Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
Sherlyana Lee


__ADS_3

"Permisi nyonya Sherly,seluruh pegawai ruangan gizi dipanggil keruang direksi sekarang." kata seorang perawat yang baru mengetuk pintu ruangannya.


"semua?ada apa nona?" tanya Erika penasaran.Tidak biasanya ruang gizi yang merangkap dapur dipanggil ke ruang direksi.Mereka adalah jajaran paling belakang yang memang jarang dilibatkan kecuali urusan makanan.Apa terjadi kesalahan?kalaupun iya,bukankah beberapa jam lalu prof Zao menemuinya?tidak ada tanda-tanda mereka melakukan kesalahan.Kepala bagian gizi keluar lebih dulu diikuti beberapa yang bertugas dan Erika setelahnya.Dibelakangnya juru masak dan asistennya berjajar rapi mengikuti atasannya menuju lantai tiga dimana ruang direksi berada.Mereka menyusuri lorong panjang hingga sampai diruangan itu.


Profesor Zao duduk dikursinya berhadapan dengan sesosok pria yang duduk tegap membelakangi mereka


"Selamat pagi prof." sapa kepala bagian ramah.Lima belas orang yang bertugas bersama Erika hari itu menganggukkan kepalanya,memberi hormat.Profesor Zao berdiri dari duduknya dan menghampiri mereka.


"Selamat pagi semua.Saya memanggil kalian hari ini karena ada pemeriksaan mendadak dari kantor pusat untuk memantau kalian semua." ujarnya tegas.Hati Erika bergetar.Jantungnya berdetak puluhan kali lebih cepat dari biasanya.Bagaimana dia bisa lolos hari ini?semua identitasnya palsu.Kalau sampai dia ketahuan,bisa hancur hidupnya karena sebentar lagi pihak imigrasi akan menangkapnya karena pemalsuan dokumen dan dia bisa berakhir di penjara nantinya.Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.Profesor Zao menatapnya dan memberi isyarat agar dia tenang.


"baik pak." sahut mereka serempak.


Pria tadi berdiri dan membalikkan tubuhnya.Erika hampir saja memekik kencang saat tau siapa orangnya.Nicholas kendrich,suaminya dalam setelan jas biru tua dan dasi merah menyala yang membuat tubuh tinggi athletisnya begitu sempurna.Semua pegawai terutama yang perempuan serentak bergumam memuji ketampanan suaminya.Hati Erika memanas.


"Selamat pagi semuanya,saya Nicholas kendrich,sekretaris utama tuan Maverich yang ditugaskan oleh beliau untuk mengecek data karyawan bidang kalian.Siapapun nama yang saya panggil,silahkan maju dan menunjukkan identitas kalian lalu keluar." kata Nico tegas dan penuh karisma.Bertahun-tahun menjadi tangan kanan Michael membuat dia punya jam kerja dan keprofesionalan yang tinggi.


Perawat yang memberitahu mereka tadi lalu memanggil nama mereka satu persatu.Mata Nico tidak lepas dari Erika yang dari tadi menundukkan kepalanya.Percuma wanitanya itu menyembunyikan dirinya dibarisan belakang agar tak terlihat karena beberapa orang sudah keluar dari sana dan membuat dia tampak jelas dihadapan Nico sekarang.Tinggal dia dan kepala bagian yang tertinggal disana.


Erika maju saat namanya dipanggil.Dia menunjukkan identitasnya pada sang perawat.Sama.

__ADS_1


"Silahkan keluar nona Sherly." kata sang perawat kemudian setelah mencocokkan tanda pengenalnya.Erika bernafas lega dan segera menuju pintu saat suara berat Nico menghentikan langkahnya.


"Tunggu nona Erika berliana yusuf." Tubuh Erika terpaku ditempatnya.Nico menyebut nama aslinya dengan tegas.Langkahnya terhenti seketika.Dia masih bisa mendengar langkah Nico mendekatinya.Nafasnya tertahan saat tangan kekar itu meraih pundaknya dan memutar tubuhnya.Nico berdiri menjulang di depannya dengan tatapan tak terbaca.Bibir sekretaris tampan itu bergetar.


"Erika,ayo kita pulang.” ujar Nico serak.Tatapan mereka bertemu.


" Saya Sherly tuan,bukan Erika seperti yang anda maksudkan."


"Kau Erika.Aku mengenal istriku."


