Cinderella Gila

Cinderella Gila
Maybe because I haven't killed you yet


__ADS_3

Memperhatikan tangan kanan Ashley yang tidak bersenjata, kesatria Joseph mengantisipasi saat di mana tangan itu bergerak seolah mengambil sesuatu. Pisau misalnya.


Siapa yang benar-benar akan melawan kesatria berpedang hanya dengan tongkat?


Sayangnya, karena terpancing oleh kemarahan, kesatria itu tidak lagi sewaspada sebelumnya.


Jika memang Ashley akan mengeluarkan pisau, ia yakin masih bisa mengatasinya dengan tangan kosong. Ia bahkan tidak masalah meski harus menghentikannya dengan membiarkan tangan kirinya terluka.


Begitu rencananya.


Mengayunkan pedangnya dengan sungguh-sungguh, kesatria tersebut sama sekali tidak menduga jika kejutan yang diberikan Ashley kali ini cukup mematikan.


Saat logam tajam itu terlempar menjauh tanpa sempat mengenai targetnya, kesatria Joseph yakin jika Ashley akan melakukan serangan balik. Melihat kedua tangan wanita itu menggenggam erat tongkat yang ia gunakan sebagai tumpuan, menandakan bukan pisau yang akan menyerang kesatria tersebut kali ini.


Sadar akan gerakan Ashley yang hendak menyerangnya, kesatria itu langsung menarik tangan kirinya, yang kemudian ditekuk guna menghalau pukulan tongkat Ashley.


Sialnya, tongkat tersebut tiba-tiba berubah menjadi pedang, yang tentu saja tidak dapat dihalau dengan otot dan daging.

__ADS_1


Terlanjur membuat keputusan yang salah, kesatria itu tidak memiliki pilihan lain selain merelakan tangannya, berharap setidaknya tubuhnya terlindungi. Kini tidak ada yang bisa menghentikan laju pedang tersebut, logam tajam itu terayun membelah segala sesuatu yang menghalangi lintasannya tersebut.


Mengiris kain hingga ke dalam daging menyentuh tulang, pedang itu memberikan rasa sakit yang tak terkira. Tidak pernah kesatria itu perkirakan sebelumnya, jika ia akan membutuhkan sebuah perisai untuk menghadapi seorang gadis.


Berusaha mengurangi cederanya, digerakannya tangan kiri kesatria itu mengikuti lintasan serang Ashley. Yang di sisi lain, hal itu juga bertujuan untuk menuntun pedang lawannya keluar dari area bertahan.


Menyadari antisipasi gila yang kesatria itu lakukan, Ashley terpukau. Orang yang terbiasa bermain pedang memang berbeda.


Meringis menahan sakit, kesatria tersebut berusaha tidak melewatkan kesempatan sekecil apa pun. Selagi ia mengorbankan lengannya tersayat sembari membuka pertahanan Ashley, ditariknya dengan cepat pedangnya kembali, mengayun tepat ke pinggang musuhnya.


Akan tetapi sama halnya dengan kesatria tersebut, Ashley juga tidak bisa membiarkan aliran pergerakannya terhenti. Ditariknya pedang wanita itu ke bawah, mengubah garis serangannya untuk menyambut pedang si kesatria.


Sempat terhenti karena guncangan di kepalanya, kesatria tersebut kemudian mendapatkan bonus tambahan. Sebuah tendangan keras yang Ashley berikan di bagian dadanya.


Kesatria itu telah melakukan kesalahan. Bukan hanya menurunkan kewaspadaannya, ia juga terlalu terpaku untuk mengakhiri hidup Ashley dengan satu serangan. Wanita itu harus dibuat tidak bisa bergerak terlebih dahulu jika memang ingin membunuhnya.


Saat kesatria itu terdorong beberapa langkah menjauh, Ashley langsung mengarahkan pedangnya ke leher Joseph yang masih berada di dalam jangkauannya.

__ADS_1


Membeku ketakutan, Joseph yang awalnya berusaha mundur menjauh kini hanya duduk diam menatap Ashley dari bawah.


"Wait!"


Melihat nyawa pangeran itu terancam, kesatria pelindungnya pun mencoba berbicara dengan Ashley. Sembari menekan lengan atasnya berusaha menghentikan pendarahan, kesatria itu bertanya mengenai alasan Ashley menyerang mereka.


"Huh? You intend to do that too, dontcha?"


Awalnya memang demikian, namun setelah mengetahui Ashley berhubungan dengan Vincent, salah satu Count paling berpengaruh di kerajaan Durman, mereka mencoba mencari cara lain.


"And it always so f*ckin' itchy here," Ucap Ashley kembali menatap Joseph sembari memegang lehernya yang pernah tergores.


"Maybe because I haven't killed you yet."


Dengan tatapan yang terasa begitu mencekam, pangeran itu sadar jika wanita di hadapannya sama sekali tidak main-main.


"W-wait your action can start a war, you know that?" Ucap Joseph kemudian,

__ADS_1


yang justru hanya disambut dengan senyuman menakutkan oleh Ashley.


.................. Bersambung .................


__ADS_2