
Lozan County terkenal dengan sebutan lain, yakni wilayah terbuka. Kebijakan Vincent membuat siapa pun diperbolehkan keluar dan masuk sesuka hati, baik itu pejabat maupun penjahat.
Mendapat imbal balik serupa dari wilayah di sekitarnya, yang mana membuat keluarga Midgraff bebas memasuki wilayah mereka tanpa pengecekan, membuat para pemimpin lain mencoba menerapkan hal yang sama. Akan tetapi, tidak ada satu pun dari mereka yang dapat mengatasi lonjakan kejahatan di wilayahnya sebaik Vincent.
Karena pengecualian itulah,
Ashley juga bisa dengan mudahnya masuk ke dalam wilayah Daryl.
Melingkarkan kakinya memeluk perut kuda yang ia tunggangi, kini Ashley cukup percaya diri dengan kegiatan yang terbilang baru baginya tersebut. Seperti yang mereka bilang, belum mencoba tidak akan tahu.
Terkadang hal yang terlihat susah sebenarnya cukup mudah, karena imajinasi manusia jauh lebih tak terkendali ketimbang kemampuan adaptasi mereka.
Berlari menyusuri jalanan tanpa kehidupan di bawah sinar rembulan, Ashley dan teman barunya akhirnya sampai pada sebuah gerbang raksasa.
Dua orang penjaga lengkap dengan tombak yang siap siaga di depan gerbang, langsung menghentikan wanita itu. Mengulurkan tangannya ke depan dan menunjukkan bagian telapak tangannya di hadapan hewan kekar tersebut, ia menanyakan keperluan Ashley datang ke sana malam-malam.
Sebelum wanita itu mengatakan sesuatu, salah seorang yang lain kemudian menyenggol lengan rekannya. Dengan nada bicara seolah takut melakukan kesalahan, laki-laki itu berkata,
"M-maaf Nona Midgraff, namun Tuan Ristoff tidak bisa diganggu pada jam-jam istirahat beliau."
Menatap penjaga itu sejenak, Ashley kemudian memalingkan wajahnya melihat bangunan megah yang berada di balik gerbang.
Penjaga yang sempat menanyakan keperluan wanita di hadapannya tersebut, kemudian bergerak perlahan mendekati sisi rekannya.
"Calon istri Tuan Daryl?" Bisik penjaga itu yang dibalas anggukan oleh temannya.
"DARYL!!!"
Tanpa peringatan apa pun, Ashley tiba-tiba berteriak memanggil nama si pemilik properti. Hal yang tentu mebuat kedua penjaga tersebut kaget sekaligus panik.
__ADS_1
Berniat menghentikan wanita itu membuat kerusuhan malam-malam, para penjaga tersebut justru mendapatkan sebuah tatapan mematikan dari sang gadis.
Seorang wanita muda bertamu tengah malam, menunggang kuda, dan hanya mengenakan pakaian tidur saja sudah cukup membuat pertanyaan. Ditambah dengan sikap yang Ashley tinjukan saat ini, siapa yang tidak akan menggelengkan kepala.
Selain fisik, bukankah sisanya negatif semua?
Melihat lampu salah satu ruangan di lantai 3 masih menyala, wanita tersebut percaya bahwa orang yang dicarinya masih terjaga. Akan tetapi, tetap tidak ada perubahan yang terjadi setelah ia berteriak dengan begitu lantang.
Tanpa ragu-ragu, diteriakannya kembali nama pria tersebut dengan lebih keras, berharap kali ini tidur pun Daryl bisa terbangun. Tidak ada yang bisa dilakukan kedua orang laki-laki di sana selain memilih terkena hukuman oleh tuannya atau berharap Daryl memahami situasi mereka.
Setelah teriakan kedua, Ashley masih melanjutkan ritual pemanggilan tersebut. Namun bukan Daryl, melainkan para penjaga lainnyalah yang mulai berdatangan dan semakin membuat wanita itu kesal.
Di sisi lain, beberapa menit lalu, pria yang bersangkutan tengah termenung di ruang kerjanya. Tumpukkan dokumen menggunung di hadapannya, namun lengan pria itu terbujur diam menggenggam pena tak bertinta. Dengan tatapan kosong ia masih terus mempertimbangkan kelanjutan hubungannya dengan Ashley.
Apa yang diucapkan wanita tersebut beberapa jam yang lalu masih terus mengoyak-ngoyak perasaannya. Ia tahu betul tidak mudah untuk mendapatkan hati Ashley, namun kegagalannya tetap menggoreskan luka. Jangankan hati, perhatian wanita itu saja sudah sangat sulit didapatkan.