"tapi saya bukan istri anda tuan."


"Sepertinya anda salah paham tuan Nicholas,dia istri saya Sherlyana lee." sahutnya kemudian.Tatapan Nico beralih padanya.Mata tajam sekretaris utama Maverich itu berubah garang.


"Profesor Zao,sejak kapan anda menikah?seingat saya anda berstatus duda." nada sinis terdengar dari bibir Nico.Kini mereka saling berhadapan.Profesor Zao yang berdarah Asia mungkin tak sepadan dengan tinggi badan Nico yang berdarah campuran Eropa.Tapi jangan lupakan otot-otot dalam tubuhnya yang terbentuk sempurna seperti para pendekar kungfu di film Cina.


Zao tersenyum miring.Dia bergerak mundur menuju laci meja kerjanya,mengeluarkan map biru berisi beberapa dokumen di dalamnya.


"Silahkan memeriksanya sendiri tuan Nico.Saya tidak ingin kesalah pahaman ini terus berlanjut.Sherly adalah istri saya bukan Erika istri anda.Kita bisa test DNA jika itu yang anda perlukan." Nico menerima dokumen itu dan memeriksanya dengan teliti.Dia menatap profesor Zao dan Sherly bergantian.Dahinya berkerut.Semua dokumen itu asli.Ada surat-surat penting Sherly disana,juga surat nikah sah yang dilakukan lima tahun lalu di Cina.Demikian juga dengan paspor dan surat ijin lainnya.Semua milik Sherly lee.

__ADS_1


Pofesor Zao tersenyum bijak.Terlihat sekali pria itu begitu menguasai emosinya.Kematangan usia,pangalaman hidup dan latar belakang otak briliannya begitu mendukung tiap gerak tubuh dan mimik wajahnya.Di sampingnya,Sherly Lee yang tadi terlihat gugup juga mulai beradaptasi dengan baik.Wanita itu tersenyum smart.


Bukan Nico namanya jika dia mudah menyerah.Pria lulusan terbaik sebuah uiversitas tertua di Inggris itu begitu menakjubkan saat dihadapkan dengan urusan insting dan ketelitian.Sorot mata tajamnya membara.


"Bukankah putramu sudah berusia tujuh tahun tuan Zao?bagaimana bisa kalian yang baru menikah 5 tahun punya putra berusia 7 tahun?apa mungkin putra anda adalah produk adopsi?" katanya dengan bibir tersenyum tipis.Zao terkejut,tapi lekas menguasai keadaan.


"Tidak ada yang tidak mungkin tuan Kendrich.Kami besar di Amerika.Free sexs bukan hal tabu disini"


"owhhh jadi begitu?anda mengingatkan saya tentang seseorang yang melupakan budayanya profesor.Kita sama-sama berdarah Asia yang menjunjung tinggi tradisi orang timur,tapi anda hidup bebas di negara lain.Sepertinya nenek moyang anda harus menangis di alam sana." tukas Nico kembali sinis.Wajah profesor Zao memerah.Bagaimana bisa Nico menghina nenek moyang yang dia luhurkan?sekretaris ini memang pandai mengaduk emosi orang lain.


"Saya rasa itu bukan urusan anda tuan sekretaris.Saya hanya berpesan agar anda berhenti dari obsesi anda tenang istri anda yang hilang itu."


"Darimana anda tau jika istri saya menghilang?" desak Nico.Dia merasa mendapat angin segar kembali.


"Itu bukan perkara sulit tuan,karena saya juga membuka praktik dirumah sakit tempat istri anda bekerja.Gosip itu sudah beredar luas disana." Nico terdiam.Profesor tampan di depannya bukan orang sembarangan.Melawannya perlu kehati-hatian.


"Baik jika itu yang anda inginkan prof.Tapi saya akan kembali kesini untuk membuktikan jika dia adalah Erika istri saya.Dan jika saat itu datang...saya pastikan anda beristirahat dengan kaki dan tangan yang patah." Zao tersenyum mengejek.Tidak ada rona ketakutan dalam dirinya.Dia mendekati Nico lagi lalu berbisik pelan.


"Kalaupun anda bisa membuktikan jika dia adalah Erika,saya akan tetap merebutnya dari anda tuan sekretaris." Nico kembali meradang.Tangannya terkepal kuat hingga buku jarinya memutih.

__ADS_1


__ADS_2