketika senyum lebar mengembang dibibir Michael.Hatinya berbunga-bunga.
"Nic,kosongkan Axel Mall jam 8 malam ini.Aku ingin Shinta berbelanja disana tanpa kebisingan"
"tapi tuan...." potong Willy
__ADS_1
"Tidak ada tapi Will" sergah Michael lalu melangkah masuk ke lift yang langsung diikuti Nico dengan gerakan cepat.
"aaahhh...sial!!lagi-lagi mereka meninggalkan aku.padahal aku baru mau bilang kalau Shinta tidak suka belanja.Dasar si bos dan Nico sama saja" kata Willy nyaris berupa gerutuan beruntun.