Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Alicia Reeves


__ADS_3

Michael memasuki kamar jam tujuh malam.Badannya sangat capek setelah seharian terpaksa kejar paket untuk merampungkan pekerjaanya.Ia tidak ingin memberikan beban pada Willy,yang pastinya akan sibuk mengurusi Luxio,sedangkan sekretaris Nico terpaksa tetap tinggal untuk mengurus Maverich group.


Shinta menyusul masuk sambil membawakan susu hangat untuk suaminya.Dia membantu melepaskan jas dan dasi Michael.Tanpa terasa Michael memeluknya,menghirup wangi tubuh istrinya.


"Biarkan begini dulu" Shinta yang hendak melepaskan diri mengurungkan niatnya.Dia membalas pelukan Michael untuk beberapa saat sebelum menuntun suaminya kesofa.Ia tau Michael sangat lelah.Pria itu menaruh kepalanya dipangkuan Shinta.


"Besok aku akan pergi beberapa hari" Dikecupnya jari tangan Shinta yang membelai lembut kepalanya.Sejak menikah,dia selalu bermanja-manja dulu sebelum pergi mandi pagi ataupun malam harinya.


"aku akan baik-baik saja"


"jangan dengarkan omongan momy"


"iya aku tau.Aku hanya akan mendengarkanmu"


"jangan pernah berpikir menghianati aku"


"aku bukan tipe seperti itu.Sekarang cepatlah mandi dan minum susunya.Kau sudah makan?"


Michael menggeleng pelan.


"aku akan memakanmu dulu" bisiknya lalu beranjak kekamar mandi.Shinta tersenyum lalu mengambilkan baju ganti untuk Michael.


"sayang...berikan handuknya padaku" teriak Michael dari dalam.Shinta kebingungan,perasaan tadi dia sudah memasukkan handuk kekamar mandi.Atau mungkin dia yang lupa karena terlalu banyak pikiran?Sambil menenteng handuk bersih dia masuk kamar mandi.Sebuah tangan memeluk pinggangnya lalu mendoronya ketembok.Belum sempat melakukan apapun,bibir Michael ******* bibirnya ganas dan beranjak dengan ciuman dan kecupan disana-sini.


"aahh..." erang Shinta tertahan.Michael yang sudah tidak tahan terus menyerangnya tanpa ampun,hingga gadis itu terkulai lemas dalam dekapan Michael yang juga baru saja meraih puncaknya.


"Apa kau akan pergi lama?"


"tidak.Hanya beberapa hari hingga kondisi membaik" sahut michael yang lagi-lagi mencium mesra istrinya.


"jangan nakal disana" Shinta menjawil ujung hidung suaminya mesra.


"aku tidak suka mendekati wanita.Kau satu-satunya". Hati Shinta berbunga.Michael memang pria dingin dan kaku,tapi dia juga pria yang jujur dan apa adanya.Tidak ada rayuan yang keluar dari bibirnya,tapi Shinta tau...pria itu sangat tulus mencintainya.


" ayo"


"kemana?" tanya Shinta penasaran

__ADS_1


"bercinta"


"hahhh????tadi kan sudah?"


"aku akan pergi beberapa hari sayang,anggap saja aku mengambil jatahku malam ini" bisik sang suami parau.Shinta hanya bisa pasrah saat Michael meminta lagi..dan lagi...hingga mereka tertidur menjelang pagi.


********


Shinta masih termangu didepan pintu setelah melepas kepergian Michael saat sebuah mobil silver memasuki halaman.Wanita cantik bertubuh ramping dan seksi keluar dari sana.Rambut pendeknya melambai ditiup angin.Ia mengenakan setelan hijau tua khas wanita karir yang melekat pas ditubuhnya dan melangkah masuk,mengabaikan Shinta yang berdiri di ambang pintu.


"tanteeee" pekiknya lalu setengah berlari memeluk nyonya Abraham yang sudah menyambut kedatangannya.


"calon menantuku sayang,tante kangen padamu.Bagaimana kabar Reeves dan ibumu?"


"mereka baik tante"


Shinta melangkah masuk setengah bingung dengan percakapan mereka.Setahunya keluarga Maverich hanya punya satu putra.Jika nyonya Abraham menyebut gadis itu calon menantunya,apa berarti gadis itu akan dinikahkan dengan suaminya?


"kau,buatkan calon menantuku minuman" perintah nyonya Maverich dengan nada tidak sopan pada Shinta.


"aku bukan ibumu"


"tapi saya istri Michael.anda juga ibuku" Laura Maverich langsung beranjak dari duduknya.


"kau jangan bermimpi jadi menantu keluarga kami.Jalang sepertimu hanya akan jadi pemuas nafsu anakku.kau mengerti?" Shinta terbelalak kaget mendengar perkataan Laura.Dulu stephanie juga menyebutnya jalang,sekarang ibunya juga begitu.Mereka orang kaya dengan tingkat pendidikan tinggi,tapi anehnya masih menggunakan bahasa kasar.Bahkan pekerja rendahan seperti dirinya masih tau sopan santun.