Walaupun ia telah melakukan berbagai cara dan terus percaya bahwa suatu hari ia akan berhasil, namun jauh di relung hatinya, Daryl tahu ia bukanlah siapa-siapa bagi Ashley. Lalu hari ini, meski tidak secara langsung, tapi wanita tersebut telah meyakinkan dirinya bahwa asumsi itu memang benar adanya.
Menundukkan kepalanya sambil menghela napas, pria itu bertanya, mengapa menyukai sesuatu harus dipenuhi dengan luka?
Saat ia hampir memutuskan untuk mundur, tiba-tiba suara Ashley terngiang di telinganya.
Sempat tersentak pria tersebut dibuatnya, tidak menyangka akan mendapatkan reaksi penolakan secara tidak sadar. Sampai-sampai suara Ashley terdengar begitu jelas di telinganya.
Terkekeh karena tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, ia pikir rasa sukanya mungkin terlalu dalam. Bahkan melebihi apa yang ia perkirakan. Hingga imajinasinya terasa begitu nyata.
Namun mendengar Ashley yang terus-menerus memanggilnya, Daryl pun mulai dibuat resah. Apakah ia sudah gila hingga tidak mampu mengontrol diri?
"Hey Daryl!!!"
__ADS_1
Suara Ashley terdengar cukup jauh, seperti orang yang berteriak di tanah lapang, lalu menggema di kepalanya.
Bangkitlah pria itu kemudian, mengamati sekeliling dan membuka pendengarannya lebar-lebar. Ia mencoba memfokuskan dirinya agar dapat terlepas dari 'imajinasi tersebut'.
Namun apa yang bisa membuatmu 'bangun' dari kenyataan?
"Get your f**kin' a** here or I'll burn your whole house down!!"
Mendengar kalimat selanjutnya, Daryl dibuat sedikit bingung. Bukanlah yang satu itu kelewat nyata? Jika ia hendak membayangkan suara Ashley maka ia akan memilih memori yang indah dan damai, bukannya Ashley yang sedang marah dengan penuh ancaman.
Berjalan ke arah jendela, dibukanya tirai tebal yang menutup panorama luar tersebut.
Betapa terkejutnya ia, melihat kegaduhan yang terjadi di depan gerbang kediamannya. Dan lagi, seorang wanita yang terus membuat hatinya goyah ada di tengah kerumunan tersebut, menunggangi seekor kuda yang mulai terlihat panik karena dikelilingi manusia.
Dapat dilihatnya Ashley yang tengah mencoba menenangkan kuda tersebut. Meski penjaga yang lain juga berusaha menenangkan kuda tersebut demi keselamatan calon nyonya mereka, namun hanya Ashley yang terlihat di mata Daryl, dan sisanya hanya segerombolan orang yang mengganggu wanita itu.
"Apa yang kalian lakukan!?" Teriak Daryl dari jendela ruang kerjanya, menghentikan mereka semua dari kericuhan yang disebabkan Ashley.
Mendengar suara satu-satunya tuan di kediaman tersebut, seluruh penjaga itu pun menghadap ke arah Daryl dan membungkukkan badan, memberi isyarat mereka siap menjalankan perintah. Namun saat mereka pikir Daryl hendak menyuruh Ashley pulang, pria itu justru memerintahkan mereka untuk menjauhi Ashley dan membuka gerbangnya.
Sempat tertegun karena baru kali ini mereka melihat Daryl membela seorang wanita, para penjaga di sana kemudian melaksanakan perintah tersebut tanpa ragu.
Mereka hanya yakin, pasti ada sesuatu di balik kegilaan Ashley yang mampu membuat Daryl jatuh hati. Atau mungkin, alasannya hanya sekedar 'alien akan tertarik dengan alien'.
Bergegas berlari keluar, Daryl menjumpai Ashley yang baru saja turun dari tunggangannya. Dipakaikannya selimut yang pria itu bawa keluar, menghalau dinginnya malam menyentuh sang wanita pujaan hati.
Melupakan segala kegundahan hati yang menenggelamkannya dalam keputus asaan beberapa saat lalu, Daryl teralih begitu saja setelah melihat Ashley. Mulutnya secara tidak sadar mengoceh layaknya seorang ibu yang baru saja melihat putrinya pulang dalam keadaan tak biasa.
Dibekapnya mulut pria tersebut oleh Ashley kemudian. Tidak mengatakan apa pun, kini kedua orang tersebut hanya diam dan saling menatap.
__ADS_1
.................. Bersambung .................