
Alicia terbangun kesiangan dengan tubuh serasa remuk.Perjalanan panjang dari tempat Shinta ke bandara butuh waktu lama.Akhirnya mereka memutuskan menginap di hotel dekat bandara Surabaya dan akan terbang ke Jakarta pagi ini.Tuan dan nyonya Wijaya juga memaksa putra mereka Adrian untuk turut pulang ke Jakarta bersama mereka.
Sebenarnya sejak kemarin Alicia ingin kembali pulang ke Singapura tapi dicegah oleh ibu Adrian yang memaksanya ikut ke Jakarta.Wanita ramah itu bahkan menelephon momy nya untuk minta ijin.Nyonya Reeves tidak langsung mengijinkan kehendak mantan besannya itu.Bagaimanapun dia juga tau,bahwa Alicia pernah mencintai Adrian.Tapi pria itu lebih memilih Shania kakak kembarnya,hingga dia pergi meninggalkan Amerika dan menetap di Singapura.Dia tidak ingin Alicia semakin terluka.
Ketukan dipintu menyadarkan Alice dari lamunanannya.Bergegas ia mengenakan sandal rumah dan membukakan pintu.Adrian berdiri diambang pintu dengan tangan bersedekap di dada.Matanya memincing melihat penampilan Alice saat gadis itu bangun tidur.
"sifat malasmu tidak pernah berubah Alice"
Gadia itu melengos.Dia memang berbeda dari Shania yang rajin dan periang.Alicia cenderung hidup semaunya dan menutup diri dari siapapun.Dia hanya punya satu sahabat,Michael maverich yang mau menghabiskan banyak waktu bersamanya dalam diam.
"ada apa kakak ipar?" bertanya dengan malas sambil menekan kata kakak ipar agar Adrian segera sadar dan cepat pergi dari hadapannya.Bertahun-tahun tidak bertemu tidak bisa menghilangkan gelenyar aneh dalam dadanya.Rasa itu masih tetap nyata.Adrian sudah berubah dari mahasiswa biasa menjadi sosok dewasa yang punya ketampanan berlipat dari sebelumnya.Sedangkan dia?tetap seperti dulu.Tidak ada yang berubah dalam hidupnya yang monoton.
"Mama sudah membelikan tiket pesawat kita nanti siang,dia dan papa sudah berangkat duluan karena papa ada urusan mendadak"
Alicia melongo.Jadi dia ditinggal sendiri dengan Adrian disini?benar-benar sial!Dia tidak membawa apapun karena si brengsek Michael menarik paksa dirinya dari altar tanpa sempat berpamitan atau membawa apapun.Hari yang pasti akan panjang dan melelahkan bagi Alicia
yang harus bertarung dengan perasaanya sendiri.
"Apa kau tidak akan menyuruh aku masuk untuk makan bersama misalnya?"
"ini hotel,bukan rumah.Apa yang bisa kita makan disini tuan?"
"Kau masih saja bodoh Alice.Kita tinggal pesan online atau memesan layanan hotel kan?"
"terserah kau saja.Aku mau mandi" Alice membuka pintu lebar lalu berjalan kekamar mandi.Adrian menutup pintu dan duduk disofa panjang yang tersedia.Wangi parfum Alicia sangat terasa menyebar diseluruh sarafnya.Dia memang berbeda dari Shania yang feminin dan menyukai aroma bunga yang lembut.Alice lebih menyukai wangi aquatic yang terkesan maskulin.
Alicia mendelik tajam saat keluar dari kamar mandi dengan bathroope nya.Dari kemarin dia belum berganti baju.Pakaian pengantin sialan itu saja yang melekat ditubuhnya.
"ehmm...kak,bisakah aku minta tolong padamu membelikan aku pakaian ganti?"
Sekarang ganti Adrian yang mendelik tajam padanya.
__ADS_1
"aku?"
"iya siapa lagi?apa kau tega membiarkan aku tidak berpakaian?"
"kenapa kau selalu merepotkan Alice?kau tidak seperti Shania yang bisa melakukan semua hal sendiri"
Shania lagi...Shania lagi!
