
"Mas...kumohon buka matamu.Kau bercandakan mas?kau hanya sakit hati padakukan?Kau...kau menyebalkan!kenapa membuatku jatuh cinta tapi setelah itu kau pergi meninggalkan aku sendiri?Kau bahkan tidak pernah mengatakan alasanmu menikahiku.Aku tidak akan memaafkanmu Nicholas Kendrich!" suara Erika nyaris menghilang ditelan tangis.Sepasang tangan meraih bahunya lembut,membuatnya menoleh.
"Shinta...katakan kalau Nico hanya bercanda!" katanya lagi disela isakan pilu yang mengiris hati.Shinta memeluk Erika,disusul Stephanie yang ikut memeluk mereka berdua.Tubuh jangkungnya seolah sayap elang yang melindungi anak-anaknya dari marabahaya.
"Sabar Erika,ikhlaskan kepergian Nico.Mungkin Tuhan lebih sayang padanya." nasihat Shinta seraya mengelus punggung Erika yang berguncang keras.Stephanie berulang kali menyeka air matanya,wanita itu kehabisan kata-kata.Kenangan tentang Nico begitu membuatnya terpukul.Bagaimanapun mereka dibesarkan bersama.Nico sudah dia anggap seperti kakaknya.Pun Nico juga yang menjaganya saat Michael masuk asrama semasa kuliah dan jauh darinya.Kehilangan Nico bukan hanya membuatnya sedih,tapi juga terluka.Dia bisa merasakan apa yang Erika rasakan saat ini.
"Sekarang aku sendiri Ta...." ratap Erika lagi.
"Kau masih punya kami.Kau juga punya orang tua yang menyayangimu Erika.Sudahlah..jangan bersedih lagi.Kita doakan Nico agar Tuhan mengampuni dosa-dosanya ya." Shinta berkata sambil terus menyeka air matanya yang tiba-tiba jatuh berderai menganak sungai.Mereka bukan saudara tapi punya hubungan batin yang kuat melebihi persaudaraan,
"Nico tidak pernah memperlakukanmu dengan baik kan Erika?untuk apa menangisinya.Dia pantas mati dalam keadaan seperti ini." kata Willy tiba-tiba juga.Air muka datar dan tidak mau tau begitu mengganggu mereka.Mata tiga wanita itu melotot geram kearahnya.
"Kak!!" sentak Stephanie kesal.Tergsa dia menyeka air matanya lalu menghampiri suaminya yang tiba-tiba salah tingkah.Putri Maverich itu melotot padanya.
"Kau...tega sekali kau berkata semua itu saat kita semua sedang berduka.Apa kakak tidak merasa kehilangan sama sekali?apa kak Willy merasa Nico adalah saingan utama agar bisa menguasai Maverich?kau tidak punya perasaan Kak!" kata Steve berapi-api.Terlihat jelas sekali jika istri cantiknya itu sedang emosi akut.Wajahnya sampai memerah dan terihat sangat kesal.Willy menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal karena salah tingkah.
__ADS_1
"Steve..diam!" bentak Michael tegas padanya.Wajah tuan muda Maverich itu terlihat gusar dan menatapnya dengan pandangan tidak suka.Dalam hati Steve bertanya-tanya...kenapa kakaknya itu selalu membela suaminya dan bukan dirinya?Dimanapun kakak laki-laki selalu membela mati-matian saudari perempuannya entah itu benar ataupun salah.Tapi ini?kakaknya itu lebih cenderung bersikap seperti seorang bos yang membela anak buahnya dibanding saudaranya.Stephanie melengos.Willy meraih lengannya.
"Sayang dengar...aku tidak pernah punya pikiran menguasai Maverich karena bagiku kau dan calon anak kita adalah prioritas utama.Dan kau harus tau..jika Nico sampai meninggal,maka aku orang pertama yang akan menangis dan meratapi kepergiannya.Nico bukan hanya sahabatku tapi juga saudara dan kakak yang baik bagiku.Kau tidak akan mengerti seberapa dalam ikatan diantara kami.Tolong jangan menuduhku macam-macam karena itu sangat menyakiti hatiku." bahas Willy panjang lebar.Tangan kekarnya menangkup kedua pipi mulus Stephanie.
