Cinderella Gila

Cinderella Gila
Si ***ing mau jadi nabi?


__ADS_3

Ada sebuah laci di meja kerja Ashley yang selalu terkunci. Di dalamnya terdapat dokumen dan silsilah keluarga dari 20 anak buah pertamanya. 4 regu penyergapan dari kelompok inti yang ia pimpin sebelum ia menjadi ketua wilayah.


Kunci tersebut ia letakan pada kotak penyimpanan yang ada di atas mejanya. Memang ia tidak berniat menyembunyikan kunci itu, namun tidak mungkin pula ia meninggalkan kunci tersebut menggantung di lacinya.


Ia tidak menyadarinya hingga sekarang karena dibuat sangat sibuk seminggu ini.


Ditariknya laci yang sudah tidak terkunci tersebut. Dokumen-dokumen itu masih berada di sana. Namun, ada sesuatu yang lain, barang yang seharusnya tidak akan pernah ia lihat lagi.


Sebuah buku tebal dengan warna hitam mendominasi bagian depan dan belakangnya. Pada bagian sampul, terdapat gambar kursi tahta yang berdiri kokoh di atas tumpukan ribuan pedang.


The Throne of Discord.


Adalah judul novel yang tercetak jelas di sana. Sebuah novel yang berlatar belakang dalam era kerajaan. Sebuah novel yang di mana kerajaan Durman juga menjadi salah satu latar tempatnya. Sebuah novel yang kini tidak dapat ia lupakan karena telah menjadi bagian dari cerita hidupnya.


Novel yang baru saja ia masuki minggu lalu.


Amarah yang begitu besar menyeruak dari sorot mata Ashley. Langsung disambarnya buku itu dan di buang jauh-jauh.


Kenny yang ia buat kaget tidak berani langsung menanyakan apa pun kepadanya karena melihat raut wajah Ashley.


"Ngapa,"


"itu buku a***ing ada di sini?"


Kenny pun melihat buku yang baru saja bosnya lemparkan dan menghantam pintu tersebut. Ia tidak mengetahui buku apa itu karena jatuh dalam keadaan terbuka.


Dihampirinya buku yang sangat Ashley benci itu. Kenny kemudian mengambil dan membalik sampulnya. Setelah melihat sampul buku tersebut, laki-laki itu kini justru dibuat bingung oleh alasan bosnya marah.


Seingatnya, Ashley sendirilah yang mengambil buku itu dari rumah lamanya. Wanita itu bahkan selalu membacanya saat ada waktu senggang. Bukan berarti ia sibuk bekerja juga.


Laki-laki itu awalnya sedikit ragu untuk mengatakan hal tersebut, namun untuk menjawab pertanyaan Ashley, memang itulah kenyataannya.


Mendengar pernyataan dari orang yang tidak mungkin berbohong kepadanya membuat Ashley tercengang. Bukan lagi buku yang ia pertanyakan, namun kenapa Ashelia pergi ke rumah lamanya. Ia mulai membayangkan keadaan rumah lamanya yang menjadi berantakan karena dimasuki seekor kucing liar.


Setelah mendengar jawaban bahwa Ashelia pergi untuk mencari buku diari, Ashley justru terfokus dengan kata 'mencari' yang sangat berpotensi untuk menjadi penyebab berantakannya rumah lamanya.


Ia memang lebih sering tidur di markas sejak menjadi ketua, namun ia tetap sesekali pergi ke rumah lamanya. Meski tumbuh besar dibawah asuhan ayahnya, ia lebih memilih tidur di rumah lamanya daripada rumah ayahnya.

__ADS_1


Setelah beberapa detik, barulah ia sadar dengan inti ucapan Kenny. Masalahnya, wanita yang tidak terdidik dengan normal itu tidak pernah mengenal hal yang namanya 'buku diari'.


"Nyari apa?"


"Buku diari."


"Apa itu?"


Seperti dugaan laki-laki itu, bosnya tidak mungkin sengaja meninggalkan jejak tentang dirinya dengan menulis sebuah buku harian. Wanita itu bahkan tidak pernah menjadari eksistensi benda tersebut.


Setelah Kenny menjelaskan konsep buku harian, raut wajah Ashley langsung berubah dan kemudian berkomentar,


"Ketauan dong gua ngapain aja."


Jawaban yang sama persis dengan apa yang dibayangkan Kenny. Laki-laki itu memang sangat paham dengan jalan pikir Ashley.


Anehnya, sosok Ashley yang 'lain' justru mencarinya. Karena Kenny pun dibuat terkejut, akhirnya ia mengantarkan Ashelia ke rumah lama Ashley.


