
Erika memijit kakinya yang sedikit bengkak karena terlalu banyak berdiri dari pagi hingga sore hari ini karena banyaknya tamu undangan yang hadir di pernikahannya.Setelah sederatan kenalan dan kolega bisnis Luxio,seluruh kru rumah sakit tempatnya magang juga teman-teman kuliahnya juga diundang hadir oleh sang penyelenggara acara.Siapa lagi kalau bukan tuan muda baru yang teramat sangat tengil itu.Lihatlah dia yang tersenyum lebar karena acara yang dimotorinya sukses besar.Dia bisa membuat Nico dan dirinya serasa mati kelelahan seharian ini.
"Apa kau capek?kalau iya aku akan suruh orang mengantarmu pulang." bisik Nico yang dibalas oleh gelengan Erika.Bagaimana mungkin dia meninggalkan Nico sendirian?Itu bahkan tidak terbersit diotaknya.
"Aku mungkin akan baik-baik saja jika sepatu ini dilepaskan.Dia sangat menyiksaku mas." Nico melihat gaun pengantin yang hanya sedikit memperlihatkan ujung sepatu Erika.Tanpa pikir panjang Nico berjongkok dan melepas stelitto putih yang menghiasi kaki Erika.
Erika yang terkejut langsung bergerak mundur,tapi Nico sudah menahan tangannya agar tidak bergerak.Pria dingin itu lalu melepas sepasang sepatu itu dan meletakkannya di belakang kursi.
"Apa sekarang sudah mendingan?" Erika menganggukkan kepala.Dia melihat tatapan mata semua orang terarah pada mereka.Bahkan dia melihat papa mamanya terharu dengan perlakua manis Nico padanya.Tak berhenti disitu,sang sekretaris ice man itu juga sibuk membenarkan gaunnya agar menutupi kakinya yang telanjang.so sweet.....
Tuan muda baru mendekati mereka dan memasang senyum jahil yang sedari tadi menghiasi bibirnya.Nico yang menyadari kehadiran Willy langsung memasang wajah geram.
"kau sengaja mengerjai kami?"
"ha..ha...itu balas dendam karena dulu kau juga membuat aku hampir mati jantungan Nic.Sekarang kita impas man!"
Nico yang geram menendang kaki Willy spontan,namun sang mantan asisten yang memprediksinya dari awal menghindar dengan mudah.Dia berlalu sambil menjulurkan lidahnya bak anak kecil yang meledek teman bermainnya.
"Harusnya kau bersyukur karena aku tidk membuatmu bergadang hingga pagi Nic.Setidaknya kau masih bisa bermalam pertama walau kakimu akan terasa nyeri semua ha...ha..." Stephanie yang menghampiri Willy sudah mencubit keras perut suami nakalnya itu kuat hingga Willy meringis kesakitan.
"Sayang aduh..apa yang kau lakukan?"
"Kau sendiri?apa yang kau lakukan kak?bahkan sekretaris Nico dan Erika belum makan dari tadi.Kau ini tega sekali pada mereka." ucap Stephanie lalu mengajak Erika dan Nico turun untuk makan dahulu.Selain hanya tersisa sedikit tamu,dia juga kasihan melihat Erika yang terlihat sangat lelah.Dulu dia juga mengalami itu saat menikah,makanya Stephanie merasa tidak tega.
__ADS_1
Nico mendudukkan Erika dikursi dekat pelaminan lalu dia bergerak mengambilkan makanan.Dua piring ditangannya disusul pelayan yang mengantarkan minuman dingin pada mereka.Nico menyerahkan salah satunya pada Erika.
"Makanlah,kau pasti lapar." Erika yang memang merasa lemas karena lapar langsung menyantap makanan dalam piringnya hingga tandas.Dia lalu meminum coklat dingin yang dibawakan pelayang tadi.
"ke..kenapa menatapku seperti itu kak?" Nico tidak menjawab.Diusapnya bekas coklat yang menempel di bibir Erika.Gadis itu minum dengan terburu-buru hingga tidak menyadari jika coklat itu meninggalkan bekas dibibirnya.
"Apa kau ingin menggodaku hem??"
"ti..tidak begitu kak.Tadi aku.."
"sudahlah,selesaikan makanmu.Kau boleh menggodaku setelah pulang ke rumah" Kata Nico sambil meneruskan acara makannya.
