
Bangkit dari tempat duduknya dan langsung berlari keluar setelah membaca sepucuk surat dari Ashley, Daryl hendak menyusul orang yang mengantarkan surat tersebut.
"Anda mau ke mana?"
Tidak menjawab pertanyaan asistennya dan berlalu begitu saja, pria itu membuat Will tidak punya pilihan lain selain melihat isi suratnya sendiri. Surat yang cukup singkat bagi seseorang untuk menuliskannya selama lebih dari setengah jam.
'Gua tau di mana talistin.'
Ashley berusaha mencari kalimat singkat yang tepat agar bisa memancing Daryl dan sekaligus menguak rahasia Will.
Diremasnya kemudian kertas tersebut, setelah pria pirang di sana melihat isinya. Apa yang baru saja dilakukan Ashley, sama saja dengan menantang peringatan yang diberikan pria itu sebelumnya. Tidak heran mengingat wanita itu bahkan tanpa ragu menentang Far, penjahat besar yang mereka cari selama ini.
Dengan menunggang seekor kuda, Daryl kemudian menyusul kereta kuda Bellena yang baru saja pergi. Beberapa saat kemudian, terlihatlah kereta kuda tersebut dari kejauhan. Karena belum memasuki kota, mudah baginya untuk mengenali kereta mana yang dinaiki Bellena.
Menghentikan kereta tersebut dengan paksa, Daryl awalnya membuat sang kusir ketakutan. Tidak ingin terlibat urusan dengan para bangsawan di sana yang terkenal suka membuat masalah, orang itu pun menghentikan kereta kudanya.
Telah berada di sisi kereta, di depan pintu, Daryl bertanya kepada Bellena melalui jendela tak berkaca tersebut.
"Di mana Ashelia sekarang?"
Terbata-bata menjawab pertanyaan pria itu karena masih terkejut, gadis tersebut semakin membuat Daryl tidak sabar.
Turunlah sang Marquis dari tunggangannya, membuka pintu kereta dan meminta Bellena untuk mengantarkannya langsung ke tempat Ashley berada saat ini. Hanya mampu mengikuti perintah sang pangeran, Bellena lalu pergi bersama Daryl setelah membayar jasa kusir itu.
Memacu kudanya agar berlari kencang, Daryl membantu mempersingkat waktu yang diberikan Ashley untuk Bellena.
__ADS_1
Si sisi lain, wanita yang hendak ditemuinya tengah bersantai di alun-alun kota. Setelah memancing amarah Far, ia sengaja menghabiskan waktu di sana agar para mata-mata yang mengintainya berangggapan bahwa ia sering terlihat di alun-alun. Sebuah cara yang sangat terang-terangan untuk berkata 'datanglah padaku'.
Tidak bisa membayangkan raut wajah yang akan ditunjukkan Daryl begitu membaca suratnya, Ashley justru diperlihatkan secara langsung. Sejujurnya, ia tidak menyangka pria itu akan datang secepat ini. Sepenting itukah Eva baginya?
Kedatangan seseorang dengan menunggang kuda yang berlari kencang di jalanan kota sangatlah mengundang perhatian banyak orang, tak terkecuali si Pirang yang sedang menikmati waktunya sambil menunggu pelayannya kembali. Tidak juga melambat, kuda tersebut lalu berlari ke arah Ashley saat sang penunggang telah melihat keberadaan wanita tersebut.
Berhenti tepat waktu, Daryl menarik tali kekangnya saat telah berada di depan Ashley, hingga membuat kedua kaki depan kuda tersebut terangkat tinggi.
Tidak berkedip wanita itu dibuatnya, rasanya seperti hampir terinjak hewan berkaki empat yang ada di hadapannya. Sejak kapan Daryl menjadi sangat tidak sopan seperti itu? Sebenarnya ia ingin membunuh Ashley atau bagaimana?
Turun dan meninggalkan Bellena yang kemudian menyusul dengan usahanya sendiri, Daryl langsung menghampiri Ashley.
Wajah pria itu terlihat begitu khawatir. Dengan sejuta perasaan dalam diri sang Marquis yang mampu dirasakan Ashley, kekhawatiran tersebut terasa begitu mendominasi. Namun perasaan itu bukanlah untuknya.
Menyadari fakta tersebut anehnya sangat menyayat hati Ashley. Perasaan yang biasa ia rasakan saat bersama Vincent tersebut kini juga dirasakannya saat menyaksikan Daryl yang seolah tak 'melihat' kehadirannya.
Bukan minta maaf, bukan menyapanya, atau memanggil namanya, kalimat pertama yang didengar Ashley dari mulut pria tersebut adalah,
"Di mana?"
Tidak menjawab, Ashley hanya menatap laki-laki tak beretika di depannya dengan dingin. Hal yang sekaligus membuat Bellena kebingungan karena takut. Haruskah ia menghentikan Daryl? Nonanya terlihat sangat tidak senang dengan sikap yang pria itu tunjukkan saat ini.
"Kau tahu di mana dia sekarang?" Sambil melangkah mendekati Ashley, Daryl masih mempertanyakan hal yang sama.
Belum juga membuka mulut, wanita itu semakin merasa tidak ingin bicara sama sekali. Dalam benaknya, ia mulai menyesali perbuatannya menghancurkan jalur bisnisnya dengan Far demi pria tersebut.
__ADS_1
"Ash!" Panggil Daryl sambil menggenggam kedua lengan Ashley berusaha menyadarkan wanita tersebut, tak menyadari bahwa dirinyalah yang perlu disadarkan.
Menepis tangan Daryl dengan satu hempasan kuat, Ashley kemudian menyeringai sambil berkata,
"Mana gua tau. Lo terlalu gampang dibohongin."
Sama seperti sebelumnya, ekspresi Daryl tampak begitu terkejut sekaligus kecewa mendengar Ashley yang terus mempermainkan perasaannya. Tanpa menyadari betapa pentingnya informasi tersebut bagi Daryl, wanita itu mengatakan hal yang tak berperasaan.
Namun berbeda dari kemarin, tidak ada sama sekali rasa bersalah yang mengganggu Ashley saat kembali melihat ekspresi tersebut.
"...dari mana ...kau tahu nama itu?" Tanya Daryl yang masih terlihat terguncang dengan permainan Ashley.
"Siapa lagi kalo bukan si pirang?"
Pirang? Pikirannya lalu tertuju kepada Will, laki-laki berambut pirang yang juga mengenal Thalistine.
"Lo terlalu bego sampe temen lo sendiri dengan gampangnya nyembunyiin sesuatu dari lo."
Tak mengindahkan pria yang mulai terlihat marah tersebut, Ashley pun mengajak Bellena untuk pergi dari sana. Saat sang pemeran utama meninggalkan panggung, para penonton yang sedari tadi memperhatikan kedua orang itu pun mulai kehilangan tertarikan mereka.
"Tunggu."
Masih memiliki hal yang ingin ia bicarakan dengan Ashley, Daryl spontan menahan pundak wanita tersebut.
Diputarnya tangan pria itu dengan cepat oleh Ashley kemudian, sebelum kaki kayunya menyusul mengenai wajah sang Marquis. Melepas tangan Daryl lalu mendaratkan kakinya ke tanah, wanita tersebut memperingatkan pria itu dengan tatapan mata mengancam.
__ADS_1
"No touching, b*tch."
.................. Bersambung .................