
Nico melompat turun sesaat setelah Willy menghentikan mobilnya.Tuan muda baru itu juga melompat keluar dengan kedua tangan menodongkan pistol.Dia berjalan mundur sambil melindungi Nico yang masuk secepat kilat ke lobi.Dua orang anak buah mereka yang tiba lebih dulu untuk menggeledah tempat itu sudah memberi kode jika mereka tidak menemukan Zao.Kemana pria itu membawa istrinya?Nico semakin panik.
'sreeett' seorang pria berpakaian perawat tumbang berlumuran darah terkena balati Nico.Hampir saja pria itu melepaskan tembakan jika telinga tajam Nico tidak mendengar ada bunyi pelatuk pistol didekatnya tangannya.Pria itu dengan cerdik hendak mengelabuhinya dengan berpura-pura menjadi perawat yang mendorong troli obat.Nico membantingnya ke lantai.Pria tadi meringis kesakitan saat Nico dengan mata dinginnya menginjak tangannya.
"Dimana Zao?" tanyannya dengan kilat kemarahan.Pria tadi tetap bungkam.
....dorrr!!..… satu tembakan Willy mengenai kaki kirinya.Tapi pria itu tetap diam.Terlihat dia bukan preman atau agen biasa.Nico dapat melihat wajah pria dibawahnya yang nyaris tanpa ekspresi.Keadaan rumah sakit menjadi gaduh saat banyak orang mendengar suara tembakan Willy tadi.
"Will,masukkan senjatamu.Ini bukan Amerika,hati-hatilah.Lebih baik melawan mereka dengan tangan kosong."
"Kau gila Nic?Rumah sakit ini akan makin gaduh dan berantakan kalau aku berkelahi dengan mereka."
"Apa kau takut dengan agen biasa Will?" kata Nico mencemooh.Willy tersenyum licik smbil menggulung lengan kemejanya lalu memasukkan kaca matanya ke saku.
"Aku hanya takut berkeringat dan kemejaku jadi kotor man!Stephanieku yang membelikannya saat kami bulan madu." kata Willy enteng.
"Anggap saja mereka pusat latihanmu."
"hmmmm...baiklah kalau kau yang minta.Berapa jumlah mereka?" katanya lagi sambil memincingkan mata seolah menghitung,padahal dia cuma bercanda.Agen biasa seperti mereka bukan lawan sepadan untuknya.Jangankan dua puluh,seratus orang berkwalitas seperti mereka saja masih sanggup dia lawan sendirian.Tampaknya Zao sangat memandang rendah orang-orang Maverich dengan memaksa tangan kanannya melawan musuh yang tidak sepadan.Wily mendecih sebal.
"Dua puluhan." Jawab Nico santai.Sepertinya dia sangat tahu kekuatan sang mantan asisten hingga dia tidak perlu risau.
"Berikan aku lima menit saja untuk membereskan pion-pion kecil ini sobat." balas Willy sambil terkekeh geli.Dia seperti menemukan mainan baru yang menarik.Jari-jari tangannya terentang sempurna.Ada jarum kecil ditiap jari halus itu.Tanpa komando Willy bergerak lincah menghampiri orang-orang itu yang sedikit terkejut karena tidak mengira Willy akan nekat menghampiri mereka dan brgerak tanpa jeda menusukkan tiap jarum pada titik rawan yang membuat mereka semua jatuh pingsan karena terhentinya aliran darah.Tepat lima menit saat dua puluh orang itu jatuh pingsan tak berdaya,tanp perlawanan.Wajah tampan itu tersenyum puas.Mengibaskan pakaiannya seperti menyingkirkan debu lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan tadi.
__ADS_1
"Aku bahkan belum selesai streching." gumamnya lucu.Nico melengos.
"Kau tunggu apa lagi?" desis Willy yang sudah terlihat tidak sabar.Di depannya puluhan pria tadi telah dibereskan oleh dua orang pengawal Maverich yang membawa mereka keluar dan mengikatnya menjadi satu hingga polisi datang nanti.Tehnik jarum Willy hanya akan berlaku dua jam.Setelah itu mereka akan sadar kembali dan merepotkan pergerakan lagi.Nico menarik pria tadi berdiri.Tangannya mengunci pergerakan pria tidak berdaya itu.
"Aku bukan manusia pengecut yang akan melawan orang yang tidak berdaya.Juga tidak akan menjadikanmu umpan.Selagi aku masih berbaik hati memberimu kesempatan...katakan dimana Zao!"
