
Hawa panas masih terasa ditubuh berkeringat Stephanie.Pdahal dia sudah mandi,AC juga distell maksimal.Tapi entah mengapa hawa panas masih begitu terasa.
'mungkin lebih baik aku berenang' batinnya.Segera dipakainya baju renang dan menutupnya dengan piyama.Saat akan berbalik ketukan pintu terdengar.Tak berapa lama kemudian Shinta masuk membawa secangkir susu coklat hangat pesanannya.
"Kebetulan kau datang.Renang yuk Ta,gerah nih.Kau bisa berenang kan?"
"ini sudah malam Fan,nanti kamu kedinginan.Lagian ini juga mau hujan,ntar kalo udah hujan juga adem lagi"
"Udah jangan banyak alasan.cepetam ganti baju.Tuh,di lemari ujung banyak bikini.Kamu pilih aja yang kamu suka."
Shinta tak bergeming.Enggan melakukan perintah Strphanie.Tapi jangan Sebut namanya Stephanie kalau gagal memaksa orang lain untuk mengikuti kemauannya.Shinta langsung ditarik ke walk in closet,lalu sang nona muda memaksanya melepas seragam maid dan memggantinya dengan bikini ungu yang kontras dengan kulit kuning langsat khas Asia Shinta.
"Ya ampun Fani,bagaimana aku bisa keluar dengan pakaian kayak gini sih?"
"tenang...pake piama aku" Belum sempat buka mulut,Stephani sudah melemparkan piama pada Shinta.Dan lagi-lagi terpaksa Shinta mengikuti kemauan Stephanie.Mereka berjalan beriringan,bercanda,dan saling mengolok seperti teman sekolah.
Darah Shinta berdesir saat melihat michael bertelanjang dada dipinggir kolam renang.Tubuh athletis dan perut sickpacknya benar-benar membuatnya salfok.Buliran air yang membasahi rambutnya jatuh kerahang tegasnya.Tuhan,dia sangat seksi.
"ehh,kakak udah renang duluan"
__ADS_1
"hmmmm" jawab Michael
"udah Ta,kita renang aja.Kakak selalu begitu.Tidak bersahabat sama sekali" gerutu Stephanie lalu melepas piyamanya dan langsung nyebur kekolam.Shinta bingung,menggaruk kepalanya.
"hey...ayo turun"
"engg...itu...aku..."
"udah,ayo turun.atau aku tarik nih" Stephanie yang gemas naik lagi ketepi kolam.Menarik tali piyama dan melemparkannya kekursi.Seketika Shinta melotot,berusaha menutupi bagian tubuh sensitifnya.Tapi terlambat.Mata Michael yang ada didekatnya sudah lebih dulu menatap lekat.Tubuh Shinta memang mungil,tapi proporsional.Dada dan pinggangnya yang montok menyembul dibalik bikini ungu tuanya.Rambut lurus sepinggangnya dibiarkan tergerai lepas,manambah kesan cantik dan seksi.Mata Michael terus memandang tiap inchi tubuh didepannya.
"ehmmm...kakak.Kau membuat Shinta malu."
Michael buru-buru mengalihkan pandangannya.Bagaimanpun dia adalah tuan muda pemilik kerajaan bisnis terbesar di Asia.Egonya sangat tinggi.Tapi dia benar-benar terbuai dengan wajah ayu yang polos tanpa sentuhan lipstik pembantunya.Shinta memang cantik,tapi baru kali ini Michael melihat gadis itu mengurai rambutnya yang hitam legam.sangat sempurna.Seumur hidup Michael memang sangat menjaga jarak dengan wanita.Menurutnya semua wanita itu menyusahkan dan hanya mengejar harta dan popularitasnya.Dia benci dengan para gadis yang mengejarnya.Mereka semua murahan.Jiwanya adalah pejantan tangguh.Dia yang akan mengejar,bukan dikejar.
Tiba-tiba petir menyambar.Stephanie yang sangat takut petir langsung berlari ketakutan masuk kerumah.Dia sampai lupa kalau Shinta tertinggal dikolam.Yang ada dipikirannya adalah masuk kamar dan bersembunyi.Sejak kecil Stephanie memang sangat takut kilatan dan suara petir.
Shinta sebenarnya juga setali tiga uang dengan Stephanie,sangat takut petir.Saat kilatan menyambar dia hanya berteriak ketakutan sambil menutup mata.Memanggil nama Stephanie berulang kali,tapi tak ada sahutan.Hujan turun disertai kilatan berulang.Shinta sudah hilang akal.sekarang ganti memanggil nama ibunya karena terlalu takut.Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh punggungya.Refleks dia berbalik dan memeluk tubuh didepannya.
