Bukan Cinta Semusim

Bukan Cinta Semusim
nyonya muda


__ADS_3

Michael menatap takjub pada Shinta yang baru datang dari bagian belakang rumah diapit dua orang pembantu yang dia tau bertugas membersihkan lantai tiga.Shinta sangat anggun dengan gaun putih yang menjuntai panjang dan riasan minimalis yang elegan.Mata Michael tak berkedip menatapnya.Warna kulit eksotis memang sangat menarik dimatanya.Wajah oval Shinta sangat menawan dan terlihat natural.


Tak ada yang bisa menyangkal ketampanan Michael maverich.Dia adalah idola kaum hawa yang selalu menjaga jarak dari mereka.Tubuhnya tinggi athlethisnya dibalut tuxedo dan setelan berwarna sama dengan gaun pengantin Shinta.Blasteran Amerika dan korea sangat kental diwajahnya,sangat sempurna.Dia mengamit lengan Shinta menuju meja penghulu yang sudah sampai beberapa menit lalu.Suaranya sedikit bergetar,nerveous.Bagaimanapun,ini pertama kalinya dia menikah.Wajah dinginnya cukup jadi bukti kalau pria itu sangat tegang.


Akad nikah berlangsung khidmad dan diakhiri dengan doa.Pramudya dan Rio yang menyaksikan lewat video call mengucapkan tahmid bergantian.Pria itu masih terbaring lemah tak berdaya ditunggui Rio yang tak henti-hentinya tersenyum bahagia.Tidak ada tamu undangan.Yang hadir hanya petugas pernikahan dan seluruh penghuni rumah juga asisten Willy,Ayya dan sekretaris Nico.Meski sederhana,pernikahan tetap terasa sakral.Stephanie memotret kesana kemari dengan tingkah riang.


"akhirnya rumah ini punya nyonya" teriaknya histeris disambut tepuk tangan para pelayan.Duo tampan yang berdiri didekat pinru utama saling pandang.Wajah mereka tetap datar ditengah riuh rendah para pelayan yang sedang berpesta dalam tanda petik.Hari ini Michael memang membebaskan para pelayan.Semua makanan dipesan dari resto terkenal,hingga semua orang cuma fokus pada pernikahannya saja.


Awalnya semua penghuni rumah sangat kaget mendengar perintah bibi Chun agar besok mereka bebas tugas dan diperintahkan berkumpul diruang utama dengan pakaian bebas tidak seperti biasany untuk acar pernikahan.Saat bibi Chun mengumumkan pernikahan Michael denga Shinta ada yang langsung tersedak atau cuma sekedar melongo menahan kaget.Dan jadilah pagi ini mereka berdandan seperti akan datang kepesta pernikahan.


Setelah akad nikah selesai mereka pindah ketaman samping untuk makan minum disana.Taman itu sudah disulap secara dadakan untuk pesta terbatas.Bebas tugas adalah hal paling menarik dan membahagiakan mereka.


"mulai sekarang kau sudah harus memanggil singa liar itu nyonya Will" ucap sekretaris Nico serius.Willy hanya mengangkat bahu


"sekarang memang musim drakor dan roman picisan Nic,semua orang bermimpi hidup seperti kisah novel.Jadi kita juga harus ikut halu"


"sepertinya tuan Mic juga terlalu halu.seperti tidak ada wanita lain saja." sungut Nico.Willy tertawa sumbang


"aku saja tidak selera pembantu,apalagi yang seperti Shinta,ehh...bos kita yang lulusan Amerika,punya segalanya malah milih pembantu yang tidak ada istimewanya"


"tapi sekarang kau jadi punya harapan Will"


"maksutmu?"


"kalau tuan Mic saja bisa menikahi pembantu,kau malah lebih punya kesempatan menikahi nona muda" bisik Nico serius.Willy tersenyum kecut.Dia tau Willy hanya menyemangatinya.


"Sekarang cuma musim penghujan Nic,bukan musim menikahi pembantu" sahut Willy lirih.


"Tapi aku akan menikahi Ayya Will"


"AAPPAA????!!!! teriak Willy kencang sambil memelototkan mata.Spontan Nico merangsak maju dan menutup mulut Willy sebelum sibodoh itu mengacaukan suasana.Semua orang memandang kaget kearah keduanya.Buru-buru mereka pura-pura tersenyum jenaka.Lalu tersenyum lega saat semua orang mengalihkan pandangan dan sibuk dengan urusannya masing-masing.

