Cinderella Gila

Cinderella Gila
Penipu?


__ADS_3

Seorang pria keluar dari sebuah gang kecil diikuti oleh seorang wanita. Ekspresi puas yang tergambar di wajah wanita itu telah menjelaskan semuanya.


Mata wanita pirang tersebut kemudian melirik ke arah gang lain yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan satu gerakan kepala, ia mengisyaratkan kepada dua orang yang mengawasinya dari sana untuk mengikutinya pergi.


Muncullah seorang perempuan berpakaian pelayan bersama dengan seorang kesatria dari balik pot besar di ujung gang tersebut. Berjalan keluar, mereka pun pergi mengikuti nonanya, meninggalkan seorang laki-laki berpakaian unik bersama seorang kesatria wanita yang terluka lumayan parah di bagian lengannya.


Tidak bisa berkata-kata Joseph dibuatnya. Begitu pula pengawal pria itu yang sebenarnya telah mengetahui kehadiran dua orang yang sedang mengawasi mereka di sana.


Kesatria itu pikir, mereka hanya sedang bersembunyi karena tidak ingin terlibat. Siapa yang mengira, jika dua orang yang ia asumsikan sebagai sepasang kekasih yang bertengkar itu ternyata adalah bawahan Ashley.


Merasa telah dikelabuhi meski sebenarnya tidak ada yang berniat demikian, kesatria Joseph pun semakin waspada dengan gadis yang mampu membuatnya terluka tersebut. Baik dirinya maupun Joseph, mereka tidak akan pernah bisa melupakan orang yang bernama Ashelia Rosanna Midgraff lagi mulai saat itu.


...****************...


Melihat punggung wanita dengan sejuta kegilaan yang berjalan di hadapannya, membuat kesatria yang bertugas mengawal Ashley mulai mempertanyakan tugasnya.

__ADS_1


Ia sebisa mungkin dilarang menyakiti warga sipil agar tidak memberi masalah terhadap tuannya, namun Ashley justru suka mencari masalah. Ia juga ditugaskan untuk melindungi tuannya, namun Ashley justru melarangnya ikut campur.


Terlepas dari semua itu, ia lebih penasaran dari mana Ashley mempelajari hal tersebut? Selama menjadi kesatria keluarga Midgraff, ia tidak pernah sekali pun melihat Ashelia berlatih. Mengetahui nonanya suka berolah raga belakangan ini saja sudah sangat mengejutkan.


Gerakan seefisien itu, trik dan respon setanggap itu, tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu dekat, apa lagi diam-diam.


Bukankah ia seperti...


penipu?


Memejamkan matanya, kesatria tersebut berusaha tidak berpikiran buruk tentang Ashley. Dengan fisik yang begitu identik, mana mungkin nonanya adalah orang lain yang menyamar sebagai Ashelia. Bahkan wanita itu juga masih kehilangan kakinya. Orang gila mana yang rela memotong kakinya dengan sengaja demi sebuah penyamaran?


Menggelengkan kepalanya, kesatria itu kembali menepis asumsi di dalam pikirannya. Ia mencoba meyakini bahwa tidak akan ada orang yang mau bertindak sejauh itu.


Meskipun begitu, tetap tidak bisa dimungkiri jika perubahan Ashelia memang sangatlah drastis.

__ADS_1


Nona yang bahkan tidak berani mengangkat wajah di depan para pekerja dan kesatrianya itu, kini berjalan dengan mengangkat wajahnya tinggi, begitu kharismatik dan percaya diri.


Ia ingat, atasan yang mengutusnya bahkan mengatakan jika kejadian minggu lalu sangatlah mengguncang mental nonanya. Namun setelah melihat perilaku Ashley secara langsung, pria itu ragu kalau ada sesuatu di dunia ini yang mampu membuat nonanya terguncang.


Sebenarnya, pimpinan pasukan kesatria itu memang tidak mengada-ada. Saat itu wajah Ashley memang terus menunjukan ekspresi kosong. Seolah pikirannya masih terganggu dengan sesuatu yang sangat mengejutkan. Akan tetapi, bukan karena kejadian yang ia alami dengan Kalia, tentu saja. Melainkan karena Vincent telah memberinya larangan untuk keluar selama seminggu.


Menyaksikan secara langsung ekspresi yang wanita itu tunjukan saat bertarung tadi, sejujurnya, kesatria itu bahkan berpikiran jika Ashley mungkin akan tertawa saat menghadapi kematian.


Apanya yang terguncang?


Lalu tiba-tiba, lamunannya terpecah saat mendengar Ashley mengatakan sesuatu.


"Dapet semua info yang lo butuhin?"


Informasi? Informasi apa? Apa ia baru saja melewatkan sesuatu yang tidak seharusnya ia lewatkan?

__ADS_1


Melirik ke arah Bellena, gadis itu juga dibuat sama bingungnya. Bedanya, wajah Bellena terlihat cukup panik. Hal yang kemudian ikut membuatnya merasa tidak tenang.


.................. Bersambung .................


__ADS_2