
Dua minggu berlalu.Gedung Lantai dasar Luxio corp terlihat ramai dengan para tam yang kebanyakan para karyawan,sahabat dan para kolega Luxio.Pakaian pesta warna-warni yang dipakai para tamu menambah semarak hari itu.Dekorasi sederhana dan elegan bernuansa nude membuat suasana sakral itu jadi lebih romantis.Sederet jamuan makan yang tertata rapi diatas meja.
Ya,hari itu Nicholas Kendrich sang sekretaris ice man menggelar pernikahannya dengan dokter Erika.Nic dan Erika yang awalnya akan menikah secara sederhana malah menghadapi ancaman sang tuan muda dan ipar barunya.Mereka dengan segala kekuasaan penuh menekan Nic dengan tiga pilihan.Menikah di hotel bintang lima Abraham,menggelar pesta di kantor Luxio,atau tidak jadi menikah sama sekali.
Nico dan Erika akhirnya memilih kantor Luxio dengan berbagai pertimbangan budget dan tingkat kesulitan.Tapi anehnya,saat Nico menyatakan memilih Luxio,semuanya jadi berubah diluar ekspectasinya.Tuan muda dan iparnya yang menyebalkan itu menghalangi geraknya dengan memberi segunung tugas agar dia tidak bisa kemana-mana hingga larut malam.Nico mengeluh panjang.Apa dua orang ini tidak tau kalau dia butuh persiapan?kenapa malah ditambah tugas,bukannya diberi libur.
Dua hari yang lalu sebelum acara,Wedding organizer sudah datang untuk mendekorasi ruangan tanpa sepengetahuan Nic yang terus berkutat dilantai sepuluh.Malamnya saat dia turun dalam keadaan putus asa karena belum sempat melakukan apapun untuk acara pernikahannya,matanya dibuat terbelalak dengan kejutan itu.Willy yang datang dari arah lain menepuk bahunya.
"Kau suka kejutannya man?" tanyannya dengan kocak.
"Jadi ini tujuan kalian menyiksaku beberapa hari ini?" tukas Nic yang lebih mirip keluhan.Willy tertawa.
"Ini hadiah bagimu dari keluarga Maverich Nic.Semuanya sudah siap.Kau tinggal menikah dan bikin anak ha..ha..."
"kalian benar-benar meragukan kemampuanku" dengusnya kesal.
"kau pengantinnya Nic,jadi jangan sibukkan dirimu dengan hal sepele seperti ini.Biarkan kami menjadikanmu raja sehari ha..haa.."
Nic masih tidak menanggapi.Matanya tetap meneliti tiap sudut gedung.Untuk urusan seperti ini,selera Michael memang tidak bisa diragukan lagi.Apalagi kehadiran tuan muda baru itu pasti mempermudah ruang geraknya untuk melakukan apapun,termasuk mengatur acaranya.Sedikit bersyukur dan sedikit juga mengeluh.Hidupnya memang sudah diatur.
"mulai besok kakak meliburkanmu.Nikmati harimu man!" tukas Willy lalu meninggalkannya dengan tergesa karena Stephanie menelponnya.
Jadilah sekarang....Nico berdiri gagah dalam balutan jas putih tulang,berhadapan dengan Erika yang mengenakan gaun panjang serupa dengan jilbab rapi yang membungkus kepalanya.Sejak tadi Nic tak berkedip menatapnya.Dia seperti bukan Erika.Wanita ini begitu cantik dan anggun dengan gaun pengantin muslimah yang dipakainya.Papa Erika berulang kali berdehem agar Nico tidak terus bengong menatap putrinya.Mama Erika yang ada dibelakang putrinya hanya senyum-senyum menatap menantu tampannya.
Hanya sebentar mengalihkan pandangan,matanya kembali fokus pada Erika yang terus menunduk malu,tidka berani menatapnya.Erika sangat cantik dimatanya.Willy menjawil lengannya saat dua kali sudah pertanyaan penghulu tidak terjawab karena Nico seperti berada di alam lain saat itu.
"hey ice man..mau sampai kapan kau pandangi dokter cintamu itu?kau mau menikah atau cuma pandang-pandangan mata saja dengannya." bisik Willy kesal.Nico yang tersadar buru-buru membenahi cara duduknya.
Ijab kabul berlangsung lancar dan khidmad.Michael dan Willy menjadi saksi nikah keduanya.Herannya semuanya manusia-manusia tampan termasuk penghulunya yang masih muda.Nico yang sempat gugup akhirnya menyelesaikan tugasnya dengan baik.Erika mencium punggung tangan Nico saat ijab kabul itu selesai.Namun sekretaris ice man itu masih bengong hingga Willy menepuk bahunya keras dan memberi kode agar Nic mencium kening Erika.Semua tamu dibuat tertawa dengan tingkah kaku sang ice man.
