Cinderella Gila

Cinderella Gila
I don't have time for this


__ADS_3

Duduk termenung di kursi dalam sebuah bar, Ashley tengah menerka-nerka letak tempat penyimpanan yang mungkin sedang menyekap Eva.


Dalam bar yang telah beroperasi meski hari masih siang tersebut, Ashley mencuri perhatian semua orang. Ia adalah satu-satunya wanita yang datang ke tempat mencurigakan tersebut.


Dengan pakaian mahal dan suara langkah kaki kayu yang mencolok, bagaimana ia tidak menjadi pusat perhatian?


Bukan pertama kalinya Ashley pergi ke tempat itu. Beberapa orang di sana bahkan masih mengingat wanita tersebut. Kesan yang pernah Ashley berikan sebelumnya, saat ia datang bersama Bellena, membuat siapa pun dapat dengan mudah mengingatnya.


Sambil mencari informasi lewat pembicaraan di sekitarnya, Ashley memikirkan apa yang harus ia lakukan.


Informan yang barusan ia temui sempat menanyakan tentang Guilherme. Anak itu berkata ia tidak tahu mengapa Ashley datang kepadanya saat wanita tersebut memiliki koneksi yang lebih dekat dengan jawaban yang ia cari. Apakah karena ditentang? Atau karena tidak ingin melibatkan pria tersebut?


Mungkin keduanya.


Ketua geng yang menguasai area pusat kota adalah Guilherme. Sangat jelas kalau Ashley akan mendapatkan jawaban jika menanyai pria itu. Bahkan bila Guilherme tidak mengetahui hal tersebut, salah satu dari keseluruhan anak buahnya pasti tahu.


Apakah ia memang perlu kembali ke tempat Guilherme? Dan mengingkari janjinya terhadap Daryl untuk tidak kembali ke area itu lagi?


"Kalo ga ketauan ga masalah, kan?" Batin Ashley sambil menunjukkan senyuman liciknya.

__ADS_1


Namun pada detik berikutnya, niat tersebut seketika sirna bersamaan dengan angin yang terhembus keluar dari paru-paru Ashley. Tak mampu dijelaskan dengan satu alasan, wanita itu hanya tak ingin menyesal di kemudian hari.


Lagi pula, Guilherme pasti tidak akan memberitahunya. Dan lagi, setelah orang-orang Far yang berada di tempat tersebut ditarik kembali, tidak akan ada gunanya Ashley pergi ke sana. Siapa yang bisa ia tanyai?


Mungkin memang seharusnya ia menanyai atasan si Kurir terlebih dahulu sebelum memulai pembantaiannya kemarin. Namun apa daya? Bukan dirinya yang membunuh bangsawan itu. Para korbannya yang lain juga pasti tidak mengetahui hal-hal penting seperti gudang penyimpanan rahasia.


Pergi entah ke mana, Ashley tidak memiliki banyak waktu untuk mencari si Kurir guna menanyainya tentang Eva. Bar yang didatanginya saat ini juga tidak memberinya informasi yang berguna.


Hendak beranjak dari sana dan menemui Harun, Ashley lalu dihentikan oleh seseorang yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


"Mencari sesuatu?" Tanya laki-laki tersebut dengan wajah penuh tipu muslihat.


"Ya. Tempat nyimpen barang langka."


"Seperti rumah lelang?" Sahut orang itu.


"Ga. Gua ga suka keluar uang."


Paham dengan jawaban Ashley, laki-laki tersebut lalu tersenyum seakan ia telah berhasil meraih kemenangannya. Entah apa maksud dari ekspresi tersebut, Ashley hanya menunggu bagaimana kelanjutannya.

__ADS_1


Mengambil topinya yang kemudian ia gunakan untuk menutup pergerakan mulut, orang itu berkata bahwa ia mengetahui tempat yang sedang dicari oleh Ashley. Ia juga tidak keberatan membawa wanita itu ke sana sekarang juga.


Tidak tersenyum seperti biasanya saat menemukan hal menarik, Ashley meminta laki-laki di hadapannya untuk menunjukan jalan. Mencurigakan? Persetan dengan hal tersebut. Selama masih ada kemungkinan bagi orang itu untuk benar-benar tahu, Ashley tidak masalah pergi bersamanya.


Beranjaklah mereka dari bar tersebut, diikuti beberapa pasang mata yang memiliki kesan berbeda-beda.


Memasuki salah satu gang yang berada di pusat kota, kedua orang itu pun masuk semakin jauh ke dalam. Entah bangunan apa yang mengelilingi mereka, namun sepertinya itu bukan pertokoan.


Sedangkan jauh di ujung jalan buntu tersebut, 3 orang laki-laki tengah menanti kedatangan seseorang. Terlihat jelas mereka telah menunggu begitu lama di tempat yang tak memiliki fasilitas hiburan sama sekali itu.


Terdengarlah suara langkah kaki dari kejauhan, yang seketika mengubah wajah bosan mereka menjadi bersemangat. Salah satu di antaranya meletakkan jari telunjuknya di bibir, memberi isyarat kepada kedua rekannya untuk tetap tenang meski sudah sangat tak sabar.


Namun sesuatu yang muncul dari balik dinding tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang mereka bayangkan.


Ditatapnya sinis ketiga orang tersebut oleh wanita pirang yang baru saja datang. Dengan menyandera orang yang telah menuntunnya ke sana, Ashley kemudian berkata,


"I don't have time for this."


.................. Bersambung .................

__ADS_1


__ADS_2