Bukan diari yang ia temukan, Ashelia justru kembali dengan buku novel yang tidak pernah Kenny tahu. Pria itu tidak menyangka jika bosnya pernah menyukai novel.


Yah, tidak juga.


Terkadang gadis itu juga bisa berpikir cerdas.


Alhasil, bukannya informasi mengenai Ashley. Ia justru menemukan informasi mengenai dunianya. Dibawalah novel itu kembali bersamanya dan disimpan di laci terkunci Ashley.


Ashley paham dengan alasan Ashelia membaca isi novel tersebut. Terlepas dari bagaimana ia bisa menyadari bahwa dunianya tertulis di sana, novel itu sebenarnya tidak membahas kehidupan Ashelia.


Tentu saja tidak. Ashelia bahkan tidak diwarisi ilmu bisnis atau politik apa pun oleh Vincent. Dalam novel yang penuh dengan perselisihan untuk saling menjatuhkan dan berebut kekuasaan tersebut, ia tidak mungkin akan ikut di dalamnya.


Itu dia.


Informasi mengenai siapa yang akhirnya menang dan kalah. Informasi mengenai permasalahan apa saja yang akan terjadi dan siapa dalang dari semua itu.


Meminta kembali novel yang ia buang dan membuka halamannya asal, Ashley membaca beberapa kata yang tertulis di sana. Memorinya tentang sebagian besar isi novel tersebut pun kembali. Benar, informasi itu akan sangat menguntungkan siapa pun yang mengetahuinya. Tergantung apa yang akan orang itu lakukan, hasil kemenangan Klaus- si pemeran utama, bisa berubah 180°.


Ashley terkekeh.

__ADS_1


"Si ***ing mau jadi nabi?"


Ashley merasa kesal karena gadis yang membuatnya terjebak di dunia novel, kemudian mengobrak abrik organisasinya dan membuatnya dihukum ayahnya, justru mendapatkan keuntungan besar.


Wanita itu hanya bisa berharap Ashelia berakhir terbunuh karena ceroboh dalam membocorkan informasi tersebut.


Matanya kini berhenti pada kata 'kematian Kalia'.


Ia tidak ingat siapa Kalia, namun setelah membaca kalimat berikutnya, ia teringat dengan suatu kejadian di dalam cerita tersebut.


Kematian putri dari pangeran kedua membuat kubu Klaus berantakan. Demi membalaskan kematian putrinya, pangeran kedua dan kedua putranya akan menyerang Klaus kemudian keluar dari kubu sahabatnya itu.


Dengan dicap sebagai musuh, apa pun yang akan dilakukan Asteron si pangeran kedua tidak akan mempengaruhi nama Klaus. Saat itulah ia pergi melawan kubu barat, dan berakhir menyusul putrinya.


Ia tidak mengingat siapa nama putrinya ataupun kedua kakak Kalia, yang ia ingat hanya nama Asteron karena tindakan pria itu sangat dikagumi oleh Ashley. Sayangnya ia berakhir dalam perangkap kubu barat.


Sebuah cerita yang menceritakan tentang kekejaman dan kelicikan manusia itu memang sangat cocok dengan karakteristik ibunya.


Meski terlihat ramah, ucapan ibunya sebenarnya selalu memiliki makna lain. Ia juga adalah orang yang tidak pernah berbohong, namun hal itulah yang lebih menakutkan. Karena, setiap kejujurannya mampu menggiring orang lain untuk berpikir sesuai keinginanya dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya.


Wanita yang sangat cocok dengan kepribadian ayahnya.


Ashley terdiam sejenak karena semua pikiran dan memori itu membuatnya merindukan ibunya. Sebejat apapun sifat ibunya, Ashley tetap menyukainya. Mungkin seperti apa yang anak buahnya rasakan terhadapnya.


Wanita itu pun memutuskan jika setelah ini ia akan mengunjungi makam ibunya dan kemudian pergi ke rumah lamanya.


Ditutupnya buku yang ada di tangannya dan didorongnya maju mendekati Kenny.


"Buang."


Meski buku itu adalah pemberian dari ibunya, namun memori Ashley tentang Ashelia mengalahkan kesan baik ada di sana.


"Gua mau ke istana." Ucapnya merujuk pada tempat peristirahatan terakhir ibunya.


Sambil membawa buku yang bosnya minta untuk dibuang, Kenny berjalan keluar untuk menyiapkan mobil. Namun sebelum membuka pintu, ia mendengar suara sesuatu terjatuh di belakangnya.


Laki-laki itu menoleh ke belakang untuk mengecek asal suara dan penyebabnya.

__ADS_1


Akan tetapi, hal yang ia lihat justru membuatnya bingung harus bereaksi seperti apa.


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2