Cinderella Gila

Cinderella Gila
Kau kenal El?


__ADS_3

Kalia membuka pintu dengan kasar dan langsung mendorong siapa pun yang menghalangi jalannya ke samping. Diikuti pelayan pribadinya gadis itu berjalan dengan cepat menahan rasa malu karena semua orang melihat wajahnya yang kacau akibat baru saja menangis. Ia tidak tahu jika orang-orang di seluruh lantai dua tengah memperhatikan ruangan yang ia sewa.


Keluarlah bintang utama dari drama yang terjadi di restoran tersebut. Semua orang yang melihatnya kemudian menjadi semakin heboh. Bahkan orang yang sempat mengabaikan drama Ashley kini dibuatnya terkejut. Namun dari semua orang di sana, Bellenalah yang paling terkejut.


Gadis itu langsung menoleh ke arah tangga, melihat Kalia yang sudah tidak lagi tampak di sana.


Seingatnya, Kalia keluar dengan anggota badan utuh. Begitu pula pelayan pribadi gadis itu dan kedua orang asing yang sebelumnya keluar terlebih dahulu. Apa yang terjadi? Apakah Ashley membunuh orang selain mereka?


Ditengoknya bagian dalam ruangan yang kini terbuka tanpa halangam apa pun tersebut. Tidak ada seorang pun yang tergeletak atau jejak darah yang tertinggal di sana.


"Ganti rencana." Ucap Ashley mengalihkan perhatian Bellena yang masih tidak percaya dengan tidak adanya korban.


Pada saat itu juga, Bellena tersadar dengan apa yang sebenarnya harus ia lakukan saat nonanya terluka. Dimintalah peralatan pertolongan pertama pada salah satu pelayan restoran di sana. Melihat sikap santai Ashley yang bahkan tidak peduli dengan lukanya, Bellena harap ia tidak dihukum atas ketidaksigapannya.


Di sisi lain, melihat para pelanggan di lantai atas mulai pergi setelah melihat hal yang mengganggu selera makan mereka, para pelayan yang ada di sana membujuk Ashley untuk kembali ke dalam ruangan. Dengan alasan memberi perawatan terhadap luka wanita itu, mereka berusaha mencegah Ashley turun ke bawah dan membuat semua pelanggan mereka pergi dengan keluhan yang sama.


Diturutilah permintaan mereka atas bantuan bujukan dari Bellena.


Sama seperti saat pertama kali Bellena mengobati kaki Ashley, wajah wanita itu sama sekali tidak menunjukan sedikit pun rasa sakit.


Berbeda dengan pembuat tongkat yang pernah mengalami hal yang sama, luka Ashley sebenarnya sedikit lebih dalam hingga darah yang keluar pun lebih banyak. Namun saat pria itu sesekali terlihat meringis menahan sakit, Ashley justru terlihat tenang dan fokus memikirkan sesuatu.


Hanya ada satu rencana yang ada di dalam otak wanita itu saat ini.


Begitu mereka melesai dan kembali ke kereta kuda mereka, barulah Ashley membagi rencananya dengan Bellena. Yang tentu saja membuat gadis itu sangat khawatir jika gagal.


Gadis pesimis itu benar-benar sangat takut mengambil resiko. Bukannya fokus dan berusaha membuatnya berhasil, ia justru sudah khawatir dengan kegagalan yang belum tentu terjadi. Jika bukan dorongan mengancam nyawa dari Ashley, mungkin ia tidak akan pernah melakukannya.


Diturunkanlah gadis itu di sebuah gang. Gang yang sama tempat Ashley merekrut bawahan resmi pertamanya.

__ADS_1


Berdiri di tengah jalan yang sepi, Bellena menekok ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang bisa ia tanyai. Namun tidak ada seorang pun yang di sana. Semakin dalam ia melangkah memasuki gang yang cukup besar tersebut, semakin ciut pula nyali gadis itu.


Ingin rasanya ia berlari keluar dari sana, namun itu sama saja dengan berlari menghampiri kematiannya.


Tak lama setelah Bellena berjalan cukup dalam, seorang pria tiba-tiba muncul di hadapannya. Ia melompat dari atas dinding dan mendarat tepat di depan gadis itu.