"Maafkan aku yang terlalu emosi kak.Tapi...kenapa kau tidak menangis?kau bilang kau orang pertama yang akan menangis saat Nico meninggalkan?" tanya Stephanie polos.Willy terdiam menatap Michael yang mengalihkan pandangan matanya kearah lain.
"Itu karena......"
"Willy benar.Dokter Erika berhak bahagia dan melanjutkan hidupnya.Pria seperti Nico tidak akan memberinya apa-apa selain sakit hati." potong Michael dingin.Tidak ada yang berani membantah perkataanya.Semua diam larut dalam kesedihan.Tuan muda Maverich itu akan berubah menjadi makhluk lain jika ada orang yang berseberangan dengan opininya.Tanpa berkatapun semua orang tau jika dia berduka.Matanya tak lepas dari brankar tempat Nico dibaringkan.
"Termasuk jika dia tidak membalas cintamu?" tanya Michael lagi dengan tajam.sorot mata dan nada bicaranya seakan hendak menguliti tubuh mungil Erika beserta perasaannya hingga tembus ke ulu hatinya.
"Saya tidak perlu balasan darinya tuan muda.Cinta saya padanya tanpa syarat." sarkasnya kemudian.Tidak ada gunanya lagi berlindung dibalik kepura-puraan dan keegoisannya.Dia sudah kehilangan separuh jiwanya,cinta dan kehidupannya.
"Kau sudah terlambat mengatakannya sekarang dokter.Nico tidak akan kembali karena perkataanmu." kata Michael tak kalah tajam dari tadi.Erika mengangkat wajahnya dan menatap Michael berani.
__ADS_1
"Meski terlambat,saya tau mas Nico bisa mendengarnya tuan muda." balasnya berusaha tegar.Sedetik kemudian tangis kembali menderanya hingga tubuh lemahnya limbung dan terduduk di lantai.Shinta memekik kencang dan memeluknya sekali lagi.Pandangan matanya terarah pada suaminya yang tetap bersikap dingin.Ingin rasanya dia mencakar wajah itu agar bisa berekspresi.Tembok saja kalah datar dengan wajah tampan itu.Kemana Michael yang sudah berubah menjadi pria hangat disampingnya?kenapa dia kembali menjadi manusia es yang tak berperasaan?
"Mas.....kau...keterlaluan!" desis Shinta padanya.Yang diajak bicara buru-buru mengalihkan padangannya ke arah lain,bersikap seolah tak mendengar warning keras istrinya.Kalau sampai terjadi selisih pendapat lagi...maka bisa dipastikan nasibnya akan berakhir seperti Willy yang dicueki oleh Stehanie.Sejak kapan wanita mau mengalah?Michael berdehem dan membetulkan letak dasinya.
"Nic,sudah saatnya kau bangun!" kata Michael tegas tanpa ekspresi setelah menegakkan tubuh tinggi kekarnya.Semua mata terkesiap saat dari arah brankar terdengar erangan Nico.
"Aaahhh Ya Tuhan...aku hampir mati menahan nafas dan dipukuli istriku.Tapi kalian malah main drama di depanku." keluh Nico yang menyingkap selimut dari tubuhnya,memperlihatkan darah yang membasahi bajunya dan tangan yang diperban karena luka.
"k...ka...kau..." kata Erika tergagap.Berulang kali dia mengusap matanya.Takut jika itu semua hanya mimpi sesaat yang hanya akan melipur laranya lalu pergi jika dia sudah terjaga.Dokter cantik itu bangkit berlahan dari duduknya lalu berjalan kearah Nico.Belum sempat dia menggapai ranjang terdengar tepuk tangan riuh dari luar pintu.Tuan Abraham,nyonya Misca,Dokter Yusuf beserta istrinya datang membawa kue ulang tahun dan bernyanyi riang.
"Happy b'day to you...
happy b'day to you...
happy b'day..happy b'day...
__ADS_1
happy B'day Erikaaaa....."😘😘😘😘😘