
Tiba dipanti,Shinta dan Ayya disambut ramah oleh pengurus dan anak-anak disana.Kebanyakan dari mereka masih balita.Kalaupun ada yang agak besar,paling masih usia TK.Ibu panti menerima sumbangan dan mengantarkan mereka berkeliling area panti.Shinta sangat terharu melihat bayi-bayi mungil yang ditinggalkan orang tuanya,atau para balita yang dengan senang hati bergelayut manja padanya saat ia memberikan permen untuk mereka.
"Kami sudah lama mendengar tentang tuan muda Maverich,tapi baru kali ini beliau berkenan mengulurkan tangan pada kami." cerita ibu panti seraya mengajak mereka duduk minum teh di teras panti yang asri.
"Tuan muda kami sangat sibuk nyonya.Maka itu kami mewakili beliau sekarang" jawab Shinta sopan.Pembicaraan mereka terhenti saat sebuah mobil berhenti dihalaman.Seorang pria membuka pintu lalu langsung berjalan kebagasi mobil.Dia tampak mengeluarkan beberapa kardus dari sana.Pengurus panti yang tau kedatangannya langsung berhamburan mbantu pria itu mengangkat kardus berbagai ukuran itu masuk kedalam.Ibunpanti segera berdiri dan menyambut pemuda tampan berkulit putih itu sambil mengulurkan tangan.Pemuda itu menyambutnya lalu tertawa riang,sangat akrab.Sepertinya dia sudah sering datang kemari.Terbukti dia sama sekali tidak canggung dengan semua penghuni tempat ini.Tanpa ragu pula dia mengulurkan tangan pada Shinta dan Ayya.
"ini adalah Jonathan smith nona.Donatur tetap panti ini" kata ibu panti memperkenalkan tamunya
"sedangkan ini nona Shinta dan Ayya dari keluarga Maverich" masih melanjutkan missinya,ibu panti gantian memperekenalkan tamu satunya.
"owwhh..jadi anda nona muda keluarga Maverich.Soo beautifull girl..." kata Jonathan ramah
"Saya bukan nona Stephanie tuan.Saya cuma pembatu dirumah keluarga Maverich.sepertinya ibu panti salah paham.Kami kemari untuk mengantarkan sedikit sumbangan untuk adik-adik panti.Sekali lagi maafkan kami tuan". Ulas Shinta panjang lebar.Dia tidak mau kesalah pahaman ini terus berlanjut dan menjadi besar dikemudian hari.Semua ini adalah salahnya.Kalau saja dari awal dia bilang sumbangan itu pribadi darinya,tentu tidak akan jadi sepanjang ini.Dia sengaja bilang itu dari tuan muda Maverich karena kemarin Michael lah yang membayar semua belanjaan itu.
" hey...kalau kau pembantu kenapa memangnya?kita masih bisa bertemankan?" Tanya Jonathan masih dengan raut cerianya.Padahal yang Shinta tau,keluarga Smith juga masuk jajaran keluarga kaya dan terpandang,tapi putranya low profile sekali.Seketika mata Shinta berbinar senang.Ternyata tidak semua tuan muda itu sombong seperti bayangannya.
Buktinya,Jonathan Smith sangat ramah dan bersahabat.Hanya beberapa jam saja mereka jadi sangat akrab.
"kau sering kemari ya kak?" tanya Shinta ragu.Sejak tadi Jonathanlah yang memaksa dia dan Ayya memanggil begitu.
"iya begitulah.Disini aku tenang.Melepas lelah diakhir pekan dengan menatap anak-anak seperti terapi batin bagiku" jawab Jonathan santai.Ayya yang menggendong dan mencoba menidurkan bayi laki-laki usia tujuh bulan masih setia dengan rutinitasnya.Ia ingat adiknya dikampung.Bayi itu begitu gemuk dan menggemaskan.
__ADS_1
"Hei bukankah kau dari Indonesia?beberapa minggu lalu aku baru dari Bali,apa lokasi rumahmu masih jauh dari sana Shin?"
"masih sangat jauh kak.Aku dari jawa,bagian timur pula.masih butuh satu penerbangan melintasi selat bali lalu lima jam berkendara ketempatku"
"owwh...jauh juga ya."
"iya kak"
Setengah hari berlalu dengan sesi bermain dan berbincang.Pribadi Jonathan yang hangat dan humoris membuat Shinta nyaman dan menemukan teman baru.Ayya juga ikut nimbrung beberapa kali,walau dia lebih sering repot mengurusi bayi tadi karena sudah jatuh hati pada si gembul.