Hari sudah gelap saat semua tamu sudah pulang.Nico mengahampiri mama papa Erika yang masih berbincang dengan Willy dan Stephanie.Ada juga bibi Aida diantara mereka.Rupanya Mic sudah pulang satu jam lalu karena baby El yang terus menangis kelelahan.
"Papa sama mama akan menginap di tempat bibi Aida saja nak.Lagian takut menganggu kalian." jawab papa Erika mantap.Pria paruh baya itu merasa bahagia karena Erika sudah menemukan suami yang tepat seperti Nico.
"tidak pa.Kalian juga harus tau rumah kami.Papa please..menginaplah malam ini."
"bagaimana ma?"
"mungkin Nico ada benarnya paman,kalian menginap saja disana malam ini." Willy mencoba menengahi,papa Erika yang awalnya bimbang akhirnya setuju menginap.Willy segera menyiapakan mobil dan supir untuk mengatar mereka ke kediaman Kendrich.
Erika dan Nico yang ada dimobil terpisah berangkat duluan disusul mobil perusahaan yang mengantar papa,mama dan bibi Aida kerumah Nico.Erika berulang kali melirik Nico yang tetap menatap lurus kedapan tanpa menghiraukannya.
__ADS_1
"Ada yang ingin kau katakan?" Erika tersentak.Bagaimana ice man itu tau kalau dia ingin mengatakan sesuatu?Padahal dia tidak bergerak atau bersikap memcurigakan.Dia hanya melirik.Apa mungkin telinganya punya cctv ya?
"ehm...itu.."
"apa?" ketus dan kaku.Erika mengeluh dalam hati,kuat berapa lama dia hidup berdua dengan robot berwujud manusia ini.Tapi mau bagaimana lagi,orang tuanya sangat bangga saat tau dia dipersunting tangan kanan penerus Maverich grup.Nico bukan hanya asisten biasa,dia bahkan sudah lulus S2 saat berusia 25 tahun.Dia juga mapan secara finansial dan tampang yang membuat semua wanita ingin mendekat padanya.Bisa dikatakan Erika perempuan beruntung yang dipersunting oleh Nico.
"te ...terimakasih sudah bersikap baik pada orang tuaku." ujarnya lagi tetap tergagap karena Nico selalu saja membuat jantungnya berdetak kencang.
"Mereka juga orang tuaku sekarang."
Jawaban yang singkat membuat Erika kesusahan mengbangkan topik pembicaraan.Akhirnya dia memlilih bungkam hingga mobil mereka sampai dipelataran kediaman Kendrich yang walau tak sebesar dan semewah rumah Michael tapi terlihat luas dan asri.
Nico yang turun lebih dulu menggendong Erika memasuki rumah.Dia tau istrinya itu tidak lagi memakai sepatunya,maka dia yang harus menggendongnya masuk karena takut kaki Erika terkena sesuatu.
"Aku bisa jalan sendiri mas."
"ssstt...sudah,diam dan nikmati saja."
Erika hanya mampu menganggukkan kepala hingga Nico mendudukannya di sofa.Pria gagah dan tampan itu lalu beralih kepintu untuk menyambut mertua dan bibinya yang baru datang.
"Pa,ma,bibi,selamat datang dirumah sederhana kami." ucap Nico sambil mempersilahkan mereka duduk.
Mama Erika dibuat takjub oleh rumah baru Nico dan Erika.Jika ini yang Nico katakan rumah sederhana,bagaimana dengan kediaman mereka ditanah air yang walaupun punya beberapa unit perumahan tapi tempatnya terpisah-pisah.Sang mama mulai bisa menduga-duga seberapa besar kekuasaan menantunya di Luxio.Dia juga tak henti berpikir seberapa kaya tuan muda Michael dan istrinya yang sedari tadi menjadi lawan bicara mereka.Sungguh pasangan yang ramah dan low profile.
__ADS_1
Dua orang maid menyiapkan minuman dan lalu bergegas menyiapkan kamar untuk tamu.Mereka terlibat pembicaraan hingga berjam-jam.Erika bahkan sangat kagum pada Nico yang berubah hangat dan humoris didepan orang tuanya.Sungguh berbeda dari watak aslinya.Ternyata selain tegas suaminya itu juga pintar berdrama dan bermain ekspresi.Sungguh laki-laki misterius.