Kenapa Adrian suka sekali membandingkan dia dengan saudara kembarnya?Walaupun orang tuanya menganggap Shania kakaknya karena postur Shania yang lebih besar darinya,tapi pada kenyataanya,dia lahir beberapa menit lebih dulu dari Shania.Hanya karena Shania lebih dulu mendapatkan jodoh,dia malah jadi nomor dua hingga saat ini.
"baiklah,tidak perlu kak.Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri.Sekarang kakak bisa keluar"
"Tapi..."
"Biarkan aku jadi dewasa sekarang"
Adrian berdiri.Ditatapnya lagi Alicia yang berdiri dihadapannya.Wajah sama tapi watak dan sikap yang jauh berbeda.Pria itu menarik nafas dalam lalu meninggalkan kamar Alicia.
"masuklah"
"ada yang bisa saya bantu nona?" tanya room service dengan ramah.
"Tolong jualkan antingku ini,lalu belikan aku baju yang layak pakai sesuai ukuranku ya"
"ini berlian nona?harganya pasti mahal"
"iya.cepatlah,aku tidak punya cukup waktu untuk menunggu"
"baik nona"
Adrian yang masih ada di ujung koridor mendekati gadis room service itu dengan tergesa.
__ADS_1
"mbak,tunggu"
"ehh iya pak...ada yang bisa saya bantu?"
"Apa nona yang didalam kamar tadi menyuruhmu melakukan sesuatu?"
"iya pak,saya disuruh menjual anting ini dan membelikan dia satu set baju."
"Tunggu disini,asistenku akan segera datang"
Tak lama menunggu,seorang pemuda datang membawa tas pakaian dan menyerahkannya pada Adrian.
"Nah mbak,anting itu biar saya yang pegang.Mbak tinggal menyerahkan tas dan uang ini padanya.Jangan bilang saya yang menyuruh oke?
Gadis itu mengangguk patuh lalu menyerahkan anting itu.Tangannya gemetaran menerima setumpuk uang di amplop coklat yang entah berapa isinya.Adrian masih mengulurkan beberapa lembar uang pada gadis itu sebagai rasa terimakasih.
Alicia hampir melonjak kaget saat pintu diketuk lagi.Hati-hati dia membukanya dan tersenyum lega saat melihat gadis tadi sudah kembali.
" hey,cepat sekali.Apa tempatnya dekat sini?"
"eng..ehh..itu...ehhh..iya nona.Ini pesanan anda,dan ini uang kelebihan anting anda.saya permisi dulu.
" ehh tunggu.Ini untukmu" Disodorkanya beberapa lembar uang dalam amplop.Gadis itu melongo heran.Tadi dia dapat tips dari pria ganteng,sekarang mau dikasi lagi oleh nona cantik.Rejeki memang tidak lari kemanapun.Diterimanya uang itu dan segera berpamitan setelah mengucapkan terimakasih.
Pandangan Alicia beralih pada gaun dalam tas itu.Gaun motif garis dari branded ternama.Alicia mengerutkan dahinya.Gadis room service itu punya selera tinggi rupanya,sehingga bisa memilih warna,motif dan gaun cantik branded dunia dengan cepat.Lebih anehnya lagi saat mencoba pakaian dalam yang ada disana,semuanya pas dengan ukurannya.
aahhh...orang Indonesia memang hebat.Mereka punya insting yang kuat.
Selesai berpakaian dia masih menemukan bedak dan alat make up di dalam tas.Benar-benar aneh,padahal dia tidak menyuruh membelinya.Tapi tidak apalah,toh dia tetap membutuhkannya.Mendekat ke cermin,memoles wajahnya dengan pelembab dan bedak lalu memakai lipstik tipis agar terlihat segar.Alicia mengurai rambut sebahunya yang kemarin disanggul acak-acakan karena ulah Michael si pemaksa kelas atas.
Jam menunjukkan pukul sepuluh lewat,Adrian bilang mereka akan take off jam sebelas siang.Masih ada waktu satu jam untuk makan dan bersiap menghadapi kenyataam yang hampir membuatnya gila.Tiba-tiba selera makannya menghilang begitu saja.
__ADS_1