__ADS_1


" kau serius?" tanya Willy masih tidak percaya.Nico menganguk.Pandangan matanya beralih pada Ayya.Gadis Philipina itu tampak ayu dengan balutan dres panjang warna hijau yang dia belikan.


"kau jatuh cinta?"


"Will,tidak semua pernikahan diawali dengan cinta.Kita anak yatim piatu yang tidak punya siapa-siapa.Aku tidak tau kenapa,sejak dia tinggal diapartemenku semua jadi berubah"


"maksutmu?"


"aku merasa punya keluarga Will.Aku merasa berharga karena ada yang menungguku pulang"


"dia cuma pembantu lho Nic.sudah tugasnya menunggumu pulang.kau saja yang terlalu lebay" tandas Willy tidak terima.Melihat Michael menikah dengan pembantu saja dia sulit menerima,ini malah....sahabatnya mau ikut-ikutan menikahi buruh migran.


"dia juga sudah tidak punya siapa-siapa seperti kita Will" jawab Sekretaris Nic dengan nada rendah.


"keluarganya?"


"cuma keluarga angkat.Semua gajinya dikirim pulang,dan kemarin aku menemukan dia menangis dikamar karena keluarganya sudah menghabiskan semua uangya untuk foya-foya."


"saat melihat dia menangis hatiku sangat sakit Will.maka itu kuputuskan untuk membuka diri.Dia gadis yang baik dan ramah.Tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyukainya"


"lagi-lagi musim menikahi pembantu" gerutu Willy dengan wajah ditekuk.


"kau harus memperjuangkan cintamu Will.semangatlah!" kata Nico sambil mengepalkan tangannya.Willy menyambutnya dengan senyum masam.Stephanie sangat jauh dari jangkauannya.Dan dia tahu pasti jika dia yang akan terluka pada akhirnya.


*********


Michael membuka pintu kamarnya lalu melangkah dengan gagah memasuki kamarnya.Dia mendudukkan diri disofa melepas penat.Beberapa saat kemudian dahinya mengerenyit.Kemanan Shinta?kenapa tidak ikut masuk bersamanya?diraihnya ponsel yang tergeletak dimeja.


"Nic,dimana istriku?"


"Shinta ehh..maksut saya nyonya masih dibawah dengan teman-temannya tuan"

__ADS_1


"kalau sudah selesai,suruh dia naik kekamarku"


"baik tuan". sekretaris Nico memasukkan ponselnya kesaku lalu menghampiri Shinta.


" permisi nyonya,tuan menyuruh anda menemuinya kalau acara sudah selesai" kata sekretaris Nico lalu sedikit membungkukkan badannya saat akan pergi.Seketika semua tersentak kaget.Mereka seperti tersadar kalau orang didepan mereka itu bukan lagi teman kerja,tapi nyonya muda baru dirumah itu.Kalau orang sekelas sekretaris Nico saja bersikap begitu,berarti mereka juga harus begitu.


Hampir serentak mereka semua mundur selangkah lalu membungkukkan badan untuk memberi hormat pada Shinta.


"maaf nyonya"


Shinta sontak terkejut.


"aduuhh kalian ini kenapa?"


"sekarang anda sudah menjjadi istri tuan muda nyonya.Anda majikan kami" sahut bibi Chun.Shinta menghampiri wanita parus baya itu lalu memeluknya.


"tidak ada yang akan berubah bibi.Aku tetap Shinta,teman kalian.Jadi jangan bersikap begitu padaku"


"kami tidak berani nyonya" sahut semua orang.Shinta menggelengkan kepalanya.


"Tolong jangan begitu ya." sahut Shinta memelas.


"biarkan kami tetap memanggilmu nyonya.tapi kami akan bersikap biasa padamu.bagaimana nyonya shinta?" kata mia dengan tingah lucunya.Shinta tertawa riang sambil mengacungkan jempolnya setuju.Semua tertawa riuh lalu bersulang.Shinta memeluk Ayya yang baru datang menghampirinya.


"Shin,pangeran berkuda putihmu sudah datang"


"kau masih percaya itu" gelak Shinta


"tentu saja.Semoga pangeranku juga lekas tiba"


"aku mendoakan kebaikan dan kebahagiaanmu Ay.jangan putus asa.Akan ada saatnya kau akan bahagia." Ayya mengangguk.dua sahabat itu berpelukan lalu tertawa panjang.

__ADS_1


__ADS_2