Shinta menangkap bayangan seorang wanita yang baru memasuki ruangan.Alic...ya dia Alicia Reeves yang datang dengan mengandeng pria tampan dengan senyum menawan,Adrian wijaya.Pasangan itu langsung menghampirinya.Shinta bersalaman dengannya.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu Ta?" tanya Alicia seolah mereka teman lama yang bersikap biasa saja.
"aku baik."
"ohh...ini pasti baby El,hey dia lucu sekali." pekik Alicia sambil menciumi pipi El yang hanya mengedipkan matanya lucu.
"Ta,minggu depan kami akan menikah di Jakarta.Kuharap kau,Michael dan seluruh keluarga plus sekretaris tampan itu mau datang." ujar Adrian.Shinta tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja kami akan datang" sahut Shinta dengan nada ceria.
"boleh aku menggendong El,Ta?" tanya Alicia.Shinta langsung menyerahkan El padanya.Alicia begitu menyukai anak kecil.Dia terus saja menggoda El yang terus tertawa karenanya hingga Mic datang dan menyalami mereka.
Pembicaraan berlangsung lama hingga Adrian mengajak Alice menemui Nico dan Errika untuk mengucapkan selamat terlebih dahulu,meninggalkan Shinta dan Michael yang masih sibuk menyalami tamu yang lain.Terlihat juga Stephanie dan Willy yang dengan kompak berpakaian senada dengan corak batik khas Indonesia.
Mic merangkul pinggang istrinya mesra ,lalu mendekatkan tubuh ramping itu padanya.
"Bagaimana kau berpikir aku akan berselingkuh dengan Alice sayang?sedang semua orang tau,kau lebih cantik dan menawan dari pada dia." bisik Mic penuh cinta.Shinta menundukkan kepalanya,tersenyum malu.
"mas,jangan menggodaku terus."
"kau selalu membuatku tergoda." ujar Michael lalu mencium pucuk kepala Shinta dengan segenap rasa cinta.
"Minggu depan kita akan ke Indonesia,sekalian bertemu ayah dan Rio." Shinta terlihat bahagia.Mic tau istrinya begitu rindu kampung halamannya.
"Terimakasih mas." katanya dengan mata berkaca lalu menyandarkan kepalanya ke dada Mic.
"Kami juga akan pergi bersama kalian." timpal Stephanie.Michael hanya diam.
"kak,kenapa kau diam saja?"
"apa kalian tidak bisa pergi sendiri?" tanya Michael dengan nada geram.Padahal dia hanya ingin pergi bertiga saja,tapi Stephanie malah merusak suasana hatinya.
__ADS_1
"tidak .Karena dad dan bunda juga akan kesana." Shinta dan Mic menoleh berbarengan.
"apa??."
"Dad ingin bertemu besannya.Setelah itu kita akan bertemu keluarga bunda di yogyakarta."
"ahh...seperti reuni keluarga." bisik Shinta.
"iya Ta,kita akan menyambung silaturahmi juga."
"heemm baiklah,kita akan membicarakannya nanti ok?" lalu Mic mengandeng tangan Shinta meninggalkan Stephanie yang berdecak kesal.Adiknya itu memang pengacau andal.
Shinta memang sudah memutuskan memaafkan semuanya,menerima apapun yang Tuhan takdirkan untuk dirinya.Pasti ada hikmah dibalik semua kejadian,ada pelangi setelah hujan,dan ada saat berbuka bagi yang berpuasa.
Setiap manusia mempunyai cobaan dalam hidup dan rumah tangga mereka.Tinggalkan jika dia memberatkan langkahmu dan pertahankan jika dia mau berubah dan menyadari tiap kesalahan.Hidup adalah pilihan,dan kau sendiri yang berhak memilih jalan hidupmu.Jangan pernah menjadikan pernikahan sebagai cinta semusim yang menyesatkan,karena cinta sejati adalah cinta yang tidak bersyarat.
.
..
..
selesai.
**********
Readers.....novel ini aku akhiri dulu ya.
Jika ada kalian yang kangen dengan para tokohnya,author berjanji akan memberikan extra part untuk kalian.
Terimakasih dan sampai jumpa pada karya selanjutnya.🤗🤗🤗
__ADS_1
Salam hangat..I Love U all !!😘😘😘😘