Wanita bernama Alicia itu tersenyum sinis,sedangkan Laura maverich sudah mencekal lengannya dan melemparkan tubuhnya hingga terjatuh dilantai.Kalau kemarin adalah romansa drakor dalam hidupnya,maka hari ini adalah sinetron Indonesia yang sedang dihadapinya.Cerita dimana seorang menantu diperlakukan tidak layak oleh mertua dan selingkuhan suaminya.Tapi tidak....suaminya tidak berselingkuh dengan wanita itu.Segera dia bangkit menuju dapur,membuatkan teh untuk Alicia dalam gelas besar.


Dua orang itu masih mengobrol hangat dan penuh canda tawa saat Shinta kembali.Tampaknya Laura Maverich sangat mengenal gadis bernama Alicia itu.Kalau dilihat dengan cermat,wanita paruh baya itu malah lebih menyayangi Alicia dari pada Stephanie yang note bane putrinya sendiri.'Dasar wanita aneh' batin Shinta.


"Hey...apa kau tidak diajarkan membuat minuman untuk tamu diyayasanmu?atau kau memang tidak punya cangkir teh dirumahmu?" tanya Alicia dengan nada mengejek.Shinta diam dan tetap memegang nampan berisi teh panas ditangannya.


"Dia cuma gadis rendahan yang tidak punya pendidikan sayang,ya wajar saja kalau tidak tau caranya hidup dikelas kita"


Alicia tertawa meledek sambil menjentikkan jarinya agar Shinta mendekat padanya.


"Michael putraku satu-satunya Alice,aku tidak mungkin merestui dia dengan wanita seperti ini.memalukan!"

__ADS_1


"Kau pakai sihir apa agar Michael tertarik padamu jalang?" Mendengar Alicia menyebutnya jalang,amarah Shinta sudah tidak bisa dikendalikan lagi.Sontak dia meraih gelas teh dan menyiramkan teh panas kewajah Alicia yang langsung menjerit kesakitan.Wajahnya langsung merah,entah melepuh,entah apa.Shinta tak peduli.Laura yang kaget langsung berteriak memanggil semua pelayan agar membantu Alicia yang kesakitan.Sedangkan Shinta dengan tenang mendekati Alicia.


"aku tidak akan membiarkan siapapun merusak rumah tanggaku.Sekarang lihat,siapa yang jalang?aku atau dirimu?" katanya penuh penekanan.Alicia hanya menangis kesakitan


"kau..jangan dekati calon menantuku!!" teriak Laura.


"Michael tidak akan berpoligami mom"


"tapi akan kubuat dia menceraikanmu" bentak laura sadis.Shinta hanya mengangkat bahunya cuek,melewati para pelayan yang mengacungkan jempol secara tersembunyi padanya hingga bertemu Stephanie diujung tangga.Shinta menatap sahabat dan adik iparnya itu.Ia mencoba mengartikan tatapan aneh Stephanie padanya.


"aaahh...kakak ipar,kau benar-benar Charlies angel.sama saat kita pertama kali bertemu.Kau sangaatt hebaaatt!!" teriak Stephanie kencang.Semua mata memandang kearahnya,juga tatapan tidak suka Laura Maverich.Tapi gadis itu acuh saja dan menarik Shinta ke kamarnya.


"aku harus belajar padamu.kau sangat mengagumkan Ta" puji Stephanie dengan mata berbinar.


"memangnya siapa wanita itu?"


"Dia Alicia Reeves,putri tunggal Jared Reeves.Ayahnya pengusaha kilang minyak terbesar di Asia.Mom berteman baik dengan keluarga mereka,maka itu dia ingin menjodohkan alice dengan kak Mic"


"lalu?"


"Alice itu sahabat kak Mic dari kecil.Hanya dia satu-satunya teman perempuan kak Mic,yang lain nggak ada yang tahan.Tapi kak Mic selalu saja menolak perjodohan itu"


"kenapa?"


"kak Mic tidak suka barang bekas"


"maksudmu Alicia itu...."


"ha..ha...haa...dia wanita kaya yang sangat flamboyan.Kak Mic tau itu"


"dan kau?kenapa kau tidak menyukainya juga? selidik Shinta ingin tau.


" karena dia selingkuhan Jonathan"


"APA???????"


"ssstttttt...jangan keras-keras Ta.nanti ada yang dengar" Stephanie membungkam mulut Shinta dengan gemas.Ekspresi Shinta juga membuatnya ingin ngakak.Tergesa dia melepaskan bekapan mulutnya sebelum Shinta benar-benar menggigit tanganya.

__ADS_1


__ADS_2