Spontan, ia berteriak karena sangat terkejut, seolah mengulang kejadian yang sama saat Harun mengejutkannya. Bedanya, kali ini ia sendirian tanpa nonanya yang ada untuk 'membelanya'.


Dibungkamnya mulut gadis itu dengan cepat dan langsung ditodongkan sebuah pisau ke lehernya. Mengancam akan melukainya jika tidak bisa diajak bekerja sama, Bellena pun mencoba meredakan rasa paniknya sambil menutup mata.


Berpindah ke bahu, pria itu melepas tangan besarnya yang membekap mulut Bellena saat gadis itu sudah terlihat tenang. Sambil masih menodongkan pisaunya, ia bertanya,


"Kau kenal El?"


Bellen hampir spontan menggelengkan kepalanya, namun kemudian ia teringat dengan nama panggilan yang terdengar tidak asing tersebut. Bukankah itu nama yang pernah dipakai nonanya saat berkeliling kota malam-malam tempo hari?


Setelah memikirkannya, Bellena memutuskan untuk menggelengkan kepalanya, menjauhi dendam yang terjalin di antara mereka berdua.


Begitu pikirnya.


Tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan, pria itu justru tersenyum puas seakan memang jawaban itu yang ia tunggu-tunggu.


Paham dengan kesalahannya, Bellena mencoba menekankan tujuannya datang ke sana, berharap hal itu akan mampu menyelamatkannya.


"M-m-miller! Aku datang mencari Miller untuk menyampaikan sesuatu!"


Pria kekar di depannya tiba-tiba terdiam. Berhasilkah? Bellena tidak dapat menjawabnya dengan jelas karena wajah laki-laki itu tetap terlihat menakutkan.


Lalu, dengan cepat dicengkramnya leher gadis itu dan ditariknya mendekati wajah laki-laki garang tersebut.

__ADS_1


Gadis itu menyesal. Ashley sebelumnya berkata semua akan baik-baik saja, ia hanya perlu menyebutkan tujuannya ke sana. Namun setelah mengatakannya, respon yang Bellena dapat justru semakin buruk.


"Kau dari mana tau itu nama?" Dengan tatanan bahasa yang sedikit aneh pria itu menanyai Bellena.


"Aku tidak tahu! Aku tidak tahu! Nona Ashelia yang mengatakannya! Aku hanya mengikuti perintah!" Jawab gadis itu panik menjual nama nonanya untuk menyelamatkan nyawanya.


Siapa yang sangka hal itu justru berhasil?


Dilepaskannya gadis itu kemudian. Dengan wajah menakutkan yang tidak mampu ia rubah menjadi ramah, pria besar itu bersikap sedikit aneh. Ia mengatakan kata-kata yang terdengar seperti permintaan maaf, namun jika melihat wajahnya hal itu justru terkesan seperti ancaman.


"Katakan dari awal. Hampir aku celaka karna kau." Ucap laki-laki tersebut saat mengantar Bellena menemui orang yang gadis itu cari.


Setelah terbukanya identitas El yang sebenarnya adalah Ashelia Rosanna Midgraff, putri seorang Count yang memegang wilayah Lozan, mereka pun paham mengapa wanita itu marah saat namanya dipanggil tempo hari.


Tidak, mereka hanya salah paham.


Mereka pikir, demi menyembunyikan identitasnya, Ashley menggunakan nama singkat El. Lalu untuk tetap menyembunyikan fakta tersebut, wanita itu marah saat Daryl memanggil nama aslinya. Dari sana, mereka pun menanamkan pikiran yang sama, yaitu untuk tidak menyebut nama asli El.


Begitulah bagaimana pria itu dapat memastikan jika gadis yang bersamanya saat ini memang utusan Ashley.


Tak lama berselang, sampailah ia pada sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah biasa. Namun saat memasukinya, tempat itu dipenuhi dengan orang-orang menakutkan. Di antara orang-orang tersebut, ada wajah familiar yang sama sekali tidak terlihat menakutkan lagi di mata Bellena.


"Bellena?" Panggil Harun mengenali siapa gadis yang di bawa oleh salah satu bawahannya.


Bukan hanya kenalan lama, pada saat itu, Harun juga menemui sesuatu yang lain.


Misi pertamanya.


..................... Bersambung .....................

__ADS_1


__ADS_2