Hampir sore saat keduanya berpamitan untuk pulang.Jonathan menawarkan mengantar pulang walau sudah beberapa kali ditolak oleh Shinta maupun Ayya.Mereka lebih nyaman jalan kaki seperti saat berangkat tadi.Lebih santai sambil melihat-lihat dan menghafal jalan.Maklum,sejak datang ke negara ini,mereka langsung masuk kerumah dan baru kali ini diberi libur.Seperti sahabat kecil mereka menuju halaman tempat parkir dengan bergandengan tangan.Jonathan yang tertawa riang berdiri diantara Ayya dan Shinta seperti kembali kemasa lalu.Dia seakan lupa kalau sudah menjadi manusia dewasa.
Tiga orang menatap sinis pada ketiga sahabat bentukan baru tersebut.Sigap mereka menghadang jalan.Belum sempat sadar sepenuhnya,sebuah pukulan mendarat tepat diwajah Jonathan.Shinta dan Ayya memekik kencang saat melihat Jonathan terlempar dengan hidung berdarah.Saat menoleh mereka berdua terkesiap.Michael menatap tajam padanya.
"Kau salah paham tuan maverich.Kami hanya kebetulan bertemu tadi" jelas Jonathan yang sudah berdiri dibelakang Shinta,mengusap hidungnya yang berdarah.
"dulu aku mengampunimu karena permintaan Stephanie,tapi kalau kau berani mendekati gadis ini,aku tidak berjanji mengampunimu lain kali" Sinis Michael.
"kau salah kalau berpikir aku takut padamu tuan Maverich.Tapi karena aku menghargaimu ya...aku mengalah." sela Jonathan santai dengan tangan dilipat didada.
"kau......."
__ADS_1
"Hentikan Willy" Sentak Michael saat Willy sudah maju untuk melayangkan pukulan pada Jonathan.Pemuda itu terkekeh pelan.Dia bersikap acuh dan menoleh pada Shinta dan Ayya.
"baiklah girls..terimakasih untuk hari ini,semoga next time kita bisa bertemu lagi" katanya sambil menangkupkan tangan didada lalu berlalu menuju mobilnya.Dia sama sekali tidak memandang Michael dan pengikutnya.Pemuda yang sopan dan pemberani.
Shinta masih menatap Jonathan sampai mobilnya hilang digerbang.Dia tersentak saat sebuah tangan menariknya kasar.Michael menatapnya dengan kilat kemarahan.Gadis itu menunduk,tidak berani memandang majikannya.Lain halnya dengan Ayya,Sekretaris Nico sudah menyeretnya masuk kemobilnya dan membawanya pergi duluan.
Michael menarik Shinta dengan paksa masuk kemobil.Langkah keduanya terhenti saat ibu panti datang dan buru-buru kehalaman,menyapa pada mereka.
"Selamat sore tuan Maverich,senang berjumpa dengan anda hari ini.Terimakasih sudah sangat perhatian pada kami tuan." kata ibu panti ramah.Michael masih berdiri bingung.
"maksut nyonya?"
"ehm..maksut saya,kebetulan anak-anak kami sedang kekurangan pakaian dan susu beberapa hari ini,dan hari ini Tuhan menjawab doa kami dengan mengirimkan bantuan anda melalui nona Shinta.Sekali lagi terimakasih tuan.Semoga Tuhan melindungi anda sekeluarga" doanya tulus.Michael menoleh kearah Shinta yang masih menunduk.Ia mengisyaratkan sesuatu pada Willy dan disambut anggukan hormat.Asisten itu berlalu dan mengambil sesuatu dimobil.Sesaat kemudian dia kembali sambil menyerahkam sebuah amplop pada Michael lalu mundur kebelakang tuannya.
Michael menghampiri ibu panti,menyalami wanita paruh baya itu dengan takzim lalu menyerahkan amplop tadi.
"nyonya...."
"Miska.nama saya Miska tuan.Maaf belum sempat memperkenalkan diri pada anda"
"Saya Michael maverich,ini ada sedikit uang untuk kebutuhan anak-anak yang belum terpenuhi.Maaf,saya datang tiba-tiba dan membuat keributan disini" kata Michael sopan.
__ADS_1
"terimakasih tuan Michael." sahut ibu Miska.Ia begitu bahagia hingga air matanya berlinang.Spontan dia memeluk Michael.Pria dingin itu menyambutnya dan memeluk balik wanita paruh baya itu.Siapa yang menyangka,Michael yang dingin dan arogan bersikap sangat manis pada wanita seusia ibunya tersebut.Setelah berpamitan,Michael menarik tangan Shinta untuk masuk ke mobil.Willy buru-buru memutar mobil menuju rumah.