
Benturan keras di kepalanya membuat kesadaran Stephanie melemah.Antara sadar dan tidak,dia merasakan lengan kekar seorang pria menggendongnya.Aroma mint yang menyejukkan,dia merasa pria itu begitu dekat dengannya karena hembusan nafas hangatnya membuat pipi Stephanie merona.Sekejap kemudian dia pingsan.
Pria misterius itu terus menggendongnya,berjalan tegap ke lobi hotel,meminta kunci cadangan lalu membawa wanita cantik itu kedalam kamarnya.Dibaringkannya tubuh tak berdaya itu dengan kasih sayang.Sekilas dikecupnya kening Stephanie lalu tangannya menarik selimut hingga sebatas dada.
"Kau sangat cantik." desisnya,sekejap kemudian pintu terbuka dari luar.Sekretaris Nico masuk dengan baju yang sama dengan dirinya.
"Semua sudah menunggumu di bawah." Ujar Nico.Pria itu berjalan dengan langkah panjang beriringan dengan Nico meninggalkan kamar Stephanie.
Pernikahan Alicia bisa dikatakan sangat mewah.Kebanyakan yang hadir adalah rekan bisnis Reeves dan kolega keluarga Wijaya.Hari itu Alicia tampil cantik dengan baju pengantin adat Jawa yang membuatnya tampak anggun.Senyuman tak lepas dari bibir kedua mempelai.
Shinta naik ke pelaminan menyalami keduanya,diikuti Michael,Nico dan Erika.Alicia langsung memeluk erat mereka samua,tertawa bahagis hingga Adrian memeluk pinggangnya untuk memberi peringatan padanya agar tidak kebablasan berteriak atau berjingkrak seperti kebiasaanya jika bertemu teman lama.
"Selamat ya Alice,semoga samawa." Shinta berucap sambil cipika cipiki.
"Terimakasih sudah datang Ta,Aku hebat kan?sudah bisa mencuri calon suamimu?" godanya dengan mata mengerling nakal.
"hey...aku lebih hebat karena sudah mendapatkan sahabat dan cinta kecilmu." kata Shinta sambil mengguncangkan tangan Alicia.Keduanya tertawa bahagia.Michael memeluk Adrian dan mengucapkan selamat,begitupun Nico dan Erika.
"Apa Steve dan Willy tidak datang?" tanya Alice.
"Steve sedang tidak enak badan tadi,makanya Willy menungguinya.Tapi kelihatannya dia turun kesini.Entah dimana tuan muda baru itu." Jawab Nico menyerupai keluhan.Setelah sesi foto bersama,mereka turun dari sana lalu berbaur dengan tamu lain.
Stephanie mengucek matanya berlahan.Kepalanya masih terasa berat.Pelan dia mengumpulkan kesadarannya kembali.Ia teringat belum sempat menghadiri pesta dan memberi ucapan selamat pada Adrian dan Alicia.Tertatih dia turun dari ranjang,berkaca lalu merapikan riasannya sebentar.Dia bertekat hadir di pesta itu.
Diambang pintu masuk Stephanie disambut beberapa penerima tamu lalu dipersilahkan masuk.Dikejauhan dia melihat dady,bunda dan kakaknya sedang asyik bicara dengan sepasang suami istri yang dia yakini kolega bisnis dadynya.
Stephanie terkesiap saat melihat Willy menggandeng seorang wanita tinggi langsing naik ke pelaminan dan berfoto dengan mempelai.Antara yakin dan tidak wanita itu merangsak ke depan untuk memastikan.Dalam hati dia berdoa agar penglihatannya salah.Tapi dia benar.Dari jarak beberapa meter dia bisa melihat dengan jelas pria itu benar-benar Willy suaminya yang merangkul pinggang wanita cantik bergaun merah bata yang senada dengan kemejanya itu mesra.Ada yang tercubit sakit diulu hatinya.
__ADS_1
Tatapan matanya dan Willy bertemu.Tidak ada reaksi apapun.Willy malah dengan berani membuang pandangannya ke arah lain seolah tidak mengenali Stephanie yang berdiri tegak dengan hati hancur dan air mata yang menggenang disudut matanya.Hati Stephanie semakin tertusuk.Cepat dia memburu pasangan itu.
Willy tetap acuh saat Stephanie menghadang jalannya.
"Siapa dia kak?"