"jangan tinggalkan aku...tolong aku...aku takut" teriaknya berulang kali sambil menyembunyikan wajahnya.Michael memeluknya dan menyembunyikan wajah Shinta yang ketakutan didadanya.Desiran itu makin terasa.Tangannya mulai meraba pinggang Shinta,meremas pantat seksinya dan menggerayangi tubuh Shinta yang gemetaran.Ia ingin lebih.Sekali gendong tubuh mungil itu sudah sampai ketepi kolam.Shinta masih menangis tak mau dilepaskan.Michael yang gemas dengan teriakan Shinta lalu mendekatkan wajahnya dan membungkam bibir Shinta denga ciuman panjang.
__ADS_1
"diam dan jangan teriak lagi" desisnya di dekat telinga gadis itu.Seketika Shinta diam tak bersuara.Hanya menyusupkan wajahnya didada Michael.Pria muda itu kembali menggendong Shinta masuk kerumah.
Bukannya melepaskan Shinta,Michael malah membawa gadis itu kekamarnya.Meletakkan gadis itu dibath tub penuh air hangat.Lalu menyusul gadis itu masuk kesana.Michael menggosok tubuh Shinta denga telaten sambil menyabuni dirinya sendiri.Shinta yang Shock jadi makin Shock.Ia nyaris seperti orang linglung yang hanya menuruti perlakuan Michael padanya.
Michael yang merasa mendapat lampu hijau makin nekat mengelus dada dan bagian sensitif Shinta.Gadis itu mendesis saat Michael mencumbui lehernya lalu turun kedadanya.mengecup dengan ganas dan meninggalkan beberapa kissmark disana.shinta masih terbuai saat merasakan sesuatu yang keras menyentuh pinggangnya.Rupanya Michael tak kuasa menahan diri.Diangkatnya Tubuh Shinta keatas pangkuannya lalu berusaha berbuat lebih.
Sekatika ingatan Shinta pulih.....dia berontak melepaskan diri dan bangkit dari bathtub.
"apa yang tuan lakukan"
"mengikuti nalurimu"
"ahh..." teriak Shinta sambil menjambak rambutnya.Dia baru sadar sudah telanjang bulat didepan Michael yang menatapnya penuh nafsu.Segera dia berlari menuju pintu,tapi kalah cepat dengan Michael.Pria itu menarik tubuh polos Shinta dan mendudukkannya.Michael sudah tidak bisa menunda lagi.Semakin Shinta berontak,maka hasratnya akan semakin naik.Dia harus menuntaskannya malam ini juga.Teriakan dan tendangan Shinta seakan hanya gigitan semut ditubuhnya.Kesadarannya sudah dibuat buta oleh gairah.Ketika akan menerobos bagian inti Shinta,gerakannya terhenti.Gadis itu menangis.
"tuan tolong lepaskan aku.aku berjanji akan menjaga keperawananku pada almarhum ibuku.Jangan buat aku mengingkarinya.Kalau kau tetap melakukannya,maka aku akan mati setelahnya" katanya lirih disela isakan.Tubuh Shinta melemas nyaris jatuh kelantai.Micahael dengan sigap menangkapnya lalu membawanya keluar.Sudah tidak ada lagi hasrat didadanya.Ia mengelus punggung Shinta lembut lalu mengecup keningnya.
"maafkan aku"
Bagaimanapun Michael adalah pria terhormat.Dia tidak diajarkan merampas milik orang lain tanpa ijin,termasuk juga masa depan gadis ini Dia juga bukan pria tak bermoral yang akan menodai wanita tak berdaya.Kalaupun dia melakukannya,dia pastikan Shinta akan menyerahkan kehormatannya tanpa paksaan.
__ADS_1
Shinta mengangguk lemah.Membiarkan Micahel menurunkan tubuhnya kekasur besar,memakaikan piyama miliknya yang kedodoran dan menyelimuti tubuh mungil itu hingga sebatas leher lalu meninggalkannya.Shinta tertidur lemas dalam ketakutan dan capek yang menggerogoti tubuhnya.
Kembali dari walk in closet,Michael sudah memakai kaos putih dan celana pendek warna cream.Ia mendekati tempat tidur,menatap wajah tenang gadis yang sudah memporak porandakan hatinya.mengecup pucuk kepala Shinta yang basah lalu ikut masuk kedalam selimut.Memeluk tubuh hingga tertidur pulas.