Cinderella Gila

Cinderella Gila
Dasar gorila


__ADS_3

Berdiri dengan membuka kaki selebar bahu, Ashley meletakkan kedua kepalan tangannya di depan dagu. Tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Cukup untuk memberinya posisi siap saat menyerang maupun bertahan.


Sambil sedikit menekuk lututnya, tatapan mata Ashley terkunci pada laki-laki yang ada di hadapannya.


Bersama-sama, kedua orang tersebut melangkah maju perlahan dengan konsentrasi tinggi. Mengawali perselisihan mereka, Guilherme pun melancarkan serangan pertama.


Menghindari pukulan lurus tersebut, Ashley menyerong ke samping. Disusul dengan pukulan dari sisi kanan, wanita itu langsung menunduk membiarkan Guilherme merangkul udara.


Masih belum puas sebelum berhasil mengenai targetnya, ditambahkanlah pukulan ketiga oleh pria tersebut. Menukik cepat dari sisi kiri atas Ashley ke kanan bawah, ia berniat menjatuhkan wanita itu ke tanah dengan sekali pukul.


Menarik kepalanya keluar dari jalur lintasan pukulan tersebut, Ashley pun melayangkan tinjunya ke arah yang berlawanan. Dengan pisau karambit yang tergenggam di tangannya, wanita itu sukses menyayat tendon biseps Guilherme, sebelum pukulan keempat pria tersebut mendarat di rusuk kanannya.


Terdorong ke samping, Ashley langsung membuat jarak. Begitu pula Guilherme yang tidak mampu mengepalkan tangan kanannya lagi.

__ADS_1


Menunjukan senyuman yang tak lekang oleh waktu, wanita itu membuat lawannya sedikit merasa ngeri. Ia mengingatkan pria tersebut terhadap psikopat yang pernah ditemuinya dulu. Orang yang seolah tidak bisa merasakan rasa sakit.


Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Ashley terlihat baik-baik saja meski Guilherme pun tidak mengurangi kekuatan pukulannya.


Kembali melangkah maju, wanita itu langsung melayangkan tendangannya ke sisi kanan pria tersebut. Saat Guilherme menyiapkan tangan kirinya berniat menangkap kaki Ashley, saat itulah ia terkecoh.


Bukan secara tiba-tiba tendangan wanita tersebut menukik ke bawah dan mengenai atas betis Guilherme. Sejak awal tendangan itu memang ditargetkan ke sana, dengan jalur lintasan dari atas ke bawah.


Saat bagian belakang lutut pria tersebut tertekan, keseimbangannya pun berkurang. Tak membiarkan waktu berlalu, Ashley langsung berganti menggunakan kaki kanannya dan menendang leher Guilherme.


Karena kekuatan saja tidak cukup, ia sengaja mengincar kaki lawannya terlebih dahulu barulah kemudian menarik laki-laki tersebut turun.


Namun tak disangka, bukan hanya berhasil menahan tendangan Ashley dengan lengan kirinya, Guilherme bahkan masih bisa berdiri. Hanya badannya yang sedikit mencondong ke samping.

__ADS_1


Melepaskan kaitan kakinya dari leher orang yang gagal ia tumbangkan, Ashley kemudian mengganti pijakan kakinya, memutar badannya setengah putaran, dan langsung menendangkang kaki kayunya kuat-kuat ke dada pria tersebut.


Meski terdorong beberapa langkah ke belakang, namun Guilherme berhasil menangkis tendangan tersebut dengan menyilangkan kedua tangannya. Hal yang cukup mengejutkan Ashley mengingat luka di lengan laki-laki itu cukup fatal.


"Dasar gorila." Gumamnya tak habis pikir.


Digenggamnya erat pisau kecil nan tajam tersebut oleh si Pirang. Saat cairan merah yang mengalir dari luka Guilherme masih tidak terbendung, wanita itu tengah menerka-nerka bagaimana caranya agar ia bisa memperbanyak luka tersebut.


Ia harus segera membuat pria itu tidak bisa bergerak, atau setidaknya tidak bisa melakukan serangan lagi. Sejujurnya, rusuk dan lengan Ashley kembali terasa nyeri saat ia tidak bergerak seperti sekarang.


Melihat Guilherme yang sama sekali tidak berniat- atau mungkin tidak sempat menutup lukanya, membuat Ashley harus bertindak cepat.


Menang karena lawannya kehabisan darah sangatlah tidak bisa dibanggakan.

__ADS_1


.................. Bersambung .................


__ADS_2