
Seorang pria dan dua orang wanita tengah menyantap makan malam mereka. Tanpa adanya kerabat lain yang tinggal bersama ketiga orang tersebut, membuat keluarga dengan sejarah cukup panjang itu terasa seperti keluarga kecil.
Menepati janjinya, Ashley dan Vincent meluangkan waktu mereka untuk berkumpul saat jam makan. Tidak mudah memang, terlebih lagi jika nanti sudah berlangsung beberapa hari. Meskipun begitu, mereka masih ingin terus mengusahakannya sebisa mungkin.
Karena keluarga kecil itu sudah terlalu kecil untuk hidup sendiri-sendiri di bawah satu atap.
Berawal dari sebuah pertanyaan kecil, perbincangan mereka berlanjut ke pembahasan hal-hal sepele. Hal-hal yang justru mampu membuat mereka lebih mengenal satu sama lain tanpa harus mengungkapkan latar belakang masing-masing.
Selesai menghadiri perjumpaan singkat itu, kembalilah ketiga orang tersebut ke rutiniras mereka.
Keluar dari ruang makan, Alais membungkuk menyambut Ashley karena mengetahui rencana nonanya malam ini. Berjalan mengikuti wanita pirang itu di samping Bellena, ketiganya kemudian pergi meninggalkan kediaman Midgraff.
Diliriknya oleh Bellena wajah Ashley yang selalu terlihat garang seperti biasanya. Dari sejak keluar ruang makan hingga sampai di tempat Guilherme, ekspresi nonanya tidak berubah sama sekali. Sangat berbeda dengan saat Ashley berada di sekitar Vincent.
Satu-satunya senyuman Ashley yang Bellena ketahui adalah seringai jahat yang berkali-kali wanita itu tunjukkan. Akan tetapi, senyuman yang dilihatnya tadi sangatlah berbeda, begitu lembut dan tulus, meski sorot mata Ashley sesekali memancarkan rasa sakit dan kesedihan.
Orang yang sangat pandai memainkan ekspresi guna mengelabuhi orang lain itu, tanpa diduga sangatlah emosional jika berada di dekat Vincent.
Bellena pun berpikir, apakah mungkin Dewi tersebut menaruh hati kepada tuannya? Kisah asmara antara seorang Dewi dan manusia?
__ADS_1
Melihat rekannya disibukkan oleh sesuatu yang ada di dalam kepalanya, tidak seperti Bellena yang biasanya, Alais hanya bertanya dalam hati,
Ada apa dengannya hari ini?
Berjalan menaiki tangga menuju lorong yang sudah beberapa kali mereka lewati, sampailah mereka di depan kamar Eva. Lalu, tanpa mengetuk terlebih dahulu, Ashley langsung membukanya begitu saja.
Bellena yang terkejut dengan tindakan Ashley hendak menghentikan wanita itu namun terlambat. Gadis itu kemudian membungkukkan badannya di depan pintu, berniat mewakili Ashley meminta maaf atas ketidak sopanannya. Alais juga secara spontan membalikkan badannya, mencoba menghargai pemilik ruangan tersebut yang adalah seorang wanita.
Namun usaha mereka berdua tidaklah berarti apa-apa.
Berjalan masuk ke dalam ruangan dengan pencahayaan redup tersebut, Ashley mencari keberadaan pemilik kamar yang tidak terlihat batang hidungnya.
Tidak mendengar sambutan riang yang biasa mereka dapatkan, bahkan setelah Ashley berjalan masuk, membuat kedua bawahan Ashley merasa janggal.
Bukan sang pemilik, melainkan nona mereka yang berada di dalam ruangan tersebut. Berdiri di depan meja kayu panjang dengan hiasan porselen di atasnya, wanita itu hanya terdiam membelakangi mereka.
Tak lama setelahnya, seseorang pun datang.
Bukan Eva, bukan seorang wanita, dan bukan Guilherme. Ia adalah salah satu 'pegawai' di sana, salah satu dari para laki-laki dengan pakaian gelap yang tersebar di tempat itu.
__ADS_1
"Hey, keluar, tempat ini hanya untuk pelanggan terdaftar-"
Melihat sosok wanita berambut pirang yang moleh ke arahnya, laki-laki tersebut langsung membungkuk meminta maaf karena Ashley juga termasuk pelanggan 'terdaftar' tersebut.
Mengetahui wanita itu selalu datang untuk Eva, ia pun memberikan jawaban atas hipotesis Ashley.
"Maaf Nona, Eva sudah dipindahkan ke tempat lain."
Sejak awal, rasanya memang sudah aneh.
Eva bukanlah orang yang suka menghabiskan waktu di ruangannya. Karena itu, ia selalu bisa memergoki kedatangan Ashley. Lalu, jika ia tidak berada di luar, maka seharusnya wanita mungil itu berada di kamarnya. Namun faktanya, ia juga tidak berada di ruangannya.
Dipindahkan? Yang benar saja. Bukankah itu lebih seperti 'disingkirkan'?
Melihat pipa wanita itu tergeletak di atas meja, adalah bukti bahwa 'pemindahan' tersebut sangatlah mendadak. Terlalu mendadak dan memaksa.
"Jika Anda ingin, saya bisa memberikan daftar wanita tidak jauh berbe-"
"Gua mau ketemu bos lo." Sela Ashley kemudian.
__ADS_1
"Bukan Gui, tapi orang yang ada di sebelah."
.................. Bersambung .................