"Aku tidak tau.Bunuh saja aku.Kau pikir aku takut mati sekretaris biadab?" tukas pria tadi sambil meludah ke lantai.
"Aku tidak akan membunuh manusia rendah sepertimu Hyun tay..tapi apa kau ingat putrimu yang hidup seorang diri di dunia ini jika kau mati?" bisik Nico lirih.Willy terkesiap,melirik dengan ujung matanya.Tidak akan ada yang bisa menandingi Nico dalam hal menghafal dan mengamati.Ketelitian,daya ingat dan ketajaman instingnya memang diatas rata-rata selama menjadi agen rahasia.Sama seperti dirinya yang tidak terkalahkan dalam tehnik senjata dan ketangkasan.Namun harus mereka akui jika Michael lah gabungan dua keahlian mereka.Benar-benar tuan muda yang penuh talenta.
"Kau..kau tau siapa aku?" tanya pria asing itu sedikit terkaget.Bagaimana bisa Nico mengenalinya?padahal masker di wajahnya masih menempel sempurna.
"tentu saja.Kau hyun tay,mantan orang kepercayaan Kotaro yamamoto.Kau penghianat yang memihak Hakigawa atsuka karena janji palsunya." Wajah Hyun tai meradang.
"Untuk apa aku melakukannya Hyun tay?Apa selama kau mengenalku,ada rumor bahwa aku pria seperti itu?Repurtasiku dipertaruhkan untuk hal bodoh macam itu!siapa yang bilang aku pelakunya?”
" profesor Zao punya buktinya."
"baik...pertemukan aku dengannya agar semuanya jelas."
"tidak!!"
"Berarti kau menuduh tanpa bukti." serang Nico sengit.
__ADS_1
"aku..."
"jangan bodoh Hyun tay.Zao sudah membohongimu.Jika aku terbukti bersalah...kau bebas membunuhku tanpa perlawanan.Sekarang pertemukan aku dengan Zao." Hyun tai berpikir sejenak.
"Aku juga akan membawamu kembali pada putrimu dan membebaskanmu dari tuduhan pembunuhan keluarga Yamamoto karena memang bukan kau pelakunya."tegas Nico lagi.Secercah harapan menyala di mata Hyun tay.
"Apa kau bisa dipercaya sekrtaris Nico?"
"Apa pernah orang-orang Maverich ingkar janji?Kami lebih rela mati dari pada ingkar janji." kata Nico meyakinkan.
"Ikut aku!mereka di lantai dasar." Nico dan Willy saling berpandangan.Mata tajam keduanya tertuju pada Hyun tay.
"Aku memang penghianat,tapi aku juga harus membuktikan bahwa aku tidak bersalah atas kematian Kotaro Yamamoto." ungkapnya gundah.Hidup dalam kejaran polisi lintas negara karena tuduhan pembunuhan berencana pada Kotaro sudah membuatnya jengah.Dia harus pintar mencari suaka untuk bersembunyi hingga bertemu profesor Zao yang menawarkan kerja sama dengannya.
Hyun tay berjalan terseok karena luka tembakannya sakit dan mengeluarkan darah.Tidak dalam memang,namun cukup membuatnya meringis menahan sakit.Nico yang tidak tega membantu memapahnya.Air mata Hyun taypp menggenang.
"Kenapa kau begitu baik padaku Nic?"
"Karena aku percaya tidak ada orang jahat di dunia ini Hyun.Mereka hanya terpaksa melakukannya." balas Nico.Mereka sampai ke dinding buntu yang dipasangi lukisan bentang alam dengan ornamen rumah didalamnya.Hyun tay meraba dan menekan gambar rumah itu bertepatan dengan bergesernya dinding di depan mereka.Ada tangga yang terbentang disana.
"Turunlah!Ikuti saja tangga ini.Zao mengoprasi seseorang di bawah sana." katanya.Membawa Hyun dalam kondisi seperti ini memang merepotkan.Willy menelepon anak buahnya agar segera datang.Sesaat kemudian,dua orang tadi menghampiri mereka.
"Hyun,bukan aku tidak percaya padamu,Tapi lebih baik kau ikut mereka.Polisi ada di depan,menyerah lebih baik bagimu.Aku atas nama keluarga Maverich aku berjanji akan membebaskanmu secepatnya." ujar Willy tegas lalu menyalami Hyun tay sebelum menuruni tangga.Mata Hyun tay kembali berkabut.
__ADS_1