
"Sesuatu yang lo maksud, juga karna dia?"
Guilherme hanya diam sebelum perhatian mereka teralih karena menyadari kehadiran seseorang. Menatap ke arah pintu, ketiga orang di sana membuat Bellena yang semula tidak tahu, menjadi ikut tegang.
Menyebut nama Far seolah menjadi hal yang tabu bagi mereka yang menyetahuinya. Salah-salah mereka bisa dianggap menyebarkan informasi dan bernasib sial.
Tidak terdengar suara langkah kaki sama sekali dari balik pintu. Namun setelah menunggu beberapa detik, seseorang tiba-tiba mengetuk penutup kayu tersebut. Hal yang secara tidak langsung mengatakan bahwa orang tersebut telah berdiri di sana sejak tadi.
"Siapa?" Tanya sang pemilik ruangan.
"Ah- aku?"
Suara seorang wanita terdengar dari balik pintu tersebut. Dari cara bicaranya, ia seperti orang yang cukup dekat dengan Guilherme.
"Ada apa? Kau tidak tahu aku sedang membicarakan hal penting?" Jawab pria itu kemudian, yang masih tidak membukakannya pintu.
"O-oh ya, maaf."
Pintu tersebut tiba-tiba terbuka saat wanita itu berbalik dan hendak pergi dari sana. Didapatinya seorang pria bertubuh kekar berdiri di ambang pintu sambil tersenyum.
"Dari mana kau tahu El datang?" Tanya Guilherme kepada wanita bertubuh mungil di hadapannya.
"El benar di dalam? Aku dengar suaranya." Sahutnya sambil menyembulkan kepalanya masuk melewati sela lengan Guilherme.
Ia pasti juga mendengar suara Ashley saat memanggil pria tersebut.
Melihat sosok wanita pirang yang tengah duduk di dalam ruangan tersebut, wajahnya pun langsung bersinar. Jauh lebih cerah daripada masa depan Ashley.
Spontan berusaha menerobos masuk, leher wanita itu justru terkena kuncian lengan Guilherme. Menariknya masuk dalam posisi terkunci, pria tersebut pun kembali menutup pintu sebelum kemudian melepaskannya.
Memberi satu tendangan tak bertenaga di kaki pria kekar itu, wanita tersebut membalas perbuatan bos sekaligus temannya. Berlalu meninggalkan Guilherme, ia langsung berlari menghampiri Ashley dengan dua tangan terulur ke depan.
"No hug." Ucap Ashley yang seketika membuat wanita mungil itu mengangkat tangannya.
__ADS_1
Karena terlalu sering dilarang, meski menggunakan bahasa asing pun ia tetap paham apa yang dimaksud Ashley. Meski demikian, niatnya menggelendoti wanita pirang itu tetap tidak terhentikan. Dengan tangan terangkat tinggi, ia menggayuti Ashley seolah memeluknya tanpa menggunakan tangan.
Melihat ada orang yang begitu senang saat melihat nonanya, Alais benar-benar dibuat tidak mengerti. Bahkan Bellena yang sudah beberapa kali melihat juga masih tidak paham.
Kembali duduk di kursinya, Guilherme pun melanjutkan pembicaraan mereka.
"Sepertinya kau juga memiliki urusan dengannya."
Mendengar kata 'juga' yang diucapkan Ashley sebelumnya, pria itu menduga jika Ashley bukan hanya tahu namun juga berurusan dengan pria bernama Far tersebut.
"Gua cuma gasuka pengecut yang sok berkuasa."
Dari kalimat tersebut, Ashley mengubah asumsi pria itu. Dapat dilihatnya dengan jelas jika Ashley masih belum mengetahui siapa Far. Tidak ingin temannya mengalami hal yang tidak diinginkan, Guilherme pun menyarankan kepadanya untuk tidak terlibat dengan orang tersebut.
Di sisi lain, Ashley yang masih tidak tahu akan keterlibatan Far dengan Ashelia, hanya bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut sebelum bisa mengikuti saran Guilherme.
Cukup sulit membuat pria itu memberikan informasi mengenai Far, terlebih karena ia tidak ingin Ashley terlibat lebih jauh. Namun di saat wanita itu hendak beranjak pergi, orang yang sedari tadi bersandar di pundaknya sambil mengusili Bellena, tiba-tiba berbisik,
"Aku bisa memberi tahumu."
