Cinderella Gila

Cinderella Gila
Mending masukin ke pemotongan kan?


__ADS_3

Dari awal, Ashley memang tidak terlalu suka berjudi. Seperti saat di arena, ia hanya bertaruh satu kali karena melihat kepercayaan diri orang itu.


Saat di dunianya, daripada menggunakan uangnya pada hal yang tidak pasti, Ashley lebih memilih bekerja sama dengan pemilik kasino untuk mendapatkan uang. Dengan mengerahkan segelintir orang-orangnya sebagai penjaga ketertiban, Ashley sudah mendapatkan uang keamanan.


Tidak ada orang yang berani berbuat macam-macam di tempat yang dijaga olehnya, membuat para pengusaha berlomba-lomba membuat kesepakatan dengannya.


Terlebih lagi, para penjudi yang kalah tidak bisa melepaskan kerugiannya begitu saja. Bukannya menjadikan hal itu sebagai pembelajaran, mereka justru berpikiran jika mereka sebenarnya bisa menang. Yah, itu memang hal yang sengaja ditanamkan pada mereka.


Ashley pun memberi mereka kesempatan dengan meminjamkan uangnya. Tentu hal itu sebenarnya bukanlah kesempatan. Itu adalah trik Ashley untuk membuat mereka terjerat hutang sekaligus mendapat bonus dari pemilik kasino karena bisa membuat orang-orang itu kembali.


Bukankah hal itu justru membuatnya rugi?


Tidak juga.


Pada akhirnya, mati atau hidup, orang yang terjerat hutang dengan Ashley akan diambil organnya untuk dijual.


Orang-orang yang tidak akan sadar seperti mereka, bagi Ashley hanyalah sampah yang akan menyusahkan keluarganya, dan berakhir mendapatkan kebencian dari orang-orang yang awalnya menyayanginya.


Itulah cara Ashley menyingkirkan mereka menggunakan jalur yang paling menguntungkan baginya.


Wanita dengan pemikiran menyeleweng itu tidak akan membiarkan dirinya dikendalikan oleh orang lain.


"Mari kita lanjutkan, Nona." Ajaknya melanjutkan permainan yang sempat tertunda itu.


Namun berbeda dengannya, Ashley ingin menyudahi permainan mereka. Mendapat untung 380 koin emas sudah sangat cukup baginya. Berbeda dengan akumulasi keuntungan dari arena adu jotos sebelumnya, keuntungan di tempat ini memang lebih terasa. Begitu pula kekalahannya.


"Nope. Keberuntungan gua udah habis."


Gadis itu beranjak dari tempat duduknya membuat orang-orang meledeknya karena pergi setelah kalah satu kali.


"Aku tidak berpikir itu adalah keberuntungan." Ujar laki-laki itu mencoba meyakinkan Ashley untuk kembali bermain dengannya.


Memang hanya sekali, tapi 500 koin emas bukanlah jumlah yang bisa disepelekan. Lagi pula, Ashley telah mendapatkan jawaban atas kecurigaannya.


"Lo tau, gua gamau serakah." Jawab Ashley sambil tersenyum.


Keserakahan memang bisa membuat seseorang justru kehilangan lebih dari yang ia punya. Mereka semua seharusnya tahu itu, mengingat mereka pasti sering menyaksikan hal seperti itu secara langsung.


Terutama laki-laki yang menjadi lawan Ashley, karena memang itulah tujuannya. Membuat orang-orang menjadi serakah dengan mempermainkan jalan pikiran mereka selagi memegang kendali penuh atas permainan di atas mejanya.

__ADS_1


Meski laki-laki itu selalu terlihat tenang dan percaya diri, setelah Ashley menolak untuk melanjutkan permainannya, ia menjadi sangat kesal. Ia hendak mengejar Ashley, namun karena sudah memperpanjang waktunya, ia harus meladeni penantang lainnya. Ia bisa saja mengabaikan mereka dan pergi mengejar Ashley, namun posisinya tidak memungkinkan hal itu terjadi.


Itu juga alasan mengapa Ashley menunggunya memperpanjang durasi penyewaan sebelum bangkit dan benar-benar mengakhiri perminannya.


"Padahal Anda hebat, kenapa tidak mencobanya lagi, Nona?" Tanya Bellena yang tertipu dengan trik laki-laki itu.


Sama halnya dengan laki-laki itu, Ashley juga mempermainkannya. Membuatnya merasa mendapat kendali meski sebenarnya tidak.


"Bukan cara main gua yang bagus. Dia yang sengaja ngalah."


Bellena terlihat bingung dengan ucapan Ashley. Ia tidak paham mengapa seseorang yang sedang mempertaruhkan uangnya justru mengalah.


Istilah pengorbanan kecil untuk hasil yang besar bukannya tidak terbayangkan oleh Bellena, hanya saja, mengorbankan uang tidak pernah terlintas dibenaknya.


