Cinderella Gila

Cinderella Gila
Dari awal, Lozan wilayah Vincent


__ADS_3

"Sebenernya gua lebih milih kaki lo,"


Ucapan Ashley membuat Harun merinding. Sebagai orang yang mengetahui kekuatan pukulan laki-laki itu terbilang lemah, tidak heran jika Ashley juga mengetahui serangan terbaik Harun adalah menggunakan kakinya.


Lalu dengan memasang wajah licik yang tidak berusaha ia sembunyikan sama sekali, Ashley melanjutkan,


"Tapi tangan kanan juga lumayan. Dominan, orang ngapain aja pake tangan kanan, kan?"


Sebegitu inginnyakah wanita itu menghancurkan kehidupan Harun? Karena tidak dapat memotong kakinya yang merupakan harapan terbesar pria tersebut, Ashley memilih tangan dominan Harun untuk mendapatkan efek maksimal?


Benar jika ia memilih tangan kanan untuk memaksimalkan hasilnya,


Wanita itu kemudian berdiri tegap di depan laki-laki yang masih berlutut tersebut. Kedua matanya menatap Harun dari atas.


"Mulai hari ini, tangan kanan lo punya gua."


bukan untuk dipotong,


"Dan gua ga nerima penghianatan dalam bentuk apa pun."


Sorot matanya menajam dan suaranya berubah menjadi lebih berat. Meninggalkan kesan intimidasi yang begitu dalam.


melainkan untuk dimiliki dan dikendalikan.


"Kalo sampe kejadian,"


Ashley meletakkan telapak tangan kirinya di atas bahu kanan Harun sambil menebarkan aura yang jauh lebih mengancam.


"Gua ambil lagi aset gua, dan nyawa lo yang jadi bunganya." Lanjut wanita itu seolah sedang membahas hutang.


Bukan hanya sebuah ancaman, Ashley juga memberi pria malang itu sesuatu yang mungkin tidak pernah terbayangkan olehnya untuk ia miliki.


Marga.


Sebuah kata yang mampu mengangkat derajat seseorang.


Di kerajaan Durman, orang yang memiliki 2 kata dalam namanya adalah orang-orang keturunan Baron dan Viscount. Sedangkan 3 kata adalah keturunan Count dan 4 kata untuk keluarga Duke. Keluarga kerajaan yang masih belum memiliki gelar atau yang akan menjadi penerus raja, memiliki nama sepanjang 5 kata. Untuk Marquis yang merupakan jabatan baru namun berada di atas seorang Count, diijinkan memiliki nama dengan 4 kata.


Meski bukan nama resmi yang tercatat secara hukum, namun hal itu cukup membuat Harun merasa istimewa. Ia bisa saja menamai dirinya sendiri dengan marga yang ia inginkan, tetapi, nama pemberian dan nama yang ia deklarasikan sendiri akan tetap terasa berbeda.

__ADS_1


Seolah nama mereka lebih diakui, dikenal, dan diterima.


Ashley mengatakan bahwa nama itu akan terus menjadi namanya selama ia masih memiliki tangan Ashley, alias tangan kanannya sendiri.


Miller.


Nama yang begitu ia banggakan, telah ia bagikan kepada seseorang yang berhasil membuatnya terkesan. Bukan cuma-cuma, Ashley merasa nama itu sepadan dengan nyawa yang pria itu pertaruhkan. Nama yang juga akan menghilang bersama dengan tangan dan nyawanya jika berani mengkhianati pemilik asli namanya.


Seperti sebuah perjanjian.


Bukannya tanpa alasan, hal itu ia lakukan untuk mempermudahnya dalam mencari Harun kelak. Wanita itu telah mendapatkan harapan atas misi sampingannya setelah melihat peluang untuk merekrut bawahan yang setia.


Atau bisa dibilang dipaksa setia.


Membiarkannya menikmati kebahagiaan dari hal yang seharusnya wajar terjadi, Ashley berjalan mendekati Daryl yang berada tidak jauh darinya.


Meski Ashley tidak menggunakan suara yang keras, namun semua orang di sana mengetahui apa yang terjadi. Sama halnya dengan Harun, para anak buahnya pun juga anehnya merasa senang dengan pemberian nama tersebut.


Hanya Daryl yang terlahir dengan nama panjang yang tidak mengerti dengan apa yang mereka rasakan. Apa gunanya nama tidak resmi yang tidak bisa benar-benar mengangkat derajatmu?


Seakan sepenuhnya telah mengakui jika tangan kanannya bukan lagi miliknya, Harun bertanya kepada Ashley yang berjalan meninggalkannya.


"Apa mulai hari ini aku tidak boleh menggunakan tangan kanan?"


"Kenapa? Pake aja sesering mungkin."