"Bukan urusan anda nona muda." stephanie semakin kalap mendengar jawaban suaminya.Ditariknya lengan wanita itu hingga jatuh terjerembab ke lantai.Lalu dengan berani dia berdiri dihadapan Willy.
"kita harus bicara kak."
"Bicara saja nona.Saya akan mendengarkan dan menjalankan perintah anda." mata Stephanie melotot marah.Apalagi saat itu,wanita yang didorongnya tadi sudah berdiri dan kembali bergelayut manja dilengan Willy.Wajah Steve memerah menahan amarah.
"pergi kau ******." desisnya.Namun wanita itu acuh saja,sama seperti suaminya.Dengan gerakan cepat dia menampar pipi wanita tadi sekuat tenaga,menjambak rambutnya lalu mencakar wajahnya.Merasa disakiti,wanita tadi tidak tinggal diam,dia menendang Stephanie hingga terpental kesakitan.Shinta yang mendengar kegaduhan itu berlari menghampiri mereka.
"Jangan menyentuh adikku!" katanya tegas lalu membantu Steve bangkit.Wanita tadi yang masih dikuasai emosi berusaha maju,namun Shinta segera mencekik lehernya kuat dan mendekatkan wajahnya.
"Aku akan kembali ke kamarku kak."
"aku akan mengantarmu Steve."
"Tidak usah kak,aku baik-baik saja." Shinta mengangguk setuju karena mendengar El yang menangis dalam gendongan dadynya.Sedikit berlari kecil,wanita cantik menawan itu menghampiri putranya lalu menimangnya.Stephanie meneruskan langkahnya kembali ke hotel menuju kamarnya.
Air mata masih membasahi kedua pipinya.Disekapun percuma karena tetap kembali begitu.Tergesa dia membuka pintu kamar lalu masuk.Saat hendak menutupnya,sebuah tangan menahannya,mendorongnya masuk lalu mengunci pintunya dari dalam.
"k...kau."
"iya,ini aku.kenapa kau kaget Steve?" jawab sang pria santai.
__ADS_1
"Keanu,keluar!!"
"kalau aku tidak mau??"
"kau mau apa?"
"menemanimu melupakan semuanya Stephanie sayang." Tanpa ragu pria itu mendorong Stephanie keatas ranjang.
"Keanu hentikan!!!" teriakan Stephanie bagai bulu tertiup angin.Keanu malah makin mendekat dan menindih tubuh Stephanie yang terus berteriak dan menendang.Tapi wanita itu kalah tenaga saat sebuah tamparan mengenai wajahnya.
"Hentikan!!" suara tegas membuat Keanu menghentikan aktivitasnya.Tangannya mengepal kuat saat sekretaris Nico memandangnya dengan tatapan membunuh.Erika berdiri dibelakangnya.
"Wow...rupanya kacung Michael ini juga merangkap jadi mata-mata dan bodyguard sekarang." Nico tak berniat menjawabnya.Keanu semakin berani mendekatinya.
"Apa kau ingin istri cantikmu ini juga kupuaskan?" tawa pria itu membahana.
"Sebelum itu,kau akan menghadapi kakaknya dulu bedebah." lagi,suara bariton terdengar dari pintu.Nico menggeser tubunhnya saat Michael masuk dengan penuh wibawa.
Keduanya saling bertatapan mata.Mic menarik krah bajunya
"Aku sudah terlalu lama diam menghadapimu bajingan.Jangan pernah menghina adik-adikku!!" sentaknya.
"Adikmu yang menghina dirinya sendiri dengan menikahi kacungmu." Mic diam.
"Akan kupastikan mulutmu ini tidak akan bisa bicara selamanya tuan Keanu." lalu tanpa bicara lagi tuan muda Maverich itu menghajar Keanu Smith dengan pukulan bertubi-tubi hingga semua giginya rontok tak bersisa,tangan dan kaki serta leher patah ditambah wajah remuk tak berbentuk.Mic berdiri menginjak leher Keanu.
"Kau bahkan tidak mampu melawan istriku.Aku masih memberi kehormatan padamu untuk melawanku.Berdoa saja nyawamu bisa selamat tuan." desisnya dingin.Nico segera memanggil ambulan,menyuruh staf hotel membawa Keanu keluar.
__ADS_1
"Dia kan tuan muda yang kau bela?bahkan dia lebih rendah dari pengawalku." ujar Michael di depan Stephanie lalu melenggang keluar.