"Tempat kaya gini emang bakal rame selama masih ada orang-orang gila judi kaya mereka. Tapi lama-lama bakal redup juga."


"Makanya orang kaya dia dibutuhin buat ngontrol psikologi mereka." Lanjut Ashley.


Bellena baru sadar setelah Ashley memberi tahunya bahwa laki-laki itu sebenarnya adalah salah satu pegawai kasino yang berpura-pura menjadi pemain.


Ashley sengaja memperjelas statusnya sebagai orang baru dan seorang pemula untuk membuat laki-laki itu menurunkan kewaspadaannya dan membuat gerak geriknya lebih jelas terbaca.


"Dia sengaja kalah buat mancing keserakahan orang."


Disaat kekalahan pertamanya. Ashley sudah kehilangan setengah dari keuntungannya. Ada kemungkinan laki-laki itu akan mengalah lagi untuk meningkatkan antusias Ashley, atau ia akan mulai mengambil uang Ashley secara perlahan. Setelah melihat semangat pria itu meluap dan berniat melanjutkan permainan, Ashley merasa saat itulah ia harus berhenti.


"Ah. Begitu. Bukankah itu berarti dia sangat hebat?"


"Lo butuh orang hebat di suatu bidang buat narik lebih banyak orang."


Ashley menunjuk sebuah ruangan di depannya dengan dagunya. Segerombolan orang juga berkumpul disana. Begitu pula ruangan-ruangan lainnya.


"Apakah mereka juga orang dalam?"


"Mungkin. Mungkin juga bukan. Tapi kalo emang bukan, mereka pasti lagi dipantau." Ucap Ashley sambil melihat ke salah satu pegawai kasino yang bertugas mengawasi durasi penyewaan.


"Untuk dipekerjakan?"


"Bisa jadi."

__ADS_1


Mata petugas itu terfokus pada permainan di depannya. Begitu pula dengan orang yang berjaga di luar ruangan, yang beberapa kali bertukar pandangan dengan salah satu petugas penukaran koin.


"Atau bisa juga-"


Sama halnya dengan yang biasa ia lakukan di dunianya atas permintaan pemilik kasino- misi tambahan dengan biaya tambahan.


Ashley mendekat ke telinga Bellena,


"Dihabisin diem-diem."


Gadis muda itu bergidik. Ia melihat ke sekeliling mencari apakah ada orang yang sedang memantau mereka karena nonanya baru saja mendapatkan 150 keping koin. Ashley tertawa melihat pelayannya yang sangat mudah ditakut-takuti.


400 koin emas memang jumlah yang sangat banyak. Namun tidak bagi tempat sekelas ini. Jumlah itu tidak akan membuat nyawa seseorang terancam. Tentu karena mereka dapat dengan mudah meraup uang sebanyak itu dari orang lain.


Kadang orang-orang Ashley akan menyelesaikan tugasnya tanpa bertanya. Namun jika orang tersebut memiliki potensi, Ashley diam-diam akan merekrutnya.


Tentu saja Ashley yang menghampiri mereka dengan kedok penyelamat akan disambut baik.


"Tapi, kenapa mereka diincar? Bukankah tempat ini memang untuk itu?"


"Bayangin lo punya peternakan sapi. Trus salah satu sapi lo makan paling banyak tapi ga produksi susu. Mending masukin ke pemotongan, kan?"


Bellena terdiam. Ia lebih terkejut saat Ashley membandingkan para bangsawan di sana sebagai hewan ternak daripada inti kalimatnya. Terlebih saat Ashley menyebutkan kata 'pemotongan'.


Sejak saat itu, Bellena mengasumsikan bahwa tempat dimana banyak uang berkumpul, adalah tempat yang berbahaya. Hal itu tidaklah salah, mengingat keserakahan manusia memang terkadang sangat tidak terbaca.


Tanpa terasa, hari sudah menjelang pagi. Mereka pun kembali setelah puas melihat-lihat seisi kasino. Dua orang gadis membawa 800 lebih koin emas bersama mereka, cukup beruntung tidak ada perampok atau orang jahat lain yang menghadang mereka.


Atau mungkin hal itu adalah keberuntungan bagi para penjahat karena tidak bertemu Ashley.


Sesampainya di kediaman Midgraff, Ashley langsung menyuruh Bellena kembali tanpa mengantarnya sampai kamar.


Ashley berjalan melewati lorong-lorong gelap di rumahnya. Saat itu jam menunjukan hampir pukul 4 pagi. Para pekerja baru akan mulai bekerja sekitar setegah jam lagi, sehingga keadaan di rumahnya sangatlah sepi.


Suara kerincingan uang dari dalam kantung besar yang ia bawa terdengar cukup keras, beriringan dengan suara langkah kakinya. Dalam kesunyian itu, Ashley bisa merasakan seseorang tengah mengawasinya.


Ia menyeringai, mengetahui mata siapa yang terus mengikuti tiap geraknya.


Lo cuma perlu nunggu beberapa hari lagi,

__ADS_1


Marion.


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2