"So you'll be useless without it." Lanjutnya yang hanya dimengerti oleh Daryl.


Ditatapnya wanita licik yang berjalan ke arahnya tersebut. Daryl tidak mengerti lagi bagaimana bisa wanita itu memperlakukan temannya dengan cara seperti itu. Namun meski semakin mengetahui keculasan Ashley, anehnya Daryl justru merasa ia semakin menyukai wanita jahat tersebut.


"Oh, tapi gua ga masalah kalo tangan kiri lo ngianatin gua." Tambahnya setelah sampai di samping Daryl.


"Tinggal potong aja."


Sambil memasang senyuman ramah, wanita itu mengatakan hal yang mengerikan.


Tidak ada yang tahu maksud sebenarnya dari perkataan Ashley. Entah wanita itu ingin tangan kiri Harun memotong tangan yang dikutuk tersebut agar terlepas dari si penyihir, atau ia sedang memberi Harun perintah untuk mengawasi dirinya sendiri dan memotong tangan kirinya jika berkhianat.


Sejujurnya Harun masih tidak menyangka, jika orang yang pernah mempertaruhkan 400 koin emas untuknya tanpa pikir panjang itu, adalah orang yang sama dengan orang yang meminta bayaran sebuah tangan.

__ADS_1


"Dan,"


Sembari melirik anak yang baru saja dilepaskan Daryl, Ashley menyuarakan pikirannya. Cukup keras untuk didengar semua orang.


"Dari awal, Lozan wilayah Vincent."


Bukan hanya tempat itu, bukan juga sebatas kota Vinnas, namun keseluruhan wilayah Lozan. Vincent, siapa rakyat Lozan yang tidak mengenal Vincent? Orang yang bak idola masyarakat tersebut bahkan lebih tenar dari pangeran ke-tiga.


Tanpa mengetahui identitas asli Ashley dan masih berpikir jika wanita itu adalah pendatang dari kerajaan lain, mereka hanya beranggapan jika 'El' yang mereka kenal adalah salah satu fans dari Vincent.


Namun pertanyaan masih tersisa di dalam benak anggota keluarga Miller yang baru itu. Sosok laki-laki yang datang bersama Ashley saat itu, memiliki wajah yang terasa begitu familiar.


Sayang tidak ada yang bisa menjawabnya.


Berjalan menyusuri kota hingga hari menjelang sore. Dua sejoli itu akhirnya hanya duduk di dekat air mancur sambil menikmati makanan kios pinggir jalan yang tidak biasanya mereka makan.


Awalnya Daryl menolak namun setelah Ashley menjejalnya dengan paksa ke mulut pria itu, Daryl mengakui rasanya lumayan enak dan ikut menikmatinya.


Bedanya, kali ini bukan hanya mereka. Seorang anak berusia sekitar 12 tahun yang juga seorang penjual makanan pinggiran, bergabung bersama mereka.


Tidak seperti sikap Ashley yang ditunjukan kepada anak yang mencuri uang Daryl, sikapnya kali ini jauh lebih bersahabat. Entah kemistri apa yang ia punya dengan anak itu.


Awalnya anak itu hanya memberi tahunya makanan-makanan yang perlu Ashley coba, dan wanita itu puas dengan rekomendasi yang diberikan untuknya. Setelah itu, Ashley mulai membahas beberapa hal dan langsung ditanggapi dengan senang hati bocah tersebut.


Setiap hal yang keluar dari mulut anak itu terdengar seperti sedang membahas hal-hal umum. Namun Daryl yang juga mendengarkan dari awal pun tahu, jika mereka sedang bertransaksi informasi.


Tanpa tanggung-tanggung, Ashley memberinya koin emas terus menerus layaknya sedang menabung. Yang tentu saja itu berasal dari kantung uang Daryl.


Puas, Ashley pun kembali ke kedimannya dengan diantar oleh Daryl sesuai janjinya.


Meski hanya bagian belanja dan makan yang terdengar seperti kencan, namun Daryl merasa cukup puas. Melupakan fakta bahwa ia hanya dimanfaatkan sebagai informasi belanja, dan jajan sore santai mereka berkahir menjadi bisnis, kencan pertama Daryl bisa dikatakan sukses.


Tidak ada yang sempurna saat pertama kali mencoba, kan?


Dilanjutkanlah fokus Ashley terhadap misi uang damainya.


Seperti yang Bellena katakan dan seperti yang pernah Ashley lakukan, saat seseorang menerima permintaan maaf orang lain, mereka akan mengirim surat balasan.


Akan tetapi keesokannya, setelah menunggu seharian penuh, Ashley sama sekali tidak mendapat surat jawaban.

__ADS_1


"Gagal hah? Daryl ***lan."


..................... Bersambung .....................


__ADS_2