"Eva." Sela Guilherme yang khawatir wanita usil itu akan melakukan sesuatu.
Meyakinkan bosnya jika ia tidak akan membuat masalah dan hanya ingin menunjukkan kamarnya, pria itu pun memberi ijin.
Mengucapkan salam perpisahan, pergilah mereka berempat meninggalkan Guilherme yang masih harus melakukan sesuatu di ruangan tersebut.
Sampai di sana. Dimasukinya sebuah ruangan yang terbilang lumayan luas dan rapi. Ruangan yang memiliki kesan elegan dari perpaduan warnanya, meski perabotannya tidak mewah.
Eva adalah salah satu wanita penghibur di sana. Namanya juga cukup terkenal dikalangan mereka. Bisa dibilang, ia berada di kelas yang tinggi.
Melihat Ashley yang begitu bebas dan berani membuatnya sangat kagum. Ia juga yang membatu Ashley menjahili Bellena saat mereka pertama datang ke sana.
Meski hanya sesaat namun ia sudah mengetahui sifat Ashley yang tidak suka dipeluk, berbeda dengannya yang sangat suka memeluk.
__ADS_1
Eva tentu saja lebih muda dari Ashley, namun ia lebih tua dibandingkan Ashelia. Karenanya, ia selalu melihat Ashley sebagai adiknya, meski sikap yang ditunjukannya justru sebaliknya.
Masuk ke tujuan kedatangan mereka, Eva memulai dengan kondisi tempat kerja mereka. Dibandingkan pemilik, Guilherme saat ini lebih seperti manajer yang selalu diawasi. Lalu, pihak pengawas itu adalah orang-orang Far, yang entah bagaimana bisa mendapatkan hak penggusuran area tersebut.
Karena banyak orang yang bergantung pada pekerjaan di sana, Guilherme tidak punya pilihan lain selain bekerja di bawah pengawasan mereka. Karena itu juga, atas dasar kerahasiaan informasi, teman Guilherme dilarang masuk ke sana.
Setahunya, Far adalah orang yang berada di balik layar dari semua kejahatan yang terjadi di wilayah itu. Entah benar atau hanya rumor yang disalah asumsikan, namun fakta bahwa Far memiliki kuasa di area hiburan tersebut tidak dapat disangkal lagi.
Untuk sementara, hanya itu yang Eva tahu.
"Akan kubantu mencari informasi jika kau janji akan sering datang." Ucapnya kemudian mencoba membujuk Ashley
Sepakat, bos mafia itu pun meminta Eva untuk memfokuskan infonya ke hubungan antara Far dan keluarga Midgraff. Mengangkat satu tangannya dan melakukan hormat, Eva berkata ia akan melakukannya sesuai perintah Ashley.
Entah pengaruh apa yang ia dapat, namun wanita itu selalu menuruti semua hal yang dikatakan oleh Ashley.
"Tidak ada yang boleh menggangu keluarga El." Lanjutnya dengan wajah serius, sebelum sedetik kemudian berubah ceria lagi.
Jika dilihat dari tingkahnya, jelas Eva terlihat seperti orang yang tidak bisa dipercaya. Meski demikian, Ashley tahu, wanita itu selalu memegang ucapannya dan melakukan hal semaksimal mungkin.
Dia adalah orang pertama yang hendak direkrut Ashley jika bukan karena terikat kontrak dengan tempat pelacuran tersebut.
...****************...
Kembali ke kediaman setelah mendapatkan hasil, Ashley pun memutuskan untuk melanjutkan pencarian informasinya besok. Ia berniat menemui informan cilik yang tentu tidak akan berjualan di alun-alun saat tengah malam.
Akan tetapi, setelah menemuinya, anak laki-laki itu hanya berkata,
"...aku tidak menjual itu."
Karena terlalu tidak sabar Ashley sengaja membisikannya langsung ke telinga informan tersebut, tapi hasilnya tidak sesuai dugaan. Mengingat Eva juga mengatakan tentang usaha mereka yang terus merahasiakan informasi, tidak heran jika hal ini akan lebih sulit dicari.
Memberikan secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat dan jam, anak itu kemudian berkata,
__ADS_1
"Tempat itu sepertinya menjual apa yang kau cari."
.................. Bersambung .................