
Pagi ini Michael tampak sangat bersemangat mengurus pekerjaanya.kepalanya yang semula tertuju kearah laptop dan beberapa laporan keuangan mendongak sekejap saat pintu ruangannya diketuk dan duo tampan masuk berbarengan seperti pasangan yang sedang pacaran.Kadang Michael juga heran dengan sekretaris dan mantan asistennya itu.Walau kini sudah berbeda jabatan namun tetap tak bisa dipisahkan.Selalu saja mencuri-curi waktu berduaan walau sedang tidak ada kerjaan.
"Apa kau sudah mengurus tiket kita ke Indonesia Nic?" tanya Mic serius sambil mengetukkan bolpoin ditangannya pada meja.Nico berdiri ditempatnya sambil menjawab.
"Sudah tuan muda.Semua sudah siap termasuk akomodasinya." sekretaris itu mengeram kesal saat Willy dengan santai menarik kursi dan duduk di depan tempat berdirinya tanpa merasa berdosa.
"Apa kita juga akan mengajak sekretaris bodoh ini kak?" sarkas Willy sambil melempar tatapan menggoda yang dibalas Nico dengan dengusan.
"tentu saja Will.Alice dan Adrian mengundang kita semua." Willy mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kurasa kau cukup perhatian dengan menanyakan ini tuan muda baru." ejek Nico de gan wajah datar andalannya.
"Dari dulu aku sangat perhatian padamu man!kau saja yang tidak peka." gerutu Willy.
"Jika memang begitu,terimakasih untuk perhatianmu tuan muda baru." sahut Nico lagi sambil menundukkan sedikit badannya yang disambut ringisan kecil dari Willy.Berulang kali mantan asisten itu protes pada Nico yang selalu bersikap formal padanya meski menurutnya itu malah terkesan mengolok-olok dirinya.Dia mungkin biasa saja menerima perlakuan semua orang yang jadi lebih menghormatinya setelah menikahi si cantik Stephanie,tapi pada Nico?yang ada Willy malah rikuh sendiri.
"kata tuan muda baru itu menganggu pendengaranku tuan sekretaris."
"Jadi saya harus memanggil anda apa tuan?"
"Willy saja bodoh!aku tidak suka kau bersikap sepeeti pada kak Mic.Aku cuma menantu keluarga Maverich,bukan putra dad." dengusnya kesal.Michael tidak menyahut.Melihat pertengkaran kecil duo tampan itu kadang adalah hiburan baginya untuk menghilangkan penat.
"Apa Steve masuk kantor hari ini?"
"Dia menemani dad check up kerumah sakit kak."
"Hmmm...kita kesana!" duo tampan berpandangan.
"Kita?aku dan Nico juga kak?rame-rame gitu?" tanya Willy tak percaya.Mau apa coba mereka kesana kalau hanya sekedar memantau proses check up sang dady saja.
"ya,memangnya siapa lagi." sahut Mic yang langsung berdiri mendahului duo tampan yang masih saling melempa pandang.
Mobil bergerak cepat membelah jalanan.Tanpa terasa mereka sudah sampai di halaman rumah sakit.Nico turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Michael.Sang tuan muda yang berbadan tinggi tegap keluar disusul tuan muda baru yang selalu bertindak jadi sopir mereka saat bepergian bersama.Anehnya,tanpa dikomando mereka serempak memasangkan kaca mata hitamnya membuat beberapa pasang mata melihat terpana.
__ADS_1
Mata jeli Nico menangkap siluet istrinya berjalan memasuki sebuah ruangan perawatan diikuti seorang perawat.Willy menyenggol lengannya memberi isyarat pada Nico untuk menghampiri Erika.Sekretaris itu langsung menjauh setelah memberi kode dia tidak akan lama.
Nico menyandarkan badannya ketembok ruangan,menunggu Erika selesai dengan pekerjaanya.Selang beberapa menit kemudian,wanita cantik berjas putih itu keluar juga.Dia berjalan tergesa hingga kepalanya menubruk dada Nico yang sengaja menghadangnya.Erika meringis saat Nico meraih tubuhnya.Perawat dibelakangnya hanya tersenyum.
"Pacar anda tampan dokter." Katanya sambil memandang takjub pada Nico.
"Anda perawat baru?"
"iya tuan."
"Dia istri saya.Jadi jaga tatapan aneh anda itu karena saya sudah beristri." ucap Nico penuh tekanan hingga perawat itu salah tingkah dan berlalu.Pandangan Nico beralih pada Erika yang berada dalam rengkuhannya.
"Siapa yang msngijinkanmu bekerja dokter?" tanya pria tampan itu nyaris berbisik.Erika tergagap.Dia lupa minta ijin tadi,dan parahnya dia lupa jik sudah puny suami.
"ma..maafkan aku mas." jawabnya sambil menunduk.
"Kau harus dihukum dokter." desisnya lalu menyambar bibir Erika dengan ganas hingg wanita itu gelagapan.
"pulang jam berapa?"
"jam 5 mas."
"Jangan kemana-mana,aku akan menjemputmu." Erika hanya mengangguk.Kali ini Nico mengecup keningnya dan mengelus rambutnya mesra.
"Aku pergi dulu." Lalu dengan senyum simpul dia berbalik keruangan Abraham diperiksa.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyusul keduanya karena Michael masih berhenti untuk berbincang dengan seseorang.Willy masih setia berdiri di dekatnya sambil memainkan hpnya.Saat Michael kembali berjalan,mereka hanya mengekor hingga ketiganya tercekat dan membulatkan matanya saat melihat Stephanie yang memeluk erat seorang pria berwajah Eropa.Willy bahkan sampai melepas kaca mata hitamnya karena melihat istrinya mencium pria itu.
"Steve!!" sentak Mic yang langsung membuat keduanya melepas pelukannya.Stephanie begitu terkejut melihat kehadiran Mic,begitu juga suaminya yang sudah memasang wajah garang.
"Kak,dia..."
"jelaskan saja pada suamimu!dan kau....jangan coba-coba mendekati adikku!" sentak Mic lalu dengan sengaja menyenggol bahu pria itu hingga mundur selangkah.Wajahnya memucat saat Willy berjalan gagah kearah mereka.
__ADS_1
"Kak,dia Keanu..teman sekolahku dulu.Kami tidak sengaja bertemu tadi" jelas Stephanie takut suaminya salah paham.
karena wajah garang Willy yang masih diam.Postur tubuh pria itu memang beberapa senti diatasnya,tapi soal kekuatan..jangan tanyakan lagi unggulan siapa.
"hmm...kau tau resiko mendekati istriku man?" sergah Willy tanp basa basi.Pria itu juga balas mendekat.
"Sepertinya aku tertarik dengan istrimu mantan bawahan." katanya lirih terkesan mengejek.Willy yang dikuasai rasa cemburu meraih krah baju Keanu dan melayangkan pukulan keras hingga pemuda itu terhuyung memegangi hidunya yang beedarah.
"kaakk!!kau ini apa-apaan sih!" sentak Stephanie yang bergegas menghampiri keanu.Willy makin kalap dan hendak memukul lagi namun dihalangi oleh Nico.
"lepaskan Nic!"
"diam!!" sentak Nico lalu menatap tajam pada keduanya.Willy hanya diam.Nico tidak akan membentaknya jika dia tidak melakukan kesalahan.
"ha..ha..ha...jadi tuan
mudapun kau tidak pantas.Masih saja dibentak-bentak.Dasar mental bawahan ha..ha..." Nico merah padam.Sebuah tendangan memutar dia hadiahkan untuk seorang Keanu yang teejengkang beberapa langkah dan kesulitan untuk bangun.Nico menarik tangan Stephanie lalu mengelapnya dengan tissu.Dia lalu mendekati Keanu dan berdiri angkuh diatasnya sambil melemparkan tisu tadi padanya.
"Bahkan nyonya muda kami tidak layak kau sentuh,Apalagi suaminya.Kau harus menghadapi aku dulu sebelum menyentuh mereka." tegasnya hingga membuat Kaenu terperangah.Sekretaris itu sangat garang sekarang,bahkan wajahnya saja sudah merah padam menahan amarah.Segera Keanu bangkit dan berniat pergi dari sana.
*
*
*
*
Readers q tersayang...
Maaf author lama tidak up karena hpnya mengalami kerusakan parah.Jangan menyarankan untuk beli baru lagi ya karena author hanya pekerja biasa dengan gaji pas-pasanโบโบ bukannya mengeluh,author hanya curhat singkat untuk memberi penjelasan.Cerita akan tetap up walau rebutan hp dengan anak.๐๐๐
Maafkan keterlambatanku ya pembaca yang budiman...sungguh I LOVE U all๐ป๐ป